NovelToon NovelToon
Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintapertama / Obsesi / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Along Pee

Follow Ig Author, @Alongpee_08


Yaren Motan, 25 tahun. Telah dengan berani mengajak seorang pria untuk menikah dengannya, gara-gara perjodohan sialan yang akan dilakukan orang tuanya, dirinya rela merendahkan diri di hadapan seorang pria asing malam itu.

"Apa kau pikir aku lebih baik darinya?" tanya Ayaz. Pria yang diselamatkan oleh Yaren saat dikejar oleh banyaknya manusia dengan senjata tajam.

"Setidaknya, saat kita menikah nanti kita bisa bercerai kapan saja!" ucap Yaren.

"Deal!"

"Aku tidak janji, jika aku tidak datang besok kau menikahlah dengannya..." ucap Ayas kemudian membuka pintu mobil untuk segera turun.

"Ayaz sialan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Along Pee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau iblis, Ayaz!

“Itu salahmu!” ucap Marco tegas. Orang suruhannya baru saja datang sehabis menemui Ayaz, mengadukan segala yang dilakukan Ayaz padanya.

“Kau tau betapa brutalnya dia?” tanya pria paruh baya itu.

“Aku cukup mengenalnya, waktu tiga tahun rasanya cukup untuk mengenali karakternya.”

“Dia benar-benar keparat!”

“Kalau Ayaz keparat, lalu kau apa? Menggoda miliknya!” berang Marco.

“Oh, ternyata tidak seperti dugaanku, kau ternyata sudah tau mengenai seorang wanita yang sedang disembunyikan Ayaz.”

“Aku mengenal Ayaz, dia bisa bersikap profesional!” sahut Marco.

“Cinta? Heh, masih adakah cinta untuk bajingan seperti kalian, dia ataupun kau sama saja Tuan Marco, tidak akan menekukkan lutut hanya untuk makhluk yang bernama wanita.”

“Cinta atau tidaknya Ayaz terhadap wanita itu, itu sama sekali bukan urusanku! Kau dan Ayaz sama-sama orangku, namun pikirkan apa yang sudah kau berikan padaku, kau mengabdi tidak kurang dari sepuluh tahun, namun tidak bisa menandingi betapa mahalnya kontribusi Ayaz terhadap bisnisku!” tantang Marco.

“Keparat, sialan! Kau meremehkanku!”

“Aku berbicara hal yang nyata, di depan mata, aku... Benarlah seorang bajingan, dan seorang bajingan sepertiku tau siapa yang pantas berada di sisiku! Kalau kau jadi Ayaz, mungkin kau tidak akan menyia-nyiakan wanita itu, mengikuti nafsu, bahkan mungkin kau sudah bertekuk lutut di hadapannya, menjadikannya ratu di kerajaanmu, kau tau? Itulah yang membedakan kau dan Ayaz.”

“Cukup, Tuan Marco! Kau menghinaku!”

“Aku tidak menghina, namun jika kau merasa ini sebuah penghinaan, mungkin kau memang pantas mendapatkannya.” Sindir Marco.

Ada persamaan antara Marco dan Ayaz, keduanya sama-sama sulit ditaklukkan.

“Pergilah!” usir Marco.

“Apa Ayaz menyuruhmu untuk beristirahat? Sepertinya aku harus mempertimbangkan sarannya, mulai sekarang, jangan lagi kau tampakkan wajah tololmu itu di hadapanku!”

“Kau...”

“Sebuah pengampunan jika kau berniat untuk beranjak sendiri menuju pintu keluar!” usir Marco sekali lagi.

“Sialan!” umpat pria tua itu pelan, meski ingin marah dan berniat mencabik-cabik mulut sampah Marco, namun urung dirinya lakukan, sadar kalau dirinya tidak akan mampu untuk melawan seorang Marco Arash.

...***...

Yaren mengedarkan pandangannya, dilihatnya samar ruangan yang tak asing baginya.

Kamar Ayaz, dirinya sudah berada di kamar Ayaz, entah apa yang terjadi hingga dirinya bisa berada di sini?

“Kau sudah bangun?” tanya Ayaz, pria itu menatap tajam ke arah Yaren.

“Mengapa kau menyelamatkanku?” tanyanya, hal yang sangat mengganjal di hatinya, sebenarnya Yaren sudah tau jawaban dari pertanyaannya itu, tentulah perihal hutang yang tidak ada habisnya, namun entah mengapa Yaren ingin sekali bertanya dan berharap ada alasan lain yang lebih kuat supaya Yaren bisa berbalik lagi menganggap Ayaz adalah orang baik.

“Pertanyaan itu, sudah berapa kali kau ajukan padaku!”

“Apa jawabannya masih sama?”

“Kau mau aku menjawabnya bagaimana? Tidak ada hal yang masuk akal selain karena hutangmu yang sudah mulai menggunung, fokuslah untuk mencicilnya, aku bukan jasa Bank negara yang jika kau mati maka aku harus merelakan segala hutangmu, aku tidak semurah hati itu kau tau!” sindir Ayaz.

Yaren menunduk dalam, kepalanya terasa berat, belum lagi ocehan Ayaz tentang hutang, kalau saja kepalanya bukan buatan Tuhan maka dipastikan benda itu sudah hancur berkeping-keping.

Ayaz mendekat, namun Yaren refleks menjauh, setiap tindakan Ayaz saat mendekatinya, mengingatkannya pada kejadian tadi pagi, di mana Ayaz yang hampir saja merenggut kesuciannya.

“Kau... Mau apa?” tanya Yaren.

“Menurutmu?”

“Jangan Ayaz... Aku mohon jangan!” Yaren beringset mundur, level waspada takut Ayaz melakukan lagi padanya.

Tangan Ayaz terulur mengenai kening Yaren, mengecek kondisi wanita itu.

“Kau sudah sembuh ternyata!” ucap Ayaz lega.

Tadi, sekitar dua jam yang lalu, Ayaz kembali memilih untuk peduli pada Yaren, pria itu memutuskan untuk mencari Yaren, dan menemukan wanita itu sedang tertidur bersandar pada sebuah pohon besar.

Keringat dingin membasahi wajah dan hampir seluruh badan Yaren, Ayaz yakin sekali wanita itu pasti mengalami demam akibat kelelahan.

Ayaz kemudian menggendong Yaren ala bridal style , membawa wanita itu menuju rumah.

“Sembuh? Memangnya aku kenapa?” tanya Yaren.

“Kau demam!” jawab Ayaz, pria itu bangkit menuju kotak P3K, mengambil obat untuk diberikan pada Yaren.

Yaren melirik wadah air yang berisikan kain perca di atas nakas, mungkinkah Ayaz yang merawatnya tadi? Pikir Yaren sulit mempercayai.

Mengambil beberapa obat tablet dan memberikannya pada Yaren, “Minumlah, kau akan lekas membaik!” titah Ayaz sembari memberikan satu gelas air.

“Terima kasih!” ucap Yaren.

“Terlalu bersemangat, masih banyak hal yang harus kita lakukan, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah Nona!” ucap Ayaz yang lagi-lagi tanpa perasaan.

“Ayaz...” seru Yaren.

“Hemmm, kenapa? Tenang saja, aku masih punya belas kasih, jika kau belum pulih aku tidak akan melakukannya.”

“Ayaz, bisakah kita tidak membahas hal semacam itu? Aku sungguh menganggapmu sebagai orang baik jika kau tidak melakukannya, atau paling tidak jadikan aku istrimu.” Pinta Yaren lagi mencoba bernegosiasi.

“Kau sungguh ingin menjadi ratu di rumah ini?” tanya Ayaz mulai serius.

“Aku baru bisa menyerahkan diriku jika kau setuju untuk menikahiku!” ucap Yaren, entahlah dirinya juga tidak yakin akan perkataannya, namun bagai tidak punya pilihan lain.

“Hahahaha,” gelegar tawa terdengar menyeramkan, Yaren menunduk dalam, sekali lagi apa yang dipinta oleh Yaren bagai sebuah permainan menurut Ayaz.

“Kau terlalu percaya diri Nona!”

Yaren menghapus air matanya, percuma saja, Ayaz sungguh benar berhati batu.

“Kalau kau bisa memuaskanku, mungkin aku akan berubah pikiran, dari pada meminta aku menikahimu, lebih baik kau tunjukan kemampuanmu, mungkin bisa kita mulai dari melakukan hal gila di sekitar sprei, aku akan menunggu hari itu tiba!” ucap Ayaz dengan seringainya.

“Ayaz, begitu rendahkah aku di matamu!” teriak Yaren, sungguh demi apapun Yaren sangat ingin meluapkan emosinya.

“Ku anggap kau sudah lebih baik karena telah dengan berani meneriakiku!” ucap Ayaz tidak kalah tegas.

“Kau sungguh menganggap aku sebagai jal*ng, lac*r, hingga kau mempermainkan perasaanku, hingga sebuah kesucian tidak berarti apapun di sini!”

“Kau iblis Ayaz, aku tidak percaya kau sejahat ini!”

“Sudah kukatakan Nona, hari ini, bukan saatnya kau mengeluh! Hari itu, hari di mana kau diberikan dua pilihan, namun dengan begitu yakin kau memilihku, seorang pria yang baru saja kau kenal, jadi bukan aku yang memilihmu, tapi kau lah yang mendatangiku.”

“Ayaz, bisakah kau punya hati sedikit? Aku wanita, pikirkan perasaan Ibumu, kau tentu punya seorang Ibu kan, seorang wanita yang begitu kau sayangi.” Tanya Yaren pelan.

“Plaakkk!” sebuah tamparan mendarat lagi di pipi Yaren.

“Kau tidak berhak menyinggung pribadiku!” ucap Ayaz dingin.

“Ayaazz!”

“Aku bisa melakukan apapun terhadapmu, jika kau menginginkan hidup tenang, maka mulai sekarang jadilah penurut!” ucap Ayaz.

“Kau... Kau tidak punya hati.”

“Aku bukanlah orang baik Yaren, sejak awal aku sudah mengatakan padamu bahwa aku bukanlah orang baik, lalu di mana kesalahanku, bukankah benar jika aku katakan, aku tidak pernah berbohong mengenai diriku!”

Bersambung...

...Like, koment, and Vote !!!...

 

1
Cica Kosmetik
Luar biasa
Dewi Soraya
aduh ayas yg slh tu marco krn marco yg membuka aib ibumu didpn sian n mukulin sian hingga sian tw ibumu udh hamil ank marco mkny sian blsny ke u
Dewi Soraya
hrse ayas tw n dy yg mulai dluan
Erni Cahaya Nst
br ngikut lanjut thor smangat
Farizagam
bagus
Nurma sari Sari
aku suka banget ceritanya sampai akhir, tapi masih gantung gk tau anak Ayaz sama yaren laki2 atau perempuan
Nurma sari Sari
aduh penasaran....bayinya laki2 atau perempuan ????
Nurma sari Sari
Rymi yg tinggal dikota aja begitu paniknya saat melahirkan, gimana dgn Yaren yg tinggal ditengah hutan saat akan melahirkan, apalagi yg jauh dari sinyal untuk menghubungi Marco 🤦
Nurma sari Sari
😭😭😭😭
Nurma sari Sari
kasihan yaren 😢😢😢
Nurma sari Sari
ada2 aja baru kali ini seorang kriminal di dukung untuk keselamatannya agar terlepas dari jerat hukum oleh para readers 🤭😀
Nurma sari Sari
tamat sdh riwayat amla
Nurma sari Sari
kasihan juga sebenarnya Donulai
Nurma sari Sari
Rymi memang kriminal yg cerdas dan pembunuh berdarah dingin
Nurma sari Sari
tadi yaren bilang waktu Ayaz cemburu sama dokter Amri yaren menjelaskan kalau dokter Amri itu saudara dari mendiang ibunya dan kak Jovan tau juga dgn dokter Amri, kenapa sekarang malah yaren bilang lagi ke Ayaz kalau kak Jovan GK tau sama dokter Amri. gimana sih yg benarnya, bingung aku 🤦🤔🙄
Nurma sari Sari
ibu hamil memang begitu, mudah ngambek, perasaan sering berubah2, minta selalu diperhatikan, GK mau jauh dari suami, kalau bisa suami GK usah kemana2 maunya dekatan terus, tapi ada juga, kalau suami ada diajak berantem Mulu, tapi kalau suami keluar dari rmh, malah di cari disuruh pulang, tar sdh sampai rumah diributin lagi, ya begitulah bumil angin2n susah dimengerti maunya, sabar ya Sam...
Nurma sari Sari
aaaaaah......maunya dokter Amri sama Camir, kenapa sama kuda nil
Nurma sari Sari
Rymi gengsinya tinggi banget, malu tapi butuh 🤭
Nurma sari Sari
apakah Ayaz nantinya akan mati....???? meninggalkan yaren dlm keadaan hamil untuk memberikan kenang2n seorang anak buah cinta kasih mereka suatu saat nanti. Aaaaaah..... GK seruuuuu !!!!! 😢😢
Nurma sari Sari
aku padamu Ilham 👍🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!