NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Bintang Di Meja Anak-Anak

​Lampu kristal di ballroom Hotel Grand Luxury berpendar megah, memantulkan replika galaksi, roket besar, dan balon-balon berbentuk planet yang menghiasi seluruh ruangan. Musik ceria khas anak-anak menggema, berpadu dengan tawa renyah puluhan bocah yang berlarian.

​Di dekat pintu masuk, Valeria melangkah dengan dagu terangkat. Berkat dokter spesialis mahal, wajah bengkaknya sudah kembali mulus. Malam ini, dia mengenakan gaun pilihan Anita yang berwarna emerald pink perpaduan warna merah muda menyala dengan sentuhan kilau metalik yang sangat mencolok.

Di bawah sorot lampu, gaun itu memantulkan cahaya berkilauan yang langsung mencuri perhatian semua orang sejak detik pertama dia melangkah masuk.

​Valeria sempat merasa bangga. Dia merasa dirinya seperti bintang utama, jauh lebih bersinar daripada Anita yang malam itu hanya mengenakan gaun biru tua yang anggun namun kalem.

​"Valeria! Ya ampun, kamu cantik banget malam ini. Sini, beb, langsung masuk aja," sambut Anita yang tiba-tiba muncul di depannya dengan senyum super lebar.

​"Terima kasih undangan dan gaunnya, Anita. Pas banget di aku," sahut Valeria, mencoba terdengar percaya diri sembari melirik Randy yang berdiri beberapa langkah di belakang Anita dengan wajah tegang.

​"Tentu saja pas. Aku sengaja pilihkan warna emerald pink ini biar kamu kelihatan paling menonjol," ujar Anita ramah, lalu merangkul pundak Valeria.

"Ayo, aku udah siapkan tempat duduk khusus buat kamu di barisan paling depan."

​Valeria mengira dia akan ditempatkan di meja VIP bersama para kolega bisnis Randy. Namun, senyumnya seketika runtuh saat Anita menuntunnya ke sebuah meja bundar besar tepat di bawah panggung utama.

Meja itu tidak diisi oleh para pengusaha, melainkan oleh belasan anak kecil berusia lima enam tahun teman-teman TK Vano yang sedang asyik memegang balon dan robot-robotan.

​"Nah, kamu duduk di sini ya, Val. Menemani anak-anak. Kan kamu paling suka sama anak kecil," ucap Anita manis sebelum Valeria sempat memprotes.

​Valeria mematung, menatap kursi kecil yang harus dia duduki dengan gaun mahalnya yang ketat. Di sekelilingnya, bocah-bocah ingusan mulai menatapnya dengan pandangan penasaran.

Dari kejauhan, Randy hanya bisa membuang muka, pura-pura sibuk mengobrol dengan tamu lain karena tidak berani membela selingkuhannya.

​Tak lama kemudian, MC pesta yang mengenakan kostum badut naik ke atas panggung untuk memulai acara. Sorak-sorai anak-anak membumbung tinggi. Setelah beberapa rangkaian acara, Anita naik ke panggung memegang mikrofon untuk memberikan sambutan singkat sebagai tuan rumah.

​"Selamat malam semuanya, terima kasih sudah datang ke acara ulang tahun Vano," sapa Anita anggun. Matanya kemudian melirik ke arah meja paling depan, lalu tersenyum misterius.

"Anak-anak... coba lihat ke meja depan. Hari ini kita kedatangan Tante spesial. Lihat bajunya, warnanya pink berkilau kayak bintang alien dari Planet Mars!"

​"Wah, iya! Pink mengkilap!" seru salah satu anak kecil dengan polosnya.

​"Tante Bintang Pink itu punya banyak stiker dan mainan bagus di mejanya. Nanti kalau sesi game dimulai, kalian semua harus serbu Tante Valeria, ya! Setuju?" pancing Anita dengan nada riang.

​"Setujuuuuu!" teriak puluhan anak kecil serempak.

​Valeria yang duduk di kursi kecil itu langsung berkeringat dingin. Wajahnya yang dilapisi riasan tebal mendadak kaku. Dia terpaksa mengulas senyum palsu yang sangat lebar ke arah ratusan pasang mata orang tua murid yang kini ikut menatapnya sembari berbisik-bisik, mengira Valeria adalah salah satu kru hiburan pesta yang sengaja disewa.

​"Oke anak-anak! Sekarang waktunya game 'Serang Alien Bintang'!" teriak MC badut yang rupanya sudah di-briefing oleh Anita sebelumnya. MC itu membagikan ratusan stiker berbentuk monster biru kecil kepada anak-anak.

"Tugas kalian adalah menempelkan stiker monster ini sebanyak-banyaknya ke baju Tante Bintang Pink di depan! Siapa yang stikernya habis duluan, dapat hadiah lego dari Vano!"

​"Serangggg!"

​Dalam hitungan detik, belasan anak kecil yang hiperaktif langsung berlarian dan mengerumuni meja Valeria. Mereka tidak peduli dengan ekspresi syok Valeria. Tangan-tangan mungil yang mungil langsung menempelkan stiker-stiker kertas itu dengan agresif ke sekujur gaun emerald pink milik Valeria.

​"Eh... dek, pelan-pelan ntar robek gaunnya... aduh, jangan di situ!" pekik Valeria panik, mencoba menghalau tangan anak-anak itu tanpa menggunakan kekerasan.

​"Tante Alien, diam! Aku mau tempel di muka Tante!" seru seorang anak laki-laki gendut yang dengan tega menempelkan stiker tepat di dahi Valeria yang mulus.

​"Aduh, jangan! Mas Randy...!" lirih Valeria meminta tolong dengan pandangan matanya mencari sosok Randy di ujung ballroom. Namun, Randy justru sengaja berbalik badan, pura-pura tidak melihat penderitaan selingkuhannya demi menjaga reputasinya sendiri.

​Penderitaan Valeria belum berakhir. Seorang anak kecil yang sedang memegang cup es krim cokelat raksasa tiba-tiba tersenggol oleh temannya.

​Plop!

​Satu sekop besar es krim cokelat yang mulai meleleh mendarat dengan sempurna di bagian depan gaun emerald pink Valeria, lalu merosot ke bawah meninggalkan jejak noda cokelat pekat yang sangat kotor di atas kain merah muda metalik yang mahal itu.

​"Aaaaakh!" Valeria hampir saja menjerit histeris dan memaki anak itu. Napasnya memburu, matanya memerah menahan tangis dan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. Rasa malunya sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Gaunnya yang indah kini penuh dengan puluhan stiker monster biru dan lumuran es krim cokelat. Dia benar-benar terlihat seperti badut sirkus yang gagal.

​Anak-anak di sekelilingnya justru tertawa terpingkal-pingkal melihat penampilannya yang kacau.

"Hahaha! Tante Aliennya kena bom cokelat!"

​Valeria mengepalkan tangannya di bawah meja hingga kuku-kukunya memutih. Dia ingin sekali berdiri, membalikkan meja, dan pergi dari tempat terkutuk ini.

Namun, pandangan mata tajam dari para ibu-ibu sosialita di meja VIP membuatnya terpaksa menahan diri. Jika dia mengamuk pada anak-anak di pesta ini, besok namanya akan hancur di kalangan kelas atas Jakarta.

​Di atas panggung, Anita berdiri sembari menyesap jus jeruknya dengan sangat elegan. Dari balik gelas kaca itu, dia menatap Valeria yang sedang menderita dengan senyuman kemenangan yang teramat dingin.

​"Gimana rasanya jadi bahan tertawaan anak kecil, Val? Ini baru pemanasan. Nikmati dulu status lo sebagai badut malam ini, karena setelah pesta ini selesai, gue bakal bikin lo dan Randy menangis darah," batin Anita puas, menyaksikan awal dari kehancuran perlahan sang pelakor.

​Dengan air mata yang akhirnya luruh merusak riasan tebalnya, Valeria berlari kencang meninggalkan ballroom menuju toilet hotel yang sepi.

Di depan cermin besar, dia menatap bayangannya yang mengenaskan gaun emerald pink yang penuh noda cokelat dan stiker monster, serta dahi yang memerah.

​Sambil menggosok noda es krim di dadanya dengan kasar menggunakan tisu basah, Valeria menangis tergugu menahan malu yang teramat sangat.

Rahangnya mengeras, dipenuhi oleh rasa benci yang membakar seluruh kesadarannya.

​"Sialan lo, Anita! Lo sengaja mau bikin gue kayak badut di depan semua orang!" jerit Valeria tertahan, meremas tisu di tangannya hingga hancur.

​Sambil menatap tajam pantulan matanya sendiri di cermin, Valeria bersumpah dengan suara bergetar penuh dendam.

"Gue bersumpah, demi apa pun... gue nggak akan biarin lo menang, Anita. Gue bakal rebut Randy seutuhnya, gue bakal hamil anak dia, dan gue sendiri yang akan bikin hidup lo jauh lebih menderita dan menjijikkan dari ini!"

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!