"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Di dalam mobil setelah pulang dari kediaman Elbert Ivana merasa begitu frustasi mengenai masa depannya. Ia yang mengharapkan Altas justru mengandung anak Elbert.
(Note: Elbert dan Ivana bertemu di Klub beberapa Minggu lalu, dan saat Ivana tidak sadarkan diri Elbert pun yang di kenal sebagai lelaki hidung belang justru memanfaatkan keadaan).
Ivana pun terus berpikir bagaimana masalahnya kali ini bisa ia atasi, dan ia pun langsung memiliki rencana jahan yang entah seperti apa dan mencoba memanfaatkan keadaannya kali ini.
"Okee, tenang Ivana. Baiklah, sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan."
...
Malam hari tertidur Sera sembari tangan Altas yang terus memeluk erat, tiba-tiba Sera terbangun lalu terduduk memegang perutnya.
"Aduhhh" lirihnya.
Alatas seolah sudah memiliki ikatan batin dengan Sera pun ikut terbangun dengan sigapnya ia memberi perhatian dan bertanya apakah perutnya terasa sakit dengan nada khawatir.
"Kenapa, sakit ya sayang?"
Sejenak Sera menatap, "Laper" lucunya.
"Kamu membuatku khawatir. Sayang mau makan, makan apa biar aku buatkan."
Sera mengatakan kalau ia ingin makan di luar (bebek bakar yang tidak jauh dari rumahnya). Dengan sigap Altas segera bangkit dan bersiap untuk membelikan makanan dyang diminta sang istri, namun Sera tidak ingin dibelikan dan ingin ikut bersama dan makan di tempat.
"Kan sudah malam sayang."
"Pliss, sayangg."
"Baiklah" menyambut tangan Sera untuk bangkit.
Sera hanya membasuh wajahnya dan keluar dengan pakaian tidur dan sandal yang lucu, kerut alis Altas bertanya apakah ia akan keluar seperti itu.
"Kenapa?"
"Nggak papa," senyum Altas.
Altas pun meminta Sera untuk memakai jaket agar tidak terlalu dingin, angguk Sera hanya menurut.
Di dalam mobil Sera seolah hilang keseimbangan dengan mata sayu yang masih mengantuk kepala kesana kemari dan mulut menganga. Ekspresi Sera itu membuat Altas tersenyum lirih dan tiba-tiba Sera membuka kecil mata menatap ke arah Altas.
"Kenapa tertawa, aku masih mengantuk sayang" ucap Sera menyandarkan kepala.
"Pejamkan dulu matamu sayang, nanti akan aku bangunkan jika sudah sampai."
Memeluk lengan Altas begitu manja.
Tak berselang lama mereka pun sampai di tempat yang dituju, dengan penuh semangat Sera pun langsung turun dan memesan 3 porsi bebek.
"3 porsi?" tanya Altas.
"Iya, untuk kamu satu dan aku dua. Eh bukan, lebih tepatnya untuk anak kita (senyumnya). Aku laper sayang!"
"Iya sayang, jika masih kurang tambah lagi nggak papa" membelai lembut rambut Sera.
Saat makanan tiba, dengan begitu lahapnya Sera makan hingga semua habis tak tersisa. Altas pun ikut bahagia bisa menuruti keinginan sang istri dan calon buah hati mereka.
"Pak, bungkus ya 2" ucap Sera.
...
Keesokan hari, Altas mengundang seorang dokter dan perawat untuk memeriksa keadaan Sera serta mempersiapkan perawat khusus serta alat medis di rumahnya untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan sang buah hati mereka tanpa harus pergi ke rumah sakit. Altas pun memberikan perawatan ekstra dan khusus untuk istrinya.
Di ruang khusus yang dilengkapi dengan alat medis Altas membawa Sera disambut oleh dokter dan perawat yang sudah ada di tempat.
"Ini semua?" tanya Sera.
"Iya sayang, aku siapkan semua ini untuk kamu dan calon anak kita. Aku ingin memastikan kalau kalian berdua baik-baik saja."
Dokter pun segera meminta pasiennya berbaring guna memastikan kesehatan sang ibu yang sangat baik.
"Apakah saya bisa melihat calon anak saya?" ceplos Altas.
Mendengar hal itu Sera dan dokter serta pelayanan tersenyum menjelaskan pada Altas kalau kehamilan diusia dini belum bisa terdeteksi dan mungkin akan bisa di lihat di USG kurang lebih 1 bulan.
"Aku terlalu tidak sabar" ucap Altas sedikit malu.
Menjelang sore, Altas meminta izin pada Sera untuk menyelesaikan urusannya di tempat usaha sebelumnya, ia mengajak Sera bersamanya meski dengan kekhawatiran akan kondisi Sera karena ia hanya ingin menciptakan rasa aman untuk istrinya.
Sera mengatakan kalau mungkin ia lebih baik tidak ikut dan meminta suaminya itu berhati-hati saat berada di tempat seperti itu, karena untuk sekarang kondisinya sudah berbeda. Sera juga meminta Altas untuk pergi bersama Corleo agar ia merasa lebih tenang.
Jelas Altas jika Corleo juga sedang ada urusan penting mengenai bisnis mereka dan mungkin akan menyusul terlambat.
"Jaga dirimu baik-baik dan kabari aku jika ada masalah."
"Jangan khawatir aku akan pulang secepatnya dan memastikan masalah ini selesai hari ini juga" mengusap kepala Sera dan memberi kecupan hangat dikening dan bibirnya.
Altas juga meminta Sera untuk istirahat dan jika ingin sesuatu minta pada pelayan atau bisa menelponnya jika ingin makanan dari luar lagi.
"Iya sayang."
Sebelum pergi tak lupa juga Altas mencium perut Sera, "Baik-baik sama mamah ya, sayang."
...