NovelToon NovelToon
WARIS [ END ]

WARIS [ END ]

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel ke.12 Judulnya = TERROR.

Kematian Eyang yang kuanggap wajar, ternyata menyimpan rahasia nan kelam.
Turut membawaku ke dalam ambang kematian. Menarikku semakin dalam, seolah cahaya tak dapat lagi terlihat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PARA TAMU UNDANGAN

"Jangan bengong terus May, ayo turun!"

"Iya yah."

Mayang turun seraya mengikuti langkah kedua orang tuanya. Di depannya berdiri sebuah rumah kayu yang sangat bagus.

"Keren banget rumah ini! berasa di villa jadinya," celetuk Mayang yang reflek memberikan pujian.

Di dalamnya sudah ada banyak sekali orang.

Namun, pengantinnya masih belum datang. Mungkin, masih berganti pakaian, pikir Mayang. Gending-gending jawa dilantunkan. Mirip pernikahan-pernikahan di masa lalu. Meja dan kursi ditata dengan rapi. Mayang beserta kedua orang tuanya disambut oleh penerima tamu lalu dipersilakan untuk duduk. Tak lama kemudian, datang dua orang yang mengantarkan makanan. Tiga piring nasi rawon disajikan lengkap dengan krupuk dan juga sambal.

"Terima kasih!" ucap Mayang seraya menerima uluran makanan.

Semua orang terlihat makan dengan lahap. Beberapa menit kemudian, kedua mempelai tiba. Semua mata tertuju ke arah mereka.

"Cantik, sangat cantik!" puji Mayang di dalam hati.

Sungguh pasangan yang sangat serasi. Yang perempuan cantik. Yang laki-laki tampan.

"Buk, anak pak Ageng yang laki-laki atau yang perempuan?" tanya Mayang.

"Yang perempuan."

"Wah! cantik buk."

Ibu Mayang hanya tersenyum.

...🌟🌟🌟...

Setelah menghabiskan makanan yang diberikan, Mayang beserta kedua orang tuanya beranjak untuk menyalami pengantin beserta orang tua mempelai yakni pak Ageng beserta dengan istrinya.

"Terima kasih sudah datang!" ucap pak Ageng.

"Memang sudah seharusnya kami datang," jawab ayah Mayang.

Pak Ageng manggut-manggut saja. Mayang beserta kedua orang tuanya pun bergeser untuk menyalami kedua mempelai. Semua berjalan normal hingga tiba saat Mayang yang menyalaminya. Mempelai wanita menahan tangan Mayang seraya menarik sebuah kembang kantil dari hiasan rambutnya.

"Ini untuk kamu," ucap si mempelai wanita sembari mengulurkan kembang kantil tersebut.

Saat itu, Mayang sedikit bingung. Ia menoleh ke arah kedua orang tuanya yang telah lebih dulu turun. Tanpa diduga, Mayang melihat eyang Ratmi berdiri di antara para tamu undangan. Menatap lurus ke arahnya sembari menggelengkan kepala. Sontak Mayang terkejut membuat kembang kantil jatuh ke lantai.

"Eh, maaf! selamat berbahagia ya! saya permisi dulu!" ucap Mayang tergesa-gesa untuk turun.

Namun, entah bagaimana caranya, si mempelai wanita dengan cepat muncul di hadapan Mayang, menghadang langkah Mayang.

"Loh.."

"Kenapa buru-buru?" tanya si mempelai wanita sembari mengulas senyum.

Mempelai wanita tersebut kembali menarik tangan Mayang seraya memberikan kembang kantil dan meminta Mayang untuk menyimpannya. Mayang yang merasa tidak enak, akhirnya menerimanya. Pikirnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan hanya dengan menerima pemberian bunga. Toh, dua atau tiga hari ke depan, bunga itu akan layu. Setelah itu, dia akan membuangnya.

"Terima kasih!" ucap Mayang.

Mempelai wanita itu mengulas senyum lalu berjalan kembali ke kursi pengantin. Sementara Mayang, berjalan menuju tempat ayah dan ibunya menunggu dirinya.

"Sudah selesai, kita bisa pulang sekarang!" ucap ayah Mayang.

Mayang menganggukkan kepala, sembari berjalan, Mayang menoleh ke arah ia melihat sosok eyang Ratmi. Sayangnya, sekarang telah menghilang. Ke mana pun Mayang memandang, sosok yang menyerupai eyang Ratmi, tetap tidak terlihat. Malah ia dibuat tercengang. Antara percaya dan tidak, para tamu undangan yang tadi terlihat normal, kini berubah. Wajah para tamu undangan menyerupai monyet. Mayang tertegun untuk beberapa saat sebelum kemudian, mengucek matanya berulang kali.

"Ini.. astaga! aku berhalusinasi kan? mataku ngantuk kayaknya."

"Ayo May!" panggil ibunya.

"Buuk..."

"Ada apa?"

Sekali lagi Mayang menoleh guna memastikan.

...Deg......

"Bagaimana bisa? aku berhalusinasi ya?"

"Ayo May!"

"I-ya, iya buk."

Mayang masuk ke dalam mobil seiring mesin mobil yang dinyalakan. Masih penasaran, Mayang mengamati para undangan yang keluar masuk secara seksama. Dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak ada yang aneh, semua normal seperti manusia ada umumnya.

"Wah, bener nih, aku berhalusinasi karena ngantuk," gumam Mayang di dalam hati.

Entah kenapa, perasaan Mayang masih saja penasaran. Ketika mobil telah berbalik arah, Mayang kembali menoleh ke belakang untuk sekali lagi memastikan.

"Astagfirulloh!" pekik Mayang seketika.

"Ada apa May?"

"Itu buk, semua orang berubah mengerikan. Ada banyak makhluk berkepala monyet dan banyak juga yang wajahnya hancur."

"Ah yang benar?"

Ibu Mayang turut menoleh tapi sudah terlambat. Mobil kembali memasuki wilayah berkabut sehingga tak terlihat lagi rumah pak Ageng beserta para tamu undangannya.

"Ketutup kabut May, gak kelihatan."

"Menyeramkan sekali buk."

"Sudah-sudah, sepertinya kamu lelah. Istirahat saja, tidur gih!" sahut ayahnya.

"Benar May, tidur saja ya! kalau sudah sampai, nanti ibuk bangunin."

Mayang yang masih terguncang coba menjelaskan tentang apa saja yang ia lihat. Dia juga mengatakan kalau sempat melihat eyang Ratmi di sana. Kedua orang tuanya mendengarkan tapi enggan menanggapi lebih jauh cerita dari putrinya.

"Apa pun yang kamu lihat, anggap saja keusilan kaum mereka! tidak perlu terlalu dalam kamu pikirkan!" ucap ibunya menasihati.

"Benar juga, apalagi ini masih di jalan. Gimana kalau sosok-sosok itu mengikutiku? hi... jangan sampai," benak Mayang yang kemudian diam seraya memejamkan mata.

...🌟🌟🌟...

Mayang sampai di rumah bersamaan dengan dikumandangkannya adzan subuh. Mayang tertegun, baginya tidak masuk akal. Jika ia sampai pada tengah malam atau dini hari, masih bisa dinalar tapi ini, sudah masuk waktu subuh.

"Masuk May! kenapa bengong?"

"Buk, perjalanan kita berapa jam sih, kok sampai rumah subuh?" tanya Mayang dengan polosnya.

"Perjalanan kita memang jauh nak."

"Hah, kita berangkat kurang lebih tiga jam. Di sana juga cuma sebentar, anggap saja satu jam. Perjalanan pulang gak mungkin sampai subuh."

"Ayahmu pelan-pelan nyetirnya."

"Tetap saja tidak masuk akal. Kalau.."

"Sudah-sudah, ibuk capek, mau istirahat!"

Mayang mengunci mulutnya dengan beragam beragam pertanyaan yang bermunculan. Belum juga terjawab, mbak Yanti menyapa Mayang.

"Non Mayang lanjut liburan ya setelah kondangan?"

"Hah? maksudnya apa mbak?"

"Kok sampai dua hari kondangannya?"

"Dua hari?"

Mayang membulat tak percaya.

"Dua hari gimana mbak?"

"Non Mayang sama bapak dan ibuk kan berangkatnya kemarin lusa. Tanggal sembilan kan? sekarang tanggal sebelas. Bawa oleh-oleh gak non?"

Mayang mengambil ponselnya guna memeriksa tanggal hari ini.

...Deg......

...🌟 BERSAMBUNG 🌟...

1
siyuk sie
Hallo kak apa kabar?
Saya barusan rilis judul baru tapi genre romance.

Dinda Di Ujung Senja.
Jangan lupa mampir ya...
Makasih ☺️
Fatimah Bibi
baguuuss..seru
siyuk sie: terima kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒕𝒉𝒐𝒓 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
siyuk sie: Terima Kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒍𝒉𝒂𝒎𝒅𝒖𝒍𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 🤲🤲👏👏
siyuk sie: ikut seneng ya.. 😁
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝒎𝒂𝒔 𝑮𝒂𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒅𝒓 𝒊𝒃𝒖 𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒅 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒊 𝒍𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒎
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒚𝒈 𝒋𝒅 𝒑𝒆𝒏𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒐𝒓𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒕𝒂 𝒊𝒔𝒕𝒊𝒒𝒐𝒎𝒂𝒉 𝒚𝒂 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒃𝒂𝒌 𝒀𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒆𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒔𝒉 𝒎𝒆𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒈𝒐𝒚𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒓𝒔𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕" 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒊𝒏 𝒔𝒉𝒐𝒍𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒐𝒏𝒌 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒐𝒍𝒖𝒔𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒅𝒊𝒂𝒎 𝒂𝒋𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 👍👍👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒌𝒍 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒆𝒌𝒖𝒕𝒖 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒍𝒊𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒂𝒋𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 𝒔𝒊𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒕𝒅 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒅𝒊 𝒃𝒊𝒔𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒎𝒂𝒎𝒂 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆 𝒎𝒂𝒌 𝑹𝒖𝒎𝒊𝒕 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒏𝒚𝒌 𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒉 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒎𝒆𝒍𝒖𝒍𝒖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!