Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengikuti
Setelah menikmati makanannya, Kemudian Tio Buki membayar dan segera pergi dari tempat tersebut.
Dia berkelebat dari pucuk pohon kepohon mengikuti arah perjalanan empat orang itu. Setelah berjumpa sebuah sebuah gunung yang banyak ditumbuhi berbagai macam pohon didalamnya.
Tiba-tiba keempat orang itu bertemu dengan seorang memakai topeng babi, perjalan mereka langsung terhenti.
Tio Buki melihat itu dari atas pucuk pohon, seraya duduk dengan tenang tanpa menimbulkan suara.
"Siapa kau, kenapa menghadang perjalan kami?" Tanya Salah satu pemuda dari rombongan itu dengan suara lantang.
Sosok itu tetap diam seraya terus memperhatikan kearah seorang gadis cantik diantara empat orang itu.
"Apa kau ingin mati, cepat segera entah dari hadapan kami. Jika tidak, maka kuda kami ini yang akan menamatkan perjalan hidupmu" Ucap salah satu pemuda yang berada didepan.
Tetapi sosok itu hanya diam saja, sedikitpun tidak beranjak dari tempatnya. Ketika kuda hampir menabraknya. Sosok itu melayang ke udara dan kaki kanannya mengarah ke dada pemuda yang hampir menabraknya.
Tapi pemuda itu menahan tendangan itu dengan tangannya, hingga membuatnya terlempar dan jatuh dari atas kuda.
Tendangan yang dipenuhi oleh tenaga dalam begitu kuat, tak sanggup dibendung. Terdengar suara rintihan dan erangan kesakitan dari mulut pemuda itu.
"Ahhh.. Tanganku, tanganku" Jerit kesakitan dari pemuda itu seraya memegang tangannya yang patah.
"Koko, Han Tan!" Teriak Adik seperguruannya yang bernama Sui Cin, lalu dia mencabut pedang dan menyerang kearah sosok bertopeng babi itu.
Cringgg...
Mata sosok bertopeng babi itu berkilat tajam melihat gadis cantik menyerang kearahnya. Belum sempat gadis cantik itu mengayunkan pedangnya.
Sosok pemuda telah mendahuluinya dan menghentikannya.
"Adik Sui Cin, kamu tolong Koko Han Tan biar aku saja yang menghadapi orang itu" Perintah Bai Sing.
Diatas pucuk pohon, Tio Buki terus memperhatikan setiap detail peristiwa yang sedang terjadi tidak jauh dari tempatnya saat ini. Dia tidak berani ikut campur dan masih memantau.
Bai Sing menyerang kearah sosok bertopeng babi itu dan pedangnya mengarah ke titik penting ditubuh lawannya.
Dengan ilmu pedang petir warisan gurunya, setiap pedang itu bergerak menimbulkan detak derai petir kesegala arah. Tapi lawannya begitu mudah menghindarinya.
Hingga dua puluh jurus telah terlewati, tapi sampai sejauh itu pedangnya belum mampu menyentuh, apa lagi melukai tubuh lawannya.
Hingga memasuki jurus ketiga puluh, lawannya membuat gerakan begitu aneh. Tubuhnya tiba-tiba berpusing sangat cepat dan tiba tiba terdengar suara keras
Bam ...
Krakkk!
"Ahhhh....!"
Suara keras itu terdengar berasal dari mulut Bai Sing dan tubuhnya ambruk jatuh ketanah dan tidak bergerak lagi.
Kakak seperguruan Bai Sing!" Teriak Su Kong berlari kearah tubuh Bai Sing yang tidak bernyawa lagi.
"Arrrrgh! Kubunuh kau setan laknat, berani benar kau bunuh Koko Bai Sing" Teriaknya seraya melesat selarik sinar cahaya berwarna kuning dari telapak tangannya langsung diarahkan ke tubuh sosok bertopeng babi itu.
"Hahaha. Hahaha"
Sosok itu hanya tertawa terbahak-bahak dan perut buncitnya bergoyang-goyang. Dia malah terus tertawa tanpa menghiraukan sesuatu telah mengancam nyawanya.
Ketika sinar berwarna kuning itu mengenai tubuhnya, tidak terjadi apa-apa dan dia hanya mengibas jubah berwarna hitamnya saja.
"Ck CK Ck. Luar biasa, luar biasa tubuh orang itu" Gumam pelan Tio Buki memuji. Dia masih terus memantau dari tempatnya.
Bersambung ke episode selanjutnya.....