NovelToon NovelToon
LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

LEGENDA SANG PUTRI MAHKOTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Fantasi Timur / Time Travel / Chicklit
Popularitas:73k
Nilai: 5
Nama Author: Aimyours

Sebuah kecelakaan yang sangat tragis membuat Wen Yijin harus kehilangan ingatannya.

Seiring berjalannya waktu, ingatan Wen Yijin mulai pulih dan berhasil kembali ke istana.

Akan tetapi, Ibu Tiri Wen Yijin yang tidak ingin tahta Kerajaan Wen jatuh ke tangan Wen Yijin menggunakan sebuah siasat yang sangat licik untuk menjebak Wen Yijin dan berhasil membunuhnya.

Namun, Dewa berkehendak lain.

Wen Yijin bereinkarnasi dan terbangun 3 tahun sebelum ia kembali ke Istana setelah kecelakaan tragis yang membuatnya kehilangan ingatan.

Dengan bekal dari ingatan kehidupan sebelumnya, Yijin memutuskan untuk menyembunyikan identitas sebelum kembali ke Istana.

Ia mengganti indentitasnya dengan nama Ryu. Ia bersumpah untuk membalas dendam pada ibu tirinya dan menggagalkan setiap rencana licik yang akan mereka lakukan untuk merebut tahta Kerajaan Wen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aimyours, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 - Suku Tao

Tiupan angin begitu kencang ketika Ryu tidak sadar sudah menginjakan kaki di luar perbatasan Hutan Terlarang dan Kerajaan Wen. Ia mengernyitkan dahi mencoba terus menatap dengan jelas pandangan di depannya. Keputusannya sekarang seperti dengan rela memasuki kandang harimau, jika dia mau seharusnya dia mengabaikan apa yang ada di depannya tadi namun entah kenapa hatinya yakin untuk melewati perbatasan itu.

Dia juga tidak ingat sejak kapan perbatasan ini dibuat, dahulu kala saat ia kecil perbatasan ini tidak ada. Semuanya hidup dengan damai dan tanpa gangguan apapun, walaupun kabarnya banyak monster di hutan ini tapi tidak pernah ada yang menyerang warga.

"Nona manis sudah datang, duh aku tidak sabar ingin bermain-main denganmu sayang."

Sekumpulan orang terlihat sudah menunggunya dengan membawa masing-masing sebilah pedang, Ryu menaikan sudut bibirnya kebetulan sekali dia baru selesai memulihkan meridian tubuh alangkah baiknya jika ia menguji kekuatannya pada sampah-sampah ini. Ryu dengan perlahan turun dari kudanya, ia tersenyum dan menyapa orang yang jelas-jelas berniat sebaliknya. "Pilihlah, satu persatu atau bersamaan?"

"Wah, kamu nakal juga ternyata. Bagaimana jika satu-satu dan dimulai dariku dulu."

"Tentu, kemarilah!" Ryu menaikan kaki kanannya ke atas batu kemudian menunjukan betapa jenjang dan mulusnya kaki itu. Pria yang ingin memulai lebih dulu menelan ludahnya melihat betapa indahnya tubuh Ryu Ito, ia melangkah tanpa ragu kemudian mendekat sedangkan Ryu dengan cepat melepaskan pedang dari sarungnya dan menyayat leher pria di depannya sampai darahnya bercucuran keluar, tidak berbeda jauh seperti ayam yang disembelih.

"Selanjutnya?" Ryu menyeringai, sedangkan para pria itu langsung membulatkan pandangan dan tanpa ragu langsung menyerang Ryu dengan keroyokan. Ryu Ito kini berada di tengah kerumunan orang yang siap untuk menghujam dirinya dengan pedang. Tidak ada gemetar di tubuh Ryu, Bagaimana mungkin rasa takut itu dimiliki lagi oleh seseorang yang telah melewati kematian?

Orang-orang yang awalnya bermain-main itu kini menjadi gentar melihat betapa sadisnya wanita di hadapan mereka. Ryu hanya memainkan pedangnya yang berlumuran darah dan menatap setiap wajah orang yang tertutup kain di sekelilingnya. Bahkan wajah mereka pucat pasi seputih cicak mati. Semakin mereka takut semakin membuat Ryu senang, artinya kekuatannya sudah pulih dan hanya tinggal mempelajari beberapa jurus lagi untuk menjadi tak tertandingi.

Para bandit itu mengutuk Ryu dalam hati, mereka mulai melangkah dan menyerang bersamaan hanya satu orang yang terlihat begitu gemetar dan ketakutan menyaksikan pertarungan mereka dari kejauhan. Dalam waktu yang begitu singkat, empat orang yang menyerang Ryu Ito tumbang dengan masing-masing memiliki luka cacat yang tidak dapat di sembuhkan, pedang suci yang Ryu pegang kini berlumuran darah dan kelak akan menuliskan sejarah kebangkitannya membasmi rumput-rumput liar.

Dari kejauhan satu orang yang tersisa sudah mengarahkan anak panah ke arah Ryu, namun dilihat dari cara ia memegang busur dan panah sudah pasti akan meleset sehingga Ryu bahkan tidak berpindah satu jengkal pun dari tempatnya berdiri. Setelah anak panah itu di layangkan ke arah Ryu dan seperti tebakannya, anak panah itu hanya menancap di tanah tepat di depan kakinya, lalu pria itu kabur begitu saja.

Ryu membersihkan pedangnya sebelum ia kembali ke arena awal, ia juga membawa busur dan panah yang ia gantungkan di atas kuda besarnya. Kemudian Ryu masih berjalan menyusuri hutan terlarang, saat ia mendengar suara ranting terinjak Ryu langsung mengeluarkan sebilah pedangnya untuk berjaga-jaga.

"Salam!"

Tujuh orang wanita dengan pakaian suku yang khas membawa pria yang sebelumnya kabur dan menjatuhkannya tepat di depan Ryu dengan keadaan terikat. "Nona mencarinya? Ikutlah dengan kami, Kepala Suku ingin bertemu denganmu!"

"Kepala Suku?"

"Ya, Kepala Suku Tao."

"Tao?" Ryu bergumam hampir tidak terdengar oleh orang di depannya, yang ia tahu Suku Tao adalah Suku asal ibunya. Dari cerita sang ayah, Ibunda Ryu berasal dari Suku Tao, Suku terhebat pada masanya namun ayahnya mengatakan ia juga sama sekali tidak mendengar kabar dari mereka lagi semenjak ibunya memutuskan untuk menikahi ayah Yijin. Mereka tidak pernah lagi membahas Suku Tao, apalagi Ryu yang sama sekali tidak pernah bertemu ibunya secara langsung, ia hanya bisa melihat lukisan ibunya sejak kecil dan mendengar cerita kehebatan Suku Tao dari mulut ke mulut.

"Ikutlah dengan kami, kehadiranmu sudah diramalkan oleh Guru Tao sejak bertahun-tahun lalu."

Ryu mengangguk dan mengikuti orang-orang itu dari belakang, jalanan yang berliku tepat seperti labirin dilalui mereka kemudian kini di depannya sebuah cahaya yang ia yakini adalah sebuah pelindung yang membentang luas dari Timur ke Barat terlihat dengan jelas oleh mata telanjang Ryu Ito. "Kamu bisa melihatnya? Guru Tao benar soal ramalan itu, array ini dibuat khusus untuk melindungi sisa dari Suku kami yang hidup di dalamnya beserta para monster yang hidup berdampingan bersama kami. Kamu bisa melihatnya setelah masuk, mari!"

Ryu dipersilahkan melangkah masuk terlebih dahulu, penampilan di luar array dan di dalamnya begitu berbanding terbalik. Di dalam array keindahan mata memandang tiap ujungnya, air danau yang begitu tenang, gunung yang terlihat lengkap dengan burung yang berterbangan, gotong royong yang dilakukan semua orang di dalamnya membuat Ryu tidak rela mengedipkan mata bahkan sedetikpun. Suara auman harimau terdengar di samping Ryu dan membuatnya begitu terkejut sampai hampir terjatuh.

"Toga! Kamu menakuti tamu kita!"

Terlihat binatang besar yang tingginya empat kali tinggi Ryu menunduk hormat di hadapannya seolah ingin meminta maaf. Awalnya Ryu begitu takut, tapi ia menepis hal itu karena keinginannya untuk mengelus kucing besar di depannya begitu kuat. Ryu berdiri dan mengelus lembut harimau besar tadi.

"Dia sangat menyukaimu, para monster tahu bahwa tuannya telah datang!"

Ryu hanya bisa tersenyum getir, ia tidak tahu apapun mengenai Suku Tao dan belum bisa disebut sebagai Tuan. Kemudian Ryu diantar menuju Kediaman Kepala Suku, setelah memasuki rumah itu Ryu melihat lukisan ibunya terpajang dengan dupa terbakar di depannya.

"Anakku!" seorang wanita paruh baya menghampiri Ryu dan memeluknya.

Ryu hanya bisa terdiam dan tidak membalas pelukan itu, bagaimanapun ia tetap harus berhati-hati karena kemungkinan terburuk pasti ada mengingat Hutan Terlarang sudah dirumorkan menjadi sarang iblis.

"Aku bibimu dan yang disana adalah Guru Tao!"

Pandangan mata Ryu terarah kepada Guru Tao yang ia kira sudah tua dan berusia ribuan tahun. Namun yang ia lihat adalah seorang pria muda berambut putih panjang dengan mata biru yang sedang menatap ke luar area danau.

"Burung Pheonix kami sudah datang," sambut Guru Tao pada Ryu Ito dengan hormat.

1
Dewi Ansyari
Astaga 😱 ada apa dengan Long Chen kok malah mau menyerang sih bukannya Dy berteman dengan Yijin aneh deh,
jangan2 permaisurinya itu Iblis yg pura2 jadi putri mahkota
Dewi Ansyari
Astaga ternyata ternyata Yijin hamil anak Bei tanpa di ketahui.
tapi Dewi keturunan akan menyatukannya dengan Ank kandung HubYazhu
Dewi Ansyari
Astaga Bei ternyata hanya memanfaatkan Kekuatan Yijin agar kekuatan naganya keluar astaga 🤦🏻
Dewi Ansyari
Sedih banget dengan cinta yg Wen Yijin dan Hu Yazhu hadapi.
Apalagi Wen Yijin berjodoh dengan Bei sang guru
Dewi Ansyari
Astaga 😱 semoga kaisar bisa sembuh
Dewi Ansyari
Astaga 😱 Ayah macam apa kaisar ini untuk Ryu
Dewi Ansyari
Ternyata Jia yg ingin menjadi putri mahkota adalah anak haram🤣🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
Akhirnya Hu Yazhu tahu Dy adalah orang yg Dy cintai Yijin
Dewi Ansyari
Akhirnya Ryu jujur akan Dy yg sebenarnya
Dewi Ansyari
Apa Ryu adalah keturunan Phoenix.
makin penasaran deh ceritanya
Dewi Ansyari
Ryu semoga kamu bisa selamat dari penjahat menjijikkan selir Fan Hai dan Wei jia
Mumud Maryati
aku mampir thor
Ryunivers: semoga suka ya kak
total 1 replies
𝒯ℳ
Mantap
𝒯ℳ
Bagus
Optimuscrime 🦊
Takdir macam apa ini Thor? #TimHuYazhu
Ryunivers: takdir author
total 1 replies
mecca
aku mampir thor..semoga author sehat selalu
Ryunivers: aamiin, makasih ya kak semoga suka ceritanya
total 1 replies
Optimuscrime 🦊
nyuruh orang nikah, emang gampang nyari laki yg bener
Monalisa Oktaviana Sinaga
semangat thor biar bisa up lagi 🤗🤗
Ryunivers: siap makasih kak atas dukungannya🤗🤗
total 1 replies
Monalisa Oktaviana Sinaga
thor semoga mereka berjodoh 🤣🤣
Ryunivers: mari kita lihat kemajuan hubungan keduanya😚
total 1 replies
Ivana Lia
lanjut donk...
seru nih...
Ivana Lia: makin hari makin seru....semangat 🥰👌
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!