Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21 - ANAK KU?
"Tuan Edward, tolong saya" Rona meminta tolong kepada Edward dengan setengah menangis.
"Katakan ada apa kau mencari ku? Hingga datang menemui istri ku, apa kau waras?!!" Edward berbicara dengan nada memerintah.
"Dia datang ke rumah mu? Gila! Kenapa kau jadi begini rona? Sebenarnya apa yang Edward perbuatan kepada mu?" Daniel tak percaya bahwa wanita yang dulu ia pekerjakan dengan dengan sangat polos itu kini menjadi begini.
"Saya ......saya...."
"Jangan mengulur waktu! Katakan dalam lima menit atau akan kau rasakan sendiri akibatnya! Balasan untuk mu sangat berat karena membuat istri ku sedih!!" Mengingat kejadian sebelum ia pergi ke sini masih menyakitkan bagi nya, karena wanita ini.
"Seperti yang anda tahu, saya sedang hamil tuan, saya butuh tuan...."
"Butuh aku? Kau gila? Kekurangan pria? Sebab ini lah aku benci melihat wanita!! Aku tidak pernah sama sekali menyentuh mu! Kau ingin aku mempertanggungjawabkan nya?!! Dasar Gila!!!" Edward menghardik wanita itu dengan kasar.
Edward ingin menyaksikan sendiri bagaimana penjelasan yang akan dibuat wanita itu, sebab ini juga lah Edward tidak ingin membawa Mira bersama nya, Edward tak ingin Mira melihat sisi buruk nya lebih banyak lagi, diri nya yang kejam dan sangat buruk, akan lebih menyakiti nya ketika Mira melihat ini semua.
"Kita bicarakan di ruangan ku saja, pengunjung semakin ramai disini" Daniel membawa rona dan Edward ke ruangan nya untuk saling berbicara, tak lupa juga Daniel berada di sana sebagai saksi dan penengah kedua nya.
"Saya butuh bantuan tuan Edward, hanya anda yang bisa membantu saya, saya mohon" Rona bahkan sampai berlutut di hadapan Edward.
"Aku sudah pernah mengatakan nya pada mu, untuk tidak merendahkan dirimu, yang sekarang kau lakukan ini bahkan lebih rendah Rona! Bangun lah dan beri tahu kami siapa ayah dari anak ini?" Daniel membantu rona untuk bangun dan mendudukkan nya ke sofa kembali.
Suasana sangat tegang, dilihatnya kedua nya sama sekali tak bisa berkomunikasi dengan baik. Edward sudah terlanjur sangat marah dan Rona juga tak bisa diajak kerjasama.
"Saya tidak bisa memberitahu kan nya sampai Anda membawa saya ke rumah ayah anda tuan Edward"
Edward jadi memikirkan beberapa surat tanpa nama pengirim nya yang datang ke rumah orang tua nya. Ibu Edward yang menerima surat itu memberikan nya kepada Edward, gara - gara surat itu ibu nya dan ayah nya hampir saja bercerai karena isi surat yang sangat ambigu. Isi surat itu adalah sebuah kalimat yang mengatakan....
Aku mengandung anak mu
Siapapun yang membaca surat itu pastilah berfikir bahwa surat itu untuk Ayah nya karena di kirim ke rumah orang tua nya. Karena surat itu ibu Edward pun pindah ke rumah Edward sampai sekarang, meski ayah nya menjelaskan semua yang ia bisa dan mengatakan itu bukan diri nya, ibu nya tak percaya sama sekali.
Ibu nya bahkan sempat meminta Edward bersumpah, dan menanyakan apa benar Edward tidak tahu apapun. Kehidupan pribadi nya jadi terganggu dengan kehadiran ibu nya yang pindah ke rumah nya kini.
"Apa kau hamil anak dari ayah ku? Jadi kau yang mengirim surat - surat itu?!!" Edward sangat marah.
"Tunggu Edward! Surat? Anak ayah mu? Ini tidak masuk akal" Daniel mencerna semua hal yang datang tiba - tiba ini.
"Jadi selama beberapa bulan ini ada surat yang datang ke rumah keluarga ku yang berisikan kalimat aku mengandung anak mu, dan kemungkinan yang paling mendekati adalah, Ayah anak ini adalah ayah ku" Edward menjelaskan nya kepada Daniel.
Wajah pucat dan ketakutan mulai tampak dari wajah Rona. Wanita itu tak mampu menutupi ekspresi wajah nya dan terus ketakutan.
"Jangan kau kira dengan wajah mu itu kau bisa lolos ya! Gara - gara kau! Istri ku terluka dan ibu ku juga!! Dosa mu sangat berat karena membuat Mira terluka!!" Edward memperingati Rona.
"Tapi bagaimana jika bukan? Bisa jadi dia anak mu, mungkin....atau ayah dari anak ini adalah orang yang tinggal di rumah keluarga mu?" Daniel memikirkan semua nya dari kemungkinan lain yang ada.
"Dengar Daniel! Sudah ku katakan bahwa aku tidak menyentuh nya!! Jadi dia bukan anak ku!! Aku hanya punya anak dari istri ku!!! Laki - laki yang ada di rumah keluarga ku sekarang hanya ada ayah dan Patrick, surat itu dikirim ke rumah orang tua ku bukan rumah ku!! Jika dia anak ku kenapa dia tidak mengirimkan ke rumah ku? Malah ke rumah orang tua ku?"
Wajah Rona semakin tak karuan karena ketakutan. "Apa benar kau yang mengirim surat itu ke rumah orang tua Edward?" Tanya Daniel kepada Rona.
"......."
Brakkkkk.....Edward memukul meja di hadapan nya dengan kuat. "Sialan jawab sekarang juga!!!" Bentak Edward.
"I...i...i...Iya tuan" Rona kelagapan saat menjawab dalam ketakutan.
"Lihat benar kan ku bilang?" Edward sudah menduga nya dengan baik.
"Lalu siapa ayah nya?" Daniel bertanya lagi dengan Rona dengan nada yang lembut.
"Saya tidak bisa mengatakan nya" Rona bersikeras dengan jawaban yang ia punya.
"Sudah pasti anak ayah ku!" Edward menyimpulkan semua nya.
"Hei belum pasti!" Daniel mencegah kesimpulan sepihak Edward. "Bisa saja milik pelayan atau supir kalian? atau orang lain nya?"
"Itu tidak mungkin Daniel!! Kalau pelayan atau supir di rumah orang tua ku, kenapa dia mengirim kan surat ke rumah utama? Padahal rumah pelayan dan supir ada di sebrang rumah kami, alamat nya berbeda, dan juga Selain ayah ku ada Patrick, tapi Patrick masih di luar negeri jadi tidak mungkin!!"
Daniel pun berfikir hal yang sama. Tidak masuk akal juga jika anak pelayan atau supir tapi rona mengirim kan surat nya ke rumah utama.
"Rona! Sekarang jawab, apa mau mu dengan mendatangi Edward tiba - tiba begini?" Tanya Daniel.
"Saya hanya perlu bertemu ayah anda tuan Edward, tolong biarkan saya menghadap Ayah anda, Saya perlu bantuan anda untuk mengurus saya selama kehamilan ini, hanya anda yang bisa membantu saya" Rona kembali memohon dengan duduk ke bawah lantai.
"Aku menolak permintaan itu! Ku katakan Dengan jelas dan ingat baik - baik! Aku tidak akan membantu mu! Kau telah berdosa malah menemui Istri ku padahal kau bisa menemui ku di kantor ku! Dan aku tidak akan membawa masuk wanita hamil ke rumah orang tua ku yang akan membuka gosip keluarga serta membuat ku harus mengurus wanita yang akan digosipkan memiliki anak ku padahal kau tidak mengandung anak ku!"
"Tapi tuan....."
"Tidak!! Aku bilang tidak ya tidak!! Aku menemui mu karena aku ingin memastikan surat itu saja! Tidak lebih!! Carilah cara untuk menemui ayah ku, aku tidak akan membantu! Kau tahu, gara - gara kau....aku melukai hati istri ku lebih dalam, hanya demi mendengar alasan kacau mu ini! Jangan pernah biarkan aku melihat mu lagi!!"
-bersambung-
di tunggu season selanjutnya ya thor
kirain spongebob 😂