"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.
"Mirna, jangan menganggap jika aku itu menyukai keponakan mu! Karena mengijinkannya tetap bersekolah, aku tetap saja membencinya karena ia adalah anak dari Antama. Orang yang menyebabkan anakku mempunyai penyakit mental seperti sekarang ini," ujar Vina dengan nada ancaman.
"Mah ... udah lah! Jangan di ungkit ungkit terus! Bagaimana pun juga Jenny tidak pernah salah Mah, udah cukup! Kalau Mamah mengungkitnya terus, kasihan anak kita. Lihatlah yang tadinya anak kita itu datang ke sini dengan memasang ekpresi wajah begitu bahagia, sekarang Vector malah memasang wajah yang terlihat begitu ketakutan." Riko berusaha keras untuk memadamkan api yang membara di istrinya,
"Memangnya Ayah itu tidak dendam dan juga membenci Antama, ia pernah membuat keluarga kita itu bangkrut dan membuat kita itu hidup dalam kesusahan. Bahkan ia juga pernah menculik dan menyekap Vector, apa ayah itu juga lupa, jika penculik yang di sewa oleh Antama saat itu adalah seorang gay. Penculik itu menyiksa dan melakukan hal buruk pada anak kita, membuat anak kita mempunyai penyakit mental dan trauma yang mendalam sampai sekarang ini!"
"Mah ... Tolong lah berhenti, itu sudah masa lalu, dan semuanya tidak ada hubungannya dengan Jenny, Ayah mohon. Lihatlah keringat dingin yang keluar dari dalam tubuh anak kita, jika Mamah itu masih membahas tentang hal itu. Ayah mohon Mamah berhenti mengatakan hal itu," sergah Riko, ia benar benar meminta istrinya itu berhenti membahas masa lalu. Sebenarnya bukan hanya Vina yang merasa sakit yang teramat dalam jika mengingat masa perihal masa lalu mereka yang berhubungan dengan Antama. Riko juga merasakan hal yang sama, namun Riko memilih bijak. Apalagi semuanya sudah terlanjur terjadi, jika mengungkitnya pun malah akan tambah menyakiti hati Vector anaknya.
"Iya, Mamah itu hanya berhati hati. Karena dalam darah gadis itu mengalir darah Antama, bukankah dulu hubungan Ayah dengan Antama sangat baik, bahkan dulu kalian berdua sangat lah dekat. Coba lihat balasan yang di lakukan oleh Antama pada kota, Mamah hanya mengingatkan saja! Jadi biar kita itu belajar dari masa lalu dan jangan terlalua baik dengan Jenny. Agar kita itu berhati hati." Amarah dan juga dendam benar benar sudah memupuk di dalam benak Vina, walau pun hampir 10 tahun berlalu, ia tidak akan pernah melupakan masa lalu yang sungguh sangat menyakitkan itu.
Jenny sendiri tampak termenung, setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Vina calon Nyonya dimana ia bekerja. Ia terus menatap Vector dengan sebuah tatapan penuh rasa bersalah.
"Iya, aku memang pantas, jika harus menanggung karma yang di buat oleh Ayah ku di masa lalu. Karena penyakit mental yang di punyai Vector selama ini, membuat ia terlihat begitu aneh sejak SMP."
Air mata terlihat terus luruh membasahi ke dua pipi mulus Jenny, bahkan tanpa sadar bibir nya terus mengucapkan kata maaf saat melihat ke arah Vector.
Apalagi melihat calon Tuan mudanya yang sekarang ini terlihat menggigit kukunya sendiri seraya mengeluarkan air mata, bahkan Tuan mudanya itu nampak memasang ekspresi wajah yang terlihat begitu ketakutan.
Sungguh hal itu terus membuat Jenny semakin merasa bersalah.
"Mungkin hal ini yang bisa aku lakukan untuk mu Jenny! Agar kau itu bisa selamat, dan keluarga Jayde tidak akan membunuh mu, karena kau anak dari Antama. Jika memang keluargamu lah yang membuat penerus Jayde seperti sekarang ini. Kau juga yang harus menyembuhkan dan membuat penerus kelurga Jayde untuk menjadi anak normal kembali." gumam Mirna dalam hati sembari terus melihat ke arah Vina dan juga Riko yang masih berdebat satu sama lain.
*****
***
*
*
Akhirnya transaksi yang di lakukan oleh Mirna bersama dengan pasangan Riko dan juga Vina pun selesai, sekarang ini Jenny berada di dalam mobil mewah milik keluarga Jayde.
Ia berada di dalam satu mobil yang sama di kursi penumpang bagian paling belakang, sementara Vector berada di kursi tengah dengan di apit oleh ke dua orang tuanya.
Jenny sendiri menatap interaksi yang di lakukan oleh Tuannya bersama dengan ke dua orang tuanya itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Di satu sisi ia merasa begitu aneh dengan interaksi yang di lakukan oleh Tuan mudanya itu, Vector terlihat begitu manja seperti anak yang baru berumur beberapa tahun. Tapi jika ia membayangkan masa lalu yang terjadi pada Vector yang di perbuat oleh mendiang Ayahnya, ia merasa kasihan dan juga merasa bersalah.
Tak berselang lama, mobil mewah itu pun berhenti di sebuah bangunan yang terlihat begitu megah dan mewah. Jenny benar benar tidak menyangka, jika ternyata Vector itu sangatlah kaya. Bahkan Vector itu jauh lebih kaya jika di bandingkan dengan dirinya kemarin. Karena selama di sekolah, selain terlihat culun, Vector selalu berpenampilan sederhana. Bahkan alasan ia di bully karena terlihat seperti orang susah atau miskin. Karena mereka memang bersekolah di tempat elite, bukan sekolah biasa.
Jika teman teman Jenny yang lain berangkat sekolah dengan menggunakan mobil mewah atau pun motor sport, seperti layaknya Jenny yang berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil mewah sendiri. Hal yang sungguh jauh berbeda di tunjukkan oleh Vector, ia pergi ke sekolah dengan di antar sopir menaiki avanza.
"Ayo turun!" titah Vina dengan nada ketus.
Akhirnya lamunan Jenny pun buyar, lantas ia pun menjawab, "Baik Tante!"
"Tante .. Tante enak saja, aku itu majikan mu di rumah ini. Panggil aku Nyonya Vina," bentak Vina dengan dengan wajah marah.
"Iyaa maaf Nyonya. Saya akan segera turun," ujar Jenny dengan nada sopan.
Akhirnya rombongan pun turun, Jenny mengingat kebiasaan yang biasa di lakukan oleh pelayan rumahnya terdahulu. Ia benar benar tidak mau melakukan kesalahan. Sehingga berakhir mendapatkan sebuah bentakan, karena sebelumnya, selama hidupnya Jenny belum pernah di marahi atau pun di bentak. Selama ini ia di perlakukan Bak Princess, bahkan di sekolah Jenny begitu di puja oleh teman temannya.
Setelah memastikan keluarga Tuannya itu masuk ke dalam, Jenny pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.
Baru saja langkah kaki Jenny berada di ambang pintu. Vina terlihat berjalan menghampiri dirinya, "Sekarang ganti gaun mu itu dengan baju pelayan ini!" Vina terlihat menyerahkan gaun yang terlihat begitu sexy kepada pelayannya.
"Ta -- tapi Nyonya, bukankah gaun ini terlalu sexy dan terlalu terbuka jika saya menggunakannya!" protes Jenny dengan suara yang terdengar sehalus mungkin.
Vina yang masih menaruh kesumat dendam pada Jenny pun lantas mencengkeram erat dagu milik Jenny, "Kau membantahku! Kau harusnya sadar diri! Kau itu hanya seorang pelayan di rumah ini. Cepat ganti baju mu itu!"
Jenny yang mendapatkan bentakan langsung mengganti baju itu di depan majikannya, karena ia tidak tahu kamar mandi di rumah ini.
Ia mengganti bajunya itu di ruang tamu rumah mewah keluarga Jayde.
kalo berkenan mampir juga ya😉