sebagai anak yang tidak di harapkan keberadaanya, malah menjadi seseorang yang tak terduga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cool Onta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sahabat kecil
" bahkan kalo ada pelanggan bisanya dia bersikap arogan, padahal kami sudah pernah menegur, ehh malah di omelin ya dan dia bilang ke bos kalo tugas kami yang ngga becus" ucap Anwar yang sambil merapikan baju baju jualan mereka.
mereka ber 4 memiliki waktu yang senggang karna hari masih pagi, sehingga mereka memiliki waktu buat mengobrol sambil merapikan barang.
" gaisss gua tinggal ke atas dulu yah, buat ambil stoke, jangan kangen yah , muach " ucap Anwar sambil melemparkan ciuman nya di udara sambil memasang wajah nya yang tengil.
melihat hal tersebut sontak saja ke 3 lelaki normal di sana merasa merinding atas sikap Anwar, namun mereka kembali tertawa.
tak lama mereka buka toko, toko pun ramai kedatangan para pelanggan yang mau membeli pakaian di sana, pada saat jam istirahat pun mereka secara bergantian.
setelah lewat beberapa hari, mereka pun sudah mulai akrab satu sama lain, dan mereka saling memaklumi satu sama lain, mereka juga tidak merasa iri melihat arka sering di ajak keluar oleh bos mereka, asalkan tidak mengganggu kenyamanan dalam bekerja mereka santai aja.
...****************...
tedi mengajak akra ke luar dengan alasan melihat lihat butik A yang lain.
" makasih yah tedi, sudah mengelola toko A dengan sangat baik, dan kamu juga berhasil mendapatkan anak buah yang baik hati seperti anwar, andri dan juga syakil" ucap arka yang memberikan pujian ke pada tedi.
" siap Pak, sudah seharusnya juga saya mengajarkan para pekerja saya, sesuai dengan visi misi perusahaan kita" ucap tedi dengan penuh hormat.
" iya silahkan kamu ke luar dulu, soalnya saya masih ada beberapa berkas yang perlu saya tanda tangani " ucap arka kepada tedi.
tedi pun melangkah kan kakinya ke luar dari ruangan tersebut, sebenarnya mereka tidak ke butik A yang lain, melainkan langsung menuju perusahaan.
arka pun terlihat bahagia karna akhir akhir ini dia sudah mulai sering datang ke Kantor nya buat bekerja, sehingga tidak terlalu membebani sekertaris nya lagi.
" Yoga!! " panggil arka ke sekertaris nya melalui sambungan telp yang ada di sana.
" iya Pak" bales orang yang di sebrang telp.
" bisa ke ruangan saya sebentar? " sambung arka.
" siap Pak"
tak lama yoga pun menghampiri arka
" ada yang bisa di bantu Pak" jawab yoga yang sopan.
" kan sudah gua udahbilang, kalo di ruangan berdua sama gua panggil arka aja jangan Pak" arka yang merasa kesal karna terus terusan di panggil Pak oleh sahabat kecilnya tersebut.
yoga dan arka sebenarnya sudah berteman dari kecil, ayahnya yoga bekerja di perusahaan ayahnya arka, sehingga merka sering ketemu apabila ayah arka membawanya.
bahkan di saat orang tua arka meninggal pun keluarga yoga tak henti hentinya mensuport arka, karna mereka tau kehidupan arka bagaimana bersama mamah tirinya itu, sehingga merek merahasiakan perusahaan ini kepada ibu tirinya arka.
" sorry ka, gua kebawa happy aja, akhirnya gua bisa sering ketemu lu, walaupun cuma sebentar " ucap yoga sambil memeluk erat arka.
" ekhhh ngga bisa nafas woyyy" ucap arka yang kesulitan bernafas karna di peluk erat oleh yoga.
" hahaha sorry sorry, muka lu tu merah" yoga tertawa melihat muka arka yang memerah dan bernafas banyak seperti orang habis ikutan maraton.
🤪🙃😂
badut guanteng 👌👍
pelakor tereak pelakor..
bete banged liat Soro 😬😡😬