Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Kerjasama
"Suatu saat akan aku kasih tahu. Aku janji," Abimanyu mengangkat dua jari membentuk huruf 'v'.
"Kenapa nggak sekarang aja?" paksa Astrid.
Abimanyu beranjak, "Kita rapat,"
Abimanyu berjalan beriringan dengan Astrid keluar ruangan.
Tatapan tajam Yola didapati Astrid saat mereka berdua berjalan ke arah lobi.
Astrid melirik dan dengan sengaja menempelkan tubuhnya di badan Abimanyu agar bisa dilihat oleh Yola.
Yola mengepalkan tangannya erat, sementara Astrid makin berani menggandeng lengan Abimanyu.
"Sialan," umpat Yola.
.
"Tuan, waktu di lobi kenapa nyonya Yola seakan mau menelan saya hidup-hidup?" ucap Astrid sambil bergelayut manja di lengan Abimanyu. Sampai sopir perusahaan sering mencuri pandang lewat pantulan kaca mobil.
Kalau mau peran antagonis, musti totalitas. Benak Astrid bermonolog.
"Tuan, kok diam sih? Kalau memang anda ada hubungan dengan nyonya Yola, mendingan aku mundur teratur deh," kata Astrid dengan wajah cemberut.
"Kalau aku nggak ada hubungan dengan dia, apa itu artinya kamu mau denganku sayang?" tanya Abimanyu senang
"Tentu saja. Itu artinya aku bukan perusak hubungan anda dengan seseorang," balas Astrid.
"Hhmmm baiklah. Mulai sekarang akan aku putuskan hubungan dengannya," janji Abimanyu.
"Gombal," ejek Astrid.
"Percaya deh," balas Abimanyu.
"Nggak mungkin anda segitu mudah putus tuan, apalagi ada anak dari hubungan kalian," yang dimaksud Astrid adalah Kevin.
"Kevin itu lahir dari sebuah kesalahan. Dan hubunganku dengan Yola juga merupakan suatu kesalahan," jelas tuan Abimanyu.
"Hah? Bagaimana bisa? Anda bersama nyonya Yola tak mungkin setahun dua tahun ini kan?" Astrid menanggapi.
"Penasaran?" tanya balik Abimanyu.
"Tentu saja tuan. Pasti cerita hidup anda seru sekali. Kalau dibuat novel bisa jadi episode panjang," Astrid tertawa.
"Ha...ha... Ada-ada saja kamu ini," Abimanyu mencubit gemas hidung Astrid.
"Apa anda dijebak tuan? Apa mungkin hubungan sekali langsung jadi Kevin?" Astrid semakin penasaran.
"Atau jangan-jangan Kevin bukan putra anda?" bisik Astrid perlahan.
"Ada hasil cek DNA nya," sahut Abimanyu yakin.
"Oh ya? Kali aja ada rekayasa. Apa tuan tak merasa cuman dimanfaatin saja?" ujar Astrid.
"Isshhh, kebanyakan nonton sinetron kamu tuh," olok Abimanyu.
Astrid cemberut, "Padahal aku cuman ingin status yang jelas nantinya. Akan sangat berdosa kalau sampai memisahkan hubungan ayah dengan istri dan anaknya," gumam Astrid.
"Tunggu tanggal mainnya sayang. Aku akan melakukan seperti yang kamu minta," ucap Abimanyu membuat Astrid merangkul mesra lengan sang bos dan mencium pipi Abimanyu. Kali aja bersikap lebih agresif membuat tuan Abimanyu makin percaya padanya.
.
Sesampai di resto X, Abimanyu dan Astrid masuk ke ruangan privat. Di sana sudah menunggu kolega bisnis yang cukup lama bekerjasama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Abimanyu itu.
"Selamat pagi tuan Abimanyu," sapa perwakilan perusahaan rekanan.
"Di mana bos kalian?" tanya Abimanyu terlihat kecewa.
"Bos kami menyampaikan salam untuk anda, karena sekarang mertua nya sakit mendadak dan dirawat di luar negeri," beritahu asisten itu.
"Oh begitu," Abimanyu duduk di kursi yang telah disediakan.
"Astrid, siapkan bahan presentasi nya," suruh Abimanyu.
"Maaf tuan, sebelum dimulai ada beberapa hal yang akan kami sampaikan," sela asisten perusahaan rekanan.
Asisten itu membisikkan sesuatu ke telinga Abimanyu.
"Bos kami menyampaikan untuk mengevaluasi ulang kerjasama dengan perusahaan Rahardjo," bisik asisten itu.
"Apa maksudnya?" tanggap Abimanyu tak percaya.
"Bos kami mendengar, ada banyak proyek yang dipegang perusahaan anda banyak terjadi kendala. Terutama proyek yang dipegang putra anda, tuan muda Sean," lanjutnya.
Abimanyu mengerutkan kening nya. Yang dia tahu proyek yang dipegang oleh Sean Rahardjo berjalan lancar.
"Jangan bilang anda belum tahu tentang hal itu?" tegas asisten perusahaan rekanan.
"Jangan karena isu yang belum tentu kebenarannya, anda membatalkan kerjasama tuan. Ini jelas menunjukkan ketidakprofesionalan perusahaan anda," kata tuan Abimanyu.
"Perusahaan sekelas Dirgantara saja sangat percaya dengan kinerja kami," lanjut Abimanyu.
"Tapi tidak dengan perusahaan kami. Kerjasama akan kami bicarakan lebih lanjut, jika semua proyek perusahaan anda berjalan lancar," bahas perwakilan perusahaan rekanan itu. Tuan Abimanyu mengepalkan tangannya erat.
"Akan ku hubungi putraku untuk memastikan hal yang seperti anda katakan tuan," tegas tuan Abimanyu.
"Sebaiknya anda selesaikan dulu masalah internal perusahaan anda. Kami selalu membuka pintu lebar-lebar untuk meneruskan kerjasama ini. Intinya bos kami ingin anda fokus dengan problem itu," beberapa orang dari perusahaan rekanan kompak berdiri dan pamitan kepada tuan Abimanyu.
"Sssttt sial. Kenapa tak ada yang dilaporkan oleh Sean Rahardjo kepadaku," gumam Abimanyu kesal.
"Mungkin tuan Sean tak ingin anda kepikiran tuan," Astrid mengelus punggung tangan sang bos untuk meredam emosi.
"Kita balik ke kantor!" ajak tuan Abimanyu dengan mood yang terlanjur jelek.
"Baik tuan," Astrid mengikuti langkah lebar sang bos dari ruang privat resto X.
Entah kebetulan atau faktor kesengajaan, keduanya bertemu dengan Kevin.
"Hai Pah, Astrid," sapa Kevin dengan wajah cerah mendekati keduanya. Panggilan papa biasa terdengar dari mulut Kevin. Sudah menjadi rahasia umum jika Kevin adalah anak di luar nikah tuan Abimanyu.
"Jam kerja keluyuran, ngapain kamu ke sini?" tanya Abimanyu.
"Ketemu rekan bisnis Pah. Kali aja bisa mendapat kerjasama yang menguntungkan buat perusahaan Rahardjo," jelas Kevin.
"Gimana pertemuannya? Sukses?" tanggap Kevin.
"Mereka membatalkan sepihak rencana kerjasama," ulas tuan Abimanyu.
"Kok bisa? Bukannya perusahaan itu telah lama kerjasama dengan kita?" tanya Kevin heran.
"Menurut mereka, ada masalah dengan proyek yang dikerjakan oleh Sean," imbuh tuan Abimanyu.
"Apa karena ada masalah, Sean tadi pergi dengan terburu?" gumam Kevin sambil menggaruk kepala tak gatal.
"Kamu kan satu divisi. Coba jelaskan ke papa," pinta Abimanyu.
"Wah, aku mana tahu Pah. Sean tak pernah melibatkan aku secara langsung," kata Kevin.
"Sean mana percaya denganku," lanjut Kevin.
"Oke lah. Ntar papa hubungi Sean," Abimanyu melangkah pergi ke arah mobil diikuti Astrid.
Kevin tersenyum smirk setelah kepergian Abimanyu. Dan detik itu juga melangkah masuk ke resto X.
Kevin duduk di meja kosong di sudut ruangan, sengaja tak memesan vip room.
Seorang pria muda yang baru datang duduk di depannya.
Entah apa yang dibicarakan, tapi terlihat senyum puas di wajah Kevin.
Di seberang agak jauh dengan posisi meja Kevin, duduk seorang pria bertopi lengkap dengan kaca mata hitam nangkring di hidung mancung nya. Dia nampak serius membalas chat di ponsel miliknya sambil sesekali melihat ke arah tempat duduk Kevin. Segelas Americano menemani kesendirian nya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To be continued, happy reading
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.