NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Ketos / Tamat
Popularitas:563k
Nilai: 5
Nama Author: ai laelasari

Nindy adalah siswi yang slalu bermasalah di sekolah dan Bryan adalah ketua OSIS yang tegas dari dari permasalahan yang selalu melibatkan keduanya di sekolah hingga perjodohan yang memaksa mereka bersama menumbuhkan benih cinta
tapi banyak masalah dan ujian yang harus mereka hadapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 21

Di hari Minggu yang cerah Nindy sedang bermalas malasan

Nindy hanya terbaring di sofa dengan cemilan di atas perutnya

Bryan menggeleng melihat Nindy yang jadi malas semenjak hamil

" Gak baik yang tiduran Mulu, lari pagi ayo" ucap Bryan seraya membangunkan Nindy

" Lemes kalo suruh jalan, boboan aja yuk" jawab Nindy memeluk Bryan kembali berbaring

Bryan yang berada di atas Nindy karena di peluk erat oleh Nindy

"Ya udah aku mau pergi sendiri aja di sanakan banyak cewek yang bodynya uuhhh" ucap Bryan seraya bangkit

" Stooppppppp, kalo masih mau pergi aku gak mau ngomong sama kamu lagi" ucap Nindy dengan tangan bersila di dada dan memalingkan wajahnya

" Makanya ikut, ayo cepetan ganti baju" ujar Bryan

"Iya oke tunggu bentar" ujar Nindy masuk ke kamarnya

Nindy selesai berganti pakaian dia memakai legging sport dan atasan kaos agak kebesaran

dengan handuk kecil di leher dan rambut yang di cempol di atas

" Gak ada celana lain?" tanya Bryan

" Ini udah pas pake ini, emang kenapa? " ucap Nindy

" Ganti pake celana training aja itu terlalu seksi" jawab Bryan

"Arrrggghhhhh repot banget sih" ucap Nindy seraya berbalik

Kini Nindy sudah mengganti celananya dengan wajah yang cemberut menghampiri Bryan

" Ini baru bener, let's go" ucap Bryan menggandeng tangan Nindy

Nindy yang malas bukannya berlari tapi berjalan sangat pelan mengikuti Bryan yang agak jauh di depannya

tiba tiba ada seseorang yang menabrak bahunya

Nindy melirik orang tersebut dan orang itu pun melakukan hal yang sama

Nindy merasa heran dengan orang yang menabraknya

meskipun dia memakai Hoodie dengan upluk dan masker tapi Nindy bisa melihat tatapan matanya seolah menatap sinis membuat Nindy teringat sesuatu

" Gak, enggak please pergi pergiiiiiii" teriak Nindy menutupi telinganya dengan mata yang tertutup dan kepala menggeleng

Semua orang menatap aneh pada Nindy pasalnya dia berteriak sendiri

Bryan yang menyadari Nindy tidak ada di belakangnya kembali ke jalan tadi yang di laluinya

Bryan terkejut melihat Nindy yang histeris dengan orang orang di sekelilingnya

ada ibu ibu yang berusaha menenangkannya

Bryan segera berlari menghampiri Nindy

" Maaf semuanya jadi ngerepotin biar saya bawa dia pulang" ucap Bryan

" Iya nak kasian dia gak bisa di tenangkan" ucap ibu ibu itu lalu semuanya bubar kembali melanjutkan lari paginya

"Hey kamu kenapa? liat aku kamu aman ada aku disini" ucap Bryan membuka tangan Nindy dari telinganya

Bryan seakan sudah mengerti apa yang terjadi pada Nindy

sampai sekarang Bryan belum menemukan siapa yang selalu meneror Nindy

" Aku takuuuuutttt, dia.. dia.. ddia tadi ada disini" ucap Nindy lalu Bryan memeluknya

" Gak apa apa kita akan cari siapa dia sebenarnya, aku janji secepatnya orang itu akan di tangkap" ucap Bryan mengelus rambut Nindy

Nindy masih merasa takut dan lemas sampai dia pulang di gendong oleh Bryan

Meira yang melihat itu mengepalkan tangannya

dia sengaja memotret Nindy dan Bryan untuk kepentingannya

"Kayaknya kalo kasih sedikit percikan akan semakin seru" gumam Meira

Sampai sore Nindy masih enggan keluar dari apartemen dia hanya berbaring dengan hotpants dan tank topnya

" Cari makan yu?" ajak Bryan

" Gak deh pesan aja ya aku males keluar" jawab Nindy

" Aku pesenin nasi goreng di depan mau gak?" tanya Bryan

" Aku pa aja deh " ujar Nindy

Setelah kepergian Bryan tidak lama suara ketukan pintu membuat Nindy kesal

Nindy merasa Bryan selalu menjahilinya

lalu Nindy membuka pintu sembari marah marah

" Apa lagi sih? aku udah bilang beli apa aja aku makan kok" ucap Nindy tanpa melirik siapa yang ada di hadapannya

" Lo ngapain disini? pake baju kayak gitu lagi, mau goda Bryan ? " tanya Meira

" Ka..kkalian" ucap Nindy gugup melihat Meira dan Maria ada di apartemennya

"Dia itu sepupunya Bryan mungkin lagi main disini iya kan?" tanya Maria seraya memegang lengan Nindy

" I... iya, kak Maria juga udah taukan dari Bryan " ucap Nindy yang di angguki Maria

Belum cukup sampai disitu Meira mengambil ponselnya dan hendak memperlihatkan sebuah Poto pada Maria

" Ini Lo bisa liat sendiri, kalo mereka sodara apa mereka akan seintim itu?" tanya Meira?

"Dari mana Lo dapet Poto itu?" tanya Nindy

" Gue Poto sendirilah, dan Lo juga gak bisa ngelak lagi gue sodara tirinya Nindy jadi gue tau persis kalo Nindy gak punya hubungan sodara sama sekali sama Bryan " ucap Meira

semua Poto kemesraan Nindy dan Bryan ada disana

yang terakhir Poto Nindy mencium bibir Bryan di depan rumah sakit

dan Poto Nindy di gendong Bryan saat lari pagi

" Gue gak nyangka kalian bohongin gue" ucap Maria dengan mata yang sudah mengembun

"Gue bisa jelasin ini gak seperti yang Lo pikir, kalian udah lama putus dan.. dan gue pacaran sama Bryan udah lama " ucap Nindy

plakkk

Satu tamparan melayang di pipi Nindy

Nindy memegangi pipinya yang terasa perih

air matanya sudah menggenang, tidak ada Bryan Nindy tidak tau harus berbicara apa lagi

dengan kemarahan Maria dan Meira yang terus mengomporinya Nindy semakin tersudut

" Gue bisa jelasin, ayo kita cari Bryan biar dia yang jelasin sama Lo" ucap Nindy

" Gak perlu gue udah cukup tau, dan Lo cewek murahan sebaiknya Lo jauh jauh dari Bryan" ucap Maria

" Lo udah tamat Nindy, Lo mau maunya di jadiin selingkuhan gak punya malu" ucap Meira

" Lo juga udah tau kan Meira kalo gue pacaran sama Bryan udah lama, dan Bryan gak punya pacar lain selain gue" ucap Nindy

"Mana gue tau, gue aja gak yakin sama cerita Lo" ucap Meira

Karena sangat marah Maria menarik tangan Nindy ke luar apartemen

mendengar keributan tetangga apartemennya keluar untuk melihat

Maria mencengkram erat lengan Nindy, Nindy memegangi perutnya karena takut terjadi sesuatu pada kandungannya

Maria menyeret tangan Nindy untuk pergi saat Maria membuang tangan Nindy kasar

Nindy yang tidak siap pun hampir jatuh tapi untunglah Bryan segera datang menangkap tubuh Nindy

Nindy memegangi perutnya yang keram seraya menggigit bibir bawahnya

Bryan yang melihat itu panik dan langsung menggendong Nindy menuju kamarnya

Maria dan Meira tertegun melihat Bryan yang terlihat panik melihat Nindy

mereka ikut masuk mengikuti kemana Bryan pergi

" gak apa apa kan sayang?" tanya Bryan

" tunggu aku ambil air hangat " lanjutnya lalu pergi ke dapur

" sebenarnya apa yang terjadi sama Lo sampe Bryan panik gitu?" tanya Meira tapi Nindy todak menjawab

Bryan kembali membawa air hangat dan handuk kecil

Bryan meletakkan handuk hangat itu ke perut Nindy

"Lo liat itu Maria? perutnya seperti membesar akhir akhir ini, apa mungkin dia hamil?" bisik Meira pada Maria

" Lo sama Nindy tinggal bareng?" tanya Meira

" Bukan urusan Lo, sekarang kalian pergi atau gue harus seret kalian" ucap Bryan dengan nada marah

" Ta.. tttaapi sayang, bukannya dia sodara Lo ?" tanya Maria terbata bata melihat kemarahan Bryan

"Siapa pun dia gak ada urusan sama Lo, dan inget satu hal kita udah lama putus kalo bukan karena Lo hilang ingatan gue muak berdekatan sama Lo" ucap Bryan

Ucapan Bryan bak panah yang menusuk jantung Maria

dia luruh di lantai dengan air mata yang berderai

sementara Meira mematung di tempat karena yang terjadi malah lebih buruk dari rencananya

" Lo jahat Bryan gara gara wanita sialan ini Lo udah buang gue, Lo bohong kan soal hubungan kita? Ki.. kkita masih pacaran kan? " tanya Maria

Bryan hanya diam dan Nindy ketakutan jika kehamilannya dan hubungannya dengan Bryan di ketahui oleh mereka

Nindy hanya diam memainkan kuku jemarinya

" Dan Lo, pasti Lo udah goda Bryan kan? supaya dia mau nidurin Lo terus dia tanggung jawab iya kan?" tanya Maria berapi api

" Atau Lo malah rela hamil di luar nikah supaya dapet anak orang kaya iya??" lanjut Maria mencengkram erat tangan Nindy

Nindy yang meringis kesakitan berusaha melepaskan tangannya

Bryan yang geram melepaskan paksa tangan Maria dari Nindy lalu mendorongnya hingga terjatuh

" Jangan Lo berani sentuh Nindy, sampe sehelai rambutnya jatuh gara gara lo gue gak akan tinggal diem" ucap Bryan

Lalu Bryan menarik tangan Maria sampai berdiri dan menarik paksa tangan Maria dan Meira mendorongnya keluar dari apartemen

sebelum pergi Bryan kembali membalikkan tubuhnya menatap mereka satu persatu

"Jangan pernah ganggu gue sama Nindy, dan jangan pernah sakitin dia atau Lo berdua akan tau akibatnya" ucap Bryan seraya menunjuk mereka lalu membanting pintu dengan keras

"Arrrrrrrggghhhhh.... Nindy brengsek dasar ****** gue akan bikin perhitungan sama Lo" teriak Maria lalu pergi dari sana

Meira tersenyum senang dia merasa menang bisa menyalakan api permusuhan di antara Maria dan Nindy

sekarang dia tidak perlu turun tangan sendiri untuk menghancurkan Nindy

" Sayang kamu gak apa apa kan?" tanya Bryan yang duduk di sebelah Nindy

" Gak apa apa aku cuma kaget mereka kesini dengan penampilan aku yang seperti ini" ucap Nindy

" Aku takut mereka menyebar gosip yang bukan bukan di sekolah" lanjut Nindy dengan wajah murung

"Kalo mereka bilang yang macem macem kita jujur ya" ucap Bryan seraya merapikan anak rambut Nindy ketelinganya

" Tapi gimana sekolah aku? sekarang aku gak bisa main ketemu sama temen temen aku gara gara kamu larang larang, masa gak bisa ketemu di sekolah lagi?" ucap Nindy menyeka air matanya

" Ya.. ya mereka kan bisa main kesini kapanpun, mereka bisa nemenin kamu aku izinin kok" ucap Bryan

" Tapi aku masih mau main sama mereka, kamu aja bisa keluyuran tapi aku gak bisa kemana mana" ujar Nindy

" Jadi kamu maunya gimana?" tanya Bryan

" Kamu bolehin aku main keluar sama temenku tanpa kamu, aku mau kamu kasih aku waktu buat main sebelum perut aku makin gede" ucap Nindy

"Oke oke tapi harus inget waktu jangan kelamaan main, dan harus izin dulu, jangan main sama cowok lain dan harus selalu komunikasi" ujar Bryan

Nindy hanya melongo dengan syarat yang di ajukan Bryan

lalu Nindy memeluk Bryan dengan erat tapi Bryan berusaha menjauhkan tubuhnya

membuat Nindy kesal

" Kamu udah gak mau aku peluk?" tanya Nindy marah marah

" Bukan gitu sayang aku takut baby kejepit kalo peluknya kenceng gitu" ucap Bryan membuat Nindy tersenyum

" Sekarang jangan pikirin apa apa lagi, ayo makan baby butuh nutrisi biar cepetan gede" ucap Bryan lalu mencium bibir Nindy sekilas

Di tempat lain Meira masih mengekor pada Maria yang sedang marah marah

Meira seperti menyiramkan bensin pada api yang berkobar

dia selalu mengompori maria

"Gue juga gak suka sama si Nindy dan gengnya itu, mereka suka kecentilan'' ucap Meira

"Gue gak terima Bryan sama wanita j*l*ng itu, gue bakal lakuin apa pun buat nyingkirin si j*l*ng itu dari hidup Bryan " ucap Maria dengan senyum jahatnya

Meira merinding melihat kemarahan Maria

dia memang suka menjahati Nindy tapi tidak sampai berniat membunuh hanya melakukan kejahatan kecil

" jangan jangan ni orang psycopath lagi, duh gimana nih" gumam Meira dalam hati seraya menggigiti kukunya

" Lo harus bantu gue, kalo enggak Lo juga bakal bernasib sama kayak Nindy " ancam Maria membuat Meira gelagapan

" I... Iyya gue bantuin" ucap Meira

malam semakin larut tapi tidak membuat dua orang ini memejamkan matanya

mereka masih membicarakan tentang rencana untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan

" pah pokoknya kita harus segera minta harta Gono gini dari si Dessy itu" ucap Tamara

" sabar dulu mah rumah itu milik Dessy dari orang tuanya, sementara usahanya juga di bangun oleh orang tua nya" ucap suaminya

ya itu adalah Tamara dan suaminya yang ingin harta ibu Dessy setelah bisnisnya mengalami kebangkrutan

mereka ingin sebagian harta ibu Dessy yang sebenarnya itu peninggalan orang tua ibu Dessy itu sendiri

" Kalo papa gak bisa biar mama aja, papa gak bisa di andelin" ujar Tamara berbaring membelakangi suaminya

"Baiklah besok aku akan pergi kesana" ucap suaminya lalu Tamara berbalik dan memeluknya

1
Riri Lala
lagian dah di bilangin hindarin lawan jenis malah pada ejoy aja kalau ktmu SMA mereka aneh thor
Riri Lala
cerita Lo Lo rumit Thor ah
Andi Fitri
meira sepertinya g kapok2 jdi kambing hitam..
Andi Fitri
perusak rmh tangga orang dan jahat emang gtu Maria..
Andi Fitri
byk banget musuh mereka kasian mana Nindy hamil lgi..Maria obsesi nya sm Bryan mengerikan..
Andi Fitri
makanya Bryan jgn lgsg embat aja tanpa pengaman pula msh sekolah juga kan pusing sendiri..🤣
Nabila Lmpng
👍
Tiuli Ayu
Kecewa
imam zulkifli
kenapa ga tes DNA pada cia
Ai laelasari
Terimakasih sudah membaca cerita othor.. jangan lupa like, komen, vote dan bunganya ya
Kunjungi juga cerita othor yang lain 😍😍
imam zulkifli
mantan suami tak punya otak
imam zulkifli
orang hamil wajar ada lakinya
Ai laelasari
cek beranda Othor guys ada novel baru yang di jamin seru 🥰🥰
Salma Cheng
kasian Meira , ngapain juga masih betah itulah cinta mengalahkan segalanya meskipun di abaikan masih tetap berharap
Ai laelasari
Terimakasih sudah mau membaca karya receh aku 🤗
Nur Khasanah
ceritanya seru sampai saya tidak bisa berhenti membaca dari tadi siang.
Nur Khasanah
aku dah mampir.

seru ceritanya.

dan tak favorit juga.
Ai laelasari
aku siapin golok ya 😁
Yenni
pen gua bunuh tu maria😡😡
Vanessa MPC
moga aja Maria mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!