Egin seorang gadis muda , anak pejabat yang memilih hidup mandiri sejak meninggalnya mamanya. Dengan mengubah penampilannya seperti gadis culun, Egin sering dibully di sekolah, namun semua dibuatnya tercengang karena kehebatannya yang tidak terduga. Bahkan Orland cowok paling ganteng di sekolah yang awalnya cuek menjadi jatuh cinta dibuatnya. Egin juga bisa mengungkap misteri dibalik meninggalnya mama tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Aku Bisa itu Karenamu
Egin menoleh , menatap Orland . Dengan senyum yang tidak kalah menawan Egin menjawab " love you too "
Sesaat setelahnya Egin meninggalkan Orland sendiri karena masih ada pekerjaan yang harus dirampungkan hari ini juga.
Orland yang masih senyam-senyum sendiri tidak menyadari keberadaan Rendra disampingnya.
" Ya elah Bro, ngapain loe cengar cengir sendirian. awas kesambet loe "
" Wweee bikin kaget aja loe. Gak lihat apa gue sedang seneng. Emang loe itu ya sirik aja gak bisa lihat sahabat loe ini seneng dikittt aja !"
" Ya enggak gitu juga kali bro....seneng ya seneng tapi kalau loe nya kayak orang yang lagi kesambet ya takut gue "
" Gue kesambet bidadari cantik dari surga bro"
" Bucin loe!"
" Ya emang....udah sana loe! "
Rendra segera pergi menjauh dari Orland, kembali dia dengan aktivitas awalnya, memilih dan memotong kayu untuk bahan souvenir.
Beruntung sekali Egin sudah mengganti bahan yang lebih berkualitas sehingga memudahkannya memotong dan memberi warna .
Nenek Rendra sangat senang dengan adanya aktivitas di rumahnya .
Egin juga sudah merombak ruangan tamu dan teras menjadi tempat produksi dan gudang penyimpanan .
Di masa tuanya Nenek Rendra sangat bersyukur bisa melihat cucu dan teman-teman cucunya bisa berkarya dan menjadi kebanggaannya.
Sering kali sambil anak-anak bekerja, Nenek membantu menyiapkan camilan, minuman dan juga tidak jarang Nenek bercerita tentang zaman dulu disaat Nenek masih muda. Di masa belum semodern ini.
Tentu saja anak-anak sangat suka mendengar semua yang diceritakan Nenek Rendra, bagi mereka, Nenek Rendra adalah nenek mereka juga.
Rumah Rendra sudah menjadi second home bagi Egin, Cyntia, Orland dan Bram beserta gengnya.
Sekalipun mereka sibuk mengurusi usaha, mereka tetap mengutamakan sekolah, kecuali geng motor yang merupakan anak-anak putus sekolah .
Egin berencana memberikan pelajaran kepada anak geng motor, supaya mereka juga memiliki pengetahuan seperti layaknya anak-anak lain.
" Egin kamu hebat....kita semua sampai di titik ini itu berkat kamu" kata Cyntia.
" Ini semua Anugerah Tuhan dan tentu berkat kamu dan kita semua disini, kita sampai ada di titik ini Cyn" jawab Egin
" O iya Egin pesanan yang minta di kirim ke kota B, itu cukup banyak. Apa kita bisa mencapainya sebelum deadline?" tanya Cyntia.
" Semoga saja bisa, kan kita sudah banyak dibantu oleh remaja di daerah sini. Dan kebetulan desainnya sederhana. Aku rasa bisa Cyn"
" Oke jika kamu yakin akupun juga gak ragu lagi. Awalnya aku ragu karena jumlah permintaannya yang sangat banyak."
" Kita perlu saling koordinasi dan kerjasama dengan baik"
" Siappp "
" Cyn, aku keluar dulu dengan Kak Orland ya ada beberapa cat yang kami butuhkan . "
" Hari ini Kak Orland bawa apa, motor atau mobil?"
" Kebetulan bawa mobil jadi bisa enak bawa belanjaannya"
" Oke, kita nitip camilan aja ya."
" Kalau soal itu sih siapp"
" Jika ada yang kelupaan kirim pesan lewat pesan singkat, bisa kan?" Rendra ikut nimbrung.
" Apaan Kak ngikut aja " tanya Cyntia sambil cemberut
" Kan mumpung ada yang keluar belanja, sayang?" jawab Rendra
" Beres...beres.....mau nitip apa lagi sih?" sahut Orland.
" Nanti saja Bro, belum gue cek semua stok yang ada"
" Oke siap.....kita berangkat dulu ya. Awas jangan tengkar loe loe pade !" ancam Orland.
Cyntia yang masih cemberut pergi meninggalkan Rendra, dia menyibukkan diri dengan membantu mewarnai souvenir yang telah jadi.
" Ngapain cemberut aja?" tanya Bram
" Tau!" jawab Cyntia singkat.
" Udah bro jangan ditanya-tanya dulu, lagi PMS kali" kata Jeri asal.
" Hus ! pada ngomong apa loe, jangan bikin sedih sayangku , ya kan beb?" kata Rendra sambil mendekati Cyntia.
Cyntia yang selalu luluh dengan rayuan Rendrapun segera tersenyum. Cyntia menjelaskan kepada Rendra jika dirinya tidak suka saat dia ngobrol dengan Egin, Rendra ikut-ikutan. Apalagi mau nitip-nitip segala Cyntia merasa sungkan pada Egin. Rendra meminta maaf atas sikapnya tadi .
Yah itulah hubungan Cyntia dan Rendra, selalu mengungkapkan apa ganjalan di hati masing-masing.
Di perjalanan Egin dan Orland mendengarkan lagu lama yang mereka suka, lagu sheila on seven mengalun mengiringi perjalanan mereka menuju toko.
Karena keduanya anak band, mereka ikut bernyanyi bersama. Lagu favorit mereka anugrah terindah yang pernah aku miliki....
Selama mereka jadian, Egin bersyukur bisa memiliki Orland meski belum sepenuhnya, begitu juga Orland, bagi Orland , Egin adalah anugerah yang paling indah untuknya.
Senyum bahagia menghiasi wajah mereka.
Tapi saat hampir sampai di toko yang akan mereka tuju, Orland sepintas melihat mobil papanya melintas di depannya.
" Sayang ke tokonya nanti dulu ya, boleh aku mengejar mobil yang di depan?" tanya Orland
" Oke kak, itu mobil papa ya?" tebak Egin
" Iya, kamu tidak keberatan kan jika waktu kita terganggu karena ini?"
" Sama sekali tidak"
Egin sangat menghormati keinginan Orland. Dia tidak mau jadi orang yang egois.
James, papa Orland mengetahui mobilnya diikuti oleh mobil Orland.
Dia sama sekali tidak terlihat panik, bahkan sengaja memperlambat laju mobilnya.
James ingin bicara dengan Orland, meskipun ada gadis disampingnya.
James segera menepi dan menghentikan mobilnya.
Orland ikut berhenti dan segera keluar dari mobilnya menemui papanya.
" Pa....kemana papa selama ini tidak pulang ke rumah?" tanya Orland dengan sedikit emosi.
" My boy.......kamu kangen sama papa ?" James balik bertanya
" Papa tidak pernah ngertiin perasaan mama. Siapa cewek di mobilnya papa itu"
" Sudahlah boy, kamu sudah dewasa dan mengerti pria dewasa seperti apa, yang penting papa selalu kasih uang ke kamu dan mamamu" jawab James enteng
Tanpa basa basi, Orland memukul papanya sampai papanya jatuh tersungkur. Egin yang melihat itu semua hanya diam dan memandang dengan tatapan yang sulit diartikan dari dalam mobil. Sedangkan gadis yang bersama James berteriak ketakutan , tapi tetap tidak berani keluar dari mobil.
" Maaf jika Orland tidak sopan Pa. Semoga pukulan tadi bisa menyadarkan papa bahwa ada keluarga yang selalu menunggu papa untuk pulang. Ingat Mama , Pa!" teriak Orland sambil meninggalkan papanya yang masih tersungkur di tanah begitu saja.
" Orland! Tunggu .....Papa akan jelaskan semua sama kamu!"
" Tidak ada yang perlu dijelaskan disini Pa. Pulanglah dan jelaskan juga pada Mama"
Orland segera masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanannya kembali bersama Egin.
" Sayang maafkan sikapku tadi sama papaku, aku hanya berharap papa sadar dan mau pulang ke rumah"
" Kakak tidak perlu minta maaf ke Egin, seharusnya kakak minta maaf pada Om James. Egin berharap Om mau pulang dan bisa memperbaiki hubungan dengan Kak Orland dan Tante Naya.
" Sebenarnya aku malu dengan kondisi keluargaku yang seperti ini sayang"
" Tidak perlu malu kak, semua orang pasti memiliki masalahnya masing-masing. Itulah kehidupan kak "
" Semoga kita selalu bisa menyelesaikan tiap masalah tanpa saling menyakiti"
" Berjanjilah selalu ada untukku Kak"
" Itu pasti "
maaf ini tanya yah author 🙏🙏
aku team Orland - Egin. feel nya dapet banget.
mau munculin karisma Richard jg ga ngaruh. krn ngerasain "soul" itu susah lho.
jgn dibuat goyah thor. pasangan ini udh kuat banget "soul" nya