NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan Tanpa Suara

Malam yang dinantikan pun tiba. Gedung pertemuan bintang lima Grand Ballroom Alister menyala terang benderang, memancarkan kemewahan yang hanya bisa diakses oleh kalangan elite, konglomerat, dan pejabat tinggi negara. Karpet merah membentang luas di area lobi, menyambut para tamu yang turun dari deretan mobil sport dan sedan mewah.

Di salah satu sudut kerumunan, Arkan berdiri dengan setelan jas hitam desainer terbaru. Di lengan kanannya, Mentari menggelayut manja dengan gaun merah mencolok bertabur payet berkilau. Arkan tersenyum bangga, membusungkan dadanya saat beberapa rekan bisnis menyapanya dan memberikan ucapan selamat atas jabatan barunya sebagai CEO.

"Arkan, kamu hebat sekali bisa menggandeng putri dari investor utama perusahaanmu," puji salah seorang kolega bisnis sambil menjabat tangannya.

"Terima kasih. Ini semua berkat kerja keras dan relasi yang tepat," jawab Arkan sombong, sesekali melirik Mentari yang tersenyum manja.

Namun, di dalam lubuk hatinya, Arkan sempat teringat sekilas pada Keyra. ‘Gadis miskin itu pasti sedang menangis meratapi nasibnya di kontrakan sempitnya,’ batin Arkan meremehkan. Ia merasa keputusannya mencampakkan Keyra dua hari lalu adalah hal paling benar yang pernah ia lakukan demi kariernya.

Tiba-tiba, suasana di dalam ballroom yang tadinya bising oleh obrolan mendadak senyap. Musik latar instrumental yang mengalun pelan seolah tenggelam oleh keheningan yang mencekam. Semua pasang mata di dalam ruangan serentak berbalik menatap ke arah pintu masuk utama.

Dua orang pengawal bertubuh kekar membuka pintu ganda besar tersebut. Detik berikutnya, seorang pria melangkah masuk dengan aura dominasi yang begitu pekat hingga membuat siapa saja yang menatapnya menahan napas. Devan Alister. Sang penguasa tunggal Alister Group, pria yang paling ditakuti sekaligus disegani di dunia bisnis, hadir di malam lelang amal.

Namun, bukan kehadiran Devan yang membuat semua orang terperangah. Melainkan sosok wanita yang berjalan anggun di sampingnya, jemari lentiknya bertumpu dengan tenang di atas lengan kokoh Devan.

Wanita itu mengenakan gaun midnight blue dari sutra premium yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Rambut hitamnya ditata gelombang elegan, membingkai wajahnya yang luar biasa cantik dengan riasan tegas dan lipstik merah marun yang berani. Di leher jenjangnya, sebuah kalung berlian dengan liontin safir biru besar berkilau menyilaukan di bawah sorotan lampu kristal.

Arkan, yang awalnya ikut menoleh karena penasaran, seketika membeku di tempatnya. Gelas sampanye yang dipegangnya hampir saja terlepas dari tangan. Jantungnya berdegup kencang karena syok yang luar biasa. Matanya membelalak lebar, menatap tidak percaya pada sosok wanita di samping Devan Alister.

"K-Keyra?!" bisik Arkan dengan suara tercekat di tenggorokan.

Mentari yang menyadari perubahan ekspresi kekasihnya ikut menatap ke arah yang sama. Wajah Mentari langsung berubah masam dan dipenuhi rasa iri yang membakar melihat kecantikan mutlak wanita itu. "Siapa wanita itu? Berani sekali dia memakai safir langka yang paling kuincar tahun lalu!" gerutu Mentari kesal.

Arkan tidak mendengar ucapan Mentari. Pikirannya kosong. Ia mengucek matanya berkali-kali, berharap ini hanya halusinasi. Bagaimana mungkin gadis toko kue yang dua hari lalu ia usir dari restoran sambil menangis, kini bisa berdiri di tempat paling terhormat, bersanding dengan pria paling berkuasa di negara ini?

Keyra berjalan dengan dagu terangkat, memancarkan keanggunan seorang ratu sejati. Latihan etika yang ia jalani seharian kemarin membuahkan hasil sempurna. Ia menyadari tatapan syok dari Arkan yang berdiri tidak jauh dari jalur berjalannya. Namun, Keyra tidak memberikan reaksi berlebihan. Ia tidak melotot marah ataupun tersenyum mengejek.

Keyra hanya melirik Arkan sekilas melalui sudut matanya yang tajam—sebuah tatapan dingin, datar, dan penuh rasa acuh tak acuh, seolah Arkan hanyalah sebutir debu yang tidak sengaja lewat di hadapannya.

Tamparan tanpa suara itu mendarat telak di harga diri Arkan. Dada Arkan terasa sesak dan panas. Rasa malu, bingung, dan cemburu yang aneh mendadak bercampur aduk menjadi satu.

Devan yang merasakan pergerakan kecil dari Keyra perlahan menundukkan kepalanya sedikit, berbisik lembut di dekat telinga Keyra dengan nada yang sengaja dibuat intim agar bisa dilihat oleh semua orang. "Kamu melakukannya dengan sangat baik, wanitaku."

Keyra mendongak, memberikan senyuman termanis dan paling menawan kepada Devan—senyuman yang belum pernah Arkan lihat selama tiga tahun mereka bersama.

Melihat pemandangan itu, tangan Arkan yang bebas mengepal erat di dalam saku celananya hingga kukunya memutih. Amarah dan ego lelakinya berontak. Bagaimana bisa berlian yang baru saja ia buang ke lumpur, kini berkilau begitu indah di tangan pria yang paling ia takuti?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!