NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Suara langkah kaki puluhan orang bergemuruh kencang di atas lantai semen pabrik yang kotor.

Deni berdiri tenang sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku jaket oranyenya.

Wush.

Pria terdepan dari kelompok itu langsung mengayunkan golok panjangnya ke arah kepala Deni.

Trang.

Deni menepis golok itu memakai punggung tangannya tanpa bergeser sedikit pun dari tempatnya berdiri.

"Lambat sekali gerakan kalian ini."

"Apa tadi pagi kalian belum sarapan bubur ayam ya."

"Kurang ajar, beraninya kau meremehkanku."

Pria yang membawa golok itu melotot kaget karena senjatanya justru terpental dan membuat tangannya mati rasa.

"Jangan banyak omong dan rasakan ini."

Pria itu berteriak kencang sambil berusaha menebaskan senjatanya lagi ke arah perut Deni.

Bum.

Deni langsung menendang dada pria itu sampai terpental mundur menabrak lima orang temannya di belakang.

Brak.

Enam orang langsung ambruk berbarengan ke atas lantai semen dengan erangan kesakitan.

"Aduh dadaku sakit sekali rasanya seperti ditabrak kereta."

"Tulang rusukku sepertinya patah, tolong aku."

Deni hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para preman berseragam hitam ini.

"Makanya kalau kerja itu sarapan dulu biar punya tenaga."

"Kalian ini katanya anggota serikat bayangan yang paling ditakuti, tapi tenaganya kok seperti kerupuk melempem begini."

Ketua cabang berwajah codet yang melihat kejadian itu langsung mendengus kesal dari tempat duduknya.

"Dasar anak buah tidak berguna."

"Menghadapi satu kurir ingusan saja kalian sampai harus teriak-teriak kesakitan begitu."

Dia bangkit berdiri sambil menyeret pedang samurai panjangnya di atas lantai semen.

Srrrt srrrt.

Suara gesekan logam tajam itu memunculkan percikan api kecil di sepanjang jalannya.

"Minggir kalian semua kumpulan sampah."

"Biar aku sendiri yang memenggal kepala bocah sombong ini dan menjadikannya hiasan di mejaku."

Puluhan anak buahnya yang tersisa langsung mundur teratur memberikan jalan kepada pemimpin mereka.

Mereka tampak ketakutan melihat kilatan amarah di mata ketua cabang tersebut.

Deni menguap lebar sambil menepuk-nepuk mulutnya karena merasa pertarungan ini sangat membosankan baginya.

"Lama sekali paman codet ini mau maju menyerangku."

"Perutku sudah keroncongan minta diisi makanan dari tadi."

"Kalau paman kelamaan, nanti ayam goreng jatahku di kantor keburu dihabiskan oleh Siska lho."

Ketua cabang itu mengatupkan rahangnya rapat-rapat karena merasa dihina separuh mati oleh seorang kurir.

"Kau benar-benar tidak tahu di mana kau sedang berdiri sekarang bocah."

"Ini adalah markas besar cabang barat, bukan warung kopi tempatmu biasa nongkrong."

"Hari ini aku pastikan nyawamu tidak akan pernah keluar dari pabrik ini."

Deni kembali menghela nafas panjang melihat lawannya malah asyik berpidato.

"Iya iya paman, aku tahu ini pabrik tua."

"Tempatnya juga kotor sekali banyak sarang laba-laba, pantas saja kalian suka marah-marah karena kurang piknik."

"Sudah cepat tebaskan pedangmu itu, aku tidak punya waktu seharian meladeni orang tua jompo."

Mendengar hinaan beruntun itu, wajah sang ketua memerah seperti kepiting rebus.

"Mati kau bocah sialan."

Ketua itu berteriak keras sambil berlari kencang menerjang ke depan dengan pedang terangkat tinggi.

Sring.

Dia menebaskan pedang samurainya menyamping dengan kecepatan penuh mengincar leher Deni.

Bagi mata orang biasa, tebasan itu mungkin terlihat seperti kilatan cahaya perak yang mematikan.

Tapi di mata Deni, gerakan ketua itu terlihat selambat siput yang sedang merayap di atas daun.

Deni memiringkan kepalanya sedikit ke belakang untuk membiarkan bilah tajam itu lewat di depan hidungnya.

Syuut.

Sabetan itu melesat kosong tanpa mengenai apa pun selain angin belaka.

"Eh kok meleset paman."

"Matanya minus ya paman sampai tidak bisa membedakan mana leherku dan mana angin."

Ketua cabang itu terkejut setengah mati karena tebasan maut yang paling dibanggakannya bisa dihindari semudah itu.

Selama bertahun-tahun dia menguasai dunia bawah tanah, tidak pernah ada satu orang pun yang bisa menghindari jurus tebasan kilatnya.

"Ilmu iblis apa yang dipakai anak ini."

Ketua itu membatin dengan tangan gemetar karena mulai diselimuti rasa panik yang sangat besar.

Dia mencoba menarik kembali pedangnya untuk menebas lagi dari arah bawah.

Tapi Deni tidak membuang waktu dan langsung melayangkan pukulan ringan dengan tangan kanannya.

Duk.

Pukulan itu mendarat mulus tepat di rusuk kanan lawannya.

Suara hantaman tumpul terdengar sangat jelas di telinga semua orang yang menonton di sekitar pabrik tersebut.

Pria berwajah codet itu membelalakkan matanya lebar-lebar dengan mulut menganga.

Ukh.

Tubuhnya mendadak kaku seolah aliran darahnya berhenti seketika.

Tulang rusuknya terasa remuk berkeping-keping hanya dalam satu pukulan ringan yang terlihat tanpa tenaga itu.

Brak.

Ketua cabang itu ambruk ke lantai semen dengan posisi tengkurap.

Dia langsung pingsan tak berdaya sambil mengeluarkan sedikit darah segar dari sudut bibirnya.

Keheningan yang sangat mencekam langsung menyelimuti seluruh area pabrik baja tua itu.

Hanya terdengar suara angin siang yang berhembus melewati celah-celah atap seng yang bocor.

Wush.

Puluhan anak buah serikat yang melihat ketua kebanggaan mereka tumbang seketika kehilangan nyali untuk melawan.

"Ketua kita kalah hanya dalam satu pukulan saja."

"Ini tidak mungkin, ketua adalah petarung terkuat di wilayah barat."

"Monster, kurir ini benar-benar monster yang menyamar jadi manusia."

Terdengar bisikan-bisikan ketakutan dari para preman berjas hitam itu.

Mereka semua perlahan melangkah mundur dengan kaki yang gemetar hebat.

Klontang.

Satu orang preman menjatuhkan tongkat besinya ke lantai karena tangannya sudah tidak sanggup lagi menggenggam.

Melihat hal itu, preman-preman lainnya pun ikut menjatuhkan senjata mereka ke lantai secara bersamaan.

Klang klang klang.

"Ampun Tuan kurir yang sakti, tolong jangan bunuh kami."

"Kami hanya preman suruhan yang dibayar harian di sini."

"Tolong lepaskan kami, kami masih punya anak istri di rumah yang harus diberi makan."

Mereka serentak berlutut dan bersujud di lantai semen yang kotor itu sambil memohon ampun.

Deni melihat pemandangan itu dengan tatapan datar tanpa belas kasihan namun juga tanpa niat membunuh lebih lanjut.

"Aku ini kurir pengantar barang, bukan malaikat pencabut nyawa."

"Selama kalian tidak mengganggu Nona bosku lagi, aku tidak akan repot-repot mematahkan leher kalian."

Deni mengibaskan tangannya pelan menyuruh mereka semua segera pergi dari hadapannya.

"Pergi sana dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran."

"Bawa juga paman codet ini ke rumah sakit sebelum dia benar-benar mati kehabisan nafas."

Mendengar pengampunan itu, puluhan preman itu langsung bangun dengan tergesa-gesa.

"Terima kasih Tuan sakti, terima kasih atas kebaikan Anda."

Beberapa orang memapah tubuh ketua mereka yang pingsan dengan susah payah.

Lalu mereka semua berlari kencang berebut keluar melalui gerbang besi pabrik tanpa berani menoleh ke belakang sedikit pun.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!