NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAH!

"Kamu harus mau! Kalau kamu nggak mau, Bapak akan mencarikan pria lain," ancam Bapak Hilman.

Arsen menatap lembut sang pujaan hati, "Kita nikah hati ya ya, siri dulu nggak apa-apa. Besok aku akan langsung daftar pernikahan kita, aku akan tinggal di sini dulu sampai urusan pendaftarannya selesai," ucap Arsen yang begitu lembut.

Pak Aldi dan Ibu Mutia pun sampai tidak percaya melihat putranya yang biasa cuek dan datar, kini bersikap begitu lembut bahkan sering tersenyum pada Aira.

​"Percaya sama aku, Ra," bisik Arsen pelan, nyaris tak terdengar oleh yang lain.

​Melihat keteguhan putranya, Pak Aldi akhirnya menghela napas panjang dan mengangguk, disusul oleh senyum pasrah namun penuh dukungan dari Ibu Mutia. Jika ini adalah jalan yang harus ditempuh Arsen untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya, maka mereka sebagai orang tua akan berdiri paling depan untuk mendukungnya.

​"Baik, jika itu yang kalian inginkan. Hari ini, anak saya Arsen akan menikahi Aira secara agama terlebih dahulu. Namun, jangan dikira kami melarikan diri dari hukum negara. Besok pagi, tim legal saya didampingi Arsen sendiri yang akan mengurus seluruh berkas ke KUA agar pernikahan ini tercatat resmi secara hukum negara sesegera mungkin," ucap Pak Aldi.

​Mendengar perkataan Pak Aldi, Pak De Karwo dan Bapak Hilman sempat tersentak kikuk. Namun, rasa puas karena merasa telah menang mengalahkan rasa takut mereka.

​"Bagus! Kalau begitu, biar saya yang panggil Modin (penghulu desa) dan saksi sekarang juga!" seru Pak De Karwo dengan semangat yang menggebu-gebu, segera melangkah keluar rumah tanpa memedulikan suasana hati Aira dan Ibu Astri yang masih dilingkupi keharuan yang menyesakkan.

​Hanya butuh waktu kurang dari dua jam bagi Pak De Karwo untuk membawa seorang penghulu desa dan beberapa tokoh masyarakat sebagai saksi, berita tentang lamaran Aira langsung menyebar seperti api di atas jerami kering.

Di luar halaman rumah, para tetangga, termasuk Bu Romlah dan Bu Darmi sudah berkerumun, memandang takjub pada mobil mewah Arsen dan kasak-kusuk tentang pernikahan yang terkesan mendadak ini.

​Di dalam ruangan yang sempit, suasana khidmat mulai merayap menggantikan ketegangan tadi. Sebuah meja kayu kecil diletakkan di tengah-tengah tikar anyaman. Arsen duduk berhadapan dengan Bapak Hilman yang akan bertindak sebagai wali nikah, sementara sang penghulu berada di antara mereka.

​Aira duduk sedikit di belakang Arsen, berdampingan dengan Ibu Astri yang terus menggenggam tasbih, air matanya tak henti-hentinya menetes memanjatkan doa untuk kebahagiaan putri sulungnya.

​"Nak Arsenio Erlangga Putra," suara Pak Modin beralih memecah keheningan, menjabat tangan Arsen dengan mantap.

"Apakah sudah siap?"

​"Siap, Pak," jawab Arsen, suaranya terdengar begitu tenang, tanpa keraguan sedikit pun.

​Bapak Hilman kemudian menjabat tangan Arsen, memosisikan diri sebagai wali. Kalimat saktah khutbah nikah mengalun, menggetarkan dinding-dinding bambu rumah itu.

​"Saudara Arsenio Erlangga Putra bin Maldini Erlangga, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya, Aira Kirana binti Hilman, dengan mas kawin seperangkat alat salat dan perhiasan emas tiga puluh gram dan uang tunai lima juta rupiah dibayar tunai."

​Arsen menarik napas dalam, menjabat tangan Bapak Hilman dengan cengkeraman yang kuat dan tegas.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Aira Kirana binti Hilman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" ucap Arsen dalam satu tarikan napas yang mantap, lantang, dan berwibawa.

​"Bagaimana para saksi? Sah?"

​"SAH!"

​Kata 'sah' yang menggema di dalam ruangan itu seketika meruntuhkan seluruh beban yang menggelayuti pundak Aira. Isak tangis Aira pecah, namun kali ini bukan karena rasa sakit atau frustrasi, melainkan karena rasa syukur yang teramat dalam. Semburat mendung di atas kepalanya seolah sirna dalam sekejap, digantikan oleh berkas cahaya baru yang dibawa oleh temannya, pria yang dulu dianggapnya sedingin es.

​Arsen memutar tubuhnya, menatap Aira yang kini resmi menjadi istrinya. Ia mengulas senyum tipis, senyum tulus yang hanya ia dedikasikan untuk Aira. Diulurkannya tangan kanannya, yang langsung disambut oleh Aira. Aira mencium punggung tangan suaminya dengan takzim, merasakan kehangatan mutlak yang kini menjadi haknya.

​Setelah doa selesai dipanjatkan, Ayah Aldi dan Ibu Mutia segera mendekat. Ibu Mutia memeluk Aira erat-erat.

"Selamat datang di keluarga kami, Aira. Sekarang, kamu tidak perlu takut lagi. Ada Arsen yang akan menjagamu," bisik Ibu Mutia lembut.

Air mata Aira menetes ke atas kemeja batik merah maroon milik Arsen saat suaminya itu merengkuh bahunya lembut setelah prosesi doa selesai. Di sudut ruangan, Pak De Karwo dan Bapak Hilman tampak berbisik-bisik, melirik ke arah Ayah Aldi seolah sedang menghitung keuntungan yang bisa mereka raup dari besan kaya raya ini.

​Namun, Ayah Aldi bukanlah pengusaha yang naif. Beliau berdiri, membetulkan letak kemejanya, lalu menatap kedua pria paruh baya itu dengan pandangan yang membuat senyum serakah mereka langsung membeku.

Setelah semua orang pergi dan menyisakan keluarga saja, Ayah Aldi menghampiri Bapak Hilman dan Pak De Karwo.

​"Urusan akad sudah selesai. Seperti janji saya, besok tim legal kami akan mengurus administrasi negara, dan karena Aira sudah sah menjadi istri Arsen... Mulai detik ini, Anda berdua tidak punya hak lagi untuk mencampuri urusan hidup Aira, ibunya, maupun mengatur-atur apa yang harus Aira lakukan," tukas Ayah Aldi tanpa basa-basi.

"Pak Aldi, nggak bisa begitu. Saya ini orangtuanya Aira dan saya berhak atas hidup Aira, karena sekarang Arsen sudah menikah dengan Aira. Jadi, saya minta uang 20 juta," ucap Bapak Hilman tanpa malu.

"Benar, Arsen. Bapak mertua kamu ini sudah merestui kamu, masa kamu nggak mau ngasih sih," ucap Pak De Karwo.

​Mendengar nominal dua puluh juta rupiah yang meluncur begitu saja dari mulut Bapak Hilman, atmosfer di dalam ruangan yang sempat menghangat pasca-akad seketika anjlok ke titik beku, rahang Arsen mengeras dan genggaman tangannya pada jemari Aira semakin mengetat.

​Aira sendiri merasa dunianya seolah runtuh untuk kesekian kali. Rasa malu yang teramat sangat menjalar hingga ke dadanya, membuat napasnya sesak. Di depan mertuanya yang terhormat, Ayah kandungnya sendiri menadahkan tangan layaknya seorang pedagang yang sedang menagih sisa pembayaran barang serahan.

​"Bapak... cukup, Pak! Bapak nggak malu ya sama keluarganya Arsen," suara Aira bergetar hebat, air matanya kembali luruh.

​"Kamu yang diam, Aira! Bapak ini cuma minta hak Bapak sebagai orang tua yang sudah membesarkanmu!" bentak Bapak Hilman tanpa memedulikan tatapan tajam dari Ayah Aldi.

​Ayah Aldi melangkah maju, menghalangi pandangan Bapak Hilman dari Aira. Senyum yang sedari tadi menghiasi wajah pengusaha besar itu kini lenyap, digantikan oleh ekspresi dingin seorang pria yang telah kenyang menghadapi berbagai intrik di dunia bisnis.

​"Dua puluh juta?" Ayah Aldi terkekeh, namun suara tawanya terdengar sangat mengintimidasi.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!