NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua belas

Al menatap semua orang di meja makan dengan tatapan yang penuh pertanyaan. Dadanya terasa sesak mendengar kabar bahwa Chelsea akan pergi.

Hana yang melihat wajah putra bungsunya langsung merasa tidak tega. Ia tidak ingin Al semakin berpikir macam-macam.

“Tidak ada apa-apa, Al,” jawab Hana akhirnya dengan suara pelan. “Kak Chelsea hanya mau pindah lebih dekat dengan kantor tempat dia bekerja nanti.”

Al masih menatap ibunya. “Tapi kenapa harus pindah, Mom?”

Pertanyaan sederhana itu membuat hati Hana kembali terasa sakit. Karena jawaban sebenarnya bukan tentang jarak kantor. Tapi, ada luka yang membuat Chelsea memilih pergi.

Tidak ada satu pun dari mereka yang sanggup menjelaskan semuanya kepada Al. Chelsea yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. Ia tersenyum kecil meski matanya terlihat berat.

“Aku cuma ingin belajar mandiri, Al.”

Al menatap kakaknya. Chelsea lalu bicara lagi setelah beberapa detik diam, “Selama ini Daddy sama Mommy terlalu memanjakan aku. Semua kebutuhan aku selalu mereka pikirkan. Aku selalu punya rumah untuk pulang, selalu ada orang yang menjaga aku.”

Chelsea menarik napas pelan sebelum melanjutkan ucapannya. “Tapi sekarang aku sudah dewasa. Aku harus belajar bertanggung jawab sama diri aku sendiri.”

Al menggeleng kecil. “Tapi Kak, belajar mandiri bukan berarti harus pergi dari rumah.”

Kalimat itu membuat Chelsea terdiam. Karena Al benar. Tapi ada hal yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah.

Kadang seseorang harus pergi bukan karena tidak bahagia di tempat itu, melainkan karena ia takut kalau tetap tinggal, ia tidak akan pernah cukup kuat untuk melangkah.

Chelsea tersenyum tipis. “Aku tahu, Al. Tapi aku ingin mencoba.”

Al menunduk. Ia tidak bisa membantah lagi. Sementara itu, El yang sejak tadi diam tiba-tiba berdiri dari kursinya.

“Aku pergi kerja dulu," ucap El. Semua mata langsung tertuju padanya.

Hana menatap anak sulungnya. “El, kamu sudah selesai sarapan?”

El mengangguk kecil. “Sudah.”

Padahal semua orang tahu, makanan di piringnya bahkan hampir tidak tersentuh.

“Aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Nada suaranya datar seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda dari matanya. Ada penyesalan. Ada rasa kehilangan yang bahkan belum terjadi.

El berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun lagi..Chelsea hanya melihat punggung kakaknya yang semakin menjauh.

Dulu El selalu menjadi orang yang paling sering mengomelinya. Orang yang selalu mengingatkan ini dan itu. Orang yang selalu mengatakan Chelsea terlalu manja.

Tapi sekarang ketika ia benar-benar akan pergi, tidak ada satu pun kata dari El. Dan anehnya, itu justru terasa lebih menyakitkan.

Tidak lama kemudian, Al juga berdiri. “Aku juga harus pergi.”

Hana menatapnya. “Bukannya sidang skripsimu masih nanti?”

Al mengangguk. “Iya, Mom. Tapi aku harus persiapkan beberapa hal.”

Ia lalu melihat Chelsea. “Kak .…”

Chelsea tersenyum. “Semangat sidangnya, ya.”

Al hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya memeluk Chelsea.

Pelukan itu membuat Chelsea terkejut. “Kenapa tiba-tiba peluk?”

Al menahan napas. “Karena aku takut nanti aku kangen.”

Mata Chelsea langsung berkaca-kaca. “Al .…”

“Aku tahu Kakak bukan pergi selamanya,” lanjut Al pelan. “Tapi rumah ini bakal beda kalau Kakak nggak ada.”

Chelsea tidak mampu menjawab, karena ia juga merasakan hal yang sama. Setelah Al pergi, rumah itu kembali sunyi. Hanya tersisa Hana, Arsaka, dan Chelsea.

Beberapa menit mereka hanya diam di ruang keluarga. Sampai akhirnya Arsaka berdiri dan mendekati putrinya.

“Sayang .…”

Chelsea menoleh. Arsaka duduk di sampingnya.

“Daddy sudah dengar keinginan kamu untuk pindah ke apartemen.”

Chelsea menunduk. “Iya, Dad.”

“Dan Daddy juga dengar kamu membatalkan niat kamu untuk bekerja di Batam.”

Chelsea mengangguk. “Iya, Dad.”

Arsaka memandang wajah anaknya lama. Wajah yang dulu pertama kali ia lihat saat Chelsea masih kecil. Wajah yang membuatnya ingin melindungi gadis itu seumur hidup.

“Apakah Daddy boleh meminta satu hal?”

Chelsea menatap ayahnya. “Selagi aku mampu, akan aku kabulkan, Dad.”

Arsaka tersenyum kecil, tapi matanya mulai basah. “Daddy mau kamu pergi setelah wisuda.”

Chelsea langsung terdiam.

“Bukankah satu minggu lagi acaranya?”

Chelsea menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Dad .…”

Arsaka menggenggam tangan putrinya. "Daddy cuma ingin melihat kamu memakai toga. Daddy ingin ada di hari itu.”

Chelsea tersenyum sedih. “Dad, saat wisuda nanti kita pasti bertemu. Dan ini juga bukan pertama kali aku wisuda.

“Tapi .…”

“Dad,” potong Chelsea lembut. “Izinkan aku pergi hari ini.”

Arsaka terdiam. Sepertinya keinginan Chelsea sudah bulat.

“Aku sudah memikirkan ini.”

Chelsea menahan air matanya. “Kalau aku menunggu lagi, aku takut aku akan ragu. Aku takut aku tidak akan jadi pergi.”

Hana yang duduk tidak jauh dari mereka hanya diam. Tidak ada kata yang bisa ia ucapkan. Setiap ucapan Chelsea terasa seperti pisau yang perlahan menyentuh hatinya.

“Daddy jangan takut,” ucap Chelsea sambil tersenyum. “Aku tetap anak Daddy.”

Arsaka menatapnya.

“Aku tetap akan datang ke rumah ini.” Chelsea menarik napas. “Mungkin nanti rasanya tidak akan sama lagi.”

Kalimat itu membuat Arsaka langsung menunduk. Karena ia tahu, Chelsea benar. Rumah tanpa suara langkahnya, tanpa tawanya dan tanpa suara gadis itu memanggil mereka, pasti akan terasa berbeda. Tapi Arsaka tidak ingin membuat anaknya merasa bersalah.

“Kalau begitu …,” ucap Arsaka dengan suara bergetar. “Pergilah kalau itu membuat kamu bahagia.”

Chelsea langsung memeluk ayahnya. “Terima kasih, Dad.”

Hana hanya melihat mereka. Air matanya jatuh tanpa ia sadari.

Setelah percakapan itu selesai, Chelsea perlahan naik ke lantai atas menuju kamarnya. Ia menutup pintu. Untuk beberapa saat ia hanya berdiri di tengah kamar.

Kamar yang selama bertahun-tahun menjadi tempat paling nyaman baginya. Ada foto keluarga dan barang-barang kecil yang mengingatkannya pada masa lalu.

Chelsea duduk di tepi tempat tidur. Air matanya akhirnya jatuh. “Aku pasti akan kangen rumah ini .…”

Namun, keputusannya sudah bulat. Ia mulai memasukkan pakaian, buku, dan dokumen penting ke dalam koper. Tangannya beberapa kali berhenti karena melihat benda-benda kecil yang memiliki kenangan.

Beberapa jam kemudian, dua koper besar sudah siap. Chelsea menarik napas panjang. Ia melihat kamarnya untuk terakhir kali. Lalu membawa kopernya turun.

Suara roda koper yang menyentuh lantai membuat Arsaka dan Hana yang berada di ruang keluarga langsung berdiri.

Mereka terdiam melihat Chelsea membawa dua koper. Seolah kenyataan bahwa anak mereka benar-benar akan pergi baru terasa saat itu.

“Sayang .…” Suara Hana bergetar.

Chelsea tersenyum kecil. “Aku sudah siap, Mom.”

Arsaka berjalan mendekat. Tanpa banyak kata, pria itu langsung memeluk putrinya. Pelukan yang begitu erat. Seolah ingin mengingat setiap detik sebelum anaknya pergi.

“Jaga diri kamu baik-baik, Putri Kecil Daddy.”

Chelsea menangis dalam pelukan ayahnya. “Iya, Dad.”

“Jangan lupa makan.”

“Iya.”

“Kalau ada masalah, telepon Daddy.”

“Iya, Dad.”

“Jangan pernah merasa sendirian.”

Kalimat terakhir itu membuat Chelsea semakin menangis. “Iya, Dad.”

Setelah itu Chelsea berpindah memeluk Hana. Wanita itu tidak mampu menahan air matanya.

“Mommy sayang kamu,” bisik Hana.

“Aku juga sayang Mommy.”

Mereka berpelukan lama. Sampai akhirnya Chelsea melepaskan pelukan itu.

Ia melihat rumah yang selama ini menjadi tempat pulangnya. Rumah yang penuh cinta, tempat ia dibesarkan.

“Aku pergi dulu, Dad, Mom.”

Dengan langkah pelan, Chelsea membawa kopernya keluar. Meninggalkan rumah yang selalu menjadi tempat ternyamannya. Dengan hati yang berat, tapi keputusan yang sudah ia pilih.

1
Ida Nur Hidayati
ibu sama anak ternyata sama saja.
semoga Arsaka lebih ngek dengan tujuan mereka
ken darsihk
Yah ternyata mama sama anak sebelas dua belas sami mawon , sama 2 brengsekkkk 😠😠😠
guest1053527528
wadduuh mama dan anak sama Doong gawat ini Thor lanjut thor
Nandi Ni
oooohh..ternyata mama Dina seorang pemain rupanya,dia ngeh kalau ini sebuah jebakan.
Rarik Srihastuty
Farhan kenapa kamu selalu salah memilih istri setelah pisah dari Hana...
Enny Suhartini
Bagus Arsaka👍
Lela Angraini
peeehhh mau main" sama arsaka ya. ooohhh tidak bisa fulgosooooooooo,,kamu blm tahu saja si arsaka. sekali jentik habis kamu
Teh Yen
ank sama ibu sama" matre ternyata ,,kenapa.sih Farhan kurang beruntung yah dapet istri baik dulu kamu buang Hana yg tulus mencintaimu d sia sia kan,,.dapet Chika yg mencintaimu tanpa batas .... skrng malah dapet istri yah yg begitu huuh
Oma Gavin
dina kepedean banget rencananya berhasil sebelum saatnya tiba el sudah tau duluan kebohongan zoya dan berbalik membenci zoya
Patrick Khan
ow tidak bisa skenario bukan di emak km zoya..tp di tangan mam othor😏😏
Mama Reni: 🤣🤣🤣🫣🫣🫣
total 1 replies
Eka ELissa
gila ni anak emak sama 2 gak tau diri......
Eka ELissa
TPI jgn lupa kbusukn yg di simpan lama 2 juga bkln kbongkar juga .....🫣🫣🫣🫣
Eka ELissa
Farhan......kmu slalu pilih orang yang slah....udh ilang Hana ktmu Chika yg yaa... lumayan udh mau tobat kmu buang eh....nmu lagi gundik baru...yg sama GK bner juga ..🤣🤣🤣🤣ksian bgt kmu Farhan 🤣🤣🫣
Apriyanti
dasar emak SM anak SM nya,, lanjut thor 🙏
Maria Kibtiyah
emak sama ank sama aja ternyata
Radya Arynda
waaah anak nya suhu,,,semogah semua rencana kalian tidak mulus,,karena ke busukan hati kalian,,,,kayak nya dina juga menjalan kan separti itu ke farhan...
Teh Yen
arsaka sudah tau siapa kamu d apa rencanamu Zoya jadi jangan bermain main ,,bukankah itu penawaran bagus d kasih uang sama om saka lalu tinggali El toh dia udh engg punya apa apa ya kan buat pa kamu pertahanin kamu bertahan d sisi El kan Karena dia pewaris skrng dia Tidka punya apa" semua kemewahannya sudah d tarik bapaknya tau JD mau ngarepin apa ???? hemmm 😏
Lisa Halik
wah mama dina&zoya ternyata hanya mengincar harta..😒
Teh Euis Tea
si Zoya pasti datang kan dia matre, dari awal yg di incarkan hartanya aj
Lee Mba Young
Salah pak arshaka sih gegabah bgitu nawarin duit.
coba kl biar kn saja pasti topeng Zoya akn terbuka.
kl bgini Zoya pasti lbih hati hati demi warisan el.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!