NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:479.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Apa? Cerai? Tidak!" sahut Shaka dengan tangan mengepal kuat menahan amarahnya.

Seperti dejavu, kejadian tiga tahun yang lalu seakan kembali berputar hari ini. Hari dimana Grace mengajaknya bercerai di umur anak mereka masih delapan bulan dalam kandungan. Tanpa tahu apa penyebabnya tiba-tiba istrinya itu mengajak berpisah.

Sampai saat ini, Arshaka belum tahu alasan Grace meminta cerai darinya. Kalau alasan kasta yang menjadi masalah, laki-laki muda itu akan berusaha mendapatkan harta sebanyak mungkin agar kasta mereka bisa sama. Akan tetapi, bukan jawaban yang dia dapatkan dari sang istri melainkan ejekan dan cemoohan dari sang mertua.

Sejak bercerai setelah Azka lahir dan ditinggalkan begitu saja oleh Grace , Arshaka bersumpah untuk menyelesaikan kuliah lebih cepat dari waktunya. Dia juga mencari beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi. Hanya prestasi yang bisa dibanggakan, tak ada harta yang dia punya.

"Aku tidak akan pernah menceraikan kamu, Shaila. Jadi, lain kali jangan pernah kamu memintanya lagi," ucap Shaka dingin dengan tangan terkepal sampai urat-uratnya terlihat menyembul keluar.

"Untuk apa dipertahankan pernikahan tanpa cinta ini? Untuk apa menikah jika di luar sana kamu masih mencari wanita lain?" tanya Shaila dengan suara lirih, hatinya seakan hancur.

Ternyata hanya di mulut saja, jika berpisah dalam keadaan perawan lebih baik. Namun, kenyataannya hatinya terasa bagai disayat sembilu. Saat terucap dia baik-baik saja karena dia belum melihat dengan mata kepala sendiri. Kini, saat dia dengan jelas melihat bagaimana sang suami memperlakukan wanita itu, sakit.

"Apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu pikirkan, Shai. Percayalah, saya dan dia sudah tidak memiliki hubungan," ungkap Arshaka seraya meraih tangan sang istri.

Shaila mengibaskan lengannya agar tangan sang suami terlepas. Gadis itu tidak mau disentuh oleh suaminya yang mendua.

"Sudah tidak memiliki hubungan, berarti sebelumnya kalian pacaran? Atau sepasang suami istri?" Shaila sudah tidak dapat menahan emosinya lagi, sehingga dia menguatkan suara di hadapan suaminya.

Arshaka tersentak mendengar suara sang istri yang menggelegar. Istrinya itu walaupun bar-bar dan masih kekanak-kanakan, tidak sekalipun meninggikan suara pada suami atau orang yang lebih tua darinya. Hal ini menandakan bahwa sang istri benar-benar marah dan kecewa padanya.

Melihat sang suami yang hanya diam tak menjawab pertanyaannya, membuat Shaila menggelengkan kepala. Seolah tak percaya jika dosen yang dia kira memiliki kepribadian yang baik, tega menduakannya. Kepala gadis itu menggeleng dengan air mata mengalir deras.

Shaka memeluk sang istri, air matanya ikut menetes karena merasa bersalah pada sang istri. Merasa bersalah tidak berkata jujur sejak awal padanya.

"Dia mantan pacar saya sewaktu SMA. Kami putus saat mendekati ujian kelulusan. Setelah itu saya dekat dengan teman sekelas. Sebelumnya memang teman bercanda, tapi setelah saya sendiri kami jadi lebih dekat lagi.

Kedekatan kami dari sekedar teman menjadi friends with benefit, kami melakukan segala sesuatu bersama yang penting saling menguntungkan. Berawal dari nonton film bersama dan berakhir di bawah selimut yang sama. Kami selalu bersama, bahkan kuliah pun mengambil jurusan yang sama dan satu kelas.

Kami ketahuan melakukan hubungan suami istri dan dinikahkan. Awalnya orang tua Grace tidak mau karena kehidupan di tanah kelahirannya hal itu sudah biasa. Namun, papa memaksa menikahkan kami.

Selama pernikahan kami, sebenarnya kami tidak pernah bertengkar. Setiap ada masalah kami bicarakan bersama. Walaupun aku selalu dicemooh dan diejek oleh orang tua Grace, aku terima karena memang kami hanya orang biasa sedangkan tuan Alfonso seorang pengusaha terkenal di Amerika.

Setahun kami menikah, Grace tiba-tiba minta cerai. Aku menolaknya, sehingga dia dibantu orang tuanya mengurus perceraian kami. Setelah Azka lahir dia pergi bersama orang tuanya ke Amerika dan kami resmi bercerai."

Arshaka menceritakan masa lalunya pada sang istri dengan tangan masih memeluk tubuh mungil itu. Dia tidak peduli istri kecilnya percaya atau tidak. Yang penting laki-laki itu sudah berkata jujur walau terlambat, sang istri terlanjur marah.

"Lalu, tadi yang saya lihat apa? Mana ada orang yang tidak memiliki hubungan apa-apa bisa seromantis itu," tanya Shaila tidak percaya dengan cerita sang suami.

"Saya hanya menghibur dia. Dia baru saja ditinggal menikah oleh pacarnya. Parahnya lagi, istri sang pacar adalah teman dekatnya sendiri. Sebagai seorang teman, saya hanya menghibur, tidak lebih."

Hhhh ....

"Saya juga mengatakan pada dia kalau saya sudah menikah lagi. Menikahi anak didik saya yang sangat spesial bagi saya."

Diam tak ada sahutan dari Shaila. Gadis itu tidak bisa percaya begitu saja. Baginya tidak ada kata teman antar lawan jenis, kecuali sebatas mengenal saja.

"Saya belum meminta hak saya sebagai suami, bukan karena tidak menginginkan kamu. Saya hanya ingin melakukan itu, saat kamu sudah ikhlas dan siap melayani saya sebagai suami kamu." Arshaka kembali bersuara karena istri kecilnya itu masih betah membisu dengan air mata yang terus mengalir.

Arshaka memutar tubuh sang istri hingga menghadap padanya. Melihat istri kecilnya menangis, hati laki-laki itupun terasa tercubit. Ayah satu anak itu mengusap air mata yang masih tersisa di sudut mata dan di pipi sang istri.

"Maaf, sudah membuat kamu menangis karena tidak berkata jujur. Percayalah itu semua bukan kesengajaan, akhir-akhir ini saya sibuk merampungkan tesis sehingga tidak ada waktu untuk kamu dan Azka."

Arshaka menempelkan keningnya di kening sang istri. Mata laki-laki itu berkaca-kaca karena merasa bersalah. Beberapa menit kemudian, dia mencium wajah sang istri secara menyeluruh dan berakhir di bibir manisnya.

Arshaka mulai menyesap, menghisap, dan m3lum4t. Shaila pun membalas dan membuka sedikit bibirnya, sehingga memudahkan lidah sang suami menerobos masuk ke dalam rongga mulutnya. Memporak porandakan isinya.

Deru napas keduanya sudah memburu. Tangan Shaka pun sudah bergerilya ke seluruh tubuh sang istri. Tidak sampai di situ, masih dengan bibir saling bertaut, laki-laki itu melepaskan semua kain yang menempel pada tubuh Shaila, kecuali pakaian da lamnya.

Perlahan, Arshaka membawa istri kecilnya menuju ranjang. Laki-laki itu berusaha melepaskan kain yang menempel pada tubuhnya karena sang istri tidak mau membantu melepaskan. Ciu man itu semakin menuntut.

Sesuatu di balik segitiga bermuda itu berdiri tegak, tetapi bukan keadilan. Kokoh tetapi bukan monumen. Siap menghunus tetapi tumpul.

Arshaka pun sudah tidak sabar untuk membuang kain penghalang kenikmatannya. Satu persatu sisa kain yang menempel di tubuhnya dan tubuh sang istri melayang entah ke mana karena dia melempar dengan asal.

"Ayah! Bubun! Buka pintunya!" teriak Azka sambil menggedor-gedor pintu kamar.

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!