NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.

Draka memilih bangku lesehan, tempat duduk yang nyaman dengan bantal besar untuk duduk.

"Draka, bukankah ini tempat VIP ini terlalu mahal," kata Gymora, ia masih belum mempercayai jika selama ini Draka menyembunyikan statusnya.

"Dari perusahaan kecerdasan RAKA milikku. Aku mendapatkan dividen lumayan banyak perbulan ... " Draka menjeda ucapannya, nampak memilah-milah kata.

Takutnya Gymora kembali meragukan dirinya.

"Anggap saja ini bentuk ketulusanku Gymora, karena aku telah mengambil sesuatu yang berharga dari hidupmu."

Gymora menatap ketulusan dari kedua bola mata biru milik Draka, ia hanya bisa menjawab dengan anggukan, tatapannya nampak kelam dan putus asa.

Gymora menyakinkan dalam hatinya, "semuanya sudah terlanjur terjadi!" Gumamnya, kedua tangannya nampak terkepal.

Ia berusaha menenangkan hatinya duduk dengan tenang di balik kaca bening ruang VIP yang menghadap langsung ke pantai.

Lampu-lampu kota berkelap-kelip di kejauhan, sementara ombak laut malam terus berirama, menyapu pasir dengan suara lembut yang menenangkan.

Udara dingin malam itu tak menyentuh kulitnya karena ruang itu benar-benar tertutup rapat, berkat pesanan khusus Draka yang tak ingin Gymora kedinginan.

Ia menatap jauh ke cakrawala, menikmati kesejukan malam tanpa khawatir terserang angin laut.

Beberapa saat kemudian, pelayan datang membawa hidangan seafood yang menggoda selera: kerang hijau segar, cumi bakar dengan aroma rempah, udang besar yang masih panas, lobster yang sangat besar dan beberapa ikan lainnya.

Gymora mengangkat alisnya sambil menatap piring-piring itu.

"Draka, ini mahal banget," ucapnya dengan nada setengah bercanda, setengah serius, matanya menyelidik wajah pria di sampingnya.

Draka menatapnya dengan tatapan lembut, bibirnya tersungging setengah senyum tapi ada beban yang masih terpancar di matanya.

"Gymora, ini bentuk ketulusanku," jawabnya lirih.

"Bukankah sejak peristiwa tadi, kita sudah resmi sebagai sepasang kekasih? Anggap saja ini sebagai tanda aku ingin membuktikan seberapa serius aku, sekaligus menebus semua rasa bersalah karena sudah mengambil kesucianmu."

Gymora menundukkan kepala sejenak, merasakan gelombang campur aduk di dadanya—antara haru, canggung, dan sedikit getir.

Ia tahu Draka berusaha keras memperbaiki semuanya, tapi bayang-bayang masa lalu itu masih menyisakan luka yang belum sembuh.

Gymora mematung saat tangan Draka memberikan kehangatan untuk dirinya. Tangannya nampak menyentuh halus punggung tangannya.

***

Keesokan paginya.

Gymora melangkah keluar dari mobil dengan langkah yang terasa berat, wajahnya pucat namun tetap berusaha menahan diri agar tidak terlihat rapuh.

Di sampingnya, Draka berdiri tegap, mata tajamnya mengawasi setiap gerak-gerik di sekeliling rumah duka yang kini dipenuhi oleh kerumunan reporter yang berdesak-desakan.

Sorotan kamera dan kilatan lampu membuat suasana semakin mencekam.

"Nona Gymora, bagaimana tanggapan anda tentang meninggalnya ayah anda, Alan Timoti, yang terkena skandal korupsi? Ditambah lagi, anda sendiri terlibat dalam skandal pencurian teknologi inti. Ayah anda bunuh diri, benarkah itu?" teriak salah satu wartawan dengan suara penuh sensasi, memaksa Gymora menjawab.

Tubuh Gymora seketika melemas, napasnya tersengal dan dadanya berdebar kencang.

Ia menundukkan kepala, berusaha mengusir bisikan-bisikan menyeramkan yang menuduhnya dan ayahnya sebagai pelaku kejahatan.

Di dalam hatinya, ia tahu semua itu adalah jebakan licik yang mengoyak kehidupannya.

Tanpa ragu, Draka melangkah maju dengan tatapan dingin yang menusuk, suaranya dalam dan tegas memotong keributan, "Jangan ganggu kami."

Tangannya yang kuat namun lembut merangkul Gymora, menariknya perlahan menjauh dari kerumunan yang semakin gaduh.

Gymora menatap Draka sejenak, menemukan sedikit ketenangan dalam kehadiran pria itu, sebelum mereka masuk ke dalam rumah duka, meninggalkan sorotan kamera dan pertanyaan-pertanyaan yang menghujani dirinya tanpa henti.

Dari kejauhan alis Wiliam berkerut, saat melihat seorang pria dengan mengenakan masker dan kaca mata hitam merangkul Gymora.

"Kak Wiliam ... Ada apa?" tanya Kania polos.

Sebenarnya Kania itu juga melihat sekelebatan Gymora, tapi baginya sekarang ini gadis itu bukanlah bahaya yang mengancam, baginya Gymora hanyalah pecundang yang tidak pantas bersaing dengannya.

Sementara tubuh Gwen hampir limbung beberapa kali.

Gunawan dengan sigap menopang tubuh Gwen, "kalau kamu lagi nggak enak badan. Kita balik saja ... "

Ucapan Gunawan terhenti, saat Gwen dengan suara dingin menyela ucapannya.

"Apakah kamu nggak lihat sekeliling? Banyak sekali reporter, nggak mungkin juga aku malah pulang ke rumah dan malah mengadakan pesta meninggalnya mantan suamiku," kata Gwen dengan sorot mata tajam.

Gunawan tahu, Gwen adalah wanita mandiri, disiplin dan juga kejam.

Bahkan salah satu alasan kenapa dulu dirinya memilih menghilang tanpa kabar saat menjalani hubungan dengan Gwen adalah sikap Gwen yang terlalu dingin untuk seorang wanita.

Tapi karena kedudukan Gwen yang sekarang ini begitu menggiurkan, Gunawan memilih untuk mengalah dan bersabar untuk menaklukkan Gwen.

Gunawan langsung meminta maaf pada Gwen dengan tatapan tulus.

Sementara Gwen memilih untuk tidak memperpanjang masalah.

Wiliam masuk bersama dengan Kania, walaupun wajahnya tertutup masker, Gymora yang pernah begitu mencintai pria itu tentu saja bisa melihatnya.

Wiliam yang merasa ditatap seseorang menoleh, tatapannya beradu dengan Gymora.

Ntah kenapa bayang-bayang Gymora yang tergeletak tak berdaya dilantai beberapa hari yang lalu dikampus berputar di dalam otaknya.

Bahkan ada rasa sesal, karena tidak menolong gadis itu.

Bagaimana pun juga, Wiliam sejak kecil dirawat neneknya.

Dan neneknya begitu menyayangi Gymora, setelah mendengar berita Alan dan Gymora, neneknya bukan malah membenci mereka.

Neneknya malah iba dengan Gymora, bahkan ia merasa neneknya tahu kalau Gymora itu dijebak.

"Wiliam, nenek tahu kemampuan Gymora. Dia bukanlah pencuri, kalau kamu memang tidak mencintainya, tolong jangan usik dan sakiti dia!"

"Kamu boleh membatalkan pertunganmu dengannya!" Kata nenek Wiliam dengan nada kecewa, setelah itu neneknya jatuh sakit dan terus menanyakan Gymora.

Tapi Wiliam yang merasa muak dengan Gymora yang sebelumnya mengejar cintanya, tentu saja ia tidak mau menghubungi Gymora dalam keadaan seperti itu.

Ia tidak mau kalau Gymora sampai percaya diri, jika ia menghubungibwanita itu terlebih dulu. Karena dari awal hubungan dengan Gymora, Wiliam merasa dipaksa dan masih merasa ada rasa yang tertinggal dengan Kania.

Melihat tatapan Wiliam yang menatapnya, Gymora dengan dingin mengalihkan pandangannya.

Wiliam merasa aneh, bukankah harusnya dia yang mengalihkan pandangannya terlebih dulu?

Kenapa Gymora yang biasanya mengejarnya malah secuek ini?

Tapi Wiliam tidak peduli, walaupun ia merasa ada yang aneh dengan hatinya.

Draka memegang pergelangan tangan Gymora. "Sekarang kamu bisa bergantung padaku, anggap saja kamu nggak melihat mereka. Besok pasti namamu sudah bersih!"

Gymora mengangguk, tatapannya masih menatap ke arah peti mati ayahnya. Dimana ayahnya berbaring dengan tubuh yang kaku disana.

Ditempat yang tak jauh dari Gymora berada. Ayahnya berada disana dengan menggunakan topeng wajah lain.

"Tuan Roland, haruskah nanti kamu menghubungi putri Anda?" tanya salah satu orang kepercayaan Roland.

Roland menggeleng, "cari tahu dulu siapa pria yang bersama putriku sekarang!"

Gio mengangguk.

Roland menatap Gio dengan tatapan dalam. "Gio, aku harap sumpahmu itu benar. Kamu nggak mengkhianati ku!!" Ucap Roland.

Gio menggeleng, "tidak Tuan. Bagaimana pun Anda orang yang menyelamatkan saya."

Roland adalah putra tunggal Timoty Warner pengusaha kelas atas negeri ini selama berabad-abad selain keluarga Nilon. Keluarga Warner juga sama hebatnya.

Timoty kehilangan putranya saat putranya berumur 5 tahun dan tak lama setelah itu, istrinya meninggal dunia.

Dia yang terpuruk selama bertahun-tahun dan kesulitan menemukan putranya akhirnya melakukan kesalahan dengan melakukan hubungan terlarang dengan Selena, yang tak lain dan tak bukan asisten pribadinya. Lalu ia menikahi Selena.

Hubungannya dengan Selena bertahun-tahun hanya sebatas partner kerja, hingga 21 tahun lalu. Ditemukan tengkorak putranya, ia yang hilang akal akhirnya melakukan hubungan suami istri lagi dengan Selena untuk kedua kalinya, hingga lahirlah Sachi.

Jadi Sachi adalah adik dari Roland Timoty ayah dari Gymora.

Tapi, karena umur Timoty yang sudah tua. Didepan publik, ia tidak berani mengatakan jika Selena itu istrinya dan Sachi adalah putri kandungnya.

Jadi selama ini,Timoty bersandiwara didepan publik jika Selena itu anak kerabat yang dijadikan anak angkat, sedangkan Sachi adalah cucunya.

Timoty Warner yang merupakan tokoh pengusaha penting dinegeri ini begitu memanjakan Sachi, pengusaha lain pun juga memerlukan Sachi dengan baik dan penuh hormat.

Roland yang mengetahui fakta itu sulit menerima, tapi hidupnya yang selama ini susah berusaha untuk menerima Selena.

Tapi, setelah di selidiki ternyata meninggalnya ibunya ada campur tangan Selena, bahkan dia yang waktu kecil pernah hilang juga ada hubungan dengan Selena.

Karena waktu itu, ayahnya terlalu terpuruk karena meninggalnya istrinya. Jadi Timoty tidak bisa berpikir jernih, hanya bisa mempercayai Selena yang selama waktu itu terlihat polos dan setia.

1
Mia Camelia
lanjut thor 😄
cerita nya seruuu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!