seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal....
"yang... setelah ini kita akan membeli oleh oleh buat keluarga di rumah kan...?"
Suara James terdengar menggagetkan lamunan neta, dari tadi pandangan mata Neta terlihat menatap tajam ke arah penak pernik gantungan kunci yang berbentuk boneka Minion.
"yang... Yang..."
suara James seakan tidak di pedulikan Neta, wanita cantik yang kini ada di samping James seakan tidak mempedulikan panggilan dari laki laki berpawak kan tinggi dan tampan di sampingnya.
Tangan James terulur merangkul pinggang ramping milik Neta, sampai wanita dengan tubuh yang tingginya hanya sebahu milik James berjengit kaget.
"hai..."
Seru Neta yang merasa terkejut dengan sentuhan tangan jahil milik James.
"apa yang kamu lihat, hmm ..." Bisik James di telinga Neta.
"ish... Kamu ih, ngagetin aja."
Neta memukul dada bidang milik James dengan kesal, pandangan mata Neta beralih menatap wajah tampan kekasihnya yang kini menatapnya intens.
"lihat, gantungan itu mengingatkan aku dengan gantungan yang pernah di berikan Eric waktu dia pulang dari jepang waktu itu."
mendengar ucapan Neta, entah kenapa james menjadi kesal. dia segera melepaskan tangannya dari pinggang Neta, sekarang dia ingin memperlihatkan jika saat ini dia sangat kesal dengan ucapan Neta.
tanpa menunggu Neta, James segera melangkah pergi menjauhi Neta yang terlihat menatap James yang pergi tanpa berkata apapun.
Kedua bibir Neta tersenyum, dia tahu jika James saat ini tengah cemburu dengan ucapannya.
"sayang...!! Tunggu dong, ih... Gitu aja ngambek sih."
Neta melangkah cepat mengejar James yang terlihat melangkahkan kakinya pelan, dia tahu jika kecemburuan James itu sangatlah wajar. Mengingat siapa Eric yang Neta sebutkan tadi, dengan melihat gantungan kunci Minion yang tergantung rapi di toko pernak pernik di pinggir jalan.
Neta tersenyum senang melihat kekesalan James, entah kenapa dia merasa jika kekesalan James menunjukan jika James benar benar sangat mencintai Neta.
tangan Neta segera dia tautkan ke lengan kekar milik James, Neta sengaja bergelayut manja di lengan James.
tanpa Neta sadari senyuman James terukir jelas di antara kedua surut bibirnya, James masih setia dengan diamnya, dia sengaja ingin melihat Neta lebih agresif ketika melihat dia kesal karena ulah Neta.
"yang... Makan dulu yuk, nih debay pengen ngajak makan deh kayanya."
Neta sengaja mengelus perut ratanya, James yang syok melihat tangan Neta segera membelalakan kedua matanya sempurna.
"kamu hamil sayang...!!!"
James tampak terkejut, sampai tak terasa James menghentikan langkahnya demi melihat wajah Neta yang juga menatapnya.
"may be yes or may be no..."
jawaban Neta membuat James menautkan kedua alisnya, dia bingung dengan jawaban yang Neta berikan.
"sayang, pernikahan kita baru aja berjalan hampir dua bulan. jika memang kamu sedang hamil, maka kita sudahi aja jalan jalan hari ini. Aku tidak ingin kamu capek dan aku tidak ingin kamu kenapa kenapa."
Sorot mata James tampak sangat serius, Neta yang melihatnya sampai sedikit syok di buatnya.
"aku hanya menduga duga, siapa tahu aku beneran hamil."
Neta menyunggingkan senyum manisnya di depan James, dia tahu jika James akan benar benar serius dengan ucapan Neta.
"huh... Sayang, jangan buat aku merasa bersalah."
lirih James yang masih dapat di dengar Neta, tangan Neta perlahan terulur menyentuh pipi suaminya. Dia tidak tega melihat wajah James yang terlihat murung.
"maafkan aku ya, aku hanya ingin mendapat perhatian kamu. Dan aku juga tidak ingin kamu kesal dan cemburu karena ucapanku tadi, maaf ya..."
James melihat Neta yang tampak bersalah, dia berusaha mengangkat kedua bibirnya. senyum samar dan tampak di paksakan dapat Neta lihat, James segera menarik Neta agar segera mendekatinya.
Pelukan hangat James membuat Neta merasa seperti di artikan oleh suaminya, rasanya dunia saat ini milik mereka berdua.
"habis ini kita makan, dan setelah itu kita akan beli oleh oleh."
Ucap James segera berjalan beriringan bersama Neta.
Suasana bulan madu seakan terasa menyenangkan bagi James dan Neta, pernikahan yang berjalan hampir dua bulan membuat sepasang suami istri tersebut baru bisa menjalankan bulan madu yang terlambat karena kesibukan mereka.
Sore menjelang, suasana pantai di Bali kini terasa semakin sepi pengunjung. Neta dan James yang memutuskan akan berjalan jalan di tepi pantai mengurungkan niatnya saat melihat Neta yang tiba tiba merasakan pusing dan mual.
"haruskah kita kerumah sakit, aku tidak ingin melihat kamu tersiksa seperti ini."
James terlihat sangat kawatir melihat kondisi Neta, dia merasa dunianya tidak baik baik saja melihat keadaan istri tercintanya yang kini tampak berbaring lemas di atas kasur king size.
"hmm... Tidak usah, aku baik baik saja. Mungkin asam lambungku sedang naik, jadi aku seperti ini."
Neta memegang jemari tangan James, dia menarik jemari tangan James dan mengendusnya berulang kali. Rasa mual yang tadi dia rasakan berangsur menghilang, rasa hangat dan bau tangan James membuat Neta menjadi lebih rileks.
"sayang, please... Aku tidak ingin melihat kamu seperti ini, aku kawatir sama kondisi kamu. kamu tahu sendiri, besok kita akan pulang, dan apa yang akan mama dan papa katakan jika melihat kamu lemah seperti ini."
Gerutuan dan rasa kawatir James membuat Neta tersenyum, Neta sadar jika James akan selalu kawatir jika melihat kondisi Neta yang seperti ini.
"sayang, sini deh tiduran di samping aku."
Neta mengeser tubuhnya, dia ingin menenangkan suaminya walau dengan kondisinya yang terasa lemas.
"sayang, kamu ingat tidak....? Dulu kamu akan selalu sepanik ini saat melihat aku jatuh atau sedang sakit."
Neta mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, saat dirinya sakit dan James yang sangat mengkhawatirkannya.
James berbaring di samping Neta, dia sengaja memeluk tubuh lemas Neta. Tangan kekar James sengaja dia selipkan agar menjadi bantalan bagi kepala istrinya, Neta yang senang dengan sikap James sengaja merapatkan kepalanya di dada bidang dan hangat milik James.
"hmm .. Dan apa kamu tahu...? waktu itu kamu membuat aku gila sayang."
Lirih James yang membuat pandangan mata Neta mengeryit sempurna.
"kenapa....? Bukannya waktu itu kamu belum mencintaiku...? Dan seingatku kamu masih berhubungan dengan Clara."
Ucapan Neta membuat James memeluk tubuh istrinya semakin erat.
"maafkan aku, maafkan kebodohanku waktu itu. Aku benar benar bodoh tidak menyadari kesalahan terbesarku, yang selalu membuatmu sakit hati karena keegoisanku."
James mengecup kepala Neta berulang kali, bau parfum dari sampo yang Neta pakai membuat James merasa sedikit rileks.
jujur Neta merasa penasaran dengan ucapan James, yang Neta tahu waktu Neta sakit dulu James masih berhubungan dengan Clara kekasih James waktu itu sebelum dengan Neta.