NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:74k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Hening.

Ilona diam, menatap Elang bingung, sampai tidak sadar, bunga di tangannya terjatuh.

Elang panik, merutuki diri sendiri yang bicara tanpa difikir dulu. Bagaimana kalau Ilona curiga? Bagaimana kalau dia marah?

"E....mau gak, kerjasama denganku?"

"Hah!" Ilona makin bingung, dahinya mengernyit. Apa tadi ia salah dengar? Tadi yang terdengar di telinganya, Elang mengajak menikah. Apa...

"Kerjasama, bikin toko bunga," lanjut Elang. Jantungnya berdebar kencang, takut masih curiga.

"Ker...ja sama?" Ilona masih ingin memastikan saat ini tidak salah dengar lagi.

"Iya. Emang...kamu dengernya apa?"

"Eng, enggak!" Ilona gugup, salah tingkah. Merutuki diri sendiri, kenapa bisa sampai salah dengar tadi. Untung dia belum bereaksi apapun, jadi tidak membuat malu. Lagi pula Elang baru saja tunangan, mana mungkin mengajaknya menikah. Ditambah lagi, Elang orang kaya, tak mungkin mau dengan wanita cacat sepertinya.

Elang membungkuk, memungut beberapa tangkai bunga yang terjatuh di lantai.

"Ma, maaf ya. Rusak gak?" Ilona mengambil alih bunga di tangan Elang, memeriksanya. Untung tidak rusak, hanya satu mawar saja yang kelopaknya rontok ke lantai, di dekat kakinya. "Ini...diganti aja." Meletakkan bunga yang rusak tersebut ke atas meja.

Elang mengambil satu tangkai mawar, memotong ujungnya seperti arahan Ilona.

"Gimana?" Elang menoleh, menyerahkan mawar tersebut pada Ilona.

"Bagus kok, kamu udah pandai motongnya." Ilona menjadikan satu dengan tangkai yang lain untuk diikat.

"Bukan itu," Elang tersenyum.

"Hah!"

"Tawaran kerjasama. Kita bisa patungan modal, 50:50. Kamu yang menjalankan, jadi nanti keuntungannya, 80:20. Kamu 80, aku 20. Setuju gak? Kalau akhir pekan, aku usahain bantu."

Memiliki toko bunga, adalah impian Ilona sejak dulu, tapi terhalang modal. Tapi untuk mengambil keputusan sebesar ini, ia tidak bisa gegabah. Ia dan Elang baru kenal. Dan di zaman yang semakin canggih ini, tipu muslihat juga semakin canggih. Kemungkinan ditipu, pasti ada.

"E...aku fikirin dulu."

"Aku tunggu kabar baiknya."

Setelah buket jadi, Ilona menyerahkannya pada Elang. "Semoga Mama kamu suka. Doa terbaik untuknya di hari ulang tahunnya."

Elang tersenyum kecut, karena soal ulang tahun, ia hanya berbohong. Tak ada yang ulang tahun hari ini. Ia menatap bunga di tangannya. "Cantik, kayak yang bikin." Ia menatap Ilona.

"Yang bikin kan kamu."

"Tapi gak lucukan, kalau aku bilang bunganya ganteng."

"Hahaha..." Keduanya lalu tertawa bersama.

"Kami cantik kalau ketawa," puji Elang. "Tidur yang nyenyak malam ini. Orang yang sudah bahagia, gak perlu lagi kamu fikirin, apa lagi kamu tangisin. Pikirin aja kebahagiaan kamu sendiri."

Ilona mengangguk. "Kamu benar. Mulai sekarang, aku gak akan lagi berharap dicintai siapapun. Aku yang akan mencintai diriku sendiri." Ia coba berdamai dengan takdir.

"Aku yang akan mencintaimu Ilona"

...----------------...

Eliana kaget saat Ilona mengatakan jika Elang mengajaknya kerjasama membuka toko bunga. Ia yang dihubungi kakaknya via telepon, sampai terdiam cukup lama.

"Menurut kamu gimana, El?" Ilona meminta pendapat. Ia sudah membicarakan ini dengan ibunya, dan beliau setuju, bahkan akan membantu kalau uangnya kurang. Tapi Ia masih butuh pendapat lagi, dan kali ini, ia ingin mendengar pendapat Eliana dan Kenan. "Ken sahabat baiknya Elang, dia pasti tahu banyak soal Elang. Aku pengen minta pendapat Ken juga. Aku kan belum terlalu kenal dengan Elang, gak tahu gimana track record nya. Rumahnya gak tahu, keluarganya gak kenal, kalau ditipu gimana?" Ia mengumpulkan uang dengan susah payah, belum lagi kalau nanti uang ibunya kepakai juga. Gak lucu jika endingnya malah ketipu.

Eliana sama sekali tidak berfikir ke arah sana. Seorang Elang, sepertinya tak mungkin punya fikirin menipu kakaknya. Yang ia fikirkan sekarang, justru kenapa tiba-tiba Elang mengajak kakaknya kerjasama. Belum terjawab pertanyaan soal Elang yang ngamuk dan menghajar Arya, sekarang muncul lagi pertanyaan lain. Sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka?

"Kak, boleh aku bertanya?" Eliana ragu-ragu.

"Tanya? Tanya apa?"

"Bagaimana hubungan kamu dan Elang? Mak, maksudku, sejauh mana hubungan kalian?"

"Hubungan?" Ilona malah salfok dengan pertanyaan Eliana.

"Maksudku, sedekat apa kalian?"

"Gak deket sih, baru juga beberapa kali ketemu. Makanya saat dia ngajak kerjasama, aku mau nanya Ken dulu, gimana Elang orangnya?"

Eliana memutar otak. Kepalanya penuh dengan pertanyaan tentang sikap Elang. Kemarahan Elang pada Arya, terus sekarang ngajak kerjasama, semua itu, rasanya tak mungkin jika tanpa suatu alasan. Apa Elang menyukai Kakaknya, dan berusaha mendekatinya? Ah tidak mungkin, ia menggeleng cepat.

"Menurut kamu gimana, El?" tanya Ilona.

"Nanti aku tanyakan pada Ken ya, Kak. Dia belum pulang dari kafe. Kak," panggilnya pelan. "Kamu...sudah tahu, kalau Elang sudah tunangan?"

"Tahu, dia ngasih tahu aku kok. Minggu lalu kan?"

Eliana bernafas lega. Setidaknya Elang jujur, itu artinya, kemungkinan kecil Elang berniat mendekati Kakaknya. Tapi...jika melihat responnya pada Arya. Ah, dia bingung lagi.

"Kamu mikir apa sih, El? Aku dan Elang berteman. Lagian gak mungkin dia suka sama aku," Ilona terkekeh. "Dan aku, aku juga gak mungkin suka sama dia. Aku punya kaca, sadar diri. Elang orangnya baik, hari itu bantuin aku jualan buket di taman. Mungkin ia kasihan lihat orang cacat jualan." Ia tertawa getir.

"Apa! Bantuin jualan?" Eliana syok.

"Iya, dia bantuin aku jualan. Hebat dia, bisa jual 10 buket, aku aja kalah." Ilona kembali tertawa.

"Di, dia keliling nawarin bunga ke orang-orang?" Ia tahu seperti apa mode jualan Kakaknya di taman. Dulu sebelum jadi Dokter, ia sering ikut, membantunya.

"Iya."

Eliana menutup mulutnya yang menganga lebar. Seorang Elang, jualan bunga? Enggak, gak mungkin. Setahu dia, diantara Ken dan dua temannya, Elang yang paling dingin, paling gengsian. Semakin pusinglah, ia dengan sikap anehnya Elang.

1
RosMa🌹🌹🌹
Ilona masih trauma..
RosMa🌹🌹🌹
Bisa jujur gak kamu Lang..
RosMa🌹🌹🌹
😅😅😅😅😅
RosMa🌹🌹🌹
aku pun sama takutnya sama kayak kamu Ken...
RosMa🌹🌹🌹
😅😅😅😅
RosMa🌹🌹🌹
jangan jatuh cinta sama Elang ya Ilo...
RosMa🌹🌹🌹
betul tuh keluarga si elang kaya harta tapi miskin hati
Felycia Fernandez
😭 ternyata dia punya trauma kk
Sitichodijahse RCakra
sedih bngt part ini😭
Siti Arbaati
waduh, elaaang....kok jadi aku yang baper 😄
Patrick Khan
walah elang yaopo iki 🤣🤣🤣ilona malah berbunga2 engk😁😁
Hani Ekawati
Aku baru inget, sosok ayahnya Ilona belum dimunculkan ya? kemaren baru diceritakan klo ayahnya pensiunan tentara tapi belum ada muncul ngobrol bareng Ilona. Pengen tau reaksi ayahnya Ilona pas ngeliat si Belang.😂
yutantia 10: Ayahnya sudah meninggal kak.
total 1 replies
Hani Ekawati
Dih dasar buaya 🙄 ngambil kesempatan dalam kesempitan 🙄
Hani Ekawati
Minta maaf yang dimaksud Elang bukan itu, Ilona.
Hani Ekawati
Sekarang kamu bisa lihat kan Lang dampak yang kamu akibatkan dari tabrak lari kamu, selain Ilona kehilangan satu kaki, Ilona juga mengalami trauma berat. Bisa kamu bayangkan Lang bagaimana dampak psikologis Ilona pas awal awal Ilona kehilangan satu kaki.
Hani Ekawati
Ilona mengalami trauma berkepanjangan
Septi
walah... 🤦🏻
Sugiharti Rusli
makanya banyak orang juga terlibat cinlok yah kalo masih pada jomblo sih ga masalah, kalo salah satu atau dua" nya sudsh menikah yang bahaya kan dan terjadi perselingkuhan tuh akhirnya,,,
Sugiharti Rusli
bisa jadi dari sini cinta mulai berkembang pada mereka b-2, jadi istilah dulu 'witing tresno jaranan soko kulino' yah terjadi sama mereka
Sugiharti Rusli
asal jangan nanti dipergoki oleh ibunya Ilona saja tuh mereka,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!