Mikayla Anggraini adalah seorang yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan. Kayla berusaha berjuang untuk masa depan dan juga untuk menghidupi anak panti lainnya. Kayla selalu bersikap baik kepada siapa pun sehingga, karena sikapnya itulah yang menjeratnya kesebuah pernikahan yang tidak di kehendakinya sama sekali.
Bagaimanakah nasib kehidupan Kayla selanjutnya?
Akankah pernikahannya berjalan dengan semestinya?
Apakah Kayla akan hidup bahagian setelah menikah?
Dari pada banyak tanya mending yuk, kita baca cerita selengkapnya.😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NMY_YEOJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Kayla pun kembali berlari menuju ke kelasnya, namun seseorang tiba - tiba menarik tasnya dari belakang.
Kayla sangat kaget dan ia hampir terjatuh karena tarikan di tasnya itu sedikit kuat dan ditambah lagi keterkejutannya.
"Aduh..." gumam Kay, ia menoleh kebelakan dan melihat siapa orang yang telah menarik tasnya.
"Mau kemana? " tanya orang itu.
"Eh Ravi..." ucap Kayla nyengir.
"Apa? Mau kabur?" tanya Ravi
"Eng-nggak kok, siapa yang mau kabur" kilah Kayla
"Terus mau kemana?" tanya Ravi.
"Mau ke kelas" jawab Kayla
"Ikut gue!!" seru Ravi, ia berjalan lebih dulu tanpa melihat Kayla di belakang.
Kayla melihat Ravi yang sudah berjalan agak jauh dari nya dan dia menggunakan kesempatan itu untuk kabar dari pria itu.
"Hais dia malah kabur." ujar Ravi yang mendengar langkah kaki Kayla yang berlari menjauh darinya.
"Elu kira bisa lari dari Ravi" ujar Ravi tersenyum.
Kayla berlari tanpa menoleh kebelakang, yang ada di fikirannya sekarang ya itu kelas , kelas dan kelas
Hufft...Hufft....Hufft
Kayla sampai di depan kelas nya dengan nafas yang ngos - ngosan, sebelum masuk ke dalam kelas ia terlebih dahulu mengatur nafasnya dan ia juga mengelap keringat yang mengucur di wajahnya.
"Huft, semoga belum ada guru.." harap Kayla.
Dia mengetuk pintu kelasnya dan membukanya dengan perlahan.
Saat pintu terbuka, Kayla sangat kaget saat melihat kelasnya kosong tanpa seorang siswa pun.
"Lah ini kok kosong" gumam Kayla. Ia melihat jam tangannya.
"Seharusnya jam segini, pelajaran udah berlangsung" ucapnya bingung. Kayla melangkah masuk kedalam kelasnya. Ia meletakkan tasnyandi samping meja, Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan mengecek notice dari grub WA kelasnya.
"Hais, kenapa gue gak baca Gc dulu tadi sebelum pergi." gerutu Kayla saat membaca pengumuman yang di kirimkan oleh ketua kelas di grup kelasnya, dengan cepat Kayla berdiri dan berjalan hendak ke ruanga aula sekolah.
Sesampainya di depan pintu Kayla di kagetkan dengan Ravi yang berdiri di samping pintu itu.
"Apa, kaget? Mau lari kemana lagi elo?" tanya Ravi tersenyum evil.
"Apaan sih elo, awas jangan ngerusuh gue lagi mau cepat - cepat ini" ujar Kayla, ia hendak berlalu pergi meninggalkan Ravi. Namun, dengan cepat Ravi mencekal tangannya.
"Tidak semudah itu elo bisa kabur dari gue, ayo ikut!!" seru Ravi seraya menarik tangan Kayla
"Eh eh... Ini mau kemana? Lepasin, lepasin gue" ucap Kayla meronta - ronta minta di lepasin.
"Bisa diam gak sih!!"bentak Kayla.
"Elu sebenarnya mau apa sih sama gue? Dari tadi printilin gue mulu." tanya Kayla.
"Mau gue cuma satu, yaitu elu harus menerima hukuman dari gue!" jawab Ravi.
"Yaelah, gue cuma telat beberapa menit doang" seru Kayla.
"Meski pun sedetik, peraturan tetap praturan." ucap Ravi.
"Yaudah iya, tapi lepasin dulu! gue bisa jalan sendiri" pinta Kayla.
"Gak, gue kagak percaya sama elu. Tadi aja elu berani melarikan diri dari gue, bisa aja elu kabur lagi." balas Ravi terus menarik Kayla menuju ruang osis.
"Hais... Apes banget sih gue." gerutu Kayla
Ravi tersenyum mendengar gerutuan Kayla, sampainya di depan ruangan Osis. Ravi membuka pintu ruangan tersebut.
"Ayo masuk!" Ravi menarik tangan Kayla masuk keruangan Osis.
Didalam ruangan itu Kayla tidak melihat seorang pun yang ada di sana kecuali mereka berdua.
"Anggota Osis yang lain mana?" tanya Kayla.
"Lagi di aula." jawab Ravi.
"Silahkan duduk!!" seru Ravi. Kayla menuruti semua yang disuruh Ravi.
"Vi, apa gak sebaiknya pintu nya di buka aja?" tanya Kayla saat melihat pintu ruangan Osis di tutup rapat oleh Ravi.
"Kenapa Emangnya?" tanya Ravi sembari mengeluarkan buku besar dan disana terdapat catatan semua siswa yang terlambat.
"Gak, gak nyaman aja cuma kita dalam sini" balas Kayla. Ravi menghentikan kegiatan menulisnya saat mendengar perkataan Kayla.
"Kenapa, elu takut gue apa - apain gitu?" tanya Ravi.
Kayla menatap Ravi aneh." Bu-bukan gitu, ya gak nyaman aja" ucap Kayla gugup.
"Njir gue malah ditatap kaya gitu, tenang Kayla, tenang" gumam Kayla dalam hati.
Ravi tersenyum saat melihat kegugupan Kayla, di tahu apa yang dipikirkan Kayla kepadanya.
"Isi ini!!" Ravi menyerahkan selembar kertas formulir kepada Kayla.
Kayla pun meraih kertas itu kemudian ia mengisinya dengan cepat, karna berada dalam ruang seperti ini dengan Ravi benar - benar membuat jantung Kayla tidak baik - baik saja.
Sementara Ravi, dia terus menatap Kayla saat gadis itu fokus mengisi formulir yang di serahkannya.
"Nah..." Kayla menyerahkan formulir itu kepada Ravi.
"Oke, untuk kali ini elu, gue bebas kan dari hukuman. Tapi lain kali, kalau eku terlambat lagi, jangan harap bisa lolos lagi." ujar Ravi.
"Iyaa, udah selesaikan kalau gitu gue pergi dulu" ucap Kayla, ia pun beranjak berdiri.
"Ia silahkan pergi ke aula, jangan kelayapan kemana - mana !" perintah Ravi.
"Iya." jawab Kayla, kemudian gadis itu pun berlalu pergi meninggalkan ruangan Osis.
Ravi menatapa kepergian Kayla hingga gadis itu hilang di balik pintu.
"Lucu juga" gumam Ravi tersenyum. Kemudian ia pin membereskan semua kertas - kertas dan buku yang ada di atas meja nya.
~
Sesampainya di Aula Kayla mencari keberadaan sahabatnya Sandra.
"Sandra di mana ya?" gumamnya melihat sana sini.
"Kay, Kayla.." teriak Sandra pelan sambil melambaikan tangannya.
Kayla yang melihat lambaian tanga Sandra pun bergegas berjalan menuju ke kursi yang ada di samping Sandra.
"Elu kemana aja sih?" tanya Sandra, saat Kayla mendudukkan tubuhnya di kursi.
"Gue habis dari ruang Osis" jawab Kayla.
"Ruang osis, ngapain elu di sana?" tanya Sandra.
"Pacaran" jawab Kayla asal.
"APAA?" teriak Sandra.
"Yang di belakang tolong suaranya!" tegur moderator.
"Hais elu sih pake teriak segala, tukan kita jadi pusat perhatian" ujar Kayla menembunyikan wajahnya dengan selembar brosur yang ada di dekatnya.
"Sorry, lagian elu juga sih. Becandanya gak banget" gerutu Sandra
"Jadi, beneran elu pacaran di ruang Osis?" tanya Rose berbisik.
"Ya kagak lah markonah, ya kali" balas Kayla.
"Terus elu ngapain elu di sana?" tanya Sandra.
"Gue telat dan ketahuan sama ketua osis" jawab Kayla.
"haduu, terus elu di kasih hukuman apa?"tanya Sandra lagi.
"Banyak banget sih pertanyaan elu, perasaan pertanyaan tadi gak sebanyak pertanyaan elu gini" seru Kayla.
"Udah elu jawab aja, gue lagi penasaran ni!!" ucap Sandran
"EHEM..."
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
My Bestie mampir
My Bestie mampir
Waduh baru tahu kalau Adit itu suka ama Sandra
My Bestie mampir
Kk Adit n Sandra nikah jg dong
My Bestie mampir
Hwaiting kk
My Bestie mampir
My Bestie mampir
🆙️ lg dong Kk
My Bestie mampir
Ry udh percaya aja kalau Sandra itu di hajar Rafli
Cm penasaran nasib Kayla gimana?
Kk Up lagi dong
My Bestie mampir