NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Aku bertahan bukan karena masih mencintaimu. Tapi, aku bertahan untuk memastikan kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Mengatur Pertemuan

Hari sudah gelap saat Alena tiba di rumah. Tapi, begitu ia membuka pintu dan melangkah masuk, langkahnya terhenti seketika.

Di ruang keluarga, Arsen sedang duduk bersama kedua orang tuanya. Ketiganya tampak berbincang santai.

Alena hanya melirik sekilas, lalu kembali melangkah, berniat langsung menuju kamar. Namun, suara Arsen menghentikannya.

"Dari mana saja kamu? Sudah malam baru pulang."

Alena membalikkan badan dan menatap suaminya dengan tenang.

"Aku bertemu Nadia."

"Nadia?" Arsen mencibir. "Sahabatmu yang tidak jelas itu?"

Tatapan Alena langsung berubah tajam. "Apa maksudmu mengatakan seperti itu tentang sahabatku?"

Arsen berdiri dan menatapnya sinis. "Dia masih lajang, suka keluar malam, dan menghabiskan uang untuk bersenang-senang. Apa pantas kamu berteman dengannya?"

Alena mengangkat dagunya sedikit. "Yang menentukan pantas atau tidaknya seseorang menjadi temanku bukan kamu."

"Kamu..."

"Sudah, sudah!" potong Hana sebelum pertengkaran semakin memanas. "Kami datang ke sini bukan untuk melihat kalian bertengkar."

Tatapannya kemudian beralih kepada Alena. "Kamu juga, Len. Kamu sudah bersuami. Kenapa masih keluyuran sampai malam? Bahkan pulang setelah suamimu. Apa itu pantas?"

Alena menatap mertuanya beberapa detik. Kemudian, senyum tipis terukir di bibirnya.

"Maaf, Ma. Mungkin Mama tidak tahu. Selama ini Mas Arsen selalu pulang larut malam. Jadi, mana aku tahu kalau hari ini dia akan pulang lebih awal?" ucapnya dengan nada menyindir.

Wajah Arsen langsung mengeras. "Kamu..." Ia menunjuk Alena dengan jari telunjuknya. "Sikap apa itu, hah?"

Alena melipat kedua tangan di depan dada, seolah menunjukkan sikap menantang

"Mas, aku hanya menjawab pertanyaan Mama. Apa aku salah?"

"Kamu sengaja menyindirku!"

"Kalau kamu merasa tersindir, mungkin karena itu memang kenyataannya."

"Alena!"

"Sudah!" Hana kembali menyela. Ia mengembuskan napas panjang sebelum berkata, "Meski begitu, kamu tetap tidak seharusnya pergi sampai malam begini. Apalagi, Mama dan Papa baru saja datang."

Lagi-lagi, Alena tersenyum sinis, senyuman yang terasa dingin.

"Bukankah dengan tidak adanya diriku, kalian jadi lebih leluasa untuk berdiskusi?"

Ucapan itu membuat ruangan mendadak hening.

Arsen dan Hana saling berpandangan. Wajah keduanya terlihat sedikit berubah. Sementara Danis hanya menunduk dan menghela napas pelan.

Alena memandang mereka satu per satu. Biasanya, ia akan merasa bersalah setelah membantah mertuanya. Tapi kali ini, tidak.

Setelah mendengar percakapan mereka siang tadi, ia sudah tidak memiliki alasan lagi untuk menjaga perasaan orang-orang yang bahkan tidak pernah memedulikan perasaannya.

Ia pun berbalik dan melangkah menuju tangga.

"Alena!" panggil Arsen.

Namun, wanita itu tidak menoleh sedikit pun. Langkahnya tetap mantap menaiki anak tangga menuju kamar.

Arsen mendengus kesal dan kembali menjatuhkan tubuhnya ke sofa.

"Lihat sikapnya itu!" geramnya. "Benar-benar membuatku kesal."

Hana mengusap pelipisnya. "Sudahlah. Biarkan saja."

"Tapi, Ma—"

"Abaikan dia. Lebih baik, sekarang kamu atur pertemuan kami dengan Erina."

Arsen menghela napas. "Baik, Ma."

Sementara itu, di lantai atas, Alena berjalan menuju kamarnya dengan wajah tenang. Tapi, begitu pintu kamar tertutup di belakangnya, senyum di bibirnya perlahan menghilang.

"Cih... menjijikkan. Benar-benar membuatku muak." Ia bersandar di pintu dan memejamkan mata.

Dulu, pemandangan di ruang keluarga itu selalu membuatnya merasa hangat.

Sekarang yang ia rasakan hanyalah dingin dan asing, seolah rumah yang selama ini ia jaga dengan sepenuh hati bukan lagi tempatnya untuk pulang.

Alena mengembuskan napas kasar. Ia kembali melangkah, lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Tatapannya menerawang ke langit-langit kamar.

Entah sudah berapa kali ia menghela napas malam itu.

Percakapan yang ia dengar siang tadi terus berputar di kepalanya, membuat dadanya kembali terasa sesak.

Tidak lama kemudian, ucapan Nadia terlintas di benaknya.

"Jangan biarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kamu harus bergerak lebih dulu."

Alena memejamkan mata sejenak.

"Aku sudah punya bukti perselingkuhan Arsen," gumamnya pelan. "Aku hanya perlu mencari waktu yang tepat untuk membongkarnya." Ia membuka matanya kembali. "Tapi sebelum itu, aku harus mencari dukungan. Dan yang terpenting, aku harus membuat Arsen merasakan kerugian besar."

Perlahan, Alena bangkit dari posisi tidurnya. Keningnya berkerut dalam.

"Apa aku harus mendekati saingan bisnis Arsen?"

Ia menggigit bibir bawahnya.

Selama ini, ia selalu mendukung suaminya. Bahkan, ia rela mengorbankan harta peninggalan orang tuanya demi membangun perusahaan itu.

Tapi sekarang, kenapa ia harus memikirkan nasib perusahaan yang akan Arsen gunakan untuk menyingkirkannya?

Alena mengepalkan tangannya.

"Aku tidak mau hancur sendirian," bisiknya dengan sorot mata tajam. "Kalau aku tidak bisa mendapatkan perusahaan itu, aku juga tidak akan membiarkan mereka menikmatinya dengan tenang."

Tiba-tiba, suara dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Ia mengulurkan tangan, mengambil ponselnya dari dalam tas.

Ia mengernyit saat melihat nomor yang tidak dikenalnya tertera di layar.

"Nomor siapa ini?" gumamnya.

Karena penasaran, ia pun menerima panggilan tersebut.

"Halo?"

"Halo, apa benar ini dengan Nona Alena?" tanya seorang pria dari seberang.

"Iya, benar. Dengan siapa saya berbicara?"

"Perkenalkan, saya asisten cucu Tuan Rendra. Saya menelepon untuk menyampaikan bahwa beliau ingin bertemu dengan Anda."

Alena mengernyit. "Cucu Tuan Rendra?"

"Benar, Nona. Anda telah menyelamatkan Tuan Rendra beberapa waktu lalu. Karena itu, beliau ingin bertemu dan mengucapkan terima kasih secara langsung."

Alena terdiam sejenak, mencoba mengingat. Tidak lama kemudian, sosok kakek yang pingsan di dekat halte muncul di benaknya.

"Oh, maksud Anda Kakek Rendra?"

"Benar, Nona."

Alena tersenyum tipis. "Tidak perlu repot-repot. Saya hanya kebetulan lewat saja. Tolong sampaikan saja pada cucu Kakek Rendra, untuk lebih memperhatikan Kakek Rendra agar kejadian seperti itu tidak terulang."

Di seberang sana, pria itu terdiam beberapa detik sebelum menjawab, "Baik, Nona. Kalau begitu, sampai bertemu besok siang di Restoran X."

Alena langsung membelalak. "A-apa? Tunggu, saya belum—"

Tut... tut... tut...

Panggilan itu terputus begitu saja.

Alena menatap layar ponselnya yang gelap sambil beberapa kali mengedipkan mata. .

"Apa-apaan itu?" gerutunya. "Dia menelepon untuk meminta persetujuanku atau hanya untuk memberi perintah? Main tutup telepon saja."

Alena meletakkan ponselnya di atas kasur sambil mendengus kesal. Tapi, beberapa saat kemudian, ia kembali menatap layar ponselnya dengan tatapan bingung.

"Cucu Kakek Rendra?" gumamnya. "Dasar orang aneh."

Belum pernah ia bertemu dengan orang sepertinya, yang berani mengatur jadwal pertemuan secara sepihak.

"Sudahlah. Besok dipikirkan lagi."

1
nunik rahyuni
orang tua klo sdh meraju susah diluluhlan hatinya..kecuali kamu bw istri kenan🤣🤣🤣
nunik rahyuni
dimulai drama ikan terbang hati suami yg terkuyak karena kesadaran istri🤣🤣🤣
klo istrinya bodoh diem damai hatimu..sekaramg istrimu sudah sadar dia pintar dan berguna bukan orng bodoh yg cima diam tak berdaya di perlakukan semena mena..tunggu langkah selanjutnya
atik
Dasar suami durjana, cuekin aja Alena gk penting juga ngobrol ma Arsen
atik
Kamu pasti bisa Alena mengalahkan suami laknatmu itu
nunik rahyuni
baru sadar klo istrimu itu pinter..biarpun kamu kurung dirumah dg berteman sepi klo pinter ya pinter aja✌️✌️
atik
Rasain kamu Arsen
makin seru thor, lanjut...
Ade Chubi
kasihan istri nya di bohongin
atik
Ayolah kenan turuti ja keinginan kakekmu biar kamu bisa bahagia
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak semudah itu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
atik
Kapok, ibu mertua tak tau diri dicuekin menantunya semoga segera setruk gara2 darah tinggi
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pikiranku berkelana karena setruk. Aq pikir tadi Truk kendaraan. 🙏🤧
total 1 replies
atik
Puas2in senyum kalian para penghianat sebelum perselingkuhan terbongkar
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak💜
total 1 replies
atik
gak sabar nunggu Arsen hancur
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho... Pelan-pelan aja, kak. banyakin sabar🤭
total 1 replies
atik
Seru
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu, kak 💜
total 1 replies
atik
lanjut thor, semangat 💪
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap
total 1 replies
Ma Em
Alena lbh baik pura2 tdk tau saja , semoga Alena cepat mendapatkan pekerjaan dgn gaji yg besar agar Alena bisa cepat berpisah dgn Arsen .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Cepet dapat CEO kaya juga,🤭
total 1 replies
Neng Saripah
ikut deg2an Thor 🤭🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Itu tandanya kakak sedang jatuh cinta 🤭
total 1 replies
Nining damayanti
nggk buat CS bru thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Maaf, kak. soalnya sekarang cs gak bisa kontrak.
total 3 replies
Neng Saripah
belum apa2 udah nyesek euy...kira2 sanggup lanjut ga ya aku 😱
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pasti sanggup, kak. Semangat 💪🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!