Seperti yang kita ketahui sebaik-baiknya orang bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Akan tetapi manusia yang terbaik sesungguhnya adalah mereka yang bisa sadar akan kesalahannya, serta bertaubat atas kesalahan itu.
Kisah ini menceritakan seorang gadis yang tidak lagi belia mengalami polemiknya sendiri, hingga bertaut dengan orang ketiga
Seperti apa kisahnya ?
Akankah Gadis itu bahagia ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AD UTAMI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HILANGNYA
"Loh loh kook gitu," wajah maz ozan mulai terpengaruh ulahku
Iya dong.... Ulahku makin menjadi
Kan bisa nanyak atau hubungi pak supir atau yang lain smakin sebel saat mengingat jarang
sekali dapat kabar
Ya nggak gitu sayang sudah dihadapanku
Terus ? Pertanyaanku
Aku rindu kamu "maz fauzan"
Aku laper timpalku
Jangan mulai ya sayang..... Makin mendekat padaku
Maz maz laper beneran "cegahku"
Bukannya mundur malah kembali mendekat berulah mendekap erat tubuhku
Bermain main membuatku makin terhuyung mundur masuk kembali keruangan kamar
Maz udah dong mas ampun
Ya ndak bisa gitu kan satu minggu itu lama sayang "maz ozan"
Oh gitu ya ? Timpalku membuatnya makin menjadi dan tidak ada percakapan lagi yang ada
dekapan dan tertawa kami makin nyaring karena geli dengan sentuhan sentuhan itu
berhenti saat tubuh terjerembab di sebidang kotak memantulkan badan kami yang
salin menekan
Sejenak terdiam
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Maz beneran aku laper "memecah keheningan" Bukan jawaban tapi ciuman itu membuatku...........
Menikmati dengan sedikit kekawatiran
Semakin kesini semakin hilang kendali atas kekawatiran dan kami lupa batasan atas
hubungan kami sampai terasa hal yang menghakimiku sebuah hentakan terskema
membuat rasa sakit juga nyeri samar ter dengar prek..... Prek.... Bukan lagi
suara manja yang keluar melainkan teriakan.....
Maz!!!!!...... Sumber mata air keluar dari peraduan rasaku tak karuan bukan hanya nyeri tapi
banyak hal......... Tahan sayang sedikit lagi.... Kembali hentakan membuat suara dan teriakanku berulang
Makasih sayang menjaganya untukku tahan sayang nanti tidak sesakit ini, maz main pelan
kembali memberikan buaian itu Badan dan pikiranku tak lagi sejalan.... Bukan kenikmatan yang kurasakan hanyalah penyiksaan atas tubuhku
*semuanya hancur semuanya hilang, sekian lama kujaga hilang..... Deraian airmataku
berbaris keluar tak henti sekian waktu berjalan, aku berpikir mati rasa tapi
badanku bisa merasakan perih nyeri panas smua datang bersamaan berhenti saat
sadarpun terlambat karna separuh jalan, bunda maafkan aku tuhan ampuni hambamu
hanya itu yang berputar di otakku hatiku hancur mengingat kesalahanku
Saat sosok lelaki yang menggagahiku atas dasar cinta berujung nafsu terhempas dengan
kenikmatan dan suara tertahan makin tak nyaman bagian kewanitaanku Makasih sayang kecupan dikeningku seraya membaringkan tubuhkan tepat disampingku
Tak lagi bisa memberikan jawaban Aku berfikir bagaimana aku pulang Aku ingin
pulang hanya itu yang ada dipikiranku
Hening........
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Mungkin air mataku sudah mengekering, entah bagaimana tubuhku yang tadi basah sudah mulai
kering melihat sosok lelaki memelukku hatiku makin hancur
Apalah arti diriku kini ? Penyesalan itu selalu datang belakangan terkambat bahkan
Dugaan akan airmata mulai mengering ternyata salah, isak tangisku semakin menjadi membuatku
memilih memindahkan tangan juga kaki yang menindihku secara berganti sembari
melihat begitu tenang sosokku itu segara ingin beranjak dan berlari kekamar
mandi tapi rasa begitu makin menjadi membuatku bersuara membuat bangun lelakiku
Sayang.... Suara lembut penuh panik itu mendekapku Mau kemana sayang ? Suara lembut meneduhkan maz fauzan Suaraku habis hanya sebuah pelukan penuh arti
Sayang maafkan maz lepas kendali Maz tanggungjawab berusaha menyakinkan agar lebih tenang Hanya anggukan kembali tanpa suara yang bisa ku berikan
Pelukan malam ini membuatku makin lelah sampai kembali hilang sadar masuk didunia mimpi
diselimuti malam Pagi yang dingin menyapaku lembut gemercik air tanda hujan membasai bumi Mewakiliku Seorang anak gadis yang lupa kendali karena itu statusku palsu, gadis bukan janda bukan
terus bagaimana ? Entahlah
Ku tatap lekat sosok lelaki di sampingku terlihat tampan dalam tidurnya yang nyaman
nampak sebuah senyuman entah untuk kesuksesannya menikam mangsa berbaluk
keperawanan atau menikmati cinta perawan, toh dua hal itu obyeknya aku....
Cairan bening itu meleleh kembali membuatku semakin ingin segera pergi berbenah
diri ku berlahan mengganti badanku jadi bantal guling ......
uulkkb lkm
bmnoloyoyoyooiot
like and rate 5 sudah mendarat...
feedback ke "mantan, i'm still loving you"
tinggalkan jejak di sana, aku menunggumu 🤗