NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Tahu Diri 03

"Pagi sayang?"

"Pagi Mas."

Amar memeluk Farrah dari belakang ketika wanita itu tengah memasak di dapur. Seolah tidak puas dengan apa yang mereka lakukan tadi malam, Amar meraup bibir Farrah sehingga ciuman dalam tak terelakan.

Farrah juga terlena dengan kelembutan bibir dan permainan lidah Amar. Namun suara tangis Afira membuatnya harus mendorong dada Amar. Farrah mendorong lembut suaminya, lalu dirinya melenggang pergi menuju ke kamar dan mengambil sang putri.

"Sayangnya Bunda udah bangun. Haus ya hmmm?"ucap Farrah sambil membawa Afira kedalam pelukannya. Ia lalu duduk di tepi ranjang, menurunkan tali gaun malamnya dan mengeluarkan payuudaranya untuk diberikan kepada sang putri. Dengan lahap, Afira menyedot ASI milik Farrah. Bayi berusia satu setengah tahun itu terlihat mengerjapkan matanya, pertanda bahwa dia tengah senang.

"Aihhh Ayah padahal mah belum beneran puas, Ra. Kamu nyabotase mulu ih,"cibir Amar ketika melihat pemandangan tersebut.

"Kamu mah ada-ada aja, Mas. Oh iya Mas, terus gimana soal Arimbi? Sekarang apa yang harus kita lakukan?"

Wajah Farrah yang sejak tadi bersinar kini tiba-tiba redup ketika membicarakan istri pertama suaminya. Ia sendiri tidak tahu apa yang tengah dipikirkan oleh kepalanya itu, tapi yang pasti saat ini Farrah kebingungan.

Hubungannya dengan Amar yang merupakan suami Arimbi telah diketahui oleh Arimbi. Ada perasaan takut, namun yang paling jelas adalah kebingungan.

Tidak tahu apa yang dipikirkan oleh wanita itu saat menerima ajakan menikah Amar yang jelas-jelas sudah memiliki istri. Atau mungkin, dia tidak peduli terhdap status sang pria karena sudah diliputi dengan hawa nafsuu.

Sangat berdosa ketika seseorang menjadi pengganggu dalam hubungan rumah tangga orang lain. Apalagi Farrah di sini tahu dengan sangat jelas bahwa pria yang mendekatinya dan kini menjadi suaminya adalah pria beristri.

Memang benar, besar kecilnya dosa seseorang itu adalah hak preogratif atau kekuasaan mutlak yang dimiliki oleh Tuhan yang diberikan kepada hambanya. Namun manusia seharusnya juga bisa mengukurnya sendiri atas perbuatan yang dilakukan.

Farrah di sini adalah seroang wanita. Sesama wanita seharusnya lebih tahu dan lebih bisa mengerti, apa itu rasa sakit karena dikhianati. Tapi Farrah sepertinya mengabaikan hal tersebut. Faktanya dia bahagia, menjalani pernikahan tersembunyi dengan pria yang jelas beristri. Ditambah pernikahan mereka sudah berjalan tiga tahun lamanya dan dikaruniai satu orang anak.

"Kamu nggak usah mikirin itu sayang. Soal Arimbi, biar aku yang urus. Kamu hanya perlu jalanin hari kayak biasa aja. Ngurus Afira dengan baik dan yang jelas, selalu cinta sama aku. Udah gitu aja. Ah iya, nggak usah masak. Nanti kita beli aja. Kalau gitu, aku siap-siap ya buat berangkat ke kantor."

"Iya Mas."

Meski Amar berkata demikian. Meski pria itu berkata kepadanya untuk tenang, tapi Farrah tidak bisa bersikap tenang sekarang ini.

Arimbi yang telah mengetahui semuanya, pasti tidak akan tinggal diam. Selintas ada ketakutan yang menghampirinya, ketakutan jikalau nama baiknya mungkin saja akan tercoreng.

"Ah nggak, pasti Mas Amar akan ngurus semuanya dengan baik. Kita nggak perlu khawatir ya, sayang. Semua pasti akan baik-baik saja,"ucap Farrah sembari mencium kening putrinya yang masih terus menyusuu.

Tak lama kemudian, Afira kembali tidur. Sedangkan Amar dan Farrah saat ini sedang menikmati sarapan paginya. Tak banyak yang mereka perbincangkan. Farrah juga tidak menyinggung perihal Arimbi karena Amar sudah berjanji akan mengurus dengan baik.

Drtzzzz

Ponsel milik Amar yang berada di atas meja berbunyi salah satunya. Amar memiliki dua ponsel, dan semuanya selalu dibawa olehnya. Farrah jelas tahu akan hal itu, karena ponsel yang satunya adalah ponsel khusus yang digunakan Amar untuk berkomunikasi dengan dirinya.

Inilah yang tidak diketahui oleh Arimbi. Maka dari itu, Farrah sangat penasaran bagaimana Arimbi bisa mengetahui tentang dirinya dan Amar.

"Siapa Mas?"tanya Farrah ketika Amar tak kunjung menjawab panggilan itu meskipun sudah beberapa kali ponselnya berdering.

"Arimbi, biarin aja,"jawab Amar santai. Dia mengabaikan panggilan dari wanita yang masih berstatus sebagai istrinya. Bagaimana tidak, Amar belum menjatuhkan talak kepada Arimbi sehingga sampai detik ini mereka masih merupakan pasangan suami istri.

Drtzzzz

Lagi, suara ponsel itu berdering. Tapi kali bukan dari ponsel yang tadi melainkan ponsel satunya. Terang saja Amar terkejut, pun dengan Farrah.

Jelas-jelas ponsel satunya hanya diantara mereka yang tahu. Jadi sangat mengejutkan Arimbi bisa menghubungi Amar menggunakan ponsel yang itu.

"Kamu?"

"Kenapa, kaget ya? Haaah nggak usah sok syok gitu. Nggak usah bertanya-tanya tentang gimana aku mendapatkan nomor hape yang kamu pake buat ngubungin gundikmu. Dan seharusnya kamu tahu lah Mas, jika aku udah megang nomor ponsel mu yang ini, maka berarti aku tahu segala hal yang ada di dalamnya. Dah lah, males banget aku pagi-pagi ngomong bajingan kayak kamu dan gundikmu itu. Cepet ke kantor, ada hal penting yang aku kudu omongin. Meski aku males dan jijik buat lihat wajahmu, tapi aku harus ketemu kamu karena aku nggak mau perusahan yang aku ikut membangun di dalamnya hancur. Cepetan, aku nggak punya kesabaran yang luas."

Tuuuuuuut

Setelah mengatakan kepentingan tentang perusahaan namun dilengkapi dengan cacian, Arimbi memutuskan panggilan telepon itu secara sepihak. Arimbi yang bicara tanpa filter itu, cukup membuat wajah Amar merah padam karena marah.

Akan tetapi rasa marah yang dirasakan tidak sebanyak rasa cemas dalam hatinya.

Kata-kata Arimbi tadi ada yang Amar garis bawahi, yakni tentang 'isi ponsel' itu benar-benar cukup mengganggunya.

"Mas?" panggil Farrah ketika melihat Amar tengah melamun. Dia bisa melihat raut kebingungan di wajah suaminya tersebut.

"Ada apa?"

"Maaf Far, aku harus buru-buru ke perusahan."

Amar bangkit dari duduknya dan bergegas pergi. Terlihat sekali pria itu terburu-buru dimana hal tersebut cukup membuat Farrah merasa sedih. Pasalnya, Amar tak pernah meninggalkan meja makan dalam keadaan makanan masih banyak di piring. Selain itu, Amar tak pernah lupa mencium kening atau pipi Farrah ketika akan pergi. Tapi pagi ini, Amar melupakannya. Amar melupakan kebiasaan yang selama ini dilakukannya.

"Apa sepenting itu sampai-sampai dia lari tunggang langgang,"gerutunya.

Sebuah rasa cemburu muncul di hatinya. Ya saat ini Farrah merasa cemburu dengan perlakuan Amar yang sangat terburu-buru menemui Arimbi.

Satu lagi, ada hal yang paling mengganjal dalam hati dan pikiran Farrah. Meski Arimbi sudah mengetahui tentang hubungan Farrah dan Amar, tapi Arimbi tidak langsung minta cerai juga talak. Dan sebaliknya, Amar juga tidak langsung menjatuhkan talak kepada istri pertamanya itu.

"Kenapa nggak langsung selesai aja sih. Biar lebih gampang semuanya."

TBC

1
nunik rahyuni
huh....selalu merasa paling benar mak pelakor...
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
dewi rofiqoh
Arimbi 👍 👍
Dew666
🍭🍭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heyyy km itu playing victim bgt sih yg JD korban sebenarnya siapa sih?
I Love you,
😤😤😤😤 onono warek kalakuanya..plakorrrrrr😭😭😡😡😡
I Love you,
anah emang yg pegg nyawa anak loh Arimby?😤😡
Lee Mba Young
Arimbi diam mlh kelihatan sok iyes, hrse mlh gk usah datang lbih bagus.
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
Eni Istiarsi
mungkin maksudnya pemakaman bukan pernikahan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hey,lu tuh ya JD orang g terima takdir padahal tanpa Arimbi ikut campur KLO anak lu dah azalnya y ada yg nolak
Nurminah
jalang menunjukkan kedok busuknya haha
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ka lelayu apa afira sih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: baru paham lelayu itu meninggal
innailaihi wainnailaihi rojiun
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mending g usah dari pada km mlh ditolak dan merasa bahwa km menyindir
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sebenarnya karma tapi NNT dia blng itu kutukan sumpah berasal dari Arimbi
Lela Angraini
haahhh sungguh picik sx kamu farrah,,sungguh farrah pikiranmu
Lela Angraini
khaaaannn bner dugaanku msti di kaitkan sma arimbi.
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
innailaihi wainnailaihi rojiun
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik
Lee Mba Young
lagian ngapain datang, trus di maki maki pelakor berani nglawan balik gk. coba kita lihat arimbi berani nglawan gk 🤣
Tarwiyah Nasa
nah kan kamu di salahin sama para pengkhianat itu Arimbi..
ngapain kamu datang
Shee_👚
kamu pikir itu perusahaan milik amar sendiri, biar nanti kalau arimbi cerai kamu yang nikmati hasilnya??
asal kamu tau bentar lagi juga amar jadi gembel🤣🤣
Shee_👚
mak jleb sekali omongan mba nya, hajar terus laki² pecundang kaya dia hanya bisa mencari kesalahan orang lain tanpa sadar diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!