Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Zhao Xuan melihat sepotong kecil tunas rumput mata harimau yang tidak berbentuk di tangannya. Ia menoleh ke arah adiknya yang gemuk dan bertanya, "A Bao, benda ini.... Kalau di tumis, langsung hilang. Kecil sekali."
"Direbus jadi sup! Rebus jadi sup buat ayah minum." A Bao berlari terpogoh-pogoh, mengambil tunas kecil itu dengan sangat hati-hati, lalu memberikannya pada Wang chunniang dengan sungguh-sungguh, "ibu, rebus jadi sup."
"Baiklah, kita buat sup Untuk ayahmu." jawab Wang chunniang sambil menahan tawa.
Setelah menyerahkan tugas itu kepada Wang chunniang, A Bao menarik Jiang Ting untuk bermain ketepel kecilnya. A Bao sangat payah bermain ketepel. Meskipun Zhao Heng menyuruhnya berlatih menembak bola lumpur setiap hari, ia selalu meleset.
" Kakak kecil, kamu coba! "A Bao mendesak Jiang Ting untuk bermain.
Ternyata.... Jiang Ting selalu tepat sasaran.
Suara sorakan A Bao pun terdengar sampai ke telinga Zhao Heng. Zhao Heng memijat pelipisnya. Alat apa lagi yang harus ia buat agar A Bao punya kemampuan membela diri?
" Kakak ipar, besok ada pasar besar Qiao, beberapa hari ini aku membuat beberapa sepatu kecil. Aku ingin mencoba membuka lapak dan menjualnya, lumayan bisa dapat sedikit uang," kata Lin Xiang sambil mencuci sayuran di dapur.
Wang chunniang langsung berbalik menghadap Lin Xiang. Lin Xiang melihat wajah Wang chunniang yang agak serius, ia jadi merasa tidak enak, tidak tahu apakah ia mengatakan sesuatu yang salah.
"Ah Xiang, kamu harus lebih memperhatikan kesehatanmu, jangan terlalu memaksakan diri. Jiang Ting tidak akan pergi, tenang lah." Wang chunniang mengusap kepala Wang chunniang, "saat masa paling sulit pun kita berhasil melewatinya, kan? "
Mata Lin Xiang sedikit memerah. Ia mengangguk.
" Pasar besar Qiao itu sangat ramai, kamu pasti belum pernah ke sana. Besok, setelah selesai menjuak sepatu, ia keliling-keliling sebentar. Sebentar lagi cuaca akan semakin panas " Wang chunniang tersenyum, lalu melemparkan tunas kecil yang menyediakan itu kedalam air untuk direbus jadi sup.
Orang dewasa punya pikiran masing-masing, tetapi anak-anak, tentu saja hanya A Bao yang merasa sangat gembira.
Mendengar akan pergi ke pasar besok, A Bao sangat senang. Malam harinya ia mulai berulah.
Saat Wang chunniang dan Zhao Heng sedang berbicara, terdengar ketukan di pintu. Wang chunniang membuka pintu, dan A Bao berlari tap tap tap masuk sambil membawa bantal kecilnya, lalu langsung memanjat naik ke atas kang.
" A Bao, ada apa? "Wang chunniang mengangkat si kecil ke Atas kang.
A Bao Langsung memeluk Wang chunniang. Mendongakkan kepala kecilnya ke arah ibunya, "ibu, aku... Aku tidak mau pakai sepatu jelek lagi."
"Tapi kamu suka bergerak, sepatu bagus akan cepat rusak dalam beberapa hari," Wang chunniang merapikan kuncir rambutnya sambil tertawa.
"Tapi... Tapi bukannya ibu sudah membelikan ku beberapa pasang sepatu bagus? Yang dibeli di kota itu." A Bao belum sempat sering memakainya, kalau tidak segera dipakai, kakinya akan keburu membesar.
"Ibu khawatir," Wang chunniang memeluk si kecil dan menjelaskan dengan serius. "Ibu khawatir sepatu itu terlalu mencolok. Kalau kamu pakai keluar, bagaimana kalau nanti ada yang menculikmu lagi?"
Itulah mengapa Wang chunniang jarang membelikannya baju yang terlalu cantik, kalau pun di beli, hanya boleh di pakai di dalam rumah tidak boleh dibawa keluar.
"Baiklah, kalau begitu aku maafkan ibu," A Bao mengangguk-angguk tampak setengah mengerti.
" Besok pagi kita pergi ke pasar, sorenya kita naik gunung, "kata Zhao Heng tiba-tiba dari samping.
"Bukankah kita sudah menanam banyak tanaman? Kenapa masih harus naik gunung?"A Bao yang tidak bisa diam kembali memanjat punggung Zhao Heng.
Pemandangan ini, sebelumnya, mustahil di bayangkan oleh Wang chunniang.
Bahkan Zhao Xuan pun tidak pernah memanjat punggung ayahnya.
Zhao Heng berkata tanpa ekspresi, "mencari hutan untuk melatihmu. Saat ini, kamu hanya punya satu keunggulan:Lari cepat."
"Selain lari cepat,sisanya kamu tidak punya otak,tenaga mu juga tidak cukup kuat,"Zhao Heng menghitung kekurangannya satu per satu.
" Huuuh,aku tidak mau bicara lagi dengan ayah,"A Bao menyundul punggung Zhao Heng,lalu dengan cepat memeluk bantalnya dan turun dari kang untuk pergi.
"Suamiku,apa kau mau melatih A Bao sama seperti kau melatih xuan'er dulu? Dia kan anak perempuan...." Wang chunniang sedikit ragu.
"Dunia ini tidak akan memberinya perlakuan khusus hanya karena dia anak perempuan, chunniang,jangan terlalu berhati lembut,"kata Zhao Heng.
***
Keesokkan harinya,di pasar besar Qiao.
Lin Xiang sudah selesai mengemasi semua sepatu kecil yang ia buat,termasuk beberapa Dudou (rompi perut) sederhana. Polanya sangat cantik,dan selamanya juga mahir. Jiang Ting dengan sigap mengambil salah satu bungkusan kecil itu untuk membantunya membawa.
"A Ting,biar bibi saja yang bawa," kata Lin Xiang merasa kasihan.
" Bibi Xiang,aku tidak lelah,"jawab Jiang Ting. A Bao berjalan santai di belakang mereka tanpa membawa apa-apa.
pasar itu sangat ramai. Lin Xiang memilih tempat yang sangat strategis. Karena baju dan sepatu buatannya sangat indah,dengan perpaduan warna dan pola yang jarang terlihat. Ditambah lagi,Lin Xiang adalah orang yang sangat teliti. Untuk sepatu yang harganya agak mahal atau Dudou anak-anak,ia membungkusnya dengan kantong kain sederhana. Alhasil,bahkan sebelum pasar mencapai puncak keramaian,dagangannya sudah laku habis. A Bao duduk di samping,membantu menjaga kotak uang. Sementara Jiang Ting membantu menghitung dan mencatat.
Meski baru berusia lima tahun,hitungan Jiang Ting sudah sangat akurat.
"Baiklah, baiklah,sekarang kita pulang dulu mengantar barang-barang ini,lalu kita kembali lagi ke sini untuk jalan-jalan,setuju anak-anak?" kata Wang chunniang kepada anak-anak.
Dalam perjalanan pulang untuk mengantar barang-barang, keramaian sudah mulai bertambah. Karena ini adalah pasar terbesar di daerah situ,banyak sekali orang. Wang chunniang dan Lin Xiang berjalan di depan dan belakang untuk mengawasi anak-anak.
Meskipun Jiang Ting terlihat lebih kurus dari A Bao,ia terus menerus melindungi A Bao dari belakang. namun saat berjalan, A Bao tiba-tiba menarik tangan Jiang Ting dan berkata dengan suara pelan,"kakak kecil,peluit ku... peluit ku hilang. Ini hadiah dari ayah..."
Mendengar itu, Jiang Ting segera berbalik dan mulai mencari bersama A Bao.
Tak lama kemudian,semua orang menyadari A Bao dan Jiang Ting sudah menghilang dari pandangan.
Padahal mereka berada tepat di depan mata. ketika Wang chunniang berbalik dan tidak melihat kedua anak itu,jantungnya hampir copot.
"Xuan'er,kamu di belakang,apa tidak lihat mereka pergi kemana? kita harus segera mencari." Wang chunniang sebenarnya ingin menyalahkan Zhao Xuan,tapi saat ini yang paling penting adalah menemukan anak-anak,jadi ia menahan diri untuk tidak memarahi dan hanya bergegas mencari.
Pada saat seperti ini, Zhao Heng tidak bisa membantu banyak,tetapi ia tidak meninggalkan pasar. Ia teringat,ia pernah menggantungkan peluit di leher A Bao,dan menyuruhnya meniup peluit jika ada masalah.
Meskipun A Bao tidak bisa memanggil hewan yang hebat,peluit itu setidaknya akan membantu Zhao Heng mendengar dan menentukan arah.
Namun, setelah mencari ke seluruh pasar,mereka tidak menemukan kedua anak itu. Jangankan suara peluit,bahkan...tidak ada satu pun jejak yang tersisa.
"Tidak ada satu pun petunjuk yang di tinggalkan,pasti mereka di culik orang..."