Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: Pengawal yang Berubah Menjadi Penguntit
...Tawa renyah Larissa masih menyisakan gema yang samar di ruang tamu ketika Fabian melangkah kembali dari toilet dengan senyuman percaya diri yang masih terpatri di wajahnya....
...Pria kaya yang manja itu sama sekali tidak menyadari bahwa buket mawar merah raksasa seharga ribuan dolar yang dibawanya tadi kini telah berakhir mengenaskan di dasar tong sampah stainless steel di sudut ruangan. ...
...Dia juga tidak menyadari bahwa suasana di dalam ruangan itu telah berubah menjadi medan perang yang dipenuhi kepulan cemburu dari sang pengawal pribadi....
..."Larissa, Cintaku," panggil Fabian sambil merapikan kerah jas biru mudanya, matanya mengedar mencari buket mawar tadi namun segera teralih oleh pesona gadis bergaun mini di hadapannya. ...
..."Bagaimana kalau kita langsung berangkat sekarang? Aku sudah memesan meja VIP di Gambero Rosso, restoran steak Italia terbaik di pusat kota. ...
...Mereka baru saja mendatangkan daging Wagyu kualitas tertinggi hari ini."...
...Larissa, yang sifatnya selalu haus akan hiburan dan masalah baru, melemparkan kerlingan mata hazel yang penuh kelicikan ke arah Gavin sebelum menjawab. ...
..."Terdengar menarik, Fabian. Kebetulan aku sedang sangat lapar pagi ini."...
...Namun, rencana Fabian untuk menikmati kencan berdua yang romantis langsung mendapat ganjalan besar dari lantai atas....
... Marco Moretti berjalan menuruni tangga utama dengan langkah berat yang berwibawa....
... Sepasang mata elangnya menatap Fabian sekilas, lalu beralih kepada putrinya....
..."Kamu boleh pergi makan siang, Larissa," ucap Marco dengan suara berat yang tidak menerima bantahan. ...
..."Tapi dengan satu syarat. Gavin harus ikut bersamamu di dalam mobil dan menjaga selama kamu berada di luar rumah. Situasi di hotel semalam belum sepenuhnya bersih."...
...Fabian sempat mengernyitkan dahinya jengkel....
... Dia menolak kehadiran orang ketiga yang dia anggap sebagai pengganggu momen romantisnya....
... Namun, karena tidak berani membantah pengaruh besar Marco Moretti, dia terpaksa mengangguk pasrah....
... "Tentu saja, Tuan Moretti. Pengawal amatir... maksudku, pengawal pribadi Anda tentu boleh ikut untuk memastikan keamanan di luar."...
...Di sudut ruangan, Gavin menurunkan kepalanya sedikit dalam gerakan formal yang sangat kaku....
... Wajah tampannya yang datar, menolak keras memperlihatkan gejolak yang sedang berkecamuk di dalam dadanya....
... Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Gavin justru bersyukur atas perintah Marco....
... Sikap posesifnya berteriak puas, dia tidak akan pernah membiarkan Larissa pergi berdua saja dengan pria beraroma minyak rambut menyengat itu tanpa pengawasan darinya. ...
...Sebagai pria yang memiliki gengsi tinggi, tertutupi dengan rapi di balik kedok "menjalankan perintah majikan"....
...Setengah jam kemudian, mereka tiba di restoran Gambero Rosso. ...
...Restoran mewah itu mengusung konsep minimalis modern yang elegan dengan dinding-dinding yang didominasi oleh kaca transparan raksasa setinggi manusia, memberikan pemandangan langsung ke arah taman hidroponik yang asri di area luar restoran....
...Fabian memimpin jalan masuk ke area dalam, langsung menuju meja VIP yang terletak tepat di samping salah satu dinding kaca transparan tersebut. ...
...Begitu Larissa duduk di kursi beludrunya, Fabian berbalik dan menatap Gavin yang berdiri tegak lurus dua meter di belakang mereka dengan posisi siap sempurna yang kaku....
..."Hei, Pelayan," panggil Fabian dengan nada suara yang sengaja ditinggikan, merendahkan harga diri Gavin di depan para pelayan restoran yang lain. ...
...Dia mengeluarkan selembar uang seratus dolar dari dompet kulitnya dan melemparkannya ke atas meja dengan angkuh....
... "Tugasmu mengantar kami sudah selesai. Sekarang, kamu tunggu saja di luar restoran seperti pelayan biasa. Jangan berdiri di sini dan merusak pemandangan serta suasana makan siangku dengan Nona Moretti. Mengerti?"...
...Larissa melipat tangan di dada, mata hazelnya berkilat menantang, bersiap untuk menyaksikan bagaimana robot kakunya akan menghancurkan kesombongan Fabian....
...Namun, Gavin tidak membalas dengan kekerasan fisik. ...
...Pria berusia 30 tahun itu melirik uang seratus dolar di atas meja dengan tatapan mata biru cerah yang begitu dingin, menganggap nominal itu tidak lebih berharga dari selembar tisu kotor. ...
...Aura kaku dan ketusnya tetap terjaga sempurna demi mempertahankan penyamarannya....
..."Baik, Tuan Celaya. Saya akan mengambil posisi pengamanan di area luar berdasarkan perintah Anda," jawab Gavin dengan suara bariton yang sangat rendah, formal, dan datar tanpa intonasi emosi sedikit pun....
...Gavin membalikkan tubuh tegapnya dengan gerakan yang kaku, lalu melangkah lebar keluar dari area dalam restoran....
... Fabian tersenyum puas, merasa telah berhasil menang atas sang pengawal pribadi di depan Larissa....
... "Lihat itu, Larissa? Orang seperti dia memang hanya mengerti bahasa uang dan perintah tegas," kesombongan Fabian meluap-luap....
...Namun, kemenangan Fabian hanya bertahan selama kurang dari dua menit....
...Gavin tidak pergi menunggu di area parkir atau berdiri di dekat pintu masuk layaknya pengawal biasa yang tersingkir....
... Sebaliknya, sang pemimpin tertinggi Kingsley Syndicate itu memilih mengambil rute tak terduga. ...
...Dia berjalan memasuki area taman hidroponik luar restoran, tepat menuju sebuah meja makan kayu kecil yang terletak di luar, dipisahkan hanya oleh lapisan kaca transparan setinggi manusia dari meja VIP tempat Larissa dan Fabian duduk....
...Jarak di antara meja Gavin di luar dan meja Fabian di dalam tidak lebih dari satu meter, hanya terhalang oleh selembar kaca transparan yang sangat bening....
...Gavin mendudukkan tubuh tegap setinggi seratus delapan puluh lima sentimeter itu di atas kursi besi luar ruangan. ...
...Postur duduknya luar biasa tegap, kaku, dan memancarkan wibawa yang pekat. ...
...Hanya dalam hitungan detik setelah dia duduk, seorang pelayan luar ruangan datang membawakan pesanannya, sepiring besar Tomahawk Steak setengah matang yang masih mengeluarkan cairan daging kemerahan, lengkap dengan pisau daging perak yang sangat tajam di genggaman tangannya....
...Gavin tidak lagi menjadi pengawal pribadi, dia telah berubah sepenuhnya menjadi seorang penguntit psikopat kelas kakap dengan sifat posesif yang berada di tingkat paling ekstrem....
...Gavin menolak menggunakan jas hitam tebalnya untuk menutupi dadanya kali ini. ...
...Dia duduk menghadap lurus ke arah kaca, mengunci fokus sepasang mata biru cerahnya yang kini telah menggelap total tepat ke arah wajah Fabian....
... Tatapan mata birunya begitu tajam dan dingin, memancarkan aura kematian yang sanggup meruntuhkan mental seorang prajurit perang sekalipun....
...Sepanjang makan siang berlangsung, jalannya kencan yang dibayangkan Fabian berubah menjadi mimpi buruk yang berjalan lambat. ...
...Setiap kali Fabian mencoba membuka mulut untuk merayu Larissa, atau setiap kali tangan Fabian bergerak di atas meja seolah ingin mendekati tangan seputih susu milik Larissa, pria itu refleks melirik ke arah luar kaca transparan....
...Dan di sana, di balik kaca yang bening, Gavin sedang menatapnya tanpa berkedip satu kali pun....
...Wajah Gavin datar tanpa ekspresi, kaku bak pahatan batu es, namun sepasang mata birunya memancarkan pesan membunuh yang sangat nyata dan mengerikan, seolah-olah dia sedang berkata,...
... "Berani menyentuh Larissa, dan aku akan menguliti kepalamu di tempat ini."...
...Sambil mempertahankan tatapan mematikan itu, tangan kekar Gavin yang dibungkus sarung tangan kulit hitam bergerak dengan sangat lambat, mengerikan, dan penuh tekanan. ...
...Dia menancapkan garpu peraknya ke atas daging steak setengah matang yang masih kemerahan, lalu menggunakan pisau dagingnya untuk memotong serat-serat daging tersebut dengan gerakan maju-mundur yang sangat perlahan, menimbulkan gesekan halus yang tak terdengar namun bisa dirasakan getaran tekanannya menembus kaca. ...
...Cairan merah dari daging itu mengalir di atas piringnya, melambangkan dengan sangat jelas apa yang ingin Gavin lakukan pada tubuh Fabian jika pria itu berani melanggar batas....
...Rasa cemburu gila-gilaan dari seorang bos mafia terbesar di Kolombia terwujud sepenuhnya dalam setiap sayatan pisau daging tersebut. ...
...Pria yang biasa berpura pura tidak peduli didepan Larissa kini berganti dengan kepuasan batin saat melihat Fabian mulai gemetar hebat di kursinya....
...Fabian mendadak merasa seluruh bulu kuduk di leher dan lengannya meremang hebat dengan ketakutan yang menusuk sumsum tulang belakangnya....
... Wajahnya berubah pucat pasi seputih kertas, dan keringat dingin sebesar biji jagung mulai bercucuran deras dari pelipisnya, membasahi kerah jas desainer mahalnya. ...
...Gelas air putih di genggaman tangan Fabian bergetar begitu hebat hingga menimbulkan bunyi gemertak halus beradu dengan giginya....
...Sementara itu, di seberang meja, Larissa menyandarkan tubuh rampingnya ke kursi beludru dengan sikap anggun bak seorang dewi. ...
...Sepasang mata hazelnya berkilat penuh binar kemenangan dan kepuasan yang sangat meluap-luap. ...
...Larissa benar-benar terhibur melihat bagaimana pengawal tsundere-nya meneror pria pengganggu ini tanpa perlu mengeluarkan sepatah kata pun dari balik kaca....
... Larissa memotong makanannya dengan senyuman puas dan juga manis yang terukir indah di wajah cantiknya....