Namanya Cecilia.
seorang gadis muda cantik yang kehidupannya di suguhi oleh kerasnya hidup.
Ayahnya seorang pengangguran dan pemabuk berat setelah bisnisnya gagal lalu meninggalkan banyak hutang, sedangkan Ibunya hanya bekerja di salon sebagai tukang cuci handuk.
Cecilia sama seperti gadis lain di usianya yang masih membutuhkan cinta dari orang tua, ingin punya banyak teman, nongkrong di tempat-tempat hits.
namun.....
Itu semua hanya dalam lamunan Cecilia,karna dia harus menopang perekonomian keluarganya dengan bekerja.
Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan besar yang akan menyelamatkan kehidupan Cecilia dan merubah takdirnya.
Yuk ikuti kisah Cecilia.
selamat membaca ❣️
Author sediakan gambar untuk membantu kalian menghayati ceritanya ❣️
jangan lupa dukung author dengan
like,rate,vote dan komentar nya ya
❣️❣️❣️❣️❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rherhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Ramalan cuaca hari ini akan terjadi hujan, dan akan terasa dingin diluar"
Terdengar pembaca berita membaca tentang ramalan cuaca pagi ini dari televisi rumah sakit. Cecilia melihat keluar jendela dan benar saja angin yang terasa kencang menggoyangkan pohon-pohon kekiri dan kekanan serta langit yang sudah nampak mendung dan berat seakan ingin menumpahkan begitu banyak air.
"Ce.... Pergi kerja bawa payung Ce!! Katanya bakalan hujan"
Kata Ibu Cecilia menyuruhnya untuk membawa payung.
"Gak usalah bu!! Repot kalau harus bawa bawa payung, paling nanti cerah lagi"
Kata Cecilia tidak memperdulikan cuaca dan dengan percaya diri pergi tanpa membawa payung lalu bejalan cepat berangkat ke tempat kerjanya.
Lagi lagi dan lagi Niko berangkat kerja dengan lingkaran hitam di sekeliling matanya yang lebih besar dari sebelumnya.
"Pak.. Matanya kenapa ada mata panda"
Tanya Bram yang tiba tiba sudah berada di dalam ruangan Niko saat seketika ia baru saja membuka pintu ruang kerjanya. Bram adalah sekretaris pribadi Niko sekalian orang kepercayaannya, dia juga adalah sahabat Niko mulai dari Sekolah Dasar, Bram tidak memiliki Ayah lagi dan hanya tinggal dengan Ibunya, Bram bukan berasal dari keluarga kaya, oleh sebab itu Niko memperkerjakannya di perusahaannya. Bram baru saja pulang dari luar negeri mewakili Niko mempresentasikan tentang Cafe nya yang akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan gerai makan yang terkenal di luar Negri.
"Hei.. Bram!!! Sejak kapan disini?"
Tanya Niko melihat Bram yang sudah terlebih dahulu duduk di ruangannya
"Baru nyampe hari ini. Tumben kamu datang agak siangan?? Mata juga begitu ada lingkar hitamnya!!hahaha... Baru di tinggal sebulan kayak udah di tinggal berjuta Tahun!! Emangnya kamu ngerjain apa sampe harus gak tidur??"
Tanya Bram tertawa melihat Niko.
"Ah.... Bram!!! Baru baru ini kepikiran cewek terus Bram!!"
Jawab Niko sambil menempelkan masker di matanya untuk mengurangi lingkar hitamnya.
"Cewek??? Demam ya kamu?? Apa masih tidur makanya ngigo??"
Tanya Bram tidak yakin sambil memegang kening Niko.
"Beneran lah Bram!! Untuk apa juga bohong?? Kalau dengan membohongimu bisa buat tu cewek balas perasaan aku ya enak menguntungkan!! Ini gak ada untungnya. "
Jelas Niko menyingkirkan tangan Bram dari keningnya.
"Cewek mana sih yang bisa buat seorang Niko sampai kayak gini??"
Tanya Bram dengan nada spele tidak percaya.
"Ada deh.. Kalo kamu tau nanti malah naksir!! Aku gak mau!!"
Kata Niko duduk diatas meja kerjanya drngan satu kakinya yang diangkat keatas meja.
"Idihhhhh... Kalau sama kakak mu iya aku naksir"
Kata Bram mengedip Niko.
"Hoeyyy kakak aku istri orang! Sembarangan"
Niko melempar Bram dengan masker yang dipakainya dimatanya.
*Tok... Tok... Tok*.
( Suara ketukan pintu ruang kerja Bram)
"Bram bukain dong tolong!! Aku gak punya tenaga buat jalan kesana!!"
Kata Niko berdiri dan berpose bagai zombie dengan kedua tangannya lurus kedepan.
"Iya... Iya...."
Bram pun membukakan pintu. Itu adalah pesanan ayam goreng Niko seperti biasa, Bram pun menerima dan membayar pesanan Ayam Goreng itu.
"Nih!!! Ayam favorite mu!!! Ganti ya duit aku tadi"
Kata Bram meletakkan Ayam itu diatas meja Niko.
"Iya gausah takut nanti aku transfer 3x lipat sama bonus kamu udah berhasil menjalankan dinas luarmu dengan baik"
Kata Niko sambil membuka kotak ayam goreng itu dan memakan sepotong paha.
"Itu baru namanya teman dan rekan kerja yang baik!! Hahahaha.... Yaudah ya Nik!!! Aku mau pergi dulu"
Kata Bram berjalan ke arah pintu hendak pergi keluar.
"Hey... Mau kemana???"
Tanya Niko meneriakinya. Bram tidak menjawabnya dan hanya melambaikan tangannya lalu keluar dari ruangan Niko.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Ce!!! Gimana??? Selama beberapa hari ini dapat di bagian melayani tamu??"
Tanya Angel yang hari ini mendapat tugas di kasir.
"Hm.... Lumayan lah Jel!! Tapi aku udah pengen sih sebenarnya mencoba hal yang baru"
Jawab Cecilia.
"Mana boleh!! Kalau kata Bu Tera satu bulan ya satu bulan. Banyak nuntut ntar di pecat loh!!"
Sambung Cika yang mendapat tugas yang sama dengan Cecilia hari ini.
"Ce!!! Ce!!! Customer"
Kata Cika menyenggol bahu Cecilia. Cecilia pun berjalan cepat menuju pintu, Angel kembali duduk ke meja kasir dan Cika melayani customer yang datang di belakang Customernya Cecilia.
Customer Cecilia hari ini adalah Bram, tetapi Cecilia tidak mengenal siapa Bram dan tidak tau kalau dia adalah Sekretaris Niko. Bram ingin mencari sebuah tali pinggang dan Cecilia mengantarkannya kesana. Kebetulan Cika juga membawa customer nya ke tempat yang sama untuk mencari tali pinggang. Cika mencolek pinggang Cecilia saat berpapasan dengannya, lalu di balas senyuman oleh Cecilia.
"Pak Bram.. Bagaimana dengan tali pinggang ini?? Ini sangat cocok untuk bapak! “
Kata Cecilia menawarkan salah satu dari tiga produk yang ia pegang.
" Pak!!!! Pakkk!!! "
Panggil Cecilia lagi sambil mengikuti kemana arah mata Bram tertuju. Cecilia melihat kalau Bram sibuk memperhatikan Cika sehingga tidak fokus akan Cecilia yang memanggil di depannya.
"Pak!!"
Panggil Cecilia lagi mengibaskan tangannya di depan wajah Bram dan memecahkan pandangannya akan Cika.
"Hah???"
Kata Bram dengan wajah datar menanggapi Cecilia.
"Pak... Maaf ini gimana?? Mau yang mana?"
Tanya Cecilia lagi.
"Hmmmm... Aku ambil yang menurut kamu bagus aja deh! “
Jawab Bram dan mengembalikan pandangannya lagi ke tempat terakhir dia melihat Cika. Bram memutar mutar kepalanya mencari Cika yang sudah tidak berdiri disana lagi.
" Pak!!! Cari temen saya tadi ya?? "
Tanya Cecilia sopan karna takut menyinggung perasaan pelanggannya.
"Hah??? Kenapa?"
Tanya Bram balik dengan wajah linglung tidak fokus yang membuat Cecilia gondok di dalam hati.
"Gak pak!! Gakpapa!!! Bapak silahkan tunggu disana, saya akan. Mengurus billnya untuk bapak"
Kata Cecilia menunjuk ke arah sofa ruang tunggu. Bram pun pergi menuju ruang tunggu dan terlihat matanya masih liar mencari Cika. Setelah menyelesaikan pesanan Bram, Cecilia mengantarkannya sampai ke parkiran.
"Mbak Cecilia maaf.. Hmmmmm... Itu tadi teman Mbak saya boleh tau namanya??"
Tanya Bram mengeja nama Cecilia di name tag yang ada di baju kerjanya.
"Oh.. Yang tadi ya pak?? Namanya Cika pak!!! Ada masalah dengan teman saya pak???"
Tanya Cecilia yang dalam hatinya tersenyum lebar tau kalau Bram pasti naksir sama Cika.
"Hmmm... Gakpapa.. Hanya mau tau"
Jawab Bram.
"Ooo... Oke Pak! Terimakasih telah berbelanja di Garden Mall"
Kata Cecilia seperti biasa memberikan salam pada pelanggannya. Setelah Bram pergi, Cecilia lalu masuk kedalam dan menunggu Cika yang juga sedang di parkiran mengantarkan pelanggannya.
"Cikaaaaa...."
Panggil Cecilia berbisik tidak sabar.
"Apa sihhhh... Buat panik aja deh ahhh"
Kata Cika yang mempercepat langkahnya dari pintu kearah Cecilia karna tidak sabar dengan hal yang akan disampaikan oleh Cecilia.
"Cowok tadi"
Kata Cecilia.
"Yang mana?? Kakek tua yang sama aku tadi?"
"Yeeee Bukan!! Customer aku tadi looohhh!!"
"Ohhh itu yang kacamata???"
"Iya... Dia kayaknya naksir sama kamu"
Kata Cecilia menyampaikan dengan perasaan menggebu-gebu berlebihan.
"Ohhhhh... Kirain apa!! Gak usah heboh kali Ce!! Udah biasa mah gitu customer kalo ada yang naksir"
Jawab Cika dengan nada spele.
"Ya... Tapi ini orang berkelas Cikaaa"
"Truss? Karna berkelas? Justru karna orang berkelas itu lah yang sangat mudah memainkan perasaan orang!! Udah gak usah di tanggapi!!dia itu mikir dengan duit dia itu, dia bisa kencani cewek - cewek yang dia mau"
Kata Cika. Perkataan Cika menusuk dalam hati Cecilia dan tidak bisa membelikan jawaban apa apa lagi kecuali "Oh"
Karna dia merasa gak ada yang salah dengan omongan Cika.
salam kenal..
ceritanya sangat menarik..
lanjuttt....
alu seperti ikut merasakannya...😔😔😔