NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Pintu yang Mulai Tertutup

Vira mengembuskan napas pelan. Ia mengenal pemuda itu.

Hartato, putra kepala desa yang kini sedang menjabat. Selama ini, pria itu sering menatapnya dari kejauhan dengan sorot mata yang sulit menyembunyikan rasa suka.

Dan sekarang, begitu mendengar kabar dirinya putus dengan Daril, Hartato langsung datang menghampirinya.

"Aku memang sudah putus sama Daril," ujar Vira tenang. "Tapi untuk sekarang, aku masih ingin sendiri."

Hartato mengangguk pelan. "Gak apa-apa. Aku bisa nunggu."

Ia tersenyum, lalu melanjutkan, "Ngomong-ngomong, Sabtu malam nanti ada pasar malam. Gimana kalau kita ke sana?"

Vira belum sempat menjawab ketika Hartato kembali berkata, "Tenang aja. Kamu mau beli apa pun, nanti aku yang bayarin."

Ia terkekeh pelan. "Gak kayak mantanmu itu. Pacaran cuma modal dengkul. Jangankan modal, hidupnya malah bergantung sama kamu."

Vira hanya tersenyum tipis. "Besok aku harus belanja stok toko. Setelah itu masih banyak barang yang harus kubereskan. Jadi... maaf, aku gak bisa."

Hartato mengembuskan napas kecewa. "Sayang sekali."

Namun sesaat kemudian senyumnya kembali mengembang. "Kalau lain kali aku ajak jalan. Boleh, 'kan?"

"Kita lihat saja nanti," jawab Vira sambil tersenyum tipis.

"Baiklah." Hartato mengangguk. "Kalau begitu, sekalian beli rokok, deh."

"Boleh. Rokok apa?"

"Marlboro ada?"

"Ada. Sebentar." Vira berbalik mengambil sebungkus rokok dari etalase.

Saat Vira menyerahkannya, Hartato kembali membuka suara.

"Sebenarnya... aku sudah lama suka sama kamu, Ra." Ia tersenyum canggung. "Sayang aja dulu aku udah keduluan Daril."

Vira tidak menanggapi. Ia hanya menyerahkan rokok itu sambil menyebutkan harganya.

Yanti yang masih berada di halaman sengaja memperlambat gerakan sapunya. Ia berpura-pura belum selesai menyapu agar bisa mencuri dengar percakapan Vira dan Hartato.

"Ih... ganjen banget, sih," gerutunya dalam hati.

"Baru putus sama Daril, sekarang sudah didekati cowok lain. Kemarin sama yang dekil itu, sekarang sama yang ini."

Tatapannya tertuju pada Vira yang masih berdiri di balik etalase.

"Memangnya aku kalah cantik dari dia?" Yanti mendengus pelan. "Aku cuma kurang perawatan karena gak punya cuan. Coba kalau aku punya duit, pasti aku jauh lebih cantik daripada Vira."

Selesai menyapu, ia mengumpulkan daun-daun kering ke dalam serokan, lalu melangkah menuju halaman belakang untuk membuang sampah.

Namun, rasa iri di dalam dadanya justru semakin besar.

"Lihat saja nanti. Begitu aku punya uang, semua laki-laki pasti bakal melirik aku, bukan Vira."

Sementara itu...

Di balik pagar yang tak jauh dari toko, sepasang mata mengawasi mereka tanpa berkedip.

Daril.

Sejak Hartato datang, ia melihat semuanya. Rahangnya mengeras. Kedua tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Jadi... ini penyebabnya."

Dadanya dipenuhi amarah yang perlahan berubah menjadi rasa terancam.

"Belum juga seminggu putus... Sudah ada laki-laki lain yang berani mendekatinya."

-

Daril pulang dengan wajah masam. Bayangan Hartato yang berdiri di depan toko Vira terus berputar di kepalanya. Ia masih ingat sorot mata pemuda itu saat memandang Vira. Terlalu jelas. Hartato menyukai gadis itu.

"Cepat banget," gerutu Daril sambil terus melangkah menuju rumah.

Ia tak menyangka, baru sehari hubungan mereka berakhir, sudah ada pria lain yang berani mendekati Vira.

Sesampainya di rumah, Daril langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tengah.

Mirna yang baru keluar dari kamar mengernyit. "Ada apa lagi?" tanyanya.

"Satu kampung sudah tahu aku sama Vira putus, Bu," jawab Daril dengan wajah kusut. "Dan begitu kabar itu menyebar, Hartato langsung mendekati Vira."

"Hartato? Anak kepala desa itu?"

"Siapa lagi."

Mirna terdiam sejenak. Lalu ia mengembuskan napas panjang. "Kalau dipikir-pikir, Hartato memang gak jelek."

Daril langsung menoleh.

"Keluarganya berkecukupan. Dia juga rajin. Memang cuma lulusan SMA, tapi dari dulu mau membantu mengurus sawah keluarganya."

Mirna melanjutkan, "Walaupun gak turun langsung ke sawah setiap hari, dia tahu kapan harus memupuk, kapan menyemprot hama, sampai kapan waktu panen yang tepat. Makanya hasil sawah keluarganya selalu bagus."

Daril mulai mengatupkan rahangnya.

"Kalau dulu kamu mau belajar seperti dia," lanjut Mirna tanpa sadar, "mungkin hidup kita gak bakal sulit gini."

"Apa maksud Ibu?" tanya Daril dengan nada tersinggung.

Mirna menatap putranya.."Dulu waktu ayahmu masih hidup, beliau berkali-kali mengajakmu belajar mengurus sawah. Tapi kamu bersikeras mau kuliah. Katamu kerja di sawah gak ada masa depan."

Daril mengepalkan tangannya.."Jadi Ibu menyesal karena aku kuliah?"

"Bukan begitu." Mirna menggeleng. "Ibu cuma menyesal kamu terlalu memilih-milih pekerjaan. Kuliah itu bukan salah. Yang salah, setelah lulus kamu terus menunggu pekerjaan yang menurutmu layak."

Mirna menghela napas panjang. "Sementara orang lain sudah mulai menghasilkan uang."

Daril terdiam.

"Yang penting sekarang kamu harus bekerja, Ril," lanjut Mirna. "Kalau cuma ngandelin hasil anyaman tas Ibu, cepat atau lambat semua barang di rumah ini bakal kita jual satu per satu."

Tatapan Mirna menjadi redup. "Apalagi sekarang Vira benar-benar sudah berhenti bantuin kita."

Daril menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasakan kenyataan yang selama ini ia abaikan.

Namun, alih-alih menyalahkan dirinya sendiri, yang muncul di dalam benaknya justru wajah Vira dan Hartato.

Ia mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.

"Kalau bukan karena Hartato..." gumamnya lirih. "Vira gak mungkin berubah secepat ini."

***

Keesokan harinya, Vira bangun lebih awal.

Saat langit masih berwarna kebiruan, ia sudah selesai mandi dan berpakaian rapi.

Tak lama kemudian, suara rolling door garasi terbuka memecah keheningan pagi.

Grrr...

Suara itu membuat Yanti yang masih terlelap mengerutkan dahi.

"Apaan, sih? Berisik banget," gerutunya sambil menarik selimut menutupi kepala.

Namun beberapa saat kemudian...

Brum... brum...

Sekarang yang terdengar suara mesin mobil.

"Ih... berisik!"

Yanti kali ini menutup kepalanya dengan bantal.

 

Di halaman depan, Arvin datang tepat saat Vira mengeluarkan mobil pick up tua peninggalan mendiang ayahnya dari garasi.

Begitu Vira turun dari balik kemudi, Arvin langsung menghampiri.

"Apa aku terlambat?" tanyanya dengan wajah tak enak hati.

Vira melirik jam tangan di pergelangan tangannya, lalu tersenyum. "Nggak, kok. Malah kamu datang sepuluh menit lebih awal."

Arvin mengembuskan napas lega. "Syukurlah."

"Udah sarapan?" tanya Vira.

"Udah, kok."

"Yakin?"

Arvin mengangguk mantap.

"Ya sudah," kata Vira. "Kalau begitu, kita berangkat sekarang."

"Iya." Arvin langsung berjalan ke belakang mobil.

"Eh," ucap Vira .

Langkah Arvin terhenti. "Ada apa?"

"Mau ke mana?" tanya Vira tanpa menjawab pertanyaan Arvin.

 

...✨"Takdir berubah bukan ketika kita menemukan orang baru, tetapi ketika kita berani melepaskan orang yang selama ini menahan langkah kita." ✨...

.

To be continued

1
Wardi's
waduh pd gk kapok ya.. gk ckp sidang desa.. kyk nya pengen sidang d kantor polisi..
Anitha
Ga kapok rupanya kalian masih ingin menghancurkan Vira...

silahkan saja kalo bisa,nanti kalianlah yang akan menyesal...
buat mereka jera Vira
Uthie
Emang dasar manusia yg culas, jahat!! susah di ubahnya dan di sadarkan!! walau kesalahannya telah ditelanjangi publik begitu!!😡😡
Uthie
Pak Kades nya Bijaksana 👍👍👍
Uthie
cecar terus pak Kades 😡👍
Uthie
makin tegang dehh tuhh kalian 😏
abimasta
daril Mirna Yanti sudah salah tidak mau mengakui,bahkan masih punya rencana jahat
Wirad Nyani
Vira hati² ya, soalnya ketiga orang itu akan beraksi
Ari Peny
setan aja gk saling menyakiti tp manusia bisa🤣🤣🤣🤣
kymlove...
gak tau mau komen aja..... sebelum 3 manusia dajjal ini binasa, konflik bakalan terus berkembang, tinggal lihat aja gimana vira menyingkapi dan melawan ke gilaan mereka.
^ã^😉
jauhilahhh orang² yang tak pernah menghargai kebaikan Kita ,
orang yg di beri kesempatan bukan ya berbuat Baik tapi malah semakin jahat ..

keluarga bisa Jadi musuh terbesar dalam ujian hidupmu vira , kamu usir Salah g kamu usir kamu sendiri yg di buat menderita oleh mereka

keep strong vira
semangat buat kak Nana juga
^ã^😉
bukan ya kapok malah membuat rencana yang lain lagi huhh Sadar iblis kalian itu
asih
kalian ber 3 the real setan wujud manusia ..minta maaf di mulut saja ..berharap rencana mereka berbalik menyerang mereka sendiri ..

ra vira usir aja tuh yanti sudah cukop kamu kasih dia kesempatan Dan tempat tinggal ,, jauhilah orang² yang tak pernah menghargai kebaikanmu
LibraGirls
Si vira masih mau nampung di yanti???? usir lah ngapain lagi di tampung 😡😡😡😡😡
Dew666
Kalo Yanti gak diusir betapa bodohnya vira
LibraGirls
Kira² di terima gk ya lamaran hartot sama vira 😂😂😂
LibraGirls
weeehhhhh pak kades dah kayak hakim lebih keren pak kades dr hakim yg lagi viral 😂😂😂😂😂
LibraGirls
Laaahh dia ada duit buat bayar pereman dari pada buat ngisi perutnya sama ibu ny BEGPOOOOOO emosi jiwa baca si benalu gk tau diri 😡😡😡😡😡 pengen tak jambak² rasanya 😂
Anitha
Vira diam bukan berarti kalah,Arvin mau megang tangannya Vira ga jadi,karena ia sadar diri tapi Arvin tetap berada di sisi Vira tidak akan meninggalkan Vira sendirian,semoga Arvin adalah jodohnya Vira yang sudah di takdirkan.

Hayo lo Yanti bentar lagi kamu di usir karena ulahmu sendiri nyari penyakit sama Vira😄
Wardi's
usir aja si yanti.. benalu.
mirna sm daril hukim untuk minta maaf dan denda sejumlah uang.. krn dia sdh menyebabkan usaha vira menurun., dan biarkan hukuman sosiak daru masyarakat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!