NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:278.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Dengan langkah yang teramat pelan, Rahma nekat menyelinap masuk ke dalam kamarnya sendiri. Rasa penasaran mengalahkan kegugupannya, menuntun langkah kakinya mendekati ranjang tempat tidur tempat pria itu terlelap. Rahma kemudian menurunkan tubuhnya, duduk bersila di lantai tepat di samping tempat tidur. Ia menopang dagunya dengan kedua tangannya, menatap dalam guratan wajah calon suaminya yang sedang memejamkan mata dengan begitu damai.

Sambil menatap Sakti, senyum tipis terukir di bibirnya Rahma. Pikirannya kembali melayang ke masa lalu, mengingat momen-momen manis bersama Sakti saat kecil dulu. Sakti adalah sosok kakak yang selalu membelanya, selalu berdiri paling depan untuk melindunginya, terutama jika Salma sudah mulai usil.

Rahma tersenyum-senyum sendiri larut dalam kenangan. Namun, saat ia kembali memfokuskan pandangannya pada wajah di depannya, tiba-tiba saja sepasang bola mata tajam milik Sakti terbuka lebar.

Rahma terkejut setengah mati. Jantungnya serasa copot. Refleks, ia langsung bangkit berdiri dan melangkah mundur ke belakang dengan panik. Sialnya, dalam kepanikan itu, punggung Rahma menyenggol rak plastik tempat ia menyimpan beberapa buku kuliah kedokterannya yang tebal. Rak yang tidak stabil itu seketika goyah dan miring, siap menumpahkan tumpukan buku berat tepat di atas kepala Rahma.

Sakti yang memiliki insting keprajuritan tajam langsung menyadari bahaya tersebut. "Rahma, awas!"

Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, Sakti bangkit, mengulurkan tangan kekarnya, lalu menyambar pergelangan tangan Rahma dan menarik tubuh gadis itu dengan kuat ke arahnya agar terhindar dari runtuhan buku.

"Kyaaaa!"

Gedebugh!

Dalam hitungan detik, tubuh Rahma hilang keseimbangan dan langsung jatuh terjerembab tepat ke atas dada bidangnya Sakti. Sesuai nalurinya yang selalu ingin melindungi gadis itu sejak kecil, Sakti langsung mendekap tubuh Rahma erat-erat, memastikan kepalanya aman dalam dekapannya.

"Kamu tidak apa-apa, Rahma?!" tanya Sakti cemas, napasnya memburu di dekat pelipis Rahma.

Brak!

Suara bising rak plastik yang tumbang beserta teriakan Rahma tadi terdengar menggelegar sampai ke ruang tamu. Sontak saja Pak Salim, Bu Rima, Pak Wirahadi, Bu Dian dan Salma langsung berlari panik ke arah sumber suara.

Namun, begitu mereka tiba di ambang pintu kamar yang terbuka lebar, langkah semua orang mendadak terhenti. Pemandangan di dalam kamar membuat mereka membelalakkan mata, lantai kamar tampak berantakan dengan buku-buku yang berserakan, dan di atas tempat tidur, Rahma tengah berada dalam posisi tiarap di dalam pelukan erat Sakti.

Untuk beberapa detik, suasana mendadak hening. Rahma dan Sakti baru tersadar betapa intim dan dekatnya posisi mereka saat ini. Merasa beribu kali lipat lebih malu karena tertangkap basah oleh seluruh keluarga, Rahma sedikit berteriak panik. Ia langsung meronta, bangkit berdiri, dan berlari kencang keluar dari kamar melewati kerumunan keluarganya dengan wajah semerah tomat.

Sakti sempat terpaku di atas tempat tidur, menatap kepergian Rahma dengan kening berkerut heran. "Kenapa dia malah kabur seperti itu? Aneh," gumam Sakti polos sembari membetulkan posisi duduknya.

Pak Wirahadi yang berdiri di depan pintu langsung berdehem keras, mencoba menahan senyum dan tawa gelinya. Beliau merasa sangat senang, mengira putranya sudah mulai agresif dan bisa membuka hati untuk Rahma, menantu pilihannya.

"Kalian ini kenapa? Kok bisa sampai berantakan begini kamarnya, Sakti?" tanya Pak Wirahadi dengan nada meledek yang kentara.

Sementara itu di dapur, Rahma langsung menyambar segelas air putih dingin dan meneguknya cepat-cepat sampai tandas, mencoba mendinginkan wajahnya yang terasa seperti terbakar.

'Memalukan... Ya ampun, sungguh memalukan! Rahma, seharusnya kamu tadi langsung pergi saja setelah menggantung jaket, bukannya malah duduk memandangi Kak Sakti seperti tadi! Mau ditaruh di mana wajahku ini?!' batin Rahma menjerit frustrasi, merutuki kebodohannya sendiri.

Di dekat koridor kamar, Salma yang ikut menyaksikan kejadian tadi hanya bisa menghembuskan napas pelan dengan senyuman penuh arti.

'Rahma... oh Rahma, kau benar-benar sudah bucin akut sama Kak Sakti. Tapi gak apa-apa lah... toh sebentar lagi kalian kan akan resmi jadi pasangan suami istri,' batin Salma geli.

Di sisi lain, Pak Salim dan Bu Rima sempat saling berpandangan dan berbisik kecil dengan wajah berseri-seri. Melihat kedekatan spontan tadi, mereka berdua merasa sangat lega karena putri semata wayang mereka tampaknya sudah sangat siap lahir dan batin untuk menjadi istri dari seorang Kapten Sakti Prawira Kusuma.

*

*

Sakti mengembuskan napas panjang. Rasa kantuk yang menggelayutinya beberapa menit lalu kini sirna sepenuhnya, tergantikan oleh sisa keterkejutan akibat insiden tak terduga barusan. Ia turun dari atas tempat tidur, membetulkan letak kemeja batiknya yang sedikit kusut. Ada sedikit semburat merah samar di wajah tegasnya karena merasa canggung ditonton oleh seluruh keluarga.

'Kenapa juga Rahma duduk bersila di samping kasur seperti itu tadi? Mengagetkan saja!' batin Sakti heran, masih tidak habis pikir dengan kelakuan calon istrinya.

Waktu berputar hingga menunjukkan pukul sembilan malam. Mengingat malam yang kian larut, keluarga Pak Wirahadi akhirnya memutuskan untuk pamit undur diri kembali ke hotel tempat mereka menginap. Rencananya, besok pagi-pagi sekali mereka akan bertolak kembali ke Jakarta. Sementara itu, Sakti sendiri sudah harus berada di Markas Siliwangi tepat pukul sepuluh malam untuk memulai dinas piketnya.

Saat rombongan bersiap di depan pintu, Rahma yang sedari tadi bersembunyi di dapur akhirnya terpaksa keluar. Dengan langkah pelan dan kepala yang tertunduk dalam-dalam karena sisa rasa malu yang teramat sangat, ia ikut mengantarkan kepulangan calon suaminya dan mertuanya.

Sakti yang berjalan paling belakang sempat memperhatikan gelagat Rahma yang tampak kaku bagai patung. Sambil tersenyum tipis, Sakti sengaja memperlambat langkahnya, menyampingi Rahma, lalu menunduk sedikit untuk berbisik tepat di telinga gadis itu.

"Lain kali hati-hati, jangan ceroboh," bisiknya dengan nada yang teramat lembut, diakhiri dengan senyuman manis sebelum ia melangkah lebar menyusul ayahnya.

Rahma sama sekali tidak berani menyahut ataupun mendongak. Ia hanya mengangguk pasrah dengan wajah yang kembali memanas. Insiden terjatuh ke atas tubuh Sakti tadi benar-benar telah membuatnya kehilangan muka di hadapan semua orang.

*

*

Keesokan harinya, roda rutinitas kembali berputar normal. Di Markas Kodam III/Siliwangi, Kapten Sakti sepenuhnya fokus dengan tumpukan dokumen dinas di mejanya. Pekerjaannya sebagai perwira begitu menyita waktu, sampai-sampai ia tidak memiliki celah untuk mengantar kepulangan kedua orang tuanya menuju Jakarta pagi tadi.

Di kampus Padjajaran, Rahma dan Salma juga tengah bergelut dengan kesibukan dunia perkuliahan mereka. Sebagai mahasiswi kedokteran tingkat awal, Rahma harus fokus penuh menyerap materi kuliah yang padat di dalam kelas dari pagi hingga sore hari, mengubur sementara debaran jantungnya tentang urusan pernikahan.

Tepat saat jam istirahat siang, ponsel Sakti di atas meja bergetar. Sebuah memo kedinasan resmi masuk ke ruangannya. Sakti membacanya dengan saksama, lalu menghembuskan napas panjang. Kabar resmi telah turun, dimana sidang pernikahan militer mereka dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Kamis lusa. Melalui pesan singkat, Sakti segera mengabari Rahma agar gadis itu mempersiapkan mental dan fisik untuk bersiap menghadapi sidang lusa.

Sakti menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya, menatap langit-langit ruangannya yang kaku.

'Akhirnya, sebentar lagi aku dan Rahma akan benar-benar resmi menikah, baik secara agama maupun hukum negara. Mungkin semua ini memang sudah menjadi suratan takdir yang terbaik. Aku harus melangkah ke depan dan tidak boleh lagi mengharapkan masa lalu yang telah pergi,' batin Sakti mantap.

Detik itu juga, sang perwira berjanji pada dirinya sendiri untuk menutup buku masa lalunya dan bersiap membuka lembaran baru bersama Rahma.

Bersambung...

1
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 😊🤗
total 1 replies
juwita
ini si sakti bodoh apa bego. ngpain ngejaga hati buat mantan yg udh jd istri org. mending kasihkan rasa itu buat istri sah mu. gedek banget sm laki" ky gitu yg masih mengharapkan mantan😡😡
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: timpuk aja kak, aku ikhlas 🤣🤣🤣
total 1 replies
juwita
lgian udh nikah sah ngpain tidur pisah kamar aneh" km sakti umur udh tuir gitu kelakuan ky bocah🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
juwita
jorok Rahma knpa g di keluarin aj dr pd di tarik lg keatas🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Deera__
aiih yg mau anu anu mereka kenapa aku yg jadi dah Dig dug deg deg an begini.. alamakkkk ... 🤣🤣🤣🤣🤣/Shame//Shame//Sweat//Sweat//Sweat/
Deera__: hahahahaa🤣🤣🤭🤭🙈🙈🙈
total 2 replies
Deera__
heh enemia ya eh salah amnesia ya kau pak Komandan.🤣🤣/Facepalm//Facepalm/ sadarlah kau itu galak bin kejam. suka judesss dan beri hukuman suka² lgi🤣🤣🤣🤣
Deera__: /Tongue//Tongue//Tongue/

kabuurrr

🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤸🏻‍♀️
total 2 replies
juwita
udh tau cwek g bener ninggalin km dmi yg mapan. msh aj di cintai. buang rasa yg mau buat cwek gitu mah
Deera__
benar itu Cok Ucok🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
astaga gelii aku /Joyful//Joyful/ GK suka pink
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh udah tamat saja.
kelahiran Bima ternyata sebagai penghujung cerita.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah baby Boy nih, kayaknya bakal jadi kesayangan semua Opa Oma'nya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang di tunggu² calon anggota baru hadir juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang pak Wira, sebentar lagi pasti doanya terkabul.

tapi Emang Rahma lagi libur tah masa magang di RS bandungnya.🤔😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mayor Adna sudah ga jomblo lagi.🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤗🤗🤗
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai juga masalahnya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babat sampe habislah sekalian orang yang terlibat di institusi atas biar malu sekalian karna sudah salah menggunakan jabatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Profesor Asha dan mayor Yuda teman terThe best, saling bantu dan tau balas budi tanpa iri hati.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Syukurnya ada prof Asha dan dokter Adnan jadi kamu terselamatkan dari pikiran egatifmu sendiri Rahma... lain kali di konfirmasikan dulu baru ambil keputisan kalaupun mau sendiri dulu asal jangan bikin suami mu panik dan malah memperbesar masalah kalau seandainya ada orang lain yang ambil kesempatan di tengah masalahmu dengan Sakti
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rahma ini lemah banget, kemana keberanian dan otak cerdasmu sebagai calon dokter harusnya sebagai calon dokter yang kerjanya bituh otak yang tenang saat melakukan tindakan bisa juga harus lebih tenang dalam masalah RTnya dan lebih hati² ambil keputisan ga ceroboh dikit² kabur
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hayo loh harus jujur dari pada kedepannya jadi bumerang kalau tiba² Rahma tau dari orang lain atau bisa jadi Dinda datangin Rahma dan ngarang cerita, Sakti.
jadi mending jujur saling terbuka daaannn belajar komunikasi yang lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!