NovelToon NovelToon
DI BALIK LUKA

DI BALIK LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nathasya90

Hannah pernah kehilangan segalanya—rumah tangga, impian menjadi seorang ibu, dan kepercayaan pada cinta. Saat ia mulai menata hidupnya kembali, Rayyan hadir tanpa memaksa, hanya perlahan membuktikan bahwa cinta yang tulus tidak pernah lahir dari paksaan. Namun ketika masa lalu kembali muncul, Hamnah harus memilih, tetap hidup bersama luka, atau memberi kesempatan pada hati untuk percaya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nathasya90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DBL1

FLASHBACK

Tiga tahun sebelumnya.

Kalau saat itu ada yang bertanya kepada Hannah bagaimana rasanya menjadi seorang istri, mungkin perempuan itu akan menjawab sambil tersenyum bahwa hidupnya baik-baik saja.

Ia memiliki suami yang mencintainya, pekerjaan yang ia sukai, dan rumah sederhana yang selalu membuatnya ingin segera pulang setiap kali hari terasa melelahkan. Tidak mewah, memang. Namun baginya, kebahagiaan tidak pernah diukur dari seberapa besar rumah yang mereka tempati atau seberapa banyak tabungan yang mereka miliki. Selama ada Romi di sisinya, semuanya terasa cukup.

Begitu pula bagi Romi.

Sejak awal menikah, laki-laki itu tidak pernah memperlakukan Hannah sekadar sebagai istri. Hannah adalah teman berbicara, tempat berbagi lelah, sekaligus rumah yang selalu ingin ia datangi setelah menghabiskan waktu seharian di kantor. Mereka tidak pernah menjadi pasangan yang gemar mengumbar kemesraan di depan banyak orang, tetapi siapa pun yang melihat keduanya pasti tahu bahwa hubungan itu dibangun di atas rasa saling menghargai.

Tahun pertama pernikahan mereka berlalu tanpa banyak masalah.

Mereka masih sibuk menyesuaikan ritme hidup sebagai pasangan suami istri. Sesekali berbeda pendapat tentang hal-hal kecil, saling ngambek karena persoalan sepele, lalu tertawa lagi beberapa jam kemudian seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Sampai akhirnya, memasuki tahun kedua pernikahan, percakapan tentang anak mulai lebih sering hadir di antara mereka.

"Kalau nanti kita punya anak perempuan, kamu maunya mirip siapa?" tanya Hannah suatu malam sambil melipat pakaian yang baru selesai dijemur.

Romi yang sedang bersandar di kepala ranjang mengangkat wajah dari layar ponselnya.

"Mirip kamu."

Hannah tersenyum kecil.

"Kenapa?"

"Soalnya kalau mirip aku kasihan."

Hannah terkekeh.

"Memangnya kenapa kalau mirip kamu?"

"Nanti bandel."

"Bisa aja."

"Kalau mirip kamu, kan enak."

"Enak apanya?"

"Cantik."

Hannah melempar gulungan kaus kaki ke arah suaminya.

"Gombal."

Romi tertawa kecil sambil menangkap gulungan kaus kaki itu.

"Kan memang cantik."

Hannah hanya menggeleng pelan, tetapi sudut bibirnya tidak mampu menyembunyikan senyum yang perlahan mengembang.

Malam itu mereka kembali berbicara tentang banyak hal. Tentang nama anak, sekolah yang kelak ingin mereka pilih, sampai hal-hal sederhana seperti siapa yang akan lebih galak jika anak mereka nanti susah makan.

Tidak ada yang menyangka bahwa percakapan-percakapan kecil seperti itulah yang suatu hari nanti justru akan menjadi kenangan paling menyakitkan.

Bulan demi bulan berlalu.

Mereka menunggu.

Lalu menunggu lagi.

Namun kabar yang mereka harapkan tak kunjung datang.

Awalnya Hannah tidak terlalu memikirkannya. Ia percaya setiap anak memiliki waktunya sendiri untuk hadir. Bukankah banyak pasangan yang baru dikaruniai momongan setelah bertahun-tahun menikah? Karena itulah ia memilih menikmati prosesnya. Menjaga pola makan, mulai rutin berolahraga, mengurangi minuman berkafein, hingga mengatur jam istirahat sebaik mungkin. Semua ia lakukan tanpa merasa terbebani.

Ia yakin Tuhan sedang mempersiapkan waktu terbaik. Sayangnya, keyakinan itu perlahan mulai terkikis oleh suara-suara dari luar.

Sudah isi belum?

Kapan nih kasih cucu?

Jangan terlalu sibuk kerja.

Perempuan itu tugas utamanya kan melahirkan.

Awalnya Hannah masih bisa tersenyum setiap kali mendengar pertanyaan seperti itu. Ia menganggap semuanya hanya bentuk perhatian. Namun semakin sering mendengarnya, semakin sulit pula ia meyakinkan diri bahwa semua orang benar-benar sekadar peduli.

Terutama ketika pertanyaan yang sama mulai datang dari ibu mertuanya.

Ibu Ratih memang tidak pernah memarahinya. Tidak pernah membentaknya. Bahkan nada bicaranya selalu terdengar lembut. Namun justru kelembutan itulah yang kadang terasa jauh lebih menyakitkan.

"Na, kemarin ibu dengar ada terapi baru buat program hamil. Dicoba ya."

"Iya, Bu. Nanti saya cari informasinya."

"Kalau perlu ibu temani."

Hannah hanya mengangguk sambil tersenyum.

Percakapan seperti itu terus berulang setiap kali mereka bertemu.

Semula ia masih menganggapnya wajar. Sampai suatu sore, ketika Ibu Ratih kembali datang berkunjung.

"Na."

"Iya, Bu?"

"Kamu sudah coba semua cara, kan?"

"In syaa Allah sudah."

Ibu Ratih mengembuskan napas pelan.

"Mungkin kamu perlu usaha lebih keras lagi."

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun entah kenapa, Hannah merasa seolah semua beban tiba-tiba diletakkan di pundaknya seorang diri.

"Aku dan Mas Romi sama-sama terus berusaha, Bu," jawabnya pelan.

"Ibu tahu."

Ibu Ratih mengangguk.

"Tapi ibu cuma pengin cepat gendong cucu."

Hannah tersenyum tipis.

"Iya, Bu."

Hanya itu yang keluar dari bibirnya. Padahal di dalam dadanya, ada begitu banyak kalimat yang ingin ia ucapkan.

Bu... saya juga ingin menjadi ibu.

Saya juga ingin mendengar ada yang memanggil saya Mama.

Saya juga ingin merasakan bayi bergerak di dalam kandungan saya.

Tapi semua itu bukan sesuatu yang bisa saya minta lalu langsung diberikan.

Tidak satu pun kalimat itu berhasil keluar.

Hannah memilih diam.

Karena ia tahu, menjelaskan apa pun tidak akan mengubah harapan seorang ibu kepada anak semata wayangnya.

Dan sejak hari itu, pertanyaan tentang anak tidak lagi terdengar seperti basa-basi. Melainkan seperti pengingat bahwa sampai hari ini, ia masih gagal memenuhi satu harapan yang dianggap paling penting dalam pernikahannya.

1
Nathasya90
rakus sih ini. mau dua-duanya 🤣
Nathasya90
nggak sabar juga pengen ketok pala Romi/Hammer/🤣
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
iih ternyata jelita nih maksa ya orgnya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
wah enak ini makan siangnya
Eneng Farida
romi sm jelita memang cocok sm2 busuk nya hanna wanita baik cocoknya sm laki2 baik jga buruan cepat ketahuan atuh thor perselingkuhan romi laki2 tak thu dri
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga pasti mikir yg ngga2 kalau jadi hannah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lihat jelita nih
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga. lebih milih kerja drpd masak. 😄
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku jd hannah pasti mikir macam2 liat reaksi suami begitu
Nathasya90: nah iya kk, kentara banget sih itu.
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
kok aku jd deg2an ya. lanjut deh
Nathasya90: lanjut ka bacanya😍
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lantas.. hanna yg dihujat terus masa ga kasian😞
Nathasya90: lalu tega gitu namanya dong ya. lebih milih jaga biar dia nggak terluka tapi nggak apa2 kalau istrinya yang terluka?
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
swmoga selalu baik2 aja seterusnya
uhen: mampir kk ke cerita aku 🙏🗿
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang begitu harusnya. menikah itu krn untuk mendapatkan pendamping hidup. senang dan susah bersama. hanya saja ada saja kerikil2 yg mengganggu. seperti pertanyaan mertua atau org2 disekitar kita. yang tadinya hati kita tidak apa2 lama kelamaan menjadi gelisah dan merasa minder
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ayo romi.. periksa.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lelah sih kalau berjuang sendirian. lanjut
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
pasti lama kelamaan tekanan batin rasanya
Eneng Farida
romi laki2 tak tau dri udh untung ada istri yg mau nerima apa adanya ini mlh kesemsem sm org naru pantes nanti d tinggal hanna
Nathasya90
Haii guys... othor kembali lagi dengan judul buku baru. Semoga suka ya dengan anak baru aku🫰🏻❤️🥰

Jangan lupa kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ biar othor makin semangat up nya ya.

Ditunggu semua komenannya.

Love sekeboon buat kalian💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!