Ketidakadilan membuat seseorang menjadi berbeda, orang itu berubah. Penghianatan membuat seseorang menyimpan kebencian. Kedua orang itu memiliki pengalaman hidup yang berbeda, tapi tujuan mereka sama. Balas dendam.
Ben menawarkan bantuan untuk Clarie dan Clarie menerimanya. Mereka membuat sebuah perjanjian, dan perjanjian itu mengikat keduanya. Setelah beberapa minggu, perjanjian itu juga mengikat Ben dalam pesona yang Clarie miliki. Perasaan yang lebih dari rekan, perasaan yang ingin selalu melindungi dan memiliki gadis itu.
Sayangnya tembok yang Clarie miliki terlalu tinggi dan kokoh. Ditambah lagi mantan kekasih Clarie yang masih belum merelakan Clarie, dan sahabatnya dari masa lalu. Siapa yang dapat meruntuhkan tembok tinggi dan kokoh itu? Siapa yang bisa mendapatkan kesetiaan hati Clarie seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. H-3
Kedua mobil hitam dari kediaman Ben berangkat pukul sepuluh pagi, mereka akan menuju ke resort milik paman Ben. Di sepanjang perjalanan, Ben menasihati Clarie, mengingatkan bagaimana sikapnya nanti saat bertemu dengan keluarganya, supaya hubungan mereka memang terlihat nyata.
"Kenapa tidak terima saja gadis yang dicarikan oleh Nenekmu? Itu lebih baik bukan?" tanya Clarie suatu ketika.
Sebenarnya bukan lebih baik, itu lebih buruk. Gadis-gadis yang dibawa oleh nenek Ben merasa bahwa mereka yakin akan diterima, dan itu menimbulkan sikap yang over. Menjadikan kepercayaan diri mereka bertambah tinggi. Intinya mereka langsung mengeklaim bahwa mereka akan menjadi nyonya di keluarga Xiao.
Pernah terjadi satu kali hal yang menurut Ben sangat merepotkan. Beberapa bulan yang lalu neneknya sudah merencanakan kencan untuk Ben, Ben akan berkencan dengan cucu dari teman nenek. Tidak ada yang bisa menolak perintah dari nenek, Ben berniat menolak tapi ayahnya menyuruhnya untuk mengikuti permainan nenek.
Ben berkencan dengan gadis yang bernama Alyta. Ben pikir dia gadis yang pemalu dan memiliki pemikiran yang pesimis. Sayangnya dia salah, saat seorang pelayan tidak sengaja menabraknya, dia marah besar dan mengatakan dengan bangga bahwa dirinya adalah nyonya Xiao. Alyta mengancam mereka dengan jabatan Ben yang memang sangat berpengaruh di kota ini. Gadis itu menjadi pusat perhatian setiap orang yang mulai tertarik dengan apa yang sedang terjadi. Bukannya sadar diri, Alyta malah semakin melunjak.
Ben tidak mau keributan ini menjadi topik terhangat di koran media digital maupun media cetak. Dia memutuskan untuk membawa Alyta kembali kepada neneknya. Namun Alyta berteriak kepada Ben. Semua itu membuatnya muak, dan Ben memilih meninggalkan Alyta sendirian.
Lalu keesokan harinya, keributan yang dibuat oleh Alyta tercantum dalam koran media cetak maupun digital. Ben memberi tahu neneknya dan berkata bahwa dia tidak mau lagi bertemu dengan gadis yang dipilih oleh neneknya.
"Jadi itu alasannya? Cukup menarik," Clarie menanggapi Ben sambil mengangguk anggukkan kepala. Kring Kring Kring! Clarie mengambil handphonenya dan menolak panggilan itu.
Sejak kemarin Ben sudah memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Clarie jika ada panggilan yang masuk. Dia akan menolaknya, kemudian menghela napas dengan tatapan yang murung. "Jika itu adalah masalah, lebih baik selesaikan dulu. Panggilan yang terus menerus masuk bisa mengganggu konsentrasimu nanti,"
"Justru jika aku mengabaikannya itu membuat konsentrasiku tetap padamu Ben. Karena itu adalah panggilan dari orang tuaku, Dean, dan Rena. Aku di sini untuk membantumu, bukan menambah masalahmu. Aku yakin jika aku mengangkat panggilan itu, mereka akan segera mencariku," Clarie menjawab dengan mata terpejam. Perjalanan masih lama, kira-kira dua jam lagi.
......................
"Apa Clarie menjawab panggilanmu?"
"Tidak, dia tidak menjawab ibu,"
"Renata, bagaimana dengan panggilanmu?"
"Tidak, Kak Clarie menolaknya,"
Mama dan papa Clarie kebingungan dari kemarin. Putrinya pergi entah kemana dan tidak bisa dihubungi. Disaat akan ada pernikahan saudarinya sendiri anak itu menghilang seperti ditelan bumi. Mereka harap Clarie tidak melarikan diri karena Renata akan menikah.
"Haruskah kita melapor kepada polisi? Mungkin itu bisa membantu," usul Dean, Renata menatap Dean dengan tatapan tidak suka. Usulnya itu hanya akan merepotkan semua orang dan mengganggu perhatian mereka. Seharusnya Renatalah yang menjadi prioritas mereka saat ini. Kenapa Clarie harus mendadak menghilang?!
salam hangat dari novel ku
salam
Dinda dalam senja
like buat kamu thor..
jangan lupa feed back nya ya..
"i will die in love"
jangan lupa feed back yak😊
"i will die in love"