NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen / Tamat
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Drake duduk tegang di sofa kulit mewah berwarna krem di dalam ruang fitting eksklusif sebuah butik pengantin ternama di pusat kota. Ruangan itu luas dan mewah, dindingnya dilapisi cermin besar dari lantai hingga langit-langit, lampu kristal gantung menyinari setiap sudut dengan cahaya lembut keemasan. Di sekelilingnya tergantung puluhan gaun pengantin mahal dari desainer ternama, semuanya berkilauan dengan manik-manik, renda halus, dan kain satin yang mengalir indah.

Sela sedang berdiri di depan cermin besar, memutar tubuhnya dengan anggun sambil mencoba gaun ketiga hari itu. Gaun berwarna putih gading dengan potongan mermaid yang ketat di pinggul dan melebar elegan di bagian bawah, dihiasi bordir bunga-bunga halus yang rumit. Rambutnya disanggul tinggi, beberapa helai sengaja dibiarkan tergerai di lehernya. Ia terlihat sempurna, seperti boneka pengantin yang hidup.

"Drake, bagaimana dengan gaun yang ini?" tanya Sela dengan suara manis, penuh harap. 

Ia berputar sekali lagi di hadapan calon suaminya, senyum lebar menghiasi wajah cantiknya. Matanya berbinar penuh kegembiraan, membayangkan dirinya berjalan di altar bersama Drake di depan ratusan tamu undangan dari kalangan atas. 

Namun Drake tidak menjawab. Ia duduk dengan kaki disilangkan, tubuh tegapnya tampak kaku dan tidak nyaman di balik kemeja hitam yang digulung sampai siku. Matanya tidak sekali pun tertuju pada Sela. Seluruh perhatiannya tercurah pada ponsel di tangannya. Jari-jarinya terus bergerak, membuka dan menutup aplikasi pesan, mencoba menelepon Nathalie untuk kesekian kalinya.

Nada sambung yang panjang dan dingin kembali terdengar. Nomor Nathalie tidak aktif, tidak bisa di hubungi.

Drake semakin gelisah. Sudah seharian ini Nathalie hilang kabar. Setelah Drake bangun pagi tadi dan mendapati tempat tidur di sebelahnya kosong, ia sudah merasa ada yang tidak beres. Pesan-pesannya tidak dibalas. Panggilan masuk langsung masuk ke kotak suara. Bahkan asisten rumahnya bilang Nathalie pergi pagi-pagi sekali tanpa meninggalkan pesan apa pun.

"Nathalie.." gumamnya dalam hati, rahangnya mengeras. Kekhawatiran membakar dadanya seperti api. 

Apa yang terjadi dengan Nathalie? Apakah ia sakit? Atau... apakah wanita itu akhirnya memilih pergi setelah mendengar desas-desus pernikahan ini?

"Drake, aku sedang meminta pendapatmu!" seru Sela dengan nada lebih tinggi, kesabaran mulai menipis. Ia meletakkan kedua tangan di pinggang rampingnya, bibirnya manyun kesal. 

Gaun pengantin yang mahal itu seolah tak berarti apa-apa ketika calon suaminya bahkan tidak mau melihatnya.

Drake masih diam. Matanya tetap tertuju ke layar ponsel, jempolnya menscroll daftar panggilan yang tak terjawab. Ekspresinya datar, tapi di dalam dadanya ada badai besar. Ia tidak peduli dengan gaun, dengan pernikahan, atau dengan Sela yang berdiri cantik di depannya. Yang ada di pikirannya hanyalah Nathalie. Senyum lembutnya, pelukannya yang hangat semalam, dan air mata yang mungkin sedang mengalir di wajah wanita itu sekarang.

Sela melangkah mendekat, hak sepatunya yang tinggi mengetuk lantai marmer dengan ritme kesal. "Drake! Kau dengar aku tidak? Ini gaun pengantin kita. Kau bahkan tidak melirik sedikit pun!" Suaranya mulai meninggi, campuran antara marah dan kecewa. Ia meraih lengan Drake, mencoba menarik perhatian pria itu.

Akhirnya Drake mengangkat wajahnya. Tatapannya dingin, tanpa emosi. "Bagus," jawabnya datar, hampir tanpa ekspresi. Hanya satu kata itu, lalu pandangannya kembali ke ponsel.

Sela tertawa sinis, tapi matanya menyipit penuh amarah. "Bagus? Hanya itu? Aku mencoba gaun demi gaun selama hampir dua jam, dan kau hanya bilang bagus? Kau tahu berapa harga gaun ini? Ini dari koleksi terbaru desainer Paris! Aku memilihnya khusus untuk hari pernikahan kita!"

Drake meletakkan ponsel di pangkuannya, tapi tangannya masih mengepal. "Lakukan saja sesuai keinginanmu, Sela. Aku tidak peduli."

Kata-kata itu keluar begitu saja, dingin dan tajam. 

Sela terdiam sesaat, wajahnya memerah karena malu dan marah. Ia mundur selangkah, dadanya naik turun cepat.

"Ini karena wanita rendahan itu, ya?" desisnya dengan suara rendah penuh dendam.

"Nathalie. Kau masih memikirkan dia? Padahal seluruh kota sudah tahu kita akan menikah. Nenekmu sudah menyetujui semuanya. Kau tidak bisa mundur lagi, Drake."

Drake tidak menjawab. Ia berdiri tiba-tiba, tubuh tingginya menjulang di depan Sela. Tatapannya tajam, penuh peringatan. "Jangan sebut namanya."

Suasana di ruang fitting yang semula penuh kegembiraan Sela kini berubah tegang dan dingin. Para pelayan butik yang tadinya berdiri di pinggir ruangan menunduk lebih dalam, tak berani ikut campur. 

Drake berjalan menjauh ke arah jendela besar, memandang keluar ke lalu lintas kota yang sibuk, tapi pikirannya jauh melayang ke rumah sakit tempat ayah Nathalie dirawat.

Di mana kamu, Nathalie? batinnya gelisah. Jangan pergi... jangan tinggalkan aku.

Sela berdiri mematung di depan cermin, menatap bayangan dirinya sendiri yang cantik dalam gaun pengantin. Senyum puasnya perlahan memudar, digantikan oleh seringai dingin penuh dendam. Ia menggenggam kain gaunnya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih.

"Kau akan melupakan dia, Drake," bisiknya pelan, hampir tak terdengar. "Aku pastikan itu."

Sementara itu, Drake kembali membuka ponselnya, mencoba menelepon Nathalie untuk kesekian puluh kalinya. Nada sambung yang panjang kembali terdengar, seolah mengejek kegelisahannya. 

Hari fitting gaun pengantin yang seharusnya bahagia ini terasa seperti siksaan panjang baginya. Ia tidak menginginkan pernikahan ini.

Ia hanya menginginkan Nathalie.

Ruangan mewah itu kini terasa semakin pengap, penuh ketegangan yang tak terucapkan. Pernikahan yang diumumkan dengan gegap gempita itu, bagi Drake, hanyalah penjara emas yang semakin mencekiknya.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kok gak sadar2 jadi orang
Oma Gavin
percuma drake bawa kabor nathalie kalau ujungnya bisa diketemukan sela dan nenek nya kalau mau kabor yg jauh pergi dari negara tsb biar tdk bisa diketemukan mereka
merry yuliana
jia you nathalie libas si ular sela hanvurkan nenek gandrong....ayo drake jangan pengecut..crazy up kak🙏
merry yuliana
katanya ceo tp ga bs batalin pwrjodohan haiyaaa kabur nat pergi dari drake ....gerus aja pake ulekan
Mita Paramita
lanjut Thor 😉
merry yuliana
ihhhh emang ulet keket mak.grandong bs ngimpi?ckckckkcck crazy up kak
Oma Gavin
namanya juga iblis sela akan menggila untuk melenyapkan nathalie siap" drake untuk menjaga nathalie
Mita Paramita
pasti drake mau dijodohin sama wanita pilihan nenek nya 🤨🤨🤨
chiara azmi fauziah
bilng sm dokter drak biar tidak serba salah kamunya nathali
Mita Paramita
Natalie terlalu lemah di-bully sela diam aja🫡 mending cerita ke drake biar bebas dari sela
Oma Gavin
sella dokter murahan sampai segitunya ingin menjadi istri drake jelas" drake ngga ada rasa kok dipaksa jgn salahkan nathalie disini dia juga korban drake kalau ingin dipilih drake ya hrs bisa jadi jalang
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!