NovelToon NovelToon
Santri Bar-Bar Milik Gus CEO

Santri Bar-Bar Milik Gus CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Nikahmuda
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

~

​Nayanika Sadira Pangestu, gadis kaya raya yang cantik, nakal, dan bar-bar, akhirnya kena batunya. Karena saking seringnya bikin pusing, ia "dibuang" orang tuanya ke sebuah pesantren pedalaman untuk bertobat.

~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

***

Langkah kaki Naya menghentak keras di atas lantai ubin koridor asrama putri. Setiap ayunan langkahnya memancarkan aura permusuhan yang pekat. Beberapa santriwati yang kebetulan sedang mencuci mukena di dekat sumur buru-buru menepi, ngeri melihat wajah Naya yang ditekuk runcing mirip kanebo kering.

BRAK!

Naya mendorong pintu Kamar Khadijah 3 dengan kasar hingga membentur dinding.

"Cowok stres! Gus sarap! CEO kaku bin ajaib! Bisa-bisanya dia bikin aturan sepihak kayak gitu!" cerocos Naya meledak-ledak begitu kakinya menginjak lantai kamar. Ia melempar sandal jepitnya asal-asalan hingga membentur pojok lemari.

Sarah dan Aliyah yang rupanya sedang duduk melingkar di atas kasur lantai langsung melonjak kaget. Di tengah-tengah mereka, sudah bertumpuk tiga helai kain gamis tebal dan beberapa potong jilbab instan berukuran besar.

"Astagfirullah, Mbak Nay! Datang-datang kok langsung ngamuk?" Sarah mengelus dadanya yang montok, menatap Naya dengan mata berbinar penasaran. "Gimana tadi di ndalem? Ketemu sama siapa? Enggak diomelin Kyai, kan?"

Naya mengempaskan tubuhnya ke atas kasur lantai milik Sarah, lalu meremas bantal dengan gemas. "Enggak ketemu Kyai! Tapi ketemu sama anak cowoknya yang sok ganteng, kaku, mirip patung pancoran itu!"

Alih-Aliyah langsung membetulkan letak kacamatanya, matanya melebar. "Maksud Mbak Naya... Gus Zayyan? Mbak Nay ketemu Gus Zayyan di dalam?"

"Oh, namanya Zayyan? Idih, nama keren tapi kelakuan kayak sipir penjara!" cibir Naya ketus. "Masa dia nyita HP sama semua kartu kredit gue? Katanya titipan bokap gue. Terus dia bikin kontrak kerja sama absurd! Kalau gue mau HP gue balik sejam sehari, gue harus nurutin aturan dia!"

Sarah langsung mendekat, wajahnya dipenuhi rasa kagum yang salah alamat. "Wah... Mbak Nay hebat banget! Baru hari pertama udah bisa bikin kontrak eksklusif sama Gus Zayyan. Biasanya santri lain boro-boro diajak ngomong formal begitu, dilirik pas pelanggaran aja udah langsung gemeteran!"

"Hebat dengkulmu!" Naya menjitak pelan dahi Sarah yang tertutup jilbab petisnya. "Lu tahu enggak aturan keduanya apa? Gue disuruh ganti baju! Enggak boleh pakai jins robek, enggak boleh pakai kaus ketat. Harus pakai baju gombrang-gombrang!"

Aliyah tersenyum simpul, lalu menunjuk tumpukan baju di tengah kasur. "Nah, pas banget, Mbak. Tadi sebelum Mbak Nay datang, Bu Nyai Halimah sendiri yang mengutus santri pengurus buat nganterin ini semua ke kamar kita. Katanya ini baju buat Mbak Naya."

Naya menatap tumpukan kain itu dengan pandangan horor, seolah-olah benda itu adalah tumpukan bom waktu. Ia mendekat, lalu menjumput salah satu gamis berwarna cokelat tua dengan ujung telunjuknya.

"Gila... ini baju atau tenda hajatan sih? Lebar banget!" protes Naya higienis. "Terus ini apa lagi? Kain putih segede gaban?"

"Itu jilbab bergo instan syar'i, Mbak Nay. Tinggal slup, langsung menutup dada dan pinggang," jelas Aliyah sabar.

"Enggak! Oposisi! Gue menolak!" Naya menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Gaya gue itu edgy, skinny, anak motor banget. Masa gue harus berubah jadi lodeh anget begini?"

Sarah langsung bangkit, menarik lengan Naya dengan paksa. "Ayo dong, Mbak Nay! Dicoba dulu! Katanya mau HP-nya balik? Kalau Mbak Nay telat ikut jamaah zuhur pakai baju ini, nanti kontraknya hangus lho!"

Kata-kata 'kontrak hangus' dan 'HP' sukses menampar ego Naya. Gadis itu mendengkus pasrah. "Yaudah, yaudah! Awas ya lu berdua kalau ngetawain gue!"

Proses transformasi pun dimulai, dan itu menjadi momen paling heboh di Kamar Khadijah 3. Naya melangkah ke balik kelambu pembatas dengan membawa gamis hitam pilihan Sarah.

"Sarah! Ini cara masukin tangannya gimana?! Kok lobangnya gede banget, gue berasa masuk ke dalam karung beras!" teriak Naya dari balik kelambu, membuat Sarah dan Aliyah tertawa cekikikan di luar.

"Tinggal dimasukin aja kepalanya dulu, Mbak Nay! Jangan kebalik!" balas Sarah heboh.

Beberapa menit kemudian, Naya keluar dari balik kelambu. Pemandangan itu langsung membuat Sarah menutup mulutnya menahan tawa, sementara Aliyah menatap prihatin. Kain gamis itu memang pas di badan Naya yang tinggi, namun karena Naya terbiasa memakai pakaian ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh, ia merasa sangat aneh.

Naya mencoba melangkah, namun kakinya yang panjang melangkah terlalu lebar seperti kebiasaannya saat memakai celana jins.

SREET... KRETEK!

"Aaa—eh!" Tubuh Naya limbung ke depan karena ujung kakinya tersangkut kain rok yang terlalu lebar. Beruntung, Sarah dengan sigap menangkap tubuh Naya sebelum wajah cantiknya mencium lantai ubin.

"Aduh, Mbak Nay! Hati-hati!" seru Sarah panik sekaligus geli. "Kalau pakai gamis itu melangkahnya anggun, Mbak. Kecil-kecil aja, jangan kayak mau lompat pagar."

Naya menegakkan tubuhnya, wajahnya memerah padam. "Gila! Ini mah membatasi ruang gerak gue banget! Gue merasa kayak dibungkus kain kafan tahu enggak! Gimana kalau tiba-tiba ada balapan liar? Gue enggak bisa lari!"

"Mbak Naya... di sini enggak ada balapan liar," sahut Aliyah menahan senyum. "Nah, sekarang tinggal bagian terakhir. Jilbabnya."

Aliyah menyerahkan sebuah jilbab bergo instan berwarna abu-abu gelap yang ukurannya menjuntai hingga ke siku. Naya menerimanya dengan enggan, lalu memakainya di depan cermin kecil yang menggantung di dekat lemari.

Begitu wajahnya terbingkai oleh jilbab instan tersebut, Naya langsung berteriak histeris. "OH MY GOD! Sarah! Aliyah! Lihat rambut pirang gue! Rambut seharga tiga juta di salon Jakarta tertutup sempurna sama kain ini!" Naya memegangi kepalanya, menatap pantulan dirinya di cermin dengan dramatis. "Muka gue jadi bulet banget kayak bakso urat! Estetika gue hilang total!"

Sarah maju, merapikan bagian pet jilbab Naya yang meliuk-liuk karena rambut pirang Naya yang tebal belum diikat dengan benar. "Enggak kok, Mbak Nay! Sumpah, Mbak Naya cantik banget. Kelihatan adem... kayak ubin masjid baru dipel."

Naya melotot lewat cermin. "Lu memuji apa menghina gue, Sar?!"

"Memuji, Mbak Nay! Beneran deh, pangling banget!" Sarah mengacungkan dua jempolnya.

Tiba-tiba, suara bedug bertalu-talu dari arah masjid agung pesantren, disusul suara kumandang adzan zuhur yang menggema lewat pelantang suara. Suasana asrama yang tadinya santai langsung berubah menjadi sibuk. Terdengar derap langkah kaki ratusan santriwati yang mulai berhamburan keluar kamar menuju masjid.

"Ayo, Mbak Nay! Sudah adzan! Kita harus buru-buru ke masjid sebelum safnya penuh!" Aliyah menyambar mukenanya, sementara Sarah menarik tangan Naya.

"Tunggu, tunggu! Gue harus pakai mukena lagi?!" tanya Naya panik.

"Enggak perlu, Mbak Nay. Pakaian Mbak Nay yang sekarang kan sudah syar'i dan menutup aurat, jadi bisa langsung dipakai salat," jelas Aliyah sambil menggandeng lengan Naya yang masih kaku.

Naya terpaksa melangkah keluar kamar. Sepanjang koridor asrama, Naya berjalan dengan gaya yang sangat ajaib. Kedua tangannya sibuk memegangi bagian bawah gamisnya agar tidak terinjak, sementara kepalanya bergerak tidak nyaman karena merasa risih dengan kain jilbab yang menjuntai di dadanya. Hatinya yang bar-bar terus merutuki nama Gus Zayyan di setiap langkah.

Begitu sampai di halaman terbuka menuju masjid, penampilan baru Naya langsung menyedot perhatian. Santriwati lain yang kemarin melihat Naya berpakaian seksi langsung berbisik-bisik kagum sekaligus heran melihat perubahan drastis si anak kota dalam waktu kurang dari satu hari.

Naya tidak memedulikan pandangan orang. Fokus utamanya hanyalah satu: melangkah dengan selamat sampai dalam masjid tanpa perlu terjungkal di depan umum.

Namun, tepat di dekat pintu masuk area jemaah perempuan yang dibatasi oleh kelambu hijau tinggi, Naya sempat menoleh ke arah koridor utama ndalem yang terhubung dengan masjid. Dari kejauhan, sesosok pria dengan baju koko putih, sarung tenun rapi, dan peci hitam sedang berjalan dengan tenang.

Gus Zayyan. Pria itu sempat menghentikan langkahnya selama dua detik, mengedarkan pandangan ke arah kerumunan santriwati, dan matanya tepat menangkap figur Naya yang kini berbalut gamis hitam dan jilbab abu-abu.

Dari jarak sejauh itu, Naya tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi di balik kacamata Zayyan. Namun, Naya sengaja menaikkan dagunya, memberikan tatapan tajam yang seolah berkata: Lihat, gue bisa menuhin aturan lu! Sekarang balikin HP gue!

Zayyan hanya membetulkan letak kacamatanya dengan gerakan tenang, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju saf depan jemaah putra tanpa ekspresi.

Naya mendengkus keras, berbalik memasuki masjid dengan perasaan campur aduk. Hari pertamanya memakai kostum baru telah dimulai, dan Naya bersumpah dalam hati, ini hanyalah awal dari strateginya untuk menaklukkan keangkuhan sang Gus CEO.

BERSAMBUNG

1
Kholiq Masbuhin
greget banget thorrr,antek2 Fida bikin darting.mapus di bikin Naya kicep🤣🤣
Kholiq Masbuhin
🥹🥹bikin mewekkk, semangat terus Thor
Kholiq Masbuhin
huhuhuhu terharu q thorr🥹🥹, seperti masuk dalam ceritanya
Kholiq Masbuhin
gilaaaa lanjutkan thorrrr,kamu membuat aku menghaluuuuu
Kholiq Masbuhin
thorrrrrrrrrrrrrr bom bas tis,ya Allah mengguncang hatiku,sampe deg deg serrrrrrrr.tidak bisa berkata-kata,karyamu bagusss bangettttt.semoga semakin bagus thorrrrr,lope lope banyak banyak🤍🥰😘
Kholiq Masbuhin
aaaaaa thorrrr di lope lope sama alur ceritanya 🥰🥰 ku tunggu punya yg banyak2 ya thorrrrr, semangat 💪
Kholiq Masbuhin
up nya jam berapa Thor ?setiap hari apa gimana? di tunggu Thor, semangat 💪💪😘
Kholiq Masbuhin
bagus banget,alur ceritanya santai ringan dan enak di bacanya.semangat nulisnya ya
Kholiq Masbuhin
suka banget sama alur ceritanya ,ringan dan santai.enak di bacanya.aku pernah baca novel seperti punyamu ini Thor, serupa tapi tak sama.semangatttt terus ya nulisnya,🤍
Kholiq Masbuhin: /Drool/
total 2 replies
Runi Mayantri
gus zayyan ud mulai trtarik ma si nay😄😄😄😍
Ell Fikar
udh up banyak tp msh kurang rasanya
ahhhh gus zayyan, naya yg di perhatiin aku yg baperrrrrrr

lanjut thor up yg banyak
guest1053527528
lanjut thor bagus ceritax dengan aksi bar2 dan menentang sy suka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!