NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Bara

Pengantin Pengganti Tuan Bara

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: lala_syalala

Pernikahan adalah sebuah janji seumur hidup di mana semoga orang ingin menikah dengan pilihannya sendiri, namun bagi Maura itu adalah sebuah angan-angan saja.

Dia harus menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya, tekanan yang di dapat dari orang tuanya membuat Maura pun menyetujuinya karena dia tidak ingin membuat keluarganya malu.

Pernikahan ini terjadi karena sebuah hutang, di mana orang tuanya hutang begitu besar dengan keluarga calon suaminya itu, sosok pria yang sama sekali tidak Maura ketahui bagaimana wajahnya.

Bahkan selama beberapa kali pertemuan keluarga tidak pernah pria itu menampakkan wajahnya, dari rumor yang di dapat bahwa pria itu berwajah jelek sehingga tidak berani untuk menampakkan wajahnya, itu juga salah satu alasan sang Kaka memilih kabur di hari-h pernikahannya dan harus menumbalkan sang adik yaitu Maura.

Bagaimana kelanjutannya???

Yukkk kepoin cerita nya.

NB: Kalau ada typo boleh komen ya biar bisa di perbaiki

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31_Besok Saya Pulang

"Ra mending kamu duduk aja ya di meja, mbak mau lanjut meeting sama tuna Bara." ucap mbak Bella kembali fokus dengan laptopnya dan juga earphone yang dia kenakan.

Di sana Bara bisa melihat sang istri yang sedang duduk dengan bosan di samping sekertaris nya.

'Gimana sih katanya suruh bersih-bersih kok malah sekarang di suruh duduk.' gumam nya dalam hati.

Maura juga sesekali melihat ke layar laptop mbak Bella yang memang sengaja di hadapkan kepada dirinya sehingga Maura bisa melihat wajah serius sang suami.

Dengan perbedaan waktu seharusnya sekarang di sana sudah malam tapi malah ada meeting.

"Ra tuan Bara pingin ngomong." ucap mbak Bella setelah cukup lama meeting dengan Bara.

Maura yang hampir saja tertidur pun langsung membuka matanya dan mengambil earphone yang di berikan oleh mbak Bella tersebut.

^^^Maura: [Ada apa?]^^^

Bara: [Memang gak boleh telepon istri sendiri?]

^^^Maura: [Ya gak papa, kan cuma tanya.]^^^

Setelah beberapa saat berbincang akhirnya sambungan pun terputus dan Maura merasa senang sekali karena sang suami memberikan kabar kepadanya.

"Awwww!" pekik Maura saat dia sedang menunggu jemputan pak Soni, tenang Maura meminta di jemput menggunakan sepeda motor sehingga seperti sedang memesan ojek saja, namun tiba-tiba ada yang menarik rambutnya dari belakang membuat Maura tertarik ke belakang.

"Eh ko jangan sok ganjen ya jadi orang! Elo sengaja deketin pak Adit ya?!" teriak bu Nanda membuat semua orang yang melihat pun menatap ke arah mereka, tapi untung sudah banyak karyawan yang pulang sehingga tidak terlalu banyak yang melihat hal tersebut.

"Gw udah peringatan kan elo buat gak Kecentilan, kalau peringatan saya ini kamu langgar lagi maka siap siap saja." ucap bu Nanda kemudian mendorong tubuh Maura hingga dia terjatuh ke lantai yang cukup keras.

"Ya tuhan galak banget sih, mana kasar banget jadi orang." ucap Maura berusaha bangkit sendiri.

Tubuhnya tiba-tiba merasa pusing, mungkin karena keterkejutan tadi dengan sikap pegawai suaminya membuat Maura pusing.

"Nyonya maaf sudah lama menunggu?" tanya pak Soni dengan terburu-buru karena takut istri majikannya menunggu dirinya lama.

"Enggak kok pak, ini juga baru keluar saya. Ayo pak kita pulang saja," ucap Maura dan di angguki oleh pak Soni.

Sampai di rumah Maura merasa tubuhnya kurang fit, selama perjalanan dia ingin memejamkan matanya saja namun tidak bisa karena dia menaiki sepeda motor, kalau ke jengkal kan gawat.

TOK TOK TOK

"Sayang mama masuk ya?" izin mama Wina dari luar pintu kamar Maura.

Mama Wina begitu khawatir saat menunggu menantunya itu yang tak kunjung keluar dari kamarnya, sejak pulang ke rumah mama Wina melihat wajah menantunya itu begitu pucat.

CEKLEK

"Sayang, kamu gak papa?" tanya mama Wina begitu khawatir.

"Aku gak papa kok ma, tadi udah minum obat sekarang tinggal istirahat aja." ucap Maura yang tidak mau membuat semua orang khawatir.

"Mama panggilan dokter aja ya biar kamu cepet sembuh." ucap mama Wina tidak tega melihat sang menantu.

"Maura gak papa kok ma, nanti juga kalau obatnya sudah meresap pasti sembuh." jelas Maura agar mama mertuanya tidak khawatir.

Mama Wina menyuruh asisten rumah tangga untuk mengantarkan semua kebutuhan menantunya agar Maura sembuh.

DREEETTT DREEETTT

Telepon Maura berbunyi menandakan ada yang menelepon nya, dengan lemas Maura mengangkat telepon tersebut.

^^^Maura: [Halo.]^^^

Bara: [Kata mama kamu sakit? Apa yang sakit sayang? sudah panggil dokter?]

^^^Maura: [Satu-satu mas nanyanya kan pusing aku balasnya.]^^^

^^^Maura: [Cuma sakit biasa kok gak ada yang perlu di khawatirin.]^^^

Bara: [Jangan lupa periksa ke dokter, minum obatnya, besok saya pulang.]

Ucapan Bara terpotong membuat Maura syok berat, bagaimana bisa suaminya mengatakan akan pulang besok padahal jadwal nya masih ada dua hari lagi.

.

.

Bersambung.....

1
guntur 1609
lah bukanya ceritanya mereka dipenjara
guntur 1609
memang terlalu banyak typo ya Thor. tapi gak masalah. masih ngudeng aku jalan ceritanya
Partini Minok Nur Maesa
kok nyeritain mereka terus nasib kknya gmn
Partini Minok Nur Maesa
maura suruh kuliah aja biar gx jd cleanjng servis
Partini Minok Nur Maesa
jgn2 anak tiri dan mmnya dulu selingkuhan ppnya trs mmnya meninggal mereka menikah
Partini Minok Nur Maesa
ceritanya bagus tp sayang babnya dikit2
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
maura klw sm orng lain takut, tp klw sm suami a aga ngeyel klw di bilangin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Loh bukannya sudah tau ruangannya Bara kok masih ijin resepsionis siihh, padahal kaann mereka pasti sudah tau Maura pernah kerja di sana juag jadi bingung jalan ceritanya.. kecuali Maura ga pernah kerja di sana terus ga tau ruangan suaminya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sudah hamil terus publikasi pernikahannya kapan... tar di kira hamil diluar nikah... harusnya dari awal usulan papah Brian sudah di lakukan, laahh ini sampe 6 bulan lebih dan sudah ada calon baby masih di rahasiain.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Maura ngeyel banget deh, dikit² bilang ga apa²... kenapa selalu pake andalan ga apa² sih harusnya jujur saja apa susahnya tar yang repot juga yang lain🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagian Maura aneh, kenapa ga nurut omongan Bara buat keluar dari kerjaan.. harusnya bisa lah hormati suami kamu selama dia baik dan nafkahin kamu jangan ngeyel
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
typonya hampir di tiap bab, coba koreksi lagi Thor yang baca jadi bingung.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah mulai ada getaran Nyetrum ya Bar makanya pengennya deket dan nyosor mulu.🤭🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kasihan Maura di manfaatkan sama Ortunya saja, apa mungkin mereka sebenarnya bukan ortu kandung ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Eehh ada yang lupa kalau dia sendiri yang ga jaga jarak katanya ga boleh terbawa perasaan tapi kok ada yang ga konsisten dengan Omongan sendiri.🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kaan ga kenal Pak Baraaa... Lagian kenapa sensi segala, Maura kan cuma Cleaning service dan kamu sendiri yang bilang apa deehhh waktu malam penganten di hotel masa kamu Lupaa......🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ya ngapain juga Carmuk sama kamu Bara bukankah lebih bagus kalau Maura menghindar, toh itu ga berpengaruh apa².
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
coba membaca a
Riska Avria
maaf ka yang ini sedikit typo mungkin bisa diperbaiki lagi sedikit 🙏
niktut ugis
ortu angel & Maura bukan nya ada d bui ya? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!