"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ENAM BELAS
Arjuna ikut melihat pada layar yang menampilkan calon penerus nya. Jantungnya berdetak saat mendengar detak jantung buah hatinya untuk pertama kalinya
"Mereka hidup" Ucapnya takjub
"Ya, dan semuanya sehat"
"Apa jenis kelaminnya sudah kelihatan?" Tanya Arjuna, jujur saja ia penasaran
"Kita lihat" Dokter Samuel menggerakkan alatnya, setelahnya ia tersenyum "Selamat tuan, tuan akan mendapat dua orang pangeran yang tampan"
Bukan hanya Arjuna, Aluna bahkan menjadi yang paling bahagia. Semoga saja janji Arjuna akan memberinya dua milyar benar-benar terjadi
"Benarkah?"
"Selamat sekali lagi tuan, nona" Dokter Samuel meletakkan kembali alatnya lalu seorang perawat wanita membersihkan gel yang berada dipermukaan perut yang mulai terlihat buncit itu
Arjuna kembali membantu istrinya turun, lalu keduanya duduk didepan dokter Samuel yang tengah menuliskan resep
"Bagaimana keadaan Aluna?"
"Nona Aluna sehat, hanya perlu menjaga makan saja! Perbanyak makan protein dan sayur" Setelah itu dokter tampan itu menyerahkan kertas resep
"Saya resep kan vitamin serta penguat kandungan mengingat usia nona Aluna yang masih sangat muda jelas akan beresiko dengan kehamilan kembar seperti ini"
Arjuna mengangguk, ia lalu membantu sang istri bangun dari duduknya walaupun Aluna bisa sendiri
"Obatnya dulu!" Aluna mengingatkan suaminya karena pria itu main jalan saja
"Baiklah, kamu duduk dulu kalau begitu"
Mungkin karena dirinya mengandung anak laki-laki, Arjuna terlihat begitu perhatian. Entah kenapa perhatian kecil ini malah membuat jantung Aluna berdetak lebih cepat
Joseph yang melihat majikannya berjalan kearahnya, segera membuka pintu. Arjuna lebih dulu membantu istrinya masuk lalu dirinya duduk disebelahnya
"Tuan"
"Hmm" Arjuna mengalihkan pandangannya dari menatap hasil USG
"Dua milyar nya jadi kan?" Arjuna mengernyit, kenapa tiba-tiba istrinya itu membahas uang
"Dua milyar?"
"Tuan kan udah janji, kalau dua-duanya laki-laki saya akan dapat dua milyar" Aluna menekuk wajahnya kesal karena sepertinya suaminya itu melupakannya
"Kamu akan dapatkan semuanya" Aluna yang terlampau senang, memeluk tubuh kekar itu membuat si empunya terkejut
"Terima kasih, astaga jadi gak sabar, dua milyar itu sebanyak apa yaa?" Aluna terkikik sambil mengusap perutnya yang akan memberinya uang banyak
"Selama ini aku kerja untuk mengisi perut, sekarang perut aku yang menghasilkan uang"
Arjuna tersenyum, wanita ini sangat polos dan begitu menggemaskan
"Kamu juga bisa tetap menempati Villa" Kata Arjuna
Aluna terkejut mendengarnya, rumah itu sangat mewah dan tidak pernah terbayang bisa tinggal selamanya ditempat itu
Aluna malah menggeleng "Saya gak mau, setelah bayi ini lahir, saya akan pergi dan hidup seperti biasa"
Entah kenapa Arjuna merasa sakit mendengar ucapan istri rahasianya ini. Ada rasa tidak rela saat Aluna akan meninggalkan nya
"Aku mau itu" Aluna menunjuk kearah deretan penjual
"Berhenti Joseph!" Mobil menepi, Joseph turun dan membeli apa yang istri majikannya inginkan
Aluna terlihat berbinar saat melihat dua kantong jajanan yang diberikan oleh pria setengah bule itu
"Ini enak" Aluna makan dengan lahap sementara mobil melaju menuju villa "Tuan mau"
"Saya tidak suka makanan pinggir jalan" Jawab Arjuna, Aluna tidak peduli, ia kembali menyuapi siomay itu kedalam mulut
Melihat suaminya yang selalu melirik, sepertinya pria ini ingin juga
"Aaaa" Arjuna menurut, pria tampan itu menerima suapan dari istrinya "Enak gak?"
"Enak, tapi kamu tidak boleh makan makanan seperti ini sering-sering"
"Iya"
Mobil melaju lagi, setibanya dirumah Aluna malah langsung menuju kamar. Tubuhnya perlu disegarkan dengan mandi
Arjuna mengikuti istrinya itu, Aluna terkejut karena dirinya tengah melepas pakaian
"Tuan kok kesini?" Wanita hamil itu mencari keberadaan bathrobe namun tidak tersedia
"Ini kamar saya, memangnya saya harus kemana?" Arjuna mendekat, Aluna malah mundur hingga tubuhnya membentur lemari
"Tuan mau apa?" Tanyanya dengan wajah panik
Arjuna malah menyeringai, pandangannya menyapu setiap lekuk tubuh menggoda itu
Aluna memang tidak memiliki tubuh tinggi seperti Zoya, tapi entah kenapa Arjuna malah tidak bisa mengendalikan diri saat berhadapan dengan istri kecilnya ini
Perut buncitnya malah membuat Aluna terlihat semakin seksi, tubuhnya hanya berbalut pelindung bagian dada serta kain segitiga
"Kamu sudah menggoda saya" Bisik Arjuna membuat tubuh istrinya meremang
"S-saya ma-mau mandi"
"Kita akan mandi bersama kalau begitu" Arjuna mengecup pipi lalu turun hingga ke leher membuat Aluna membeku, namun ada desiran aneh dalam tubuhnya yang seolah menerima
"Saya sedang hamil"
"Saya sudah bertanya pada dokter kandungan kamu, asalkan posisinya aman maka kita bisa melakukannya"
Pinggang ramping itu ditarik hingga tubuh Keduanya menempel walaupun terhalang dibagian perut
Ini karena Aluna mengandung bayi kembar membuat perutnya lebih besar dari wanita hamil kebanyakan
Aluna reflek mengalungkan tangannya dileher sang suami saat tubuhnya digendong menuju kamar mandi
Arjuna memang sudah mengatakan agar Bona tidak perlu datang untuk melayani nona nya karena Arjuna akan melakukannya
Tubuh wanita hamil itu diletakkan diatas wastafel sementara Arjuna mengisi bathub dengan air hangat serta busa
Sementara menunggu, pria tampan itu kembali menghampiri sang istri yang duduk sambil menggoyangkan kakinya
Mata keduanya bertemu, wajah saling mendekat hingga dua belah bibir itu bertemu
Aluna larut dalam kecupan lembut yang suaminya berikan, kecupan Arjuna turun menyusuri leher hingga meninggalkan jejak kemerahan
Tangan nakal pria itu juga telah melepas kain pelindung tubuh sang istri dibagian atas hingga dirinya mendapatkan sesuatu yang menjadi favoritnya
"Tetaplah bersamaku Aluna!"
Suara lenguhan mengisi setiap sudut kamar mandi, Aluna tidak dapat berbohong jika hal ini memang sangat menyenangkan
Aluna mendorong kepala suaminya yang berada dibagian depan tubuhnya "Airnya sudah penuh"
Napas keduanya tersendat, Aluna rasanya ingin menghilang saja karena kepergok menikmati permainan suaminya
"Ayo kita lanjutkan sambil berendam!" Arjuna kembali mengangkat tubuh wanita hamil itu lalu meletakkannya didalam bathub yang telah penuh lalu ia duduk dibelakangnya
Arjuna memberikan pijatan lembut dikedua bahu istrinya, Aluna memejamkan mata karena merasa ini sangat nyaman
"Enak?" Wanita cantik itu mengangkat wajahnya hingga tatapan keduanya bertemu, Arjuna tidak melewatkan kesempatan untuk mengecup bibir ranum itu
"Terima kasih, rasanya aku mau tidur" Aluna bersandar pada dada bidang itu, rasanya benar-benar nyaman
"Sepertinya kamu tidak bisa tidur dulu"
"Kenapa?"
"Posisi kamu membangunkan sesuatu" Aluna menatap dengan tatapan polosnya, kedua matanya berkedip lucu
"Apa yang bangun?"
Arjuna tak menjawab, tangannya mulai bergerak nakal dan sepertinya Aluna tau apa yang sudah bangun
Jika Aluna tidak mengeluh kedinginan, mungkin acara mandi ini tidak akan pernah selesai
Arjuna tidak melepas istrinya setelah dua kali permainan dikamar mandi. Aluna benar-benar lelah