NovelToon NovelToon
Materialistic Wife

Materialistic Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: capr.gurlll

Lady suka uang.

Lady juga cinta uang!

But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..

Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.

Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 20

Lady berlari menuruni tangga saat mendengar suara motor Ace yang sudah pulang.

Saat bangun, dirinya tak mendapati Ace dimana-mana. ia sudah mencari di semua sudut rumah ini dan ternyata Ace tidak ada dirumah saat dirinya motor andalan yang selalu dipakai Ace tak ada di garasi.

Berbagai macam asumsi sudah di benak gadis itu,

'Apa, Ace udah gak tahan hidup sama gue lagi yak?'

'Apa, Ace marah karena tadi gue udah maksa-maksa ia ke mall?'

'Apa Ace otw pengadilan, menggugat dirinya yang selalu meminta duit duit duit terus?'

'terus ingin menceraikan dirinya?'

Hah rupanya gadis itu mimpi buruk, atau kaget bangun matahari yang sudah siap digantikan bulan.

Lady membuka pintu, gadis cantik berambut panjang itu tersenyum lebar melihat Ace yang berdiri di depannya dengan wajah datar tanpa senyuman.

Rupanya ia sudah tak marah pada Ace seperti siang tadi. Siapa juga yang akan tahan marah bila Ace yang jadi objek kemarahannya? Bisa- bisa Ace balik marah, merajuk, dan tak memberikan dirinya duit jajan lagi. Bisa berabe nanti gadis itu.

Lady tersenyum lebar. Namun rupanya, bukan sosok Ace yang membuat Lady tersenyum lebar. Melainkan, sebuah kotak di tangan cowok itu yang membuat Lady tersenyum lebar.

Ace masuk ke dalam rumah setelah mengunci kembali pintunya.

"Itu apa, Ace? Tas baru buat gue? Atau high heels? Atau alat makeup? Atau sertifikat rumah atas nama gue? Apa Ace? Itu buat gue, kan?" tanya Lady bertubi-tubi sambil mengikuti langkah Ace ke ruang keluarga.

Mendudukkan badannya di sofa, Ace kemudian mendengus saat Lady ikut duduk di sampingnya sambil menatap penuh minat kepada kotak di tangannya itu.

"Sabar, goblok," Omel Ace yang kaget saat Lady langsung merebut kotak itu darinya.

Nunggu Ace, kelamaan. Keburu karatan.

"IHHH, PENUTUP KEPALA!" Teriak Lady saat melihat isi kotak tersebut.

Ace menatap Lady dengan datar. "Helm, bego."

Buru-buru Lady mengeluarkan helm tersebut dari kotaknya. Sebuah helm full face berwarna kuning dengan merek Arai Corsair-X RC.

"Ace, ini helmnya buat gue?" tanya Lady dengan matanya yang menatap intens helm tersebut.

Ace mengangguk malas sambil membuka jaket kulitnya. "Awas aja lo kalau helmnya sampai hilang."

"Tapi, gue maunya helm bogo aja, Esss. Helm kayak gitu lebih imut loh, cocok banget buat gue," ucap Lady, membuat Ace melirik sinis kepadanya.

"Nggak usah request," Tegur Ace. Seketika cowok itu menggeleng saat Lady malah kembali meletakkan helmnya dengan wajah yang cemberut.

"Gue maunya helm bogo, Ace. Lebih lucu sama imut," Pinta Lady.

Ace mendengus. "Helm bogo, helm bogo. Lo tau nggak harga helm yang gue beliin itu berapa?" tanya Ace. Lady menggelengkan kepalanya dengan malas.

"Jutaan. Lebih mahal daripada helm bogo yang lo mau itu. Bisa lo pamerin sana-sini sama orang di jalanan kalau lo mau," Jelas Ace dengan sedikit sebal.

Lady yang tidak percaya lantas memeriksa struk pembelian helm tersebut. Sontak gadis itu langsung kegirangan bukan main saat melihat nominal yang tertera di sana.

Lady mengambil kembali helmnya dan lalu memeluknya. "Lumayan, bisa dipamerin," ujar Lady cengengesan.

Seketika Ace meringis saat Lady berfoto-foto alay dengan helm barunya itu.

*

Malam ini, Pukul 21:55 orang tua Ace menghubungi via panggilan video. Lady mengarahkan kamera handphone-nya kepada Ace yang tetap lanjut bermain game.

"Ace, kamu ngejagain Lady baik-baik, kan?" tanya George, membuat Ace menganggukkan kepalanya.

"Aduh. Mama sama Papa masih lama di sini, tapi kami berdua udah kangen banget sama kalian. Kalian nggak bisa, ya, nyusul ke sini?" tanya Archella yang tentu saja membuat Lady kegirangan, namun langsung dibalas gelengan oleh Ace.

"Nggak bisa, Ma. Kita berdua harus pergi sekolah," jawab Ace. Lady dan Chella yang mendengarnya lantas menghela nafas sedih.

Seketika Lady mengernyit saat mendengar suara sapaan seseorang di seberang telfon. Kedua mertuanya itu dihampiri oleh seorang bule bersetelan rapi yang wajahnya sangat ganteng.

"Udah dulu, ya, Sayang. Mitra kerja sama kita udah ke sini. Mama sama Papa mau ngomong dulu sama dia. Bye, Sayang," Ucap Archella sambil tersenyum lebar ke arah kamera.

"Bye. Ma. Muach," iawab Lady sembari melambaikan tangan kanannya.

Telfon pun berakhir. Ace melirik Lady yang masih berdiri di sampingnya.

Lady tersenyum lebar sampai memperlihatkan deretan gigi manisnya kepada Ace. "Ace, ke Spanyol, yuk?"

Ace menghela nafasnya. Ditatapnya wajah Lady yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum lebar. "Nanti aja kalau udah lulus. Sekalian kita perginya sama keluarga lo."

Lady mengernyit. "Maksud lo, Mommy sama Leon bakalan ikut juga?" tanya Lady dengan semangat 45 yang kembali diangguki oleh Ace.

"Berarti Papa lo juga bakalan ikut, kan?" tanya Lady lagi. Kali ini, Ace menatapnya dengan sinis.

"Ngapain lo nanyain Papa gue? Naksir lo sama dia?"

Lady menganggukkan kepalanya cepat. "Iya. Papa lo banyak duitnya."

Pletak!

Lady meringis saat Ace menjitak jidatnya.

"Udah dapat anaknya, sekarang mau ngincar bapaknya juga?" Ace mnggelengkan kepalanya. Sungguh cewek serakah.

Lady cekikikan. "Gue mau jadi istri kedua Papa lo aja. Pasti dia bakalan beliin jet pribadi, pulau, perusahaan, rumah, sama mobil baru buat gue."

Ace tersenyum miring. "Gue, sih, takut ada kasus Mama tiri yang dimutilasi sama anak tirinya."

Mendengar omongan Ace, Lady malah tiba-tiba saja mendudukkan badannya di atas pangkuan Ace dan melingkarkan kakinya di pinggang cowok itu. Kelakuan singkat yang membuat Ace menatapnya dengan tajam.

"Mau ngapain lo? Mau ngelecehin gue?" tanya Ace menaik turunkan alisnya.

Lady melingkarkan tangannya di leher Ace, membuat lelaki itu semakin menatapnya dengan tak santai.

"Gue jadi tertarik sama lo. Di antara semua cowok yang gue kenal, cuman lo doang yang ngancem pengen mutilasi gue," Ucap Lady tersenyum lebar.

Ace berdecak. Nih cewek goblok apa gila, sih?

"Turun sana, dosa lo berat," Usir Ace sambil berusaha memindahkan Lady dari pangkuannya, namun cewek itu malah menggeleng.

"Nggak, ah. Gue mau gangguin lo aja. Udah lama nikah, tapi gue nggak pernah manja-manjaan sama lo," Ucap Lady yang malah memeluk Ace dengan santainya.

Ace meringis saat merasakan hembusan nafas hangat Lady di dadanya yang tidak memakai baju.

"Woi, lo ngapain, sih? Pindah sana, jangan ganggu konsentrasi gue." Ace semakin berdecak saat Lady malah semakin mengeratkan pelukannya.

Lady tersenyum lebar. "Nggak sia-sia gue nikah sama lo. Udah kaya, ganteng, blasteran, terus dada lo juga sandar-able banget," ucapnya seraya merapatkan kepalanya di dada Ace.

Ace menunduk. Di tatapnya manik coklat Lady yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum lebar.

"Lo nggak malu meluk gue kayak gini?" tanya Ace menaik turunkan alisnya.

Lady menggeleng cepat kepalanya.

"Ngapain malu? Lo kan suami gue, bukan suami tetangga."

Ace pasrah. Lady ini tipe manusia yang nggak bisa ditebak.

Tapi, kalau Ace perhatikan, Lady ini memang tipe cewek yang sangat manja dan agresif. Super duper agresif malahan. Suka ngerengek, apa lagi orangnya blak-blakan.

"Elus rambut gue, dong, biar romantis kayak di film-film sinetron," Pinta Lady.

Ace berdecak malas. "Gue lagi main game."

Lady mendongak, menatap wajah Ace yang sedang fokus bermain game. "Elus aja, bentar doang kok."

Ace menghela panjang nafasnya. Sabar, Ace, sabar. Nih cewek emang banyak maunya.

"Nggak, ah. Nggak usah gangguin konsentrasi gue," ucap Ace, membuat Lady mendengus sebal dan kembali bersandar di dadanya.

Padahal, Lady mau memamerkan rambutnya yang sangat halus dan lembut rambutnya yang sangat halus dan lembut itu kepada Ace.

Kalau ditanya apakah Lady malu memeluk Ace atau tidak, maka jawabannya adalah tidak. Menurut Lady tidak ada salahnya, kan, kalau dia memeluk Ace seperti ini dan mau manja-manjaan. Bagaimanapun, mereka sudah menikah, jadi nggak bakal ada yang ngelarang.

Udah halal.

1
capr.gurlll
yok komen gess biar author makin semangat nulisnya🤩👐 yang mau recom alur ceritanya bisa bgt. boleh komen atau langsung chat ya🫰
Adinda
jd yang melanjutin perusahaan daddynya,Leon Ya thor
capr.gurlll: yaps putera mahkota Maesa🤭 stay tuned yaa untuk visualnya leon😍
total 1 replies
Annisanur hasanah
kak di tunggu updatenyaa mereka lucu bgttt
capr.gurlll: kak😍🙏👍
total 1 replies
Annisanur hasanah
ga expect😭
Annisanur hasanah
wkwkkw cod ga tuh😄
Annisanur hasanah
hallo kak, aku berkunjunggg
MayAyunda
keren👍
Annisanur hasanah
gemas lucu ya mereka🤭
Annisanur hasanah
mampir kak😍
❄Snow white❄IG@titaputri98
Mampir kak, baca 1 bab dulu
capr.gurlll: thankyou😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!