NovelToon NovelToon
Alexandra - Keliling Dunia ( Le Tour Du Monde )

Alexandra - Keliling Dunia ( Le Tour Du Monde )

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Mafia / Tamat
Popularitas:166.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ray B.

"Apa kau pikir Alexandra ikut bagian dalam rencana mereka untuk menjebakku?" tanya Marc Maretta serious.

"Nona Alexandra bekerja sebagai tour guide di negerinya. Ia datang menemui kekasihnya di Thessaloniki setelah satu setengah tahun mereka berkenalan. Kelihatannya hubungan mereka tak berhasil," kata pengawal Marchetti.

Gadis yang sedang patah hati, mampukah ia membunuh mafia kejam seperti Marc Maretta, that's impossible!

Perjalanan yang ditempuh Alexandra begitu jauh, dari Indonesia menuju Greece kemudian ke France. Namun dirinya malah terdampar di Milan, Italy. Dan luka tembak di lengannya, itu bukan untuknya!

Alexandra bukan gadis yang lemah tapi jatuh cinta pada mafia membuat dirinya harus menerima kenyataan, dilukai atau melukai.

Apakah Marc Marreta menjadi pilihan hidupnya di antara dua laki-laki lain yang mencintainya?

Antonis yang ingin merebut cintanya kembali atau mungkin Guy Dupuis sahabatnya yang menyayangi Alexandra sejak lama?

Sebuah dilemma bagi Alexandra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray B., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dancing Queen

Seseorang datang menghampiri meja makan mereka dan menyapanya, "Selamat Malam Tuan Muda Marc Maretta, senang anda datang juga malam ini. Jika Tuan butuh sesuatu akan kami siapkan."

Marc Maretta mengangguk, "Terimakasih Angelo, aku senang atas pelayanannya."

Angelo membungkuk hormat kepada Marc Maretta & Alexandra. Ketika ia meninggalkan mereka, Alexandra menyikut lengan Marc. "Dia siapa?" tanyanya ingin tahu.

Marc Maretta menyingkirkan piring makan mereka & pelayan restaurant dengan sigap membersihkan meja makan, menggantikan dengan menu penutup.

"Kau ingin ice cream, Alexa?" katanya menggoda lagi. Alexandra mengiyakan, datanglah desert khas Italian datang beraneka macam.

"Marc, kau berlebihan! Lambungku tak sebesar milikmu, sekarang giliran kau juga membantuku menghabiskannya."

Marc Maretta tertawa, tapi begitu sendok ice cream disuapi ke mulutnya ia pun tak menolak. Ada gelato, tiramisu, kue-kue lainnya hufft ... Alexandra begah memegang perutnya.

"Kau tak menjawab pertanyaanku, Marc. Siapa Angelo itu?" desaknya lagi.

Tapi sebelum Marc menjawabnya, jarinya mengusap lembut bibirnya. Alexandra terperangah, tapi jari itu tetap disitu tangan kuat Marc menahan dagunya. Mereka beradu pandang sekarang, bibir Alexandra sedikit terbuka.

"Kau cantik sekali Alexa, apalagi belepotan ice cream seperti itu membuatku ingin menciumnya."

Alexandra langsung memukul dada Marc Maretta, "Kau benar-benar menyebalkan!"

Marc Maretta memeluknya & berbisik pelan, "Jadilah kekasihku Alexa!"

Adegan itu berhenti ketika seorang wanita cantik seperti model yang tak dikenal Alexandra tiba-tiba menyapa Marc Maretta.

"Hi Darling!" Sophia berdiri di depan meja mereka, tapi Marc Maretta tetap tak melepaskan pelukannya dengan Alexandra.

Gaun yang dipakai Sophia sangat menggoda seluruh laki-laki yang memandangnya, kecantikannya pun sangat jauh dari Alexandra. Tapi Alexandra memiliki kulit exotic yang tidak dimiliki perempuan Europe manapun.

Marc Maretta pun akhirnya berdiri menyambut Sophia. Dan seolah-olah Marc Maretta adalah miliknya, Sophia bergelayut manja memeluknya erat hingga dadanya menyembul menyentuh tubuh bidang Tuan Muda.

Alexandra tak dipandangnya sama sekali. Ia pun geram ingin pergi dari sana secepatnya. Marc Maretta memang ******** menurutnya, baru saja meminta ia menjadi kekasihnya tapi ternyata ada perempuan lainnya menginginkan laki-laki brengsek itu.

Ia keluar dari meja makan, baru beberapa langkah ada suara yang dikenalnya memanggilnya. Ia berbalik dan tertegun melihat laki-laki brengsek lainnya yang merusak liburannya di Europe.

"Xandra? Mengapa kau ada disini, bersama siapa kau datang?" tanya Antonis heran.

Alexandra terdiam, rasanya ingin menghilang selamanya. Tiba-tiba Marc Maretta datang memeluk pinggangnya & mencium pipinya di depan Antonis. Direngkuhnya tubuh Alexandra seakan melindunginya.

Tapi gadis itu bergerak menghindari, Marc Maretta langsung membalikkan tubuhnya & menciumnya lembut.

Alexandra terperangah, Marc mencium lagi dengan tipis sambil berkata, "Rasanya seperti ice cream hmm .."

Alexandra menatapnya geram dalam kegugupannya, "Kau ini ...!"

Marc Maretta tertawa kecil & mulai menyapa tamunya kembali. "Hi Antonis, ini kekasihku Alexa. Kau sudah mengenal dengan baik sebelumnya eh?"

Antonis benar-benar mati kutu. Ia tidak menyangka bertemu lagi dengan Alexandra dengan suasana seperti ini. Tuan Muda Marc Maretta bersanding dengan mantan kekasihnya sekarang. Sangat mengejutkannya!

Tidak cuma Antonis, tapi perempuan cantik lainnya yang berusaha mendapatkan cinta Marc Maretta pun harus gigit jari melihat mereka berciuman berpelukan panas malam itu.

Hati Sophia pun menjadi panas membara, lalu pergi menuju bar disebelahnya. "Perempuan terkutuk, harusnya ia mati di Malpensa!" umpatnya kesal.

Sementara Antonis menyaksikan Tuan Muda memeluk Alexandra, ia pun tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menyapanya saja, "Senang bertemu lagi denganmu Tuan Muda juga kau, Xandra!"

Seseorang wanita dibelakang Antonis memeluk lengannya, "Hi babe, maafkan aku jika lama menungguku."

Antonis makin tersudut, ia lupa malam ini membawa calon istrinya Cecilia bersamanya ke Italy.

"Babe, mereka siapa?" tanyanya bingung terasa suasana dingin menyelimuti orang-orang yang berdiri dihadapannya.

Marc Maretta menyodorkan tangannya mengenalkan diri, "Selamat datang Nona Cecilia. Aku Marc Maretta & ini kekasihku, Alexandra."

Wajah Cecilia langsung pias mengenal nama gadis mungil di depannya bersama orang berkuasa seperti Tuan Muda Marc Maretta.

"Oh hi terimakasih atas undangannya Tuan Muda, kami senang berada disini. Senang aku mengenalmu juga Alexandra," Cecilia menyalami keduanya dengan basa basi.

Antonis hanya diam seribu bahasa. Malam ini seperti tamparan untuknya. Ia membuang kesempatannya bersama Xandra, sekarang Tuan Muda Marc Maretta yang memiliki hatinya.

Angelo hadir memberitahu meja bar sudah disiapkan. Marc Maretta mengangguk, pelukannya ke Alexandra tak dilepaskan. Ia mengajak mereka berempat pindah ruangan untuk menikmati live music.

Marchetti & Alessio ikut bergerak tak jauh memantau Tuan Muda bersama tamunya.

Pesanan minuman sudah datang di mejanya, sebuah botol berharga mahal disajikan untuk tamu exclusive. Dituangkan oleh Angelo untuk 4 orang tersebut. Antonis langsung melirik Xandra, Marc Maretta mengikuti matanya.

Alexandra mengambil gelasnya & bersulang untuk mereka, "Untuk kehidupan yang lebih baik!"

Mereka minum & menikmati live music, beberapa lagu yang dikenalnya mulai memanaskan suasana.

Marc Maretta mengulurkan tangannya, "C'mon we dance!" Alexandra menyambutnya dengan senang hati, ia butuh pelampiasan karena begitu banyak pertanyaan dalam benaknya & kekesalannya sudah diatas kepala.

Minuman itu mengantarkan ia menjadi hangat tak terkendali. Marc Maretta pun menyadari, gadisnya bukan peminum. Ia mengimbangi tubuh mungil yang dipeluknya. Lagu bernuansa lembut mengharuskan mereka slow dance.

Tangannya berada dipinggang mungilnya. Lengan Alexandra berada dibahunya. Ia mengaitkan jemarinya yang besar dengan tangan kecilnya

When I need you by Julio Iglesias menenggelamkan Alexandra dalam pelukan Marc Maretta. "Are you okay, my love?" bisik Marc ditelinganya.

Alexandra menatap mata biru milik Marc Maretta, "Matamu indah, seperti danau Como!" Marc jadi tergelak. Kini berdua makin panas karena lagu berikutnya memancing Alexandra untuk terus berdansa.

Dancing Queen, tubuhnya bebas meliuk melenggak-lenggokan pinggulnya yang ramping. Black short dress makin mengetatkan pahanya, ia memutarkan tubuhnya menikmati lagunya.

Gelungan rambutnya terlepas, mengurai di bahunya yang terbuka begitu sexy. Sesekali ia menggigit bibirnya, Marc Maretta berdiri menatapnya tak henti, "Wow, you so amazing!

Lagu berikutnya tak menghentikan Alexandra berdansa. Ia tidak mau memikirkan semua masalah di malam ini, "I will survive!"

Goyangan tubuhnya mengguncang night club, tamu lainnya juga larut dalam kegembiraan.

Marc Maretta mendampinginya duduk di kursi bar, ia biarkan Alexandra menikmati hidupnya malam ini.

"Cant take my eyes of you," Alexandra ikut bernyanyi menggoda si mata biru. Ia tetap dalam jangkauan Marc, tak seorang pun bisa mengganggunya.

Benar-benar menggoda para lelaki saat itu. Bahunya yang exotic, tulang selangka dekat lehernya menonjolkan sisi kekuatan fisiknya.

Alexandra mengalungkan tangannya di leher Marc Maretta kemudian menciumnya lembut. Marc Maretta menerimanya dengan senang hati dipeluknya pinggang Alexandra mendekat erat tubuhnya.

Ciuman mereka makin dahsyat, kemudian Alexandra berhenti terengah-engah. Minumannya sudah tertuang kembali. Ia tidak ingin berdansa lagi hanya ingin menikmati music didepannya sekarang.

Marc Maretta dibelakang tubuh Alexandra, memeluknya mencium lembut bahunya & lehernya. Nafasnya begitu hangat menerpa kulit Alexandra.

"Kau begitu sexy malam ini, apa gara-gara ice cream itu meracuni pikiranmu?" bisik Marc di telinga Alexandra.

Gadis itu tergelak sambil menoleh ke belakang, wajah Marc sangat dekat dengannya. Marc Maretta kembali mencium bibirnya.

Antonis & Cecilia merasa jengah dengan sikap keduanya. Mereka berdua asyik memamerkan kemesraan di depan mantan kekasihnya & perebut pacarnya.

Nice combinations, Tuan Muda Marc Maretta sungguh kejam malam ini menghukum tamunya.

Marchetti & Alessio tiba-tiba bergerak cepat ke arah meja mereka. Sophia yang dari tadi duduk di bar tak jauh mengawasi Alexandra yang sedang bermesraan dengan Marc Maretta.

Sophia mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya lalu menggenggamnya erat. Ia berjalan cepat menghampiri Alexandra yang masih dipelukan Marc Maretta. Ia mencoba menghunuskan ke tubuh Alexandra.

Tangan Sophia kalah cepat, Marchetti telah menahan tangannya. Kegelapan night club tidak bisa memperlihatkan kejahatan Sophia, tapi sisi pisau lipat itu terpantul oleh cahaya lampu discotheque.

Marchetti paham betul senjata tajam itu, bersama Alessio bergerak mengikutinya saat mengejar Sophia. Marchetti membisikkan ditelinga wanita kejam itu, "Jangan pernah sekalipun merusak kebahagiaan Tuan Muda. Akan kuhabisi seluruh keluargamu nanti!"

Digiringnya Sophia yang merasa terhina tak berdaya, keluar tempat itu & diserahkan kepada security yang sangat patuh dengan ajudan Marchetti. Karena boss Marchetti adalah boss mereka juga pemilik nightclubs, bar & restaurant ini.

Marc Maretta memeluk erat Alexandra yang tidak menyadari bahaya didekatnya. Dielusnya pipi halus kekasihnya, "Kita pulang sayang, sudah larut malam."

Ia berdiri berpamitan dengan tamunya, "Terima kasih atas kedatangannya, silakan menikmati malam ini. Angelo akan membantu jika kau membutuhkan sesuatu."

Di jentiknya jarinya, Angelo membungkuk hormat pada Tuan Muda. "Layani dengan baik tamuku ini. Aku pulang dulu, lain kali aku akan kembali lagi," perintah Marc Maretta.

"Siap Tuan Muda. Terima kasih atas kehadirannya," Angelo kembali membungkuk bahunya.

Mantel bulu Alexandra disampirkan kebahunya saja kali ini. Marc Maretta menggandeng tangannya. Marchetti sudah siap di sisi kemudi, Alessio membuka pintu mobil untuk Tuan Muda & Alexandra.

"Kita pulang ke penthouse!" Perintahnya tegas. Disampingnya Alexandra bersandar dipelukannya sedang mengistirahatkan tubuhnya. Kulitnya berkeringat, hangat.

...****************...

1
RedVelvet
Yuk kakak yang rindu cerita Mafia karya Ray Basil sekarang ada di judul "Balas Dendam Gadis Bisu" pindah lapak dulu
destiana
Luar biasa
RedVelvet: Rindu cerita Mafia karya Ray Basil sekarang ada di judul "Balas Dendam Gadis Bisu"
total 1 replies
Joeny Rahma
pertunjukan yg menarik
RedVelvet: Ikuti yuk cerita Mafia karya Ray Basil sekarang ada di judul "Balas Dendam Gadis Bisu"
total 1 replies
Oesie Usi
yaaaa dah habis aja.... 😭
Ray Basil: iya kk pdh menulis ke platform lain temukan kisah mafia lainnya dgn napen Ray Basil ya. nuhun
total 1 replies
Oesie Usi
aku kok auto nyanyi 😁😁😀
Oesie Usi
Berasa diajak traveling ke beberapa negara Europe.
Alurnya tak biasa. Keren.
Bahasanya enak dibaca.
Untuk novel karya pertama, ini adalah sesuatu yang luar biasa.
Two thumbs up!
Oesie Usi
Alurnya keren, Thor!
Oesie Usi
jahara banget si Antonis ya...

*ikutan nyesek jadinya.
andwlstr
menyesal lah kau Antonis hahahaha
RedVelvet: Ikuti yuk cerita Mafia karya Ray Basil sekarang ada di judul "Balas Dendam Gadis Bisu"
total 1 replies
andwlstr
agak tidak paham, mungkin karena alur maju mundur cantik, tapi lanjut ae lah dari pada penasaran hahahahaha
Indarti PN
kenapa alexander mareta pindah lapak
RedVelvet: Ikuti yuk cerita Mafia karya Ray Basil sekarang ada di judul "Balas Dendam Gadis Bisu"
total 1 replies
Xavier_Aslan
Tegang kak
Ray Basil: mantap 😁👍
total 1 replies
Xavier_Aslan
C'est la vie 😊
RedVelvet: Ikuti yuk cerita Mafia karya Ray Basil sekarang ada di judul "Balas Dendam Gadis Bisu"
total 1 replies
Xavier_Aslan
Hai kak, aku baru bisa mampir lagi 🙏🙏🙏
Indarti PN
kenapa alexander mareta pindah lapak
Maya Kitajima
aku nyari alexander maretta kok ilang ya mb,thor...pindah lapak kah..?,padahal suka banget tu ceritanya..🤔🤔
Maya Kitajima: udah bolak balik nyari blm ketemu😭😭😭😭
total 2 replies
Cindy Tan
thor, cerita alexander maretta knp dihapus?😭😭😭😭😭
RedVelvet: Yuk yang rindu mafia karya Ray Basil lagi, ikuti judul "Balas Dendam Gadis Bisu"
total 1 replies
Cucu Suliani
udah aku bom like ya di tunggu feedback nya
Ray Basil: terimakasih kk 🥰🤩😍🙏
total 1 replies
Umine LulubagirAwi
Terimksh karta.ny
Jd bersa ikut perang...
😁
Ray Basil: terimakasih kk 🙏💕 jangan lupa sequel :
"Alexander Maretta" sudah ada dan banyak actionnya juga, semoga berkenan
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
5Like blk ke Sana
Smgt n sukses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!