NovelToon NovelToon
Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:60.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kiki Amalia

Livia Renata harus menelan pil pahit saat mengetahui dirinya hamil, setelah kejadian naas yang menimpanya beberapa minggu yang lalu.

Salah satu mantan kekasihnya yang masih menaruh hati pada Livia, menyerang dan memperkosa gadis itu.

Livia yang baru berusia 17 tahun di paksa harus meninggalkan sekolah dan kepopulerannya.

Orang tuanya yang merasa malu dan pilu kemudian menerima lamaran Deni, kekasih Livia yang polos. Namun, tidak lama kemudian laki-laki yang menghamili Livia datang dan mengatakan dirinya akan bertanggung jawab.

Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 3 : Mantan yang Sakit Hati

Episode sebelumnya...

"Emang boleh yah?. " Tanya Deni berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan Livia.

###

Happy Reading and Enjoy Guys.

"Boleh aja sih. " Ucap Livia .

"Beneran Livia?. " Deni terlihat sangat senang dan langsung menarik Livia u tuk menatap wajahnya.

"Iya boleh... Asalkan.... " Livia mentap wajah Deni dari kepala hingga ke telapak kakinya.

"Asalkan apa?. " Deni menatap Livia penuh harap.

"Asalkan kamu mandi di laut Nyi Roro Kidul untuk membersihkan dirimu yang kotor itu dan bau itu, hahahaha. " Ejek Livia sambil tertawa dan mendorong tubuh Deni menjauh darinya.

Deni yang mendapat perlakuan seperti itu merasa sedikit kecewa karena sangat berharap Livia mau menciumnnya.

Namun, Deni tidak patah semangat dalam hatinya ia berdoa semoga suatu saat nanti Livia akan mau menciumnya. Deni akan melipat gandakan rasa sabarnya lagi untuk gadis pujaan hatinya itu.

###

Besok paginya Livia berangkat ke sekolah di antar oleh orang tuanya, gadis itu berjalan berlenggak lenggok ala model berjalan menuju ke kelasnya. Tinggal, beberapa langkah lagi gadis itu akan sampai tiba-tiba seseorang menarik tangannya dengan keras.

"Aw aw sakit aduh apa-apaan sih. " Teriak Livia kesakitan.

"Livia." Panggil laki-laki yang menarik tangannya itu ketika mereka sudah sampai ke tempat yang agak sepi.

"Apaan sih Radit, gak jelas banget deh. " Omel Livia kepada laki-laki bernama Radit salah satu mantan Livia, yang masih terobsesi pada dirinya namun Livia sama sekali suda tidak tertarik kepada laki-laki bernama Radit ini.

"Liat mata aku Livia, lihat dan tatap. " Ucap Radit memaksa Livia untuk menatap wajah cowok tersebut.

"Apaan sih kasar banget. " Livia menghempaskan tangan Radit yang masih mencengkram tangannya.

"Apa sih yang kamu liat dari si Deni itu, jelas-jelas aku lebih baik dari dia kenapa kamu malam milih dia dari pada jalan sama aku?. "Tanya Radit dengan nada suara yang sengaja di tekankan.

"Gak mau, siapa juga yang mau sama cowok kasar kayak kamu ini, idih big no deh. " Sinis Livia.

"Apa kamu bilang? laki-laki kasar? Emangnya kamu sendiri udah lebih baik dari aku? Awas ya kalau sampai kamu nggak putusin si Deni itu liat aja sesuatu yang buruk bakalan terjadi sama kalian berdua. " Ancam Radit.

"Gak jelas banget tau nggak kamu, Dit. Siaap juga yang mau sama laki-laki modelan kamu gini hah? Ngancem? Iya? Kamu pikir aku takut? . " Bukannya takut Livia justru mengancam balik laki-laki yang sangat terobsesi padanya itu.

"Oke, kamu nantangin yah? Awas aja kalau sampi minggu depan kalian masih belum putus bencana akan menimpa kalian berdua. " Ancam Radit lagi.

"Dih udah kayak bencana alam aja, dramatis banget sih. " Ejek Livia.

"Tunggu aja, awas!. " Livia dan Radit saking bertatapan untuk beberapa saat, kemudian laki-laki itu pergi meninggalkan Livia dengan wajah yang kesal.

"Emangnya dia siapa? Dih sok kecakepan, kayak duitnya banyak, aja. Cowok sialan" umpat Rania menatap punggung Radit yang semakin jauh melangkah.

Livia kemudian berjalan masuk ke dalam kelasnya karena pembelajaran akan segera berlangsung.

TIN.. TING.. TING..

Dua jam kemudian lonceng jam istirahat akhirnya berbunyi.

Livia segera pergi ke kelas Deni untuk mengajaknya pergi ke kantin bersama-sama.

Beberapa pasang mata menatap iri kepada Deni yang berhasil berpacaran dengan gadis populer di sekolahnya itu, beberapa di antaranya bersorak sambil menggoda Deni.

"Cie cie cie di jemput ayang. " Teriak salah satu teman kelas Deni

"Emang kalau lagi jatuh cinta dunia serasa milik berdua yang lain mah numpang. " Timpal yang lainnya.

Seisi kelas Deni kemudian tertawa, Deni hanya bisa tersenyum malu-maku sementara Livia asik melambai-lambaikan tangannya bagaikan Miss Universe yang sedang memperkenalkan dirinya.

"Yuk, aku udah lapar banget. " Deni langsung menarik tangan Livia.

"Ih Deni, main tarik-tarik aja. " Keluh Livia.

"Iya, iya maaf deh nih aku lepasin. " Deni kemudian melepaskan pegangan tangannya. Namun, Livia berinisiatif untuk memegang tangan Deni lagi.

"Kan aku gak bilang lepasin. " Omel Livia.

"Iya deh iya, terserah kamu aja. " Ucal Deni pasrah semaunya Livia saja.

"Aku mau makan mie ayam sama lontong yah hari ini, minumnya aku mau jus jeruk, terus nanti pulang sekolah aku mau di jajanin yah Deni. " Ucao Livia dengan nada manja namun tetap saja cara bicaranya seperti seseorang yang sedang memerintah.

"Iya Livia, apa sih yang nggak buat kamu. " Deni tidak ingin ambil pusing agar Livia tetap nyaman bersamanya apapun akan ia lakukan agar gadis itu senang.

Sesampainya di kantin Deni langsung mengambilkan pesanan Livia, lalu terakhir mengambil pesanannya sendiri. Mereka berdua pun asik menikmati makanannya masing-masing.

Beberapa pasang mata kembali memperhatikan mereka lagi, membuat Deni merasa kurang nyaman sebenarnya namun, sepertinya ia harus terbiasa dengan hal itu karena pacarnya adalah orang yang populer di sekolahnya. Jadi, wajar saja jika ada banyak orang yang akan memperhatikan mereka berdua.

"Kenapa Deni? Kok bengong. " Tanya Livia memperhatikan Deni yang hanya mengaduk-aduk makanannya.

"Gapapa kok Livia, makn lagi yuk di habisin yah makannya biar kamu sehat. " Ucap Deni penuh perhatian kepada Livia.

"Kamu mau aku gendut yah, terus gak ada yang suka lagi sama aku. " Omel Livia.

"Nggak Livia, bukan gitu maksud aku....."

"Udah ah, jadi malas makan aku. " Livia menghentikan makannya padahal mie ayamnya belum setengah mangkuk gadis itu habiskan.

"Iya deh iya, maaf Livia yang cantik, yang seksi dan terbaik deh 100 persen maafin aku yah, kalau kamu habisin makananya kami boleh deh minta hadiah apa aja. " Ucap Deni, mencoba mengambil hati Livia yang sedang badmood.

"Beneran Den?. "

Deni menganggukkan kepalanya, sambil sm tersenyum ke arah Livia. Benar saja Livia langsung antusias kembali dan melanjutkan makannya.

###

"Radit ngancem kamu?. " Deni tidak menyangka jika Livia pagi tadi mendapatkan ancaman dari Radit, dan baru sekarang gadis itu mencertiakan kejadian yang di alami Livia, padanya.

"Iya, katanya kalau kita gak lurus dia bakalan ngelakuin sesuatu ke kita, dikira mungkin aku bakalan takut sama gertakannya. " Oceh Livia dengan perasaan yang sangat menggebu-gebu merasa jengkel jika mengingat Radit mengancamnya tadi pagi.

"Terus dia ada bilang apa lagi sama kamu?. " Tanya Deni memastikan kekasihnya itu tidak di sentuh seinci pun oleh Radit.

"Nih liat nih tangan aku ampe merah gara-gara tadi pagi tangannya megang bagian ini keras banget. " Livia memperlihatkan pergekangan tangannya kepada Deni.

"SIALAN!. " Batin Deni.

"Ya ampun, ya udah kita singgah di apotik buat beli salap yah. " Ucap Deni kemudian di ikuti anggukan kepala Livia.

Deni kemudian menyalakan mobilnya, keluar dari gerbang sekolah lalu melaju bersama kendaraan lainnya di jalan Raya.

Deni merasa darahnya terasa panas mendengar Livia di ancam oleh Radit. Memangnya siapa laki-laki itu bisa dengan bebas mengatur orang lain untuk putus.

"Radit itu yang anak kelas 11 IPS C yah? . " Tanya Deni kemudian setelah cukup lama hening karena mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Iya Den, tapi ya udah lah yah gak usah terlalu di pikirin namanya juga sok jagoan, paling juga cuman gertak aja. " Ucap Livia.

Mendengar hal itu Deni hanya manggut-manggut saja, dalam hatinya berdoa semoga itu memang hanya gertakan Radit saja karena merasa sakit hati tidak bisa memiliki Livia.

Bersambung...

Klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian yah.

1
Qaisaa Nazarudin
Perlakuan peran Livia di sini terlalu sombong dan Kasar menurut ku, Sekarang tambah jadi isteri durhaka lagi,Walau gimana pun Radit udah SAH jadi SUAMI nya..Aku semakin eneg dengan sikap sombong Livia..
Qaisaa Nazarudin
NGEBACTIKIR itu apa thor?? Banyak ayat kata2 mu yg aku gak paham,Padahal cerita mu bagus lho..
Qaisaa Nazarudin
CINTA bisa bikin orang cerdas jadi BODOH, CINTA bisa bikin orang WARAS jadi GILA,Jangan karna CINTA kita rela kayak Jadi PENGEMIS di mata orang yg tak bisa MENGANGGAP dan MENGHARGAIN kita..
Qaisaa Nazarudin
Udah di perkokos kek gini masih aja sombong,Ini jahat kan kalo aku bilang ini KARMA buat Livia..
Qaisaa Nazarudin
Apa Livia gak punya sahabat ya..Biasanya cewek Cantik n tajir pasti punya geng lho..
Qaisaa Nazarudin
GILA si Radit..Ini mah bukan CINTA tapi OBSESI,kalo orang udah gak suka ya udah,maksa banget,Cewek tuh bukan Livia doang,Cewek Matre kek gitu di rebutin...
Qaisaa Nazarudin
Kecil' aja udah matre,Gimana saat udah gede..
Qaisaa Nazarudin
Kasian juga Deni,Tapi harusnyandia tau diri juga kalo gak modal jangan berani2 dekatin nih cewek,udaj tau dia cewek cantik,pasti gayanya selangit,Kalo gak punya modal,lupain aja..Biasanya yg berani deketin cewek cantik yah paling juga cowok2 tajir,Jadi gak masalah hanya beli boneka dgn es krim doang,Tapi di sini terlihat kan kesungguhan Deni..👍👍

Mampir thor...🙋🙋
Aurora
Ceritanya bagus... 👍
Mampir juga ya kak..
Anonim
Lanjutannnnnnn
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
cerita yang sangat menarik, alurnya juga oke
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
aduh kalian ini yaa, gosip and ngomongin orang aka kerjaannya, belajar heh
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
alasannya dong liv, kasian deni
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
pasti enak banget ya Livia
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
kak habis tanda tanya tak perlu ada titik. Dan setelah tanda petik itu huruf kecil kalau berupa dialog tag🤗
lanjutkan
masokk
lanjutkan
bgaus
🥑⃟Bejo
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!