SCANDAL Part II: To Catch a Star
Sinopsis:
Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.
Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.
Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.
"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
.....
...
Begitu pintu kamar utama ditendang menutup dan dikunci rapat oleh Gala, sisa-sisa udara dingin dari AC apartemen mendadak menguap, digantikan oleh hawa panas yang membakar seluruh isi ruangan. Gala meletakkan tubuh lemas Aira di atas kasur king size miliknya secara perlahan, namun tatapan matanya sama sekali tidak lepas mengunci wajah gadis itu.
Aroma stroberi yang menguar dari kulit Aira bercampur pekat dengan parfum maskulin milik Gala. Aira yang tadinya pasang mode rubah seksi paling jagoan menggoda, malam ini bener-bener kena mental. Tubuhnya bergetar hebat di bawah kungkungan tubuh kekar Gala yang sudah menindihnya kembali.
"Kenapa diem, Tuan Putri? Katanya semalam nggak takut dibakar?" bisik Gala, suaranya parau, berat, dan seksinya bener-bener gak masuk akal di kuping Aira.
"O-Om Gala..." Yaya menelan ludah susah payah, tangannya meremas kuat pundak kemeja linen Gala. Dia bisa merasakan dada bidang Gala yang naik turun dengan napas yang memburu.
"Om udah kasih kamu lima belas hari buat jadi keponakan yang baik, Yaya. Tapi kamu sendiri yang milih buat ngebangunin singa lapar," desis Gala rendah tepat di depan bibir merah merona Aira
Persetan dengan bayangan wajah seram Elang, persetan dengan semuanya, hasrat pria dewasa Gala yang sudah dia kunci rapat selama belasan tahun resmi meledak tanpa sensor. Gala menundukkan kepalanya, menyambar bibir manis Aira dengan ciuman yang jauh lebih brutal, panas, dan penuh tuntutan gairah.
"Mmph—" YlAira terkesiap, matanya melotot kaget menerima serangan se-agresif itu . Ini bukan lagi gertakan biasa. Lidah Gala dengan lihai menguasai rongga mulut Aira, menghisap dan melumatnya dengan ritme yang memabukkan. Tubuh Aira mendadak lemas tak bertulang, seluruh fungsi otaknya lumpuh seketika
Tangan kekar Gala yang biasanya ragu, kini bergerak liar penuh dominasi. Dengan satu tarikan kasar namun penuh gairah, ikatan lingerie sutra hitam tipis yang melilit tubuh Aira terlepas, memperlihatkan keindahan lekuk tubuh Tuan Putri yang sempurna di bawah remang lampu tidur. Kulit putih mulusnya kontras menyala, membuat mata Gala semakin menggelap dipenuhi kabut nafsu
"Om... pelan... hff..." rintih Aira saat ciuman Gala berpindah ke leher jenjangnya, menggigit kecil dan menghisap kulit halusnya sampai meninggalkan tanda kepemilikan yang merah keunguan di sana.
Gala seolah tuli. Sentuhan kulit mereka yang bersentuhan langsung tanpa penghalang membuat akal sehatnya terbang entah ke mana. Kebrutalan pria dewasa yang sudah lama menahan diri bener-bener keluar malam itu. Gala membalikkan posisi Aira, mengangkat pinggul gadis itu dengan cengkeraman kuat pada pinggang rampingnya yang bikin Aira mendesah
Malam itu, di atas kasur besar Gala, eksekusi sesungguhnya berjalan sangat panjang dan intens.
Aira yang awalnya ngerasa paling suhu dalam hal menggoda, malam ini bener-bener dibuat menangis minta ampun.
"O - om.. udah, stop sakit.. berhenti om huaaa!" Aira Kaget ketika Gala memulai permainannya, ternyata bercinta tidak Seenak yang Aira bayangkan.
nyawa nya rasa ke cabut, tangis nya pecah memohon di bawah kendali Gala. "tahan sayang! bukankah ini yang kamu mau,. nikmati saya Yaya"
Aira makin histeris ketika bunyi Krek , dan perih bersamaan. sungguh Gala sudah gila, ternyata bermain main dengan pria dewasa itu semenyeramkan ini, bahkan Gala tidak memberi Aira kesempatan untuk bernafas,
"Om.. ampun.. Yaya .. ahh sakittt om.. huaaa ayahhhh"
"tahan bentar lagi sayang.. nanti juga enak. "
Gala bener-bener lepas kendali, memimpin permainan dengan kebrutalan yang membuat mereka berdua kelepasan berkali-kali, melupakan seluruh batasan moral dunia seolah malam itu hanya milik mereka berdua.
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘