NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Eksekusi Tanpa Ampun

​Serpihan-serpihan tajam dari hancurnya Golok Taring Harimau Darah berjatuhan di atas tanah berbatu. Logam pusaka tingkat bumi itu kini kehilangan seluruh kilau spiritualnya yang semula menyala merah.

​Asap tipis berwarna kelabu keluar dari retakan pilar menara pengawas gerbang utara kota. Sisa-sisa debu reruntuhan bangunan perlahan mulai tersapu oleh embusan angin fajar yang dingin.

​Zhao Jingtian terbaring telentang dengan tubuh yang terus bergetar-getar menahan rasa sakit luar biasa. Dada kirinya tampak melesak ke dalam sedalam beberapa inci menghancurkan susunan tulang rusuk.

​Darah segar berwarna merah tua terus mengalir keluar dari sudut bibir pria paruh baya tersebut. Dia berusaha mengalirkan sisa qi di dalam meridian untuk menutup luka internalnya yang parah.

​Namun sirkulasi energi di dalam tubuhnya telah kacau-balau akibat hantaman Pedang Berat Hitam Lin Tian. Mutiara spiritual di dalam dantian miliknya kini dipenuhi oleh retakan kecil-kecil yang mematikan.

​Lin Tian mengayunkan pedang raksasanya ke bawah untuk membersihkan sisa noda darah di bilah logam. Gerakan lengan kirinya sangat stabil tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik setelah pertempuran besar.

​Sepasang manik mata hitam milik pemuda itu menatap datar ke arah satu tetua klan tersisa. Tetua ketiga klan Zhao tersebut saat ini sedang bersujud dengan seluruh tubuh yang gemetar pekat.

​Pria tua itu tidak lagi memiliki keberanian untuk mengangkat senjata pedang bajanya menghadapi Lin Tian. Dia telah melihat langsung bagaimana dua rekan seangkatannya tewas secara instan hanya dalam beberapa napas.

​Lin Tian tidak menghentikan langkah kakinya melainkan terus berjalan lambat mendekati posisi tetua ketiga tersebut. Ujung Pedang Berat Hitam miliknya terseret di atas batu jalanan menciptakan suara gesekan tajam.

​ZRRTTT

​Suara gesekan logam tebal itu terdengar laksana lonceng kematian bagi indra pendengaran sang tetua. Pria tua itu tiba-tiba memutar tubuhnya lalu melompat ke arah tembok pemukiman warga.

​Dia berusaha melarikan diri menggunakan sisa teknik meringankan tubuh yang dimilikinya secara maksimal. Ketakutan akan kematian telah menghancurkan seluruh rasa kesetiaan terhadap klan besar Zhao siang ini.

​Lin Tian tidak mengejar sosok yang sedang melayang terbang rendah di udara malam itu. Tangan kanannya bergerak cepat memungut sepotong pecahan mata golok pusaka yang tergeletak di tanah.

​Dengan satu sentakan pergelangan tangan yang sangat presisi, pecahan logam itu dilemparkan ke depan. Serpihan besi merah tersebut melesat membelah kegelapan malam laksana sebutir peluru kendali spiritual murni.

​CRAATT

​Pecahan golok itu menembus tepat di bagian belakang kepala tetua ketiga klan Zhao tanpa hambatan. Tubuh pria tua itu seketika kehilangan keseimbangan lalu jatuh menghantam atap rumah hingga hancur.

​Jasadnya berguling jatuh ke dalam gang sempit di bawahnya dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa. Lin Tian bahkan tidak menolehkan pandangan matanya untuk memastikan kematian dari tetua lemah tersebut.

​Dia kembali memfokuskan seluruh langkah kakinya menuju ke tempat Zhao Jingtian yang sedang menggelepar pasrah. Langkah kaki Lin Tian sangat ritmis menciptakan tekanan psikologis yang sangat berat bagi musuh.

​Zhao Jingtian menatap bayangan hitam Lin Tian yang kini telah berdiri tepat di atas kepalanya. Sinar matahari pagi mulai menyinari separuh wajah pemuda yang dipenuhi oleh ketenangan dingin tersebut.

​“Lin Tian, lepaskan nyawa tua milikku ini demi kedamaian jiwa leluhur klan milikmu.” Zhao Jingtian berbicara dengan suara yang sangat serak bercampur aduk dengan aliran darah segar.

​Keangkuhan seorang penguasa kota yang melekat selama puluhan tahun kini telah hilang lenyap sepenuhnya. Yang tersisa hanyalah seonggok daging manusia yang sangat ketakutan menghadapi ajal yang sudah dekat.

​Lin Tian tetap diam membisu tanpa memberikan respons verbal atas permohonan ampun musuh besarnya itu. Dia mengangkat Pedang Berat Hitam menggunakan kedua tangan bersiap untuk melakukan tebasan eksekusi final.

​Melihat bilah pedang raksasa itu mulai terangkat ke atas, kepanikan Zhao Jingtian semakin memuncak hebat. Dia tahu betul bahwa pemuda di depannya ini tidak akan bisa digoyahkan oleh kata-kata kosong.

​“Aku memiliki seluruh kunci rahasia ruang penyimpanan harta karun utama dari klan Zhao!” Zhao Jingtian berteriak cepat sebelum bilah pedang hitam itu bergerak turun mencabut nyawanya.

​“Ada puluhan ribu batu spiritual tingkat rendah dan obat-obatan herbal langka di dalam sana.” Penjelasan panik itu diberikan dengan harapan bisa memancing rasa serakah di dalam hati Lin Tian.

​Bagi seorang kultivator mandiri, kekayaan berskala besar dari sebuah klan lokal adalah berkah luar biasa. Zhao Jingtian meyakini bahwa tidak ada satu pun praktisi ranah Fondasi yang bisa menolak tawaran ini.

​Lin Tian menghentikan gerakan lengannya di udara membiarkan bilah pedang hitamnya melayang di atas leher musuh. Sepasang matanya yang sedingin es kutub menatap lurus ke dalam manik mata Zhao Jingtian.

​Sebuah guratan senyuman dingin yang sangat tipis perlahan terukir di kedua sudut bibir pemuda tersebut. Tatapan matanya tidak memancarkan rasa gembira melainkan sebuah penghinaan mutlak terhadap logika sang penguasa.

​“Kekayaanmu sudah menjadi milikku setelah kau mati.” Ucapan tenang Lin Tian meluncur lambat memecahkan seluruh harapan terakhir yang dimiliki oleh pemimpin klan Zhao tersebut.

​Bagi Lin Tian, informasi mengenai ruang rahasia bisa dicari secara manual setelah seluruh musuh binasa. Membiarkan seekor ular berbisa tetap hidup hanya demi harta adalah tindakan yang sangat bodoh.

​CRAATT

​Pedang Berat Hitam diayunkan ke bawah dengan kecepatan murni yang tidak bisa ditangkap oleh mata fana. Bilah logam tebal itu memotong pembuluh nadi leher Zhao Jingtian hingga terputus menjadi dua bagian.

​Kepala pemimpin klan Zhao menggelinding beberapa meter di atas permukaan jalanan berbatu yang dingin. Sepasang matanya yang melotot lebar masih merekam sisa ketakutan terdalam sebelum cahaya jiwanya padam.

​Semburan darah segar berwarna merah pekat membasahi sisa reruntuhan batu pilar gerbang kota Daun Merah. Penguasa mutlak wilayah lokal ini akhirnya resmi tewas di tangan sisa keturunan klan yang ditindasnya.

​'Metode eksekusi yang sangat bersih tanpa adanya keraguan mental sedikit pun di dalam jiwa.' Yue Chan memberikan komentar bernada puas dari dalam ruang lautan kesadaran spiritual milik Lin Tian.

​'Bocah ini benar-benar dilahirkan untuk menempuh jalan pembantaian para dewa di dunia atas nanti.' Permaisuri iblis itu melipat kedua tangannya merasa sangat beruntung mendapatkan wadah jiwa yang tepat.

​Lin Tian tidak membuang waktu untuk merenungi hasil kemenangan pertempuran balas dendam malam pertamanya ini. Dia berlutut di samping jasad tanpa kepala Zhao Jingtian untuk memeriksa barang-barang bawaan.

​Tangan kanannya bergerak cepat melepas sebuah cincin perak dari jari manis tangan kanan milik mayat. Cincin tersebut adalah sebuah alat penyimpanan spasial kelas menengah yang memiliki segel spiritual kuat.

​Lin Tian menyalurkan seulas qi cair keemasan miliknya langsung ke dalam struktur formasi cincin tersebut. Energi murninya menghancurkan sisa jejak kesadaran jiwa Zhao Jingtian yang sudah mulai melemah tipis.

​WUSSS

​Pikiran spiritual Lin Tian berhasil menembus masuk ke dalam ruang hampa udara di dalam cincin perak. Di dalam sana terdapat tumpukan batu spiritual berkilau dan beberapa gulungan kitab teknik bela diri.

​Lin Tian memasukkan cincin spasial tersebut ke dalam kantong kain tersembunyi di balik jubah hitamnya. Dia kemudian berdiri kembali memandangi arah pusat kota tempat kediaman utama klan Zhao berdiri.

​Pemberantasan sebuah klan besar tidak akan pernah dianggap selesai jika akar-akarnya tidak dicabut habis. Lin Tian tidak ingin menyisakan satu pun benih dendam yang bisa mengganggu perjalanannya di masa depan.

​Dia mulai melangkah meninggalkan area gerbang utara dengan kecepatan gerak yang sangat stabil menakutkan. Sosok jubah hitamnya menghilang di balik bayangan gang rumah warga seiring terbitnya matahari fana.

​Beberapa jam kemudian, kompleks kediaman utama klan Zhao telah dikepung oleh kobaran api yang sangat besar. Lin Tian telah membantai seluruh sisa prajurit penjaga luar klan tanpa menyisakan satu jiwa pun.

​Tangisan ketakutan dan jeritan keputusasaan sempat bergema keras dari dalam aula utama klan tersebut tadi pagi. Namun kini tempat itu telah berubah menjadi kuburan massal yang dipenuhi abu pembakaran hitam.

​Seluruh ruang rahasia penyimpanan harta karun yang disebutkan Zhao Jingtian telah dikuras habis oleh Lin Tian. Pemuda itu mengumpulkan semua sumber daya penting untuk menopang sisa kultivasi pribadinya nanti.

​Kota Daun Merah secara resmi telah kehilangan salah satu pilar penguasa terbesarnya dalam semalam saja. Berita mengenai musnahnya klan Zhao menyebar dengan sangat cepat memicu kepanikan massal klan lainnya.

​Lin Tian kini berdiri sunyi di atas perbukitan luar kota memandangi kepulan asap hitam dari kejauhan. Sumpah balas dendam pertamanya telah dibayar lunas menggunakan tumpukan kepala para pemimpin penindas klan.

​Namun tatapan matanya yang tajam masih mengarah pada satu target vertikal yang jauh lebih besar lagi. Tuan muda kota yang menjadi dalang utama kehancuran keluarganya masih berada di bawah perlindungan sekte.

​Perjalanan pembalasan dendam sejati dari sang raja iblis muda ini baru saja menyelesaikan babak pembuka. Target selanjutnya adalah menghancurkan benteng pertahanan sekte besar yang menjadi pelindung para musuh tersisa.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!