NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Mobil mewah itu akhirnya melaju mulus meninggalkan halaman balai desa. Tak berapa lama berkendara, mobil itu berhenti tepat di halaman depan Mansion megah keluarga Krisnawardhana. Pagar besi tinggi yang terbuka menampakkan bangunan bergaya klasik yang tampak anggun dan kokoh. Tak jauh dari sana, Raven sudah memarkirkan motor sport kesayangannya berdampingan dengan motor sport Sara.

Maria turun lebih dulu, lalu dengan lembut menggenggam tangan Sara seolah sedang menuntun putri kandungnya sendiri masuk ke dalam rumah.

"Selamat datang di mansion kami, sayang. Anggap saja rumahmu sendiri," ucapnya hangat.

Sesampainya di ruang tengah, keduanya beristirahat sejenak di sofa empuk yang ada di tengah ruangan.

"Sayang, sekarang kamu bersih-bersih dulu ya. Setelah itu kita akan makan malam bersama," seru Maria dengan semangat.

Raven dan Devan pun ikut duduk di sofa berhadapan dengan kedua wanita itu, namun tatapan Devan segera beralih pada sang putra tunggalnya.

"Raven, ajak istrimu ke kamarmu!" perintahnya tegas.

"Hah?! Kok ke kamarku sih, Dad?!" protes Raven tak terima.

"Emangnya ada yang salah? Dia kan istrimu sekarang. Kalau bukan di kamarmu, mau di mana lagi?" timpal Maria tak kalah tegas.

"Tapi Mom, kita kan..."

"Tidak ada tapi-tapi! Mau Daddy keluarkan namamu dari Kartu Keluarga sekarang juga!" ancam Devan.

"Dasar Daddy, selalu saja ancaman itu!" gerutu Raven pelan.

"Eh, tidak apa-apa Tante, Om. Sara bisa bersih-bersih di kamar tamu saja," celetuk Sara buru-buru. Ia pun sebenarnya belum siap berada dalam satu ruangan dengan pria yang baru dikenalnya.

"Tidak boleh!" seru Devan dan Maria serentak.

"Ayo ikut aku!" Raven bangkit berdiri sambil menghela napas panjang, berjalan mendahului Sara dengan langkah yang terpaksa.

Setelah keduanya menghilang di balik ujung tangga, Maria langsung memanggil pelayan.

"Tolong siapkan makan malam spesial untuk menantu saya ya!" perintahnya ceria.

Para pelayan saling pandang sejenak dengan mata terbelalak, namun segera mengangguk mantap. "Baik Nyonya! Segera kami siapkan!"

*

*

Di lantai atas, pintu kamar Raven tertutup rapat. Ruangan dengan nuansa abu-abu dan putih itu sangat luas, rapi, dan beraroma khas maskulin yang menenangkan. Di salah satu sudut berdiri rak kaca berisi koleksi miniatur motor yang tertata rapi. Sara berdiri mematung di tengah ruangan, merasa asing dan canggung.

"Kamu mandi duluan saja!" ucap Raven tiba-tiba sambil melempar handuk bersih ke atas kasur.

"Hm," jawab Sara singkat, lalu bergegas masuk ke kamar mandi tanpa berani menatap wajah Raven lebih lama.

Baru saja selesai mandi dan membungkus tubuhnya dengan handuk, Sara baru tersadar akan satu hal penting. "Astaga... aku sama sekali tidak punya baju ganti! Bagaimana aku mau keluar nanti? Pasti Raven masih menunggu di luar," gumamnya cemas sambil memijat pelipisnya.

"Ah, kenapa aku tadi begitu saja setuju ikut ke sini sih! Pokoknya setelah makan malam aku harus bicara serius sama tuh cowok. Aku tidak bisa terjebak dalam pernikahan dadakan ini selamanya! Dan kalau sampai kakek tahu kabar ini duluan, entah apa reaksinya nanti..."

Tak lama terdengar ketukan di luar pintu.

"Sara! Kamu sudah siap belum? Kenapa lama sekali? Aku juga mau mandi!" seru Raven dari luar.

"Gawat! Sudahlah, toh dia sekarang suami sahku walau dadakan. Tidak apa-apa kan?" batinnya memberanikan diri. Ia membuka pintu sedikit hanya menyisakan celah kecil. "Aku... aku tidak ada baju ganti. Di sini ada baju yang bisa aku pakai tidak?"

Raven tertegun kaku sejenak saat melihat wajah Sara yang masih basah berembun, rambutnya meneteskan air, dan hanya mengenakan handuk di tubuhnya. Jantungnya sempat berdetak tak beraturan seketika, wajahnya memerah samar.

"Heh! Kenapa bengong? Dengar aku tidak?!" tegur Sara sedikit kesal.

"I-iya, tunggu sebentar!" Raven segera berlari ke lemari pakaiannya dengan langkah tergesa, lalu kembali membawa selembar kemeja katun putih panjang miliknya. "Cuma ada ini. Nanti aku suruh kepala pelayan belikan baju-baju baru untukmu."

Sara langsung menyambar baju lalu segera masuk ke ruang ganti. Setelah memakainya, ia mendapati kemeja itu hanya menutup setengah pahanya saja, sementara lengan bajunya harus digulung berkali-kali karena kepanjangan. "Yah, ini bajunya kependekan di aku," keluhnya pelan.

Tak lama kemudian Raven pun selesai mandi. Saat ia keluar, Sara sudah duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya dengan gelisah.

"Ayo, kita turun. Mommy dan Daddy pasti sudah menunggu," ajak Raven.

"Aku tidak mungkin keluar dengan baju seperti ini!" protes Sara segera berdiri.

Mata Raven tak berkedip sambil menelan ludah dengan susah payah saat menatap istri dadakannya itu. Kemeja putih itu justru membuat Sara tampak polos namun menggoda, menampilkan kaki jenjangnya yang putih mulus.

"Heh! Kamu kenapa malah bengong sih?" tanya Sara heran melihat Raven yang hanya berdiri mematung di tempat.

"Hus! Apa yang sedang kamu pikirkan, Raven! Sadar, ini hanya nikah dadakan karena terpaksa!" batin Raven berusaha mengingatkan diri sendiri.

"Kamu... tunggu sebentar, aku panggil Mommy dulu," ucap Raven lalu bergegas keluar tanpa menunggu jawaban, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih bertalu-talu.

Tak lama pintu terbuka kembali, kali ini Maria masuk sambil membawa sebuah gaun santai berwarna pastel yang lembut.

"Maafkan Mommy ya sayang, ini semua terlalu mendadak jadi Mommy belum sempat menyiapkan baju untukmu. Kamu pakai baju Mommy dulu ya, Mommy rasa gaun ini pas sekali di tubuhmu," ucapnya ramah.

Sara mengangguk sungkan, lalu segera berganti pakaian. Saat ia keluar, Maria terpaku sejenak. Gaun itu benar-benar pas menyelimuti tubuhnya, menonjolkan pesona alami Sara yang cantik dan anggun.

"Wah, kamu sangat cantik sekali, sayang! Mommy yakin, Raven pasti akan bertekuk lutut melihat kecantikanmu," puji Maria tulus.

Sara tersenyum malu. "Ah, Tante berlebihan deh. Sara merasa biasa saja, Tante yang justru terlihat sangat cantik dan awet muda."

"Tunggu dulu, mulai sekarang jangan panggil Tante lagi, panggil Mommy!" tegas Maria dengan senyum hangat.

"Baik, Mommy!"

"Nah itu lebih baik! Ayo kita turun! Sebelum mereka berdua menghabiskan makan malamnya!" ajak Maria sambil menggandeng tangan menantunya.

Bersambung...

 

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!