seorang jenius nomor satu bumi harus meninggal karena konspirasi politik berbagai negara,awalnya dia berfikir jika hidupnya akan berakhir tapi...
"apa aku adalah naruto,tunggu siapa itu naruto??"
madara:sial, anak ini agak kuat!
madara melihat naruto menghentikan bola batunya dengan linglung..
Hiruzen: Naruto, aku bisa memberimu penjelasan, ini semua demi konoha!!
Naruto:omong kosong,mulai sekarang,aku Naruto uzumaki,akan mengendalikan dunia!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shieg eit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Bisnis hari ke 1
"Apa? Mahal sekali!"
"Naruto, jika kau ingin mendapatkan uang, jangan menggunakan tipuan!"
"100 Ryo? Mending aku membeli barbeque saja, lumayan dapat 10 potong daging sapi!"
Mendengar Harga yang disebutkan oleh Naruto, anak anak di kelas langsung terkejut dan berbicara dengan kesal.
"Ceh, aku tidak menawarkannya pada kalian, lagi pula minumanku ini bukan untuk orang miskin!"
sejujurnya, 200 Ryo memang terlalu mahal untuk sekedar minuman.
(setara 600 yen, kalo mau ke rupiah konversi aja yen ke IDR)
Harga semangkuk ramen original di Konoha adalah 50 Ryo, ramen daging 100 dan ramen mewah harganya 150 Ryo!
segelas minuman lebih mahal daripada ramen ramen mewah?? jelas sekali anak anak di kelas langsung menganggap Naruto sedang menipu.
tapi Naruto tidak tersinggung oleh tuduhan mereka, lagipula, di dunia ini belum ada brand minuman yang mewah.
Tapi minuman Naruto di buat mengunakan skil level sepuluh! bahkan itu terlalu murah dan Naruto berniat menaikanya di masa depan.
"Naruto-kun, kamu tidak bercanda?"
"bukankah itu terlalu mahal, lagipula itu hanya minuman kan?"
beberapa loli menatap Naruto dengan ragu, jelas mereka juga heran dengan harga yang di buat oleh Naruto.
"Aku tidak bercanda, lagipula minumanku sangat enak!"
Naruto menatap para loli dan berkata dengan percaya diri, hal itu langsung membuat para anak laki laki kesal.
"huh, benar saja, meskipun orang itu berubah, tapi tetap bodoh seperti biasanya."
"sebuah minuman harganya 200 Ryo? Bahkan jika bukan jatuh ke bumi, tidak akan ada yang akan membelinya!"
"Naruto ini entah apa yang salah dengan otaknya, hanya karena mendapatkan beberapa teman gadis, apakah menurutmu kau menjadi orang penting?"
saat ini, para anak laki laki kembali ke tempat duduknya sambil mengobrol dengan nada sarkasme.
sebelumnya, Naruto hanya peringkat terbawah dan bukan anak yang populer.
Teman yang dia miliki hanya Shikamaru dan Choji, jadi sangat wajar jika beberapa anak tidak menyukainya.
"kalian semua, kenapa kalian mengatakan itu, minta maaf pada Naruto!"
mendengar ucapan mereka, Choji langsung marah dan berkata dengan marah. pipi montoknya cemberut.
"tenanglah Choji, aku tidak akan terganggu dengan gonggongan anjing."
"hei hei, apa kau menyindirku?"
mendengar ucapan Naruto, kiba berjalan mendekat sambil menggaruk rambutnya.
"sudahlah, jadi, apakah ada yang ingin mencobanya?"
Naruto menatap anak anak yang masih berkumpul di sekitar dan bertanya.
"Naruto-kun, aku ingin satu."
saat ini, suara lembut datang dari belakang.
saat Naruto menoleh, ternyata itu adalah Hinata kita yang imut.
"Tentu saja, aku tahu Hinata-Chan pasti akan mendukungku."
Senyum lembut muncul di bibir Naruto, tangannya terulur lalu mencubit pipi Hinata dengan gemas.
sangat mengejutkan, setelah di cubit, Hinata tidak pingsan dan hanya berasap saja.
"kalau begitu tunggu sebentar, aku akan menyeduhnya untukmu."
Naruto berjalan menuju tempat duduknya lalu dan meletakan barang barang yang dia bawa.
dia mengambil satu gelas kertas besar lalu mulai menyeduh teh susu itu.
"Wah~aromanya sangat enak!"
"Aku belum minum, tapi sudah ngiler!"
"Naruto, aku juga membeli satu!"
Aroma yang menyenangkan menyebar dari gelas membuat anak anak memejamkan matanya penuh dengan nyaman.
Choji langsung ngiler dan memesan satu, keluarganya sangat kaya jadi dia tidak terlalu peduli dengan harganya yang mahal.
"baiklah!"
Naruto mengangguk lalu mengambil gelas tambahan.
Sakura di kejauhan, menatap ke arah Naruto dan lainnya dengan ekspresi rumit.
Dia tertarik oleh aroma teh yang enak tapi enggan mengambil inisiatif untuk mengobrol dengan Naruto.
"Naruto, kenapa kamu mengabaikanku akhir akhir ini?"
Sakura bergumam dengan suara rendah, lalu memalingkan wajahnya untuk menatap Sasuke yang berwajah datar.
"Kyaah!! Sasuke-Kun sangat tampan!"
Saat Sakura tenggelam dalam dunianya sendiri, dua es teh mutiara sudah selesai di buat.
Naruto menyerahkan kedua gelas kepada Hinata dan Choji untuk di coba.
"Untuk pelanggan pertama, aku hanya akan meminta 100 Ryo kepada kalian berdua."
Naruto menatap keduanya dan berbicara, meskipun dia menyukai loli imut Hinata dan sudah menganggap gadis itu sebagai miliknya tapi dia tidak memiliki niat untuk memberinya gratis.
Bagaimanapun, bisnis adalah bisnis, ada waktu lain untuk mengejar perempuan.
jika ingin memberi Hinata minuman gratis, Naruto lebih memilih mengajak gadis itu berkencan atau mengajaknya langsung ke rumah.
Hinata dan Choji menerima minuman dari Naruto, mereka menatap gelas di tangan mereka dengan tatapan lurus.
Choji sudah tidak sabar dan langsung meminum satu tegukan besar.
Hinata tak mau kalah dan langsung meminum dalam tegukan kecil.
"um!?"
"Ah~"
Cairan Teh susu masuk ke mulut dan tubuh keduanya langsung kaku, mata mulai melebar dengan pupil melebar.
"kenapa? apakah rasanya tidak enak?"
"hehe, itu sudah pasti, bagaimana minuman buatan idiot itu bisa di konsumsi?"
"benar saja, kata ibuku anak itu adalah dewa wabah, aku harap Akimichi-san dan Hyuga-San tidak sakit!"
Melihat Choji dan Hinata terdiam, anak anak yang tidak menyukai Naruto langsung mengeluarkan ejekan mereka.
"hei, Choji, ada apa denganmu?"
"Hinata?"
Shikamaru dan beberapa loli bertanya dengan khawatir, mereka menatap keduanya lalu menoleh ke arah Naruto.
Tapi, sebelum mereka bertanya.
"Uwaahh~ enaaak sekali!!"
Choji mendongakkan kepalanya dan berteriak dengan penuh semangat, air mata mengalir dari kelopak mata dan bibirnya.
"Mnhh~uenyaaak!!"
setelah Choji, Hinata pun menyusul dengan erangan centil yang indah.
tubuh gadis itu gemetar kemudian terhuyung dan hampir terjatuh, untung saja beberapa gadis bereaksi dan langsung menopang Hinata.
"apa? Tidak mungkin!"
"Reaksi apa itu, kalian berdua terlalu berlebihan!"
mendengar seruan keduanya, beberapa orang membelakak tak percaya.
Shikamaru terkejut, otaknya yang pintar langsung berputar dengan liar.
"bahkan Hinata yang pendiam langsung berteriak seperti itu, apakah minuman Naruto seenak itu?"
Ucap Shikamaru dengan heran, dia tidak terkejut oleh reaksi Choji, bagaimanapun Choji adalah seorang pecinta makanan dan akan bereaksi seperti itu ketika memakan makanan yang enak.
tapi Hinata, lebih dari 5 tahun sejak akademi dimulai, gadis itu tidak pernah bersuara keras sekalipun!
"Naruto, aku juga ingin mencobanya, tapi aku tidak membawa uang sekarang, bagaiman kalau kau pergi ke rumahku untuk mengambil uangnya, sekalian makan malam bersama."
meskipun Shikamaru bukan pecinta makanan, tapi dia penasaran oleh minuman yang bisa membuat gadis pendiam berteriak seperti itu.
"Naruto-kun, aku juga tidak membawa uang, bagaimana kalau aku membayarnya besok saja?"
Reiko, salah satu loli yang tertarik oleh Naruto berbisik dengan wajah memerah.
Dia sangat menginginkan es teh susu itu tapi dia tidak membawa uang.
Naruto mengangguk setuju, dia juga mengerti, bagaimanapun sekolah ninja berbeda dengan sekolah biasa, tidak ada kantin di sini dan para siswa tidak terbiasa membawa uang.
Hanya Choji dan Hinata saja yang merupakan pecinta makanan yang akan membawa uang keamanan mana.