Saat aku sadar dari koma, aku dapatkan fakta bahwa suamiku ternyata sudah menikah lagi dengan mantan kekasihnya saat dia kuliah dulu. Wanita yang telah membuat aku koma berbulan-bulan lamanya.
Apa yang harus aku lakukan saat aku tahu bahwa ternyata kecelakaan fatal dua bulan lalu adalah rencana selingkuh dari suamiku? Dia yang ingin menyingkirkanku dan menguasai semua hartaku?
"Aku bukan wanita lemah, Mas! Aku akan membalas semua kejahatan kalian berkali lipat!" janji Elsa penuh geram dan amarah.
Elsa sengaja pura-pura amnesia dan lupa identitas dirinya sendiri. Hidup dalam penyamaran demi memecahkan kasus kecelakaan dirinya.
Apakah Elsa akan berhasil membalas dendam ataukah gagal dan akhirnya kalah atas nama cinta kepada suami sampahnya?
Jangan lupa dukungan reader semua ya dengan like, komentar positif, vote, favorit dan gift semampu kalian di karya author yang ke 24 di noveltoon ini, thanks you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Ryan ertemu dengan ayahnya di pondok pesantren yang dia kelola. Ryan menceritakan semuanya kepada ayahnya persoalan bosnya, Pak Heru yang dia curigai telah menjadi korban guna-guna dan pelet dari istri mudanya.
"Abi memang melihat ada aura negatif di kediaman majikanmu. Ryan, kamu suruh Pak Heru untuk mengamalkan apa yang sudah Abi tulis di kertas ini. Ingat! Untuk bisa lepas dari pengaruh ilmu pelet atau pengasihan, dia harus punya telad yang kuat untuk terlepas dari pengaruh ilmu itu. Kalau tidak, akan sulit untuk terlepas dari pengaruh pelet itu!" pesan sang Kyai kepada anaknya.
Ryan mengangguk pelan, dia membacanya dan memasukan kertas itu di saku jas. "Abi, jangan khawatir, Ryan pasti akan membantu Pak Heru agar bisa lepas dari pengaruh buruk istri mudanya," Sang Kyai hanya menganggukkan kepalanya.
Ryan merasa bersyukur karena ayahnya mau membantu Heru. "Kau jangan khawatir, Ryan. Abi akan membantu dari jarak jauh agar bisa melepaskan pengaruh ilmu hitam itu. Kamu fokus saja dengan tugas kamu di sana." Pesan sang ayah pada anaknya.
Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Ryan Langsung kembali ke Jakarta dan menyampaikan semua pesan yang diberikan oleh ayahnya. Heru mulai mengamalkan semua yang di tulis di kertas itu. Heru benar-benar bertekad ingin lepas dari Andien dan menjalani hidupnya secara normal.
Malam itu Andien terlihat begitu gelisah dan terus mendesis kepanasan. Heru saat ini sedang berada di mushola rumahnya. Dia dan Ryan sedang berdzikir untuk mengusir aura negatif di kediaman itu. Selama seminggu kemaren, Heru bahkan sudah berpuasa mutih untuk melepaskan diri dari pengaruh Andien.
"Kenapa akhir-akhir ini rumah terasa begitu panas serasa ada yang berbeda? Aku harus konsultasi ke si Mbah dukun yang sudah memberikan ilmu hitam padaku. Apakah ada seseorang yang sedang berusaha menantangku?'' monolog Andien merasa tidak nyaman dan terlihat menderita.
Sementara itu Heru dan Ryan masih tetap fokus dengan dzikir dan juga amalan mereka untuk bisa melepaskan pengaruh negatif yang disebarkan oleh Andien. Andien yang sedang kepanasan saat ini sedang berendam di bathub dengan air dingin. Tetapi dia malah merasakan tubuhnya semakin panas dan terus menjerit kesakitan.
"Mas, tolong aku tubuhku sangat sakit dan panas. Mas Heru!" Andien terus berteriak dan meminta pertolongan pada Heru.
Heru dan Ryan yang saat ini berada di mushola rumahnya. Tentu saja tidak bisa mendengar teriakan Andien karena selain ruangan itu yang kedap suara, mereka juga sedang berkonsentrasi.
Keadaan Andien semakin memprihatinkan tubuhnya sudah terlihat melepuh. Banyak ruam-ruam dan menghitam. Tampaknya Andien sedang menuai apa yang dia tanam selama ini.
Andien bahkan sudah pingsan karena tidak sanggup lagi. "Kenapa tubuhku rasanya seperti ini? Apa yang sudah terjadi padaku sebenarnya? Astaga! Siapa yang sudah berbuat jahat padaku begini?" Andien bermonolog sebelum dia akhirnya kehilangan kesadaran dan pingsan.
Keesokan paginya, Heru terlihat terkejut melihat kondisi Andien yang begitu lemah. "Ryan, Ayo kita bawa Nyonya ke rumah sakit semoga saja masih bisa ditolong." perintah Heru yang merasa tega-tega melihat kondisi Andien yang sangat mengenaskan.
Ryan bahkan sampai kesulitan menelan salivanya sendiri melihat kondisi Andien yang amat menyedihkan sekali. "Pak, saya rasa kondisi Nyonya Andien seperti ini adalah karena usaha yang sudah Bapak lakukan untuk bisa terlepas darinya. Bapak yakin akan membawa nyonya ke rumah sakit?" tanya Ryan yang terlihat keberatan untuk menolong Andien.
Bukan tanpa alasan Ryan merasakan hal seperti itu. Ryan hanya merasa jengkel dan kesal dengan kelakuan Andien yang sudah kelewatan luar biasa. Ryan selama ini memendam rasa tidak suka terhadap Andien yang sudah merusak rumah tangga Heru dan Elsa yang selama ini bahagia.
Akan tetapi melihat Heru yang begitu bertekad ingin menolong Andien akhirnya Rian mengalah juga. Mereka berdua membawakan dan ke rumah sakit dan berusaha untuk mengobati wanita itu dari karma yang sedang dia tuai.
Andien saat ini sedang menikmati ilmu hitam yang dikembalikan kepadanya. Dia merasakan panas karena dzikir dan wirid yang selalu dawam di lakukan oleh Ryan, Heru dan kedua orang tua Elsa.
Heru juga sudah menceritakan semua kebenaran kepada kedua orang mertuanya. Untung saja mereka percaya kepada Heru dan mau melakukan hal yang sama yang sudah diinstruksikan oleh ayahnya Ryan yang seorang Kyai.
Elsa yang saat ini sedang berada di rumah sakit tampak mengurutkan keningnya ketika melihat Heru yang begitu terburu-buru masuk rumah sakit.
"Siapa yang sakit?" tanya Elsa tampak khawatir.
Andien yang terlihat begitu lemah mulai merancau dan mencari keberadaan Elsa. Andien saat ini hanya ingin meminta maaf kepada Elsa atas semua kejahatan yang sudah dilakukan di masa lalu.
Saat kondisi kritis itu Andien melihat gambaran siksaan yang akan diterimanya karena sudah bersekutu dengan setan untuk mencelakai Elsa dan mendapatkan semua yang dia inginkan.
"Istriku tampaknya mendapatkan karma dari perbuatan buruk yang sudah dilakukan, dia sejak tadi terus berteriak kesakitan dan menderita sekali. Maafkan saya, saya harus segera mengurus administrasi istri saya yang akan dirawat di sini." Heru berpamitan kepada Elsa yang masih terus menatap mereka bertiga dengan tatapan sendu.
Elsa hanya bisa menatap kepergian Heru dari hadapannya. Ada kesedihan, kemarahan dan juga rasa cemburu yang sedikit banyak membuat hatinya merasa tidak nyaman saat Elsa melihat Heru yang begitu perhatian pada Andien.
"Tampaknya Mas Heru memang mencinta Andien, makanya dia begitu perhatian dan terus saja memberikan segala hal yang terbaik buat dia. Ya Allah, apakah aku harus melepaskan Mas Heru dan mulai iklas dengan masa lalu bersama dia? Ya Allah! Tapi perasaan ini terlalu sakit kalau harus melepas pria yang ku cintai begitu saja. Apalagi Andien begitu licik saat berusaha merebut Mas Heru dariku. Aku harus gimana ya Allah?" monolog Elsa merasa sedih sekali dengan hidupnya yang begitu buruk.
"Dulu kami hidup dengan penuh cinta sebelum akhirnya Andien merusak segalanya. Andien, semoga kau mendapat karma yang setimpal karena kejahatan kamu padaku dan keluarga ku. Karena kamu, anakku harus lahir tanpa kehadiran seorang ayah di sisinya. Anakku harus lahir prematur dan menderita. Kamu wanita keji yang jahat." Elsa terlihat begitu geram saat dia melihat Andien dari kaca jendela rumah sakit.
Andien begitu membutuhkan pertolongan dokter. Tubuhnya bahkan kelihatan melepuh dan berkelojotan. Elsa bahkan tanpa sadar merasa kasihan pada Andien yang terlihat sedang meregang nyawa dan begitu kesakitan.
"Kenapa wanita jahat itu terlihat begitu menderita dan amat menyedihkan? Apa terjadi sesuatu yang buruk sama dia?" tanya Elsa dalam bingung.
lanjut thor