NovelToon NovelToon
Detak Jantung Yang Merahasiakanmu

Detak Jantung Yang Merahasiakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: RosaSantika

Lima tahun yang lalu, akibat satu malam penuh kesalahpahaman yang dijebak oleh orang lain, Alana Kirana menyerahkan kesuciannya kepada Devran Adhitama, seorang CEO muda yang dingin dan berkuasa. Takut dituduh sebagai wanita penghibur, Alana melarikan diri ke luar negeri dalam kondisi mengandung. Kini, Alana kembali sebagai desainer interior berbakat demi membiayai pengobatan putranya yang genius namun sakit-sakitan, Leo. Saat Devran menyewa jasanya, pria itu tidak tahu bahwa bocah berwajah sangat mirip dengannya yang sering menyelinap ke kantornya adalah darah dagingnya sendiri. Di tengah intrik mantan kekasih Devran dan rahasia masa lalu, cinta lama yang sempat padam kembali membara dengan taruhan rahasia besar yang siap meledak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RosaSantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Pagi hari setelah malam yang penuh gejolak itu, atmosfer di dalam ruang interogasi khusus di markas kepolisian resor Jakarta Selatan terasa begitu dingin dan menekan.

Siska Lorenza duduk di kursi besi dengan pakaian tahanan oranye yang kontras dengan sisa-siga kemewahan yang biasa ia pamerkan. Wajahnya yang tanpa riasan tampak kusam, matanya sembap, dan ia terus-menerus meremas jemarinya yang gemetar.

BRAAAK!

Pintu ruang interogasi dihempaskan dengan keras. Devran Adhitama melangkah masuk dengan aura dominasi yang begitu pekat dan mematikan.

Setelan jas hitamnya yang rapi berbanding terbalik dengan kekacauan psikologis yang tampak di wajah Siska. Pria itu tidak duduk di kursi seberang, melainkan berdiri tegak di depan meja besi, menatap Siska bagai seorang hakim yang siap menjatuhkan vonis mati.

"Devran?" suara Siska bergetar, ada binar harapan semu di matanya.

"Kamu datang untuk mencabut laporanmu, kan? Kamu tahu aku tidak bermaksud meracuni Alana, aku hanya...."

"Tutup mulutmu, Siska," potong Devran, suaranya begitu rendah dan tajam hingga sanggup menyayat keheningan ruangan.

Devran merogoh saku jasnya, lalu melemparkan dua lembar sapu tangan sutra putih gading dengan sulaman inisial A.K. dan motif bunga lavender ke atas meja besi di hadapan Siska.

Kain-kain itu mendarat dengan suara desiran halus, namun bagi Siska, benda itu tampak seperti bom waktu.

"Jelaskan padaku tentang benda ini," perintah Devran, matanya menyipit tajam, mengunci setiap gerak-gerik wanita di depannya.

Siska mengerutkan kening, mencoba mengenali kain tersebut. Begitu melihat sulaman lavender dan inisial itu, pupil matanya seketika melebar.

Kegugupan yang luar biasa langsung melanda dirinya. Rahangnya mengatup rapat, dan ia menelan ludahnya dengan susah payah.

"I-Ini... dari mana kamu mendapatkan ini, Devran?" tanya Siska, suaranya mendadak naik satu oktav karena panik.

"Aku yang bertanya padamu, Siska Lorenza!" bentak Devran, menghantam meja besi dengan telapak tangannya hingga menimbulkan dentangan keras yang menggema di ruangan.

"Sapu tangan yang kiri adalah milik Alana yang tertinggal di dalam kotak kenangan mendiang ibuku di mansion. Dan sapu tangan yang kanan adalah benda yang tertinggal di tempat tidurku lima tahun lalu! Malam di mana kamu mengklaim bahwa kamulah yang tidur bersamaku!"

Siska tersentak mundur di kursinya, wajahnya semakin memucat. "D-Devran, dengarkan aku dulu... itu... itu hanya kebetulan! Semua sapu tangan buatan desainer murah seperti Alana pasti mirip!"

"Jangan berbohong lagi di depanku, Siska!" desis Devran, merangsek maju hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari Siska.

"Aku sudah membawa kedua kain ini ke laboratorium forensik tekstil subuh tadi. Hasilnya? Pola jahitan tangan, jenis benang emas, bahkan DNA mikro yang tertinggal di sapu tangan lima tahun lalu itu, seratus persen identik dengan Alana Kirana! Bukan milikmu!"

Napas Siska memburu. Ia merasa dunianya benar-benar runtuh. Kebohongan besar yang ia rawat dengan rapi selama lima tahun kini telah terbongkar di depan pria yang paling ia takuti sekaligus ia gilai.

Otaknya berputar cepat, mencari celah, mencari cara untuk selamat dari kemarahan sang penguasa Adhitama.

"K-Kalau kamu sudah tahu... lalu untuk apa kamu datang ke sini?!" jerit Siska frustrasi, air matanya mulai meleleh.

"Ya! Memang bukan aku wanita malam itu! Tapi aku melakukan semua itu demi kebaikanmu, Devran!"

Devran tertawa sumbang, sebuah tawa dingin yang mengerikan.

"Demi kebaikanku? Kamu menjebakku, mengusir ibu dari anakku, membuat darah dagingku terlantar di Swiss dalam kondisi sakit, dan kamu bilang itu demi kebaikanku?!"

"Kamu tidak mengerti, Devran!" Siska berteriak balik, matanya berkilat saat sebuah ide gila dan kebohongan baru melintas di benaknya.

Ia harus mengalihkan kemarahan Devran kepada orang lain yang sudah tidak bisa membela diri. "Aku tidak bertindak sendiri lima tahun lalu! Aku... aku hanya menjalankan perintah!"

Devran membeku. Sorot matanya berubah menjadi penuh selidik yang berbahaya. "Perintah? Perintah siapa? Ayahmu?"

"Bukan!" Siska menggelengkan kepalanya dengan histeris, mencoba meyakinkan Devran dengan ekspresi wajah yang dibuat seolah-olah ia adalah korban konspirasi yang lebih besar.

"Ibumu, Devran! Mendiang Ibu Ratna Adhitama! Beliau yang merencanakan semuanya malam itu!"

Mendengar nama ibu kandungnya disebut, rahang Devran mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol tegang. Ia mencengkeram tepi meja besi hingga logam itu sedikit melengkung.

"Jaga bicaramu, Siska. Ibuku sudah meninggal enam tahun lalu, setahun sebelum malam itu terjadi! Bagaimana mungkin orang mati bisa memerintahkanmu?!"

"Beliau memang sudah meninggal, tapi rencana itu sudah dibuat jauh sebelum beliau mengembuskan napas terakhirnya!" Siska mulai merangkai dongeng barunya dengan cepat, memanfaatkan kegugupan dan ketakutan dalam dirinya untuk memoles kebohongan itu agar terdengar logis.

"Ibumu tahu bahwa keluarga Adhitama memiliki banyak musuh rahasia. Beliau tidak ingin kamu menikahi wanita sembarangan yang bisa memanfaatkan posisimu. Sebelum meninggal, Ibu Ratna memberikan kotak kenangan itu kepadaku, termasuk sapu tangan milik Alana!"

Devran menyipitkan matanya, mencoba menyaring informasi tersebut di tengah emosinya yang bergejolak.

"Lalu apa hubungannya dengan malam lima tahun lalu?"

"Ibumu yang mengatur agar Alana datang ke proyek restorasi malam itu! Beliau ingin menguji kesetiaan Alana, tapi beliau juga menyiapkan aku sebagai tameng!" Siska condong ke depan, mencoba meraih tangan Devran namun pria itu langsung menariknya menjauh dengan jijik.

"Malam itu, setelah kamu... setelah kamu tidak sadarkan diri bersama Alana karena pengaruh alkohol, akulah yang disuruh oleh orang kepercayaan ibumu untuk masuk ke kamar, menggantikan posisi Alana agar publik dan musuh-musuh Adhitama mengira bahwa akulah wanita yang menghabiskan malam bersamamu!"

"Kenapa ibuku harus melakukan hal serumit itu?!" tanya Devran dengan nada suara yang bergetar hebat, antara tidak percaya dan syok yang mendalam.

"Untuk melindungi Alana dan anak di dalam rahimnya, Devran!" Siska berbohong tanpa berkedip, air mata palsunya mengalir semakin deras, memperkuat dramatisasi ceritanya.

"Ibumu tahu, jika kakek buyutmu tahu bahwa kamu menghamili seorang gadis yatim piatu biasa tanpa latar belakang kekuasaan, kakek buyutmu akan melenyapkan Alana dan janin itu demi menjaga kemurnian silsilah Adhitama!"

"Makanya, ibumu menyuruhku berpura-pura menjadi wanita malam itu, sementara Alana dikirim diam-diam ke Swiss dengan perlindungan rahasia dari sisa aset ibumu!"

Devran tertegun di tempatnya berdiri. Pikirannya mendadak kacau. Cerita Siska terdengar sangat gila, namun di sisi lain, hal itu seolah menyambungkan titik-titik misteri tentang The Old Adhitama dan perlindungan misterius yang diterima Alana selama di Swiss seperti yang diceritakan Alana di bab sebelumnya.

'Apakah benar Ibu yang merencanakan semua ini? Apakah Ibu melindungiku... atau justru menjebakku dalam lingkaran kebohongan ini?' batin Devran, jiwanya terguncang hebat.

Siska yang melihat keraguan di mata Devran langsung tersenyum licik di dalam hatinya. Ia tahu ia telah berhasil menanamkan benih keraguan di kepala pria itu.

"Jadi, jangan salahkan aku sepenuhnya, Devran," bisik Siska dengan nada memelas yang dibuat-buat.

"Aku hanya boneka di tangan mendiang ibumu untuk menyelamatkan wanita dan anak yang kamu cintai itu. Jika aku tidak mengambil peran sebagai tunangan palsumu saat itu, kakek buyutmu pasti sudah membunuh Leo sejak dia masih berada di dalam kandungan!"

Devran menatap Siska dengan pandangan yang sangat dingin, mencoba mencari setitik kebohongan di mata wanita itu, namun Siska yang sudah terdesak mampu menampilkan akting terbaik dalam hidupnya.

"Reno!" panggil Devran dengan suara menggelegar ke arah pintu.

Pintu terbuka, dan Reno masuk dengan wajah siaga. "Ya, Tuan Besar?"

"Tahan wanita ini di sini. Jangan biarkan siapa pun menjenguknya, termasuk pengacara ayahnya," perintah Devran tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya dari sapu tangan di atas meja.

Pria itu kemudian mengambil kedua kain sutra tersebut dengan gerakan perlahan, lalu menyimpannya kembali ke dalam saku jasnya.

"Devran! Kamu tidak bisa meninggalkanku di sini setelah aku menceritakan kebenarannya padamu!" teriak Siska panik saat Devran mulai berbalik menuju pintu.

Devran menghentikan langkahnya di ambang pintu, namun ia tidak menoleh sama sekali.

"Jika apa yang kamu katakan tentang ibuku adalah kebohongan lain untuk menyelamatkan lehermu, Siska... aku sendiri yang akan memastikan bahwa kamu tidak akan pernah melihat matahari lagi di luar penjara ini."

Dengan langkah kaki yang berat dan pikiran yang dipenuhi oleh konspirasi baru yang melibatkan mendiang ibunya, Devran melangkah keluar dari ruang interogasi, meninggalkan Siska yang terduduk lemas di kursinya, menyadari bahwa ia baru saja membuka kotak pandora yang akan menyeret seluruh keluarga Adhitama ke dalam perang batin yang sesungguhnya.

1
Rosa Santika
makasih kk
Icha Kolin
sangat bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!