NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jurang yang Terlupakan

​Gelap gulita.

​Tubuh Shen Yu terus melesat jatuh bebas ke dalam perut bumi. Angin sedingin es berdesir kencang di telinganya, menyumbat jalan napas dan membuat dadanya terasa sesak.

​"Sial! Kalau terus begini, aku akan berakhir jadi adonan daging cincang saat menghantam dasar jurang!" rutuk Shen Yu dalam hati.

​Di tengah kepanikan yang mencengkeram, mata tajamnya menangkap siluet sebatang akar pohon raksasa yang mencuat dari dinding tebing batu.

​Tanpa ragu, menggunakan sisa tenaga terakhirnya, Shen Yu mengayunkan tubuhnya sekuat tenaga di udara.

​Srak!

​"Ugh!"

​Shen Yu mengerang tertahan. Kedua telapak tangannya langsung robek dan berdarah karena gesekan kasar yang ekstrem. Rasa perihnya membakar kulit, tetapi setidaknya, cengkeraman nekat itu berhasil menghentikan laju jatuhnya.

​"Hampir saja mati..." Shen Yu mengembuskan napas berat, tubuhnya bergelantungan di atas kegelapan.

​Namun, belum sempat ia menarik napas lega untuk kedua kalinya, sebuah suara retakan halus terdengar dari pangkal akar.

​Krek... krek...

​Shen Yu membelalakkan mata. "Wah, jangan bercanda..."

​BRAK!

​Akar tua itu patah. Tubuh Shen Yu kembali terjatuh tanpa ampun.

​Namun kali ini, dewi keberuntungan tampaknya masih enggan melepaskan nyawanya. Hanya setelah jatuh beberapa puluh meter, tubuhnya menghantam sesuatu yang cair dan dingin.

​Byurrr!

​Air dingin seketika menyelimuti seluruh tubuhnya, meredam hantaman fatal yang seharusnya bisa meremukkan tulangnya.

​Shen Yu segera bergerak ke permukaan, berenang dengan susah payah menuju tepian batu sambil terbatuk-batuk hebat.

​"Uhuk! Uhuk! Jurang terkutuk seperti ini... ternyata menyembunyikan kolam sedalam ini," gumamnya sambil memeras bajunya yang basah kuyup.

​Ia bangkit berdiri secara perlahan. Meskipun tubuhnya dipenuhi luka gores dan pakaian berburunya robek di sana-sini, ia memastikan tidak ada satu pun tulangnya yang patah.

​Saat ia mulai mengamati sekeliling, napas Shen Yu seketika tercekat.

​Dasar jurang ini ternyata luar biasa luas, menyerupai sebuah dunia bawah tanah yang tersembunyi. Dinding batu raksasa menjulang tinggi hingga menutupi cahaya matahari dari atas.

​Anehnya, tempat ini tidak gelap gulita. Berbagai tanaman spiritual langka tumbuh subur di sela-sela bebatuan, memancarkan cahaya fluoresen redup berwarna biru laut dan hijau zamrud.

​"Tanaman Roh Embun? Mawar Api?"

​Mata Shen Yu membelalak tak percaya. "Bukankah tanaman-tanaman tingkat tinggi ini sudah dinyatakan punah di dunia luar?"

​Sebagai seorang pemburu, ia tahu persis nilai barang-barang ini. Jika ia mencabut dan menjual satu tangkai saja ke kota besar, nilainya akan cukup untuk membuat seorang pemburu biasa hidup mewah dan nyaman selama puluhan tahun.

​Namun, insting pemburunya segera membunyikan alarm tanda bahaya.

​Jangan menyentuh apa pun.

​Tempat terasing yang menyimpan harta karun sebanyak ini, pastinya juga menyimpan bahaya tersembunyi yang sebanding—atau bahkan jauh lebih mematikan.

​Memilih mengabaikan godaan tersebut, Shen Yu melangkah lebih dalam. Semakin jauh ia berjalan, udara di sekitarnya terasa semakin kuno dan pekat... seolah-olah sang waktu sendiri telah berhenti mengalir di tempat ini sejak ribuan tahun lalu.

​Hingga akhirnya, langkah kakinya terhenti pada sebuah jalur setapak yang terbuat dari susunan batu kuno yang hampir seluruh permukaannya tertutup lumut tebal.

​"Siapa yang repot-repot membangun jalan megah di dasar jurang terpencil seperti ini?"

​Rasa penasaran yang besar akhirnya mengalahkan rasa takutnya.

​Shen Yu mengikuti jalan berbatu itu hingga tiba di sebuah lapangan batu luas yang menyerupai alun-alun kuno. Tepat di titik tengah lapangan tersebut, berdiri sebuah struktur yang membuat jiwanya bergetar.

​Sebuah menara hitam legam yang puncaknya menjulang tinggi menembus kabut, seolah hendak menusuk langit.

​Menara itu tampak begitu tua, dipenuhi retakan-retakan besar di dindingnya. Puluhan rantai raksasa bermaterai kuno melilit tubuh menara, sementara di sekeliling tanah tempatnya berpijak, ribuan pedang kuno tertancap berantakan bagaikan nisan-nisan tanpa nama.

​Tidak ada cahaya. Tidak ada suara.

​Namun hanya dengan memandang menara hitam itu dari kejauhan, sebuah tekanan tak kasat mata yang teramat berat langsung menghantam pundak Shen Yu, membuat lututnya bergetar dan hampir menyentuh tanah.

​"Menara ini... tempat apa sebenarnya ini?"

​Saat Shen Yu memberanikan diri mengambil satu langkah lebih dekat...

​Dug!

​Jantungnya berdegup luar biasa kencang, memompa darah dengan liar. Bersamaan dengan itu, sebuah suara tua yang berwibawa dan sarat akan riwayat zaman bergema langsung di dalam kesadarannya.

​"Puluhan ribu tahun telah berlalu..."

​"Akhirnya... ada juga manusia berkultivasi fana yang berhasil menginjakkan kaki di tempat terlarang ini."

​Shen Yu seketika membeku di tempat, seluruh ototnya menegang.

​Suara itu tidak terdengar melalui telinganya, melainkan bergema langsung dari dalam kepalanya sendiri. Seolah-olah... menara hitam raksasa di hadapannya saat ini sedang berbicara kepadanya.

​Shen Yu berdiri terpaku. Tatapannya tidak lepas dari menara hitam yang dililit rantai raksasa tersebut. Aura kuno yang dipancarkan tempat ini terasa kian mencekam.

​"Siapa yang bicara?! Tunjukkan dirimu!" teriak Shen Yu dengan suara lantang yang bergema di lapangan luas tersebut.

​Hanya keheningan yang menjawabnya.

​Namun beberapa detik kemudian, tanah di bawah kaki Shen Yu kembali bergetar pelan secara ritmis.

​Dug... Dug... Dug...

​Getaran itu terdengar sangat mirip dengan denyut jantung. Tapi itu bukanlah detak jantung manusia, melainkan denyut mistis dari menara itu sendiri.

​Suara tua itu kembali terdengar di benaknya.

​"Mendekatlah, Anak Muda."

​Shen Yu tidak langsung menuruti perintah itu. Ia justru memundurkan kaki kanannya setengah langkah, mengambil posisi siaga.

​Jika ada satu pelajaran penting yang ia pelajari selama bertahun-tahun bertahan hidup di alam liar, itu adalah: jangan pernah mempercayai suara atau entitas yang tidak kamu ketahui asal-usulnya.

​"Aku bahkan tidak tahu kau ini makhluk hidup atau setan penunggu tempat ini. Kenapa aku harus mendekat?" balas Shen Yu tenang, menyembunyikan rasa tegangnya.

​Suara tua itu terkekeh pelan, terdengar sedikit terkejut.

​"Bagus. Sangat bagus."

​"Setidaknya kau memiliki otak yang encer, tidak sebodoh para kultivator serakah di masa lalu yang langsung menerjang masuk demi sebuah warisan, lalu berakhir menjadi abu."

​Mendengar pujian itu, Shen Yu justru semakin menajamkan kewaspadaannya. "Kalau begitu, jelaskan dulu siapa kau."

​Belum sempat kalimatnya selesai diucapkan, salah satu pedang kuno yang tertancap di tanah tiba-tiba bergetar hebat.

​Weng!

​Pedang berkarat itu tercabut dari tanah dan melesat ke arah dahi Shen Yu secepat kilat!

​Mata Shen Yu membelalak. Dengan refleks luar biasa yang sudah terlatih akibat sering diburu binatang buas, ia menjatuhkan tubuhnya ke samping, berguling di atas lantai batu.

​Swiiing!

​Mata pedang itu melintas hanya sejarak beberapa helai rambut dari pelipisnya, sebelum akhirnya kembali menancap dalam di lantai batu di belakangnya.

​Shen Yu bangkit berdiri sambil mendengus kesal. "Kau menyebut serangan mematikan tadi sebagai sebuah undangan?!"

​Suara tua itu tertawa lebih keras, mengguncang udara sekitar.

​"Refleks tubuhmu benar-benar berada di atas rata-rata manusia biasa."

​Tiba-tiba, di depan gerbang menara hitam, sebuah cahaya keemasan yang murni muncul entah dari mana. Cahaya itu memadat secara perlahan, membentuk wujud seorang lelaki tua berjubah putih bersih.

​Rambut dan janggutnya yang seputih salju menjuntai hingga ke pinggang. Kedua matanya memancarkan kedalaman ilmu yang tak terukur. Namun, tubuh lelaki tua itu tampak transparan dan samar. Ia bukanlah manusia, melainkan seberkas sisa roh spiritual.

​"Aku adalah Roh Menara," ucapnya dengan tenang. "Dan tempat yang kau pandang ini adalah... Menara Dewa Kuno."

​Shen Yu menarik napas dalam-dalam. Nama itu terdengar sangat agung dan dipenuhi otoritas mutlak, namun dalam ingatannya yang terbatas sebagai penduduk desa fana, ia sama sekali tidak mengenal nama itu.

​"Aku tidak pernah mendengar nama tempat itu."

​"Itu sangat wajar," jawab Roh Menara, matanya menatap langit-langit jurang dengan tatapan sendu. "Karena semua makhluk dan sekte besar yang mengetahui keberadaan menara ini... telah musnah dan menjadi debu puluhan ribu tahun yang lalu."

​Kalimat itu seketika membuat bulu kuduk Shen Yu berdiri. Skala waktu puluhan ribu tahun berada jauh di luar nalar pemikirannya.

​Roh Menara kemudian mengangkat tangan kanannya secara perlahan.

​Dalam sekejap, ilusi visual berskala kolosal memenuhi ruang udara di atas mereka. Bayangan peperangan dahsyat zaman kuno berputar bagaikan film hidup.

​Ribuan kultivator sakti terbang di angkasa. Jutaan pedang memenuhi langit hingga menutupi matahari. Gunung-gunung besar runtuh menjadi rata, dan lautan luas terbelah dua. Di tengah-tengah badai peperangan apokaliptik itu, berdiri sebuah sekte megah yang sedang dikepung oleh jutaan pasukan dari segala penjuru langit.

​Bendera sekte yang agung itu hanya memiliki satu lambang yang dijunjung tinggi.

​Sebuah menara berwarna emas murni.

​"Itulah Sekte Dewa Kuno di masa kejayaannya," ujar Roh Menara dengan nada suara yang mendadak berat dan dipenuhi dendam masa lalu. "Dikhianati oleh sekutu tercinta... lalu dimusnahkan tanpa sisa dari muka bumi."

​Wush!

​Sebelum Shen Yu sempat mencerna informasi gila tersebut, seluruh bayangan peperangan itu lenyap seketika, mengembalikan keheningan di dalam jurang.

​Roh Menara kini mengalihkan tatapan keemasannya, mengunci pandangannya tepat pada manik mata Shen Yu secara mendalam.

​"Shen Yu."

​Mata Shen Yu langsung menyipit, tubuhnya tersentak. "Kau... dari mana kau tahu namaku?!"

​Roh Menara tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan ribuan rahasia.

​"Aku tidak hanya mengetahui namamu, Anak Muda."

​"Aku juga mengetahui dengan sangat jelas... siapa identitas sebenarnya dari ayah dan ibu kandungmu."

​Boom!

​Pikiran Shen Yu seolah meledak. Selama enam belas tahun hidupnya di Desa Qinghe, menanggung hinaan sebagai anak haram yang dibuang, tidak ada satu pun orang yang mampu menjawab misteri asal-usulnya.

​Rasa penasaran dan gejolak emosi yang selama ini ia pendam dalam-dalam mendadak meluap. Tanpa sadar, ia mengambil langkah maju mendekati sang Roh Menara.

​"Katakan padaku... siapa mereka?!" tuntut Shen Yu, suaranya bergetar hebat.

​Roh Menara tidak langsung menjawab pertanyaan krusial itu. Sebaliknya, ia berbalik, mengangkat satu jarinya dan menunjuk ke arah pintu utama Menara Dewa Kuno yang dililit rantai.

​GROOOOMMM...

​Bumi berguncang hebat. Pintu batu menara yang super besar itu perlahan-lahan bergeser dan terbuka. Dari balik celah pintu yang terbuka, memancar sebuah pilar cahaya keemasan yang begitu menyilaukan, mengusir seluruh kabut hitam di tempat itu.

​"Jika kau ingin mengetahui kebenaran tentang darah yang mengalir di tubuhmu, dan membalaskan dendam yang seharusnya kau tanggung..."

​"Masuklah ke dalam Menara Dewa Kuno ini."

​Roh Menara menjeda kalimatnya, tatapannya berubah menjadi sangat serius dan dingin.

​"Namun ingat satu hal, Shen Yu. Begitu kakimu melangkah melewati ambang pintu itu..."

​"...maka seluruh kehidupan fanamu akan berakhir, dan tidak akan pernah ada jalan untuk kembali lagi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!