NovelToon NovelToon
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Status: sedang berlangsung
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Elara Aisyah

Dianggap "gadis bangkrut yang beruntung", diperlakukan seperti janda selama tiga tahun pernikahan rahasianya. Tapi begitu Renata melepas cincin dan pergi, topeng demi topeng terbuka: peretas nomor satu, putri hilang konglomerat permata, penyelamat nyawa sang Kapten. Saat semua yang menghinanya bertekuk lutut—Kapten Nathan Halim justru jatuh paling dalam, mengejar istri yang telah ia sia-siakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Bab 14

Bahan Gunjingan Satu Kantor

Puluhan pasang mata tetap menancap pada Renata sampai Nathan memecah keheningan.

“Duduk.”

Renata mengambil kursi kosong paling dekat pintu. Tim komunikasi menampilkan draf pernyataan singkat, lalu Nathan bertanya kepadanya, “Apa yang kamu ingin kami katakan?”

“Kebenaran.”

“Bagian mana?”

“Bahwa pernikahannya sah. Aku bukan perempuan yang memaksamu menikah demi Vila Kenari. Dan alamat Mama harus dikeluarkan dari semua pemberitaan.”

Cheryl mengangkat wajah. “Kalau namaku disebut, orang akan semakin menyerang.”

Renata menatapnya. “Aku nggak meminta namamu disebut.”

Reno menyandarkan kedua tangan ke meja. “Pernyataan cukup mengonfirmasi pernikahan dan meminta publik menghormati privasi keluarga. Soal siapa pihak ketiga, biarkan orang menilai perilaku masing-masing.”

Wajah Cheryl kembali memucat.

Nathan menyetujui draf itu tanpa menambahkan pembelaan untuk siapa pun. Namun ia juga tidak meminta maaf kepada Renata. Setelah rapat dibubarkan, ia menghilang bersama tim hukum dan komunikasi untuk menangani krisis.

Keesokan paginya, Renata masuk ke ruang tunggu kru Angkasa Air dengan seragam lengkap.

Percakapan di dalam berhenti serentak.

Beberapa orang yang pernah terbang bersamanya pura-pura sibuk membaca jadwal. Yang lain tidak repot menyembunyikan ponsel. Di layar salah satu pramugari, judul tentang istri rahasia Kapten Halim masih terbuka.

Renata meletakkan tas di loker.

“Pagi.”

“Pagi, Mbak Rena,” jawab seseorang terlalu cepat.

Ia dijadwalkan mengikuti penerbangan pendek sebagai bagian dari kembali bertugas setelah pemeriksaan kesehatan. Luka lengannya sudah dinyatakan sembuh. Semua dokumen kerja lengkap. Hanya suasana di ruangan itu yang berubah.

Seorang pramugari senior mendekat dan menyodorkan kopi.

“Tanpa gula. Kamu kelihatan belum tidur.”

“Terima kasih.”

Perempuan itu duduk di sampingnya. “Sabar, ya, Ren. Aku nggak akan tanya apa-apa.”

Kalimat tersebut jauh lebih baik daripada rasa ingin tahu yang dibungkus simpati.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki niat yang sama.

Di sudut ruangan, dua pramugari berbisik dengan volume yang cukup keras untuk didengar.

“Pantas nggak pernah dijemput. Ternyata memang disembunyikan.”

“Tapi bisa nikah sama keluarga Halim gimana caranya?”

“Katanya ada perjanjian lama. Mungkin keluarga bangkrut memang butuh bantuan.”

Pramugari senior di samping Renata menoleh tajam. “Kalau mau bergosip, setidaknya tunggu orangnya pergi.”

Keduanya terdiam.

Renata menyesap kopi. Rasanya pahit, tetapi hangat.

Seorang pramugara yang ikut berada di AG2331 masuk dan langsung menunjuk Renata. “Jadi waktu kamu bilang janda tiga tahun, itu bukan bercanda?”

Beberapa orang tertawa canggung.

Renata mengangkat alis. “Kalian yang menganggapnya bercanda.”

“Gila, Ren. Suamimu Kapten Nathan dan kamu diam saja?”

“Pernikahan rahasia biasanya memang nggak diumumkan di ruang tunggu kru.”

Jawaban itu membuat satu dua orang tersenyum, tetapi ketegangan belum benar-benar hilang.

Ponsel mereka kembali berbunyi hampir bersamaan. Akun gosip baru saja mengunggah rangkuman kronologi: tiga tahun menikah, tak pernah terlihat bersama, kecelakaan AG2331 tanpa penjemputan, lalu foto Nathan memayungi Cheryl di malam yang sama.

Seseorang di bandara rupanya merekam adegan tersebut dari kejauhan.

Komentar bergeser.

Istrinya habis kecelakaan, dia malah jemput Cheryl?

Ini bukan pernikahan rahasia. Ini istri yang disembunyikan.

Kapten itu keterlaluan.

Di sisi lain, akun Cheryl dipenuhi pertanyaan tentang cincin merah muda.

Kalau bukan istri, kenapa pakai cincin kawin orang?

Kembalikan barang istri sah.

Jadi selama ini pihak ketiganya siapa?

Cheryl membatasi komentar, tetapi tangkapan layar unggahannya sudah menyebar. Di grup arisan, para perempuan yang minggu lalu memuji kisah cintanya mulai menghapus pesan lama atau berpura-pura tidak pernah mendukung.

Di ruang kru, seorang petugas darat menggeleng melihat berita itu. “Aku kira Cheryl calon Nyonya Halim.”

“Ternyata Nyonya Halim tiap hari dorong troli bareng kita,” sahut orang lain.

“Dan nggak pernah dikasih tahu.”

Nada percakapan perlahan berubah. Rasa ingin tahu belum hilang, tetapi semakin banyak orang melihat ketimpangan yang selama ini mereka abaikan.

Renata tidak memberikan klarifikasi tambahan. Ia memeriksa penampilan di cermin, merapikan syal, lalu mengikuti briefing penerbangan seperti biasa.

Saat memasuki kabin, seorang penumpang mengenalinya dan mengangkat ponsel. Renata tetap tersenyum profesional.

“Selamat datang di penerbangan Angkasa Air.”

Ia menjalankan pemeriksaan kabin, membantu penumpang menyimpan barang, dan memastikan pintu ditutup sesuai prosedur. Tak satu pun gerakannya berubah karena namanya sedang dibahas ribuan orang.

Saat layanan minuman dimulai, seorang penumpang perempuan memanggilnya pelan.

“Mbak Rena.”

Renata berhenti di samping kursinya. “Ada yang bisa saya bantu?”

Perempuan itu mematikan kamera ponselnya di depan Renata, seolah ingin menunjukkan bahwa ia tidak sedang merekam diam-diam.

“Saya cuma mau bilang, waktu lihat berita kecelakaan itu, saya sudah kagum. Sekarang saya malah kesal orang-orang lebih sibuk membahas suami Mbak daripada pekerjaan Mbak.”

Renata tidak tahu harus menjawab apa. Ucapan tulus dari orang asing terasa lebih berat daripada seratus komentar jahat.

“Terima kasih. Tapi mohon jangan mengambil gambar kru selama penerbangan.”

“Iya, Mbak. Maaf.”

Renata melanjutkan mendorong troli. Di galley belakang, pramugara AG2331 memberinya sebungkus biskuit.

“Makan. Dari tadi cuma minum kopi.”

“Kamu juga ikut mengasihaniku?”

“Nggak. Aku cuma nggak mau senior pingsan dan membuat kami terlambat mendarat.”

Renata akhirnya tertawa kecil. Itu tawa pertama yang keluar tanpa dipaksa sejak rekaman tersebut tersebar.

Namun begitu pesawat mendarat di Jakarta, kenyataan sudah menunggunya lagi. Tiga orang berdiri di luar jalur kru sambil mengangkat ponsel dan meneriakkan pertanyaan tentang Nathan, perceraian, serta cincin yang dipakai Cheryl.

Petugas keamanan membuka jalan. Renata tidak menjawab satu pun pertanyaan. Ia juga melarang rekannya mendorong salah seorang pemburu berita yang terlalu dekat.

“Jangan kasih mereka bahan baru,” katanya pelan.

Ia berjalan dengan punggung lurus sampai pintu ruang staf tertutup di belakang mereka. Baru saat tak ada kamera, bahunya turun sedikit.

Baru setelah penerbangan selesai dan ia masuk ke toilet kru, Renata mengirim voice note kepada Tania.

“Capek, Tata.”

Balasan datang cepat.

Pulang ke sini kalau Puri bikin sesak. Aku masak mi.

Renata menutup mata selama beberapa detik, lalu membasuh wajah dan kembali keluar.

Di grup kru, pramugari senior yang memberinya kopi menulis satu pesan.

Kalian boleh penasaran. Tapi jangan lupa Rena yang terluka di AG2331 dan tetap menolong penumpang sampai terakhir. Suaminya siapa tidak mengubah itu.

Beberapa orang memberi tanda setuju.

Tak seorang pun mencoba menghapus pesan itu.

Pramugara dari AG2331 menambahkan foto perban Renata malam itu, lalu menulis bahwa Kapten Nathan tidak pernah datang menjemput.

Omongan belum berhenti. Namun untuk pertama kalinya, orang-orang tidak lagi hanya bertanya bagaimana Renata bisa menikahi Nathan Halim.

Mereka mulai bertanya bagaimana Nathan Halim bisa memperlakukan istrinya seperti itu selama tiga tahun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!