Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 21
Waktu yang berlalu begitu cepat tanpa hambatan dan sebuah peristiwa yang sangat berarti pagi ini dan sampai pada akhirnya Alan berserta Aruni sampai di depan kampus Aruni.
Alan langsung memilih parkiran yang dirasa teduh dan aman untuk memarkirkan mobil Aruni di satu tempat yang mana dibawah sebatang pohon rindang.
"Ok kita sampai, dan mobilnya parkir di sini saja tidak apa-apa bukan?" Tanya Alan sambil mematikan mesin mobil.
"Loh kok di parkir segala? Terus kamu ke kampusnya bagaimana ?" Tanya Aruni balik.
"Ya iya ini kan mobil mu, lagian aku sih gampang lah ke kampus bisa naik ojek atau angkutan yang lain kan bisa. Gak usah di pikirin, yang jelas kamu sudah sampai kampus dan segera masuk gih." Ucap Alan sambil mengambil tas ranselnya yang di taruh di bangku barisan tengah.
"Ya gak bisa gitulah, sekarang kamu ke kampus mu Makai mobil ini. Dan nanti setelah selesai kelasnya kamu langsung jemput aku lagi. Ok." Ucap Aruni tanpa menunggu persetujuan dari Alan dan langsung keluar dari mobil.
"Kamu ini memang ya," kata Alan sambil kepalanya karena melihat tingkah Aruni yang tak bisa ditebak.
Alan memutuskan untuk pergi ke kampusnya dengan mengendarai mobil Aruni, dan langsung tancap gas pagi itu.
Sementara Aruni yang sudah masuk dalam area kampus langsung menuju kelasnya dengan perasaan bahagia dan ceria sekali pagi ini. Bagaimana tidak, hati Aruni yang sedang berbunga-bunga dan kesenangan karena seharian kemarin menghabiskan waktunya berdua dengan sang pujaan hati dan ditambah lagi kebahagiaan hari ini dengan sarapan pagi di rumah bersama sang kekasih pujaan hati.
Wajah Aruni yang berbinar membuat kedua sahabatnya merasa heran dan jadi bertanya-tanya.
"Eh tumben nih, aromanya hari ini ada yang lagi senang ini," saut Luna.
"Iya nih, kenapa dan ada apa? Kok kita gak kebagian senang nya sih ?" Tambah Ina penasaran.
"Hah gak ada deh biasa saja perasaan sama dengan kemaren-kemaren deh." Jawabku santai.
"Masa sih, gak percaya deh kita ya kan Luna ?" Ucap Ina mengajak Luna mendukung perkataannya.
"Iya tuh benar," tangkas Luna mengiyakan.
"Ah tidak , kalian ini jangan berlebihan gitu deh." Ucapku masih mengelak untuk tidak bercerita pada mereka.
"Ya sudahlah kalau kamu tidak mau cerita juga tidak apa-apa," jawab Luna sambil duduk di bangku di sebelahku.
Aruni hanya diam dan belum mau bercerita apa-apa pada kedua sahabat nya ini, Aruni ingin menyimpan rasa bahagianya sendiri tanpa mau berbagi kepada siapapun. Karena Aruni tidak mungkin menceritakan pada sahabatnya waktu dia berduaan dengan Alan dan masih banyak lagi hal yang tidak bisa di ceritakan sembarangan kepada orang lain meskipun mereka adalah orang yang paling dekat dengan kita. Karena belum tentu selamanya orang yang di anggapnya bisa di percaya saat ini belum tentu kedepannya bagaimana.
Perkuliahan akan segera dimulai. Aruni menghadapi hari-harinya saat perkuliahan dengan baik sampai akhir jam perkuliahan.
Akhirnya jam perkuliahan pun berakhir dan Aruni mengecek ponselnya yang selama jam kuliah tak pernah di lihat. Terang saja mata Aruni terbelalak melihat ada pesan singkat dari sang pujaan hati yang membuatnya senang dan bahagia. Pesan yang berisikan bahwasanya Alan sudah ada di parkiran tadi pagi menunggu Aruni selesai kuliah hari ini.
"Ah kamu ini, selalu saja tepat waktu dan membuat aku selalu bahagia." Ungkap hati Aruni sambil tersenyum tipis.
"Aruni, hari ini kita mau nongkrong di mana? atau kemana gitu? Aku bosan ini ." Tanya Ina sambil mengajak untuk pergi bersama dan sayangnya Aruni tak bisa ikut bersama dengan sahabat nya karena Alan sudah menunggunya.
"Maaf ya sayang-sayangku, sepertinya hari ini tidak bisa deh. Maaf ya lain kali saja," ucap Aruni sambil memelas dan memohon maaf pada Ina dan Luna.
"Emang kamu mau kemana sih?" Tanya Ina dengan nada yang sedikit kesal dan kecewa karena Aruni tak mau ikut bersama dengannya.
"Hari ini Alan sudah jemput aku, dan dia sudah sampai di parkiran depan kampus kita. Maaf banget ya, jangan marah gitu dong." Pinta Aruni sambil menjelaskan alasannya.
"Oh ada Alan, Ya sudah gak apa-apa. Tapi mau kemana sih kalian?" Tanya Luna.
"Gak kemana-mana sih. Palingan cuma ke rumahnya dia langsung pulang dari sini." Jelas Aruni.
"Hah kamu serius? Kamu sudah sampai ke rumah nya Alan ?" Kata Ina histeris seperti tak percaya Aruni berkata demikian.
"Iya, Kenapa memang ? Ada yang salah ?" Tanya Aruni.
"Ya gak salah juga sih, cuma gak percaya saja secepat itu kami di bawa kerumahnya oleh Alan. Terus kamu sudah kenal dong sama keluarganya ?" Tanya Ina lagi penasaran.
"Iya, aku sudah ketemu sama Ibu dan Kakaknya juga." Jelas Aruni.
"Benar itu Aruni, kamu gak ngada-ngada bukan?" Tanya Ina lagi.
"Iya benar, ngapain juga aku bohong. Gak ada gunanya juga kan ngada-ngada sampai segitunya." Jelas Aruni.
"Baguslah kalau begitu, itu artinya dia serius sama kamu Runi. Aku senang deh mendengarnya, terus bagaimana dengan sikap keluarga dia ke kamu Runi ?" Tanya Luna.
"Ya syukurlah, keluarga dia baik sama aku. Responnya baik sih, Ibunya juga menyambut aku dengan keramahannya. Tambah lagi Kakak nya juga bersahabat sekali, langsung nyambung sih ngobrol sama aku." Jelas Aruni singkat sambil tersenyum.
"Oh, so sweet sekali sih kalian." Sambung Ina dengan gayanya yang membuat Aruni dan Luna geli melihat tingkahnya.
"Hahahaha ya sudah lah, kenapa kalian ini jadi interogasi gua ya ?" Ungkap Aruni.
"Ya kan kita jadi penasaran dari pagi kamu ini auranya beda dari biasanya. Jadi apa salah satunya karena ini ya kalau hari ini kamu beda saja gitu auranya dari biasanya." Kata Luna.
"Ya suka-suka hati kalian berdua saja deh mikir apaan. Ya sudah ya, aku buru-buru ini karena si doi dari tadi nungguin aku di depan. Kok jadi kalian ajakin aku ngobrol enak di sini pula." Ucap Aruni sambil berdiri dan melangkah perlahan meninggalkan kedua sahabatnya.
"Ya sudah, hati-hati ya ketemu sama calon mama mertua dan jangan lupa bawain oleh-oleh biar calon mertua mu senang dan baik selalu sama kamu." Kata Luna mengingatkan Aruni jika akan pergi ke rumah Alan.
"Ok. Makasih sayangku atas saran mu yang the best sekali." Kata Aruni sambil mengacungkan jempolnya pada Luna dan melambaikan tangannya pada sua sahabatnya itu.
"Sukses ya, selamat bersenang-senang !" Teriakan Ina dan Luna secara bersamaan dengan suara yang cukup keras dan bersemangat.
Aruni secepat mungkin sampai berlarian menuju depan kampus dan sesegera mungkin ingin bertemu dengan kekasihnya yang sangat di cintai. Sudah tak sabar rasanya bertemu dengan pujaan hati karena memang Aruni saat ini selalu ingin dekat-dekat dengan Alan. Kalau bisa di minta mungkin ingin setiap saat bersama.
mkin seru..???
😊😊
aku slalu setia menunggu😊😊