NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Benih Konspirasi di Cawan Ibu Suri

Aroma kayu cendana dan anyir darah berbaur menjadi satu di dalam ruang bawah tanah Toko Obat Seribu Penawar. Setelah Pasukan Serigala Hitam mengamankan perimeter luar, suasana di dalam ruangan lantai satu berangsur-angsur tenang. Namun, ketegangan baru justru tercipta di antara Lin Meilin dan Kaisar Long Feng.

Long Feng masih melingkarkan lengan kekarnya di pinggang ramping Meilin, menarik jubah tidur putih wanita itu hingga menempel erat pada dada bidangnya. Sepasang mata elang sang Kaisar menatap lekat-lekat wajah cantik permaisurinya, mencari riak emosi dari wanita yang baru saja membantai pembunuh bayaran dengan begitu dingin.

"Yang Mulia, lepaskan tanganmu," ujar Meilin, nadanya sangat datar namun memiliki penekanan taktis yang tidak bisa dibantah. "Para pengawalmu sedang mengawasi, dan kita masih memiliki tawanan yang harus diinterogasi."

Long Feng tidak langsung melepaskannya. Ia justru menundukkan wajah tampannya, berbisik sangat dekat di telinga Meilin hingga embusan napas hangatnya memicu desiran aneh di dada sang agen rahasia. "Biarkan mereka melihat, Permaisuriku. Seluruh kekaisaran ini harus tahu bahwa siapa pun yang berani menyentuh wanitaku, mereka harus berhadapan dengan murka naga."

Meskipun terdengar seperti gombalan posesif, Meilin tahu betul ada motif perhitungan politik di balik kata-kata Long Feng. Kaisar sedang menggunakan kedekatan ini untuk menegaskan posisinya di hadapan faksi-faksi tersembunyi yang mungkin mengintai toko obat ini. Siasat saling memanfaatkan kekuasaan di antara mereka berdua berjalan semakin mulus.

Long Feng akhirnya melonggarkan pelukannya, memberi ruang bagi Meilin untuk melangkah mendekati pemimpin pembunuh Sekte Teratai Hitam yang kini berlutut dengan tubuh kaku akibat efek racun kelumpuhan.

Meilin berlutut dengan satu kaki di depan pria bertopeng hitam yang sudah sekarat itu. Menggunakan ujung belati peraknya, ia mencongkel topeng kain sang pembunuh, memperlihatkan wajah pria paruh baya dengan tato teratai layu di dahi kirinya.

"Katakan padaku," Meilin memulai interogasi, suaranya sedingin es musim dingin. "Siapa di dalam istana dalam yang memberikan peta tata letak pertahanan toko obat ini kepada sektemu? Tanpa informasi internal, pasukanmu tidak akan bisa menghindari patroli malam militer kota."

Pria bertato itu terbatuk darah, sisa-sisa Qi internalnya hancur berantakan akibat racun saraf buatan Meilin. Ia menatap Meilin dengan tatapan ngeri, seolah melihat dewa kematian berwujud wanita. "K-Kami... kami hanya menerima bayaran... Lewat perantara..."

"Siapa perantaranya?" Long Feng menimpali, melangkah maju dengan aura menekan setingkat dewa perang yang langsung membuat sang pembunuh sesak napas.

"Pelayan... Pelayan Cui Er..." bisik pria itu dengan sisa tenaganya sebelum matanya mendadak melotot kaku, dan tubuhnya ambruk tak bernyawa ke lantai marmer. Efek racun saraf Meilin terlalu kuat untuk menahan interogasi lebih lama.

Mendengar nama Cui Er, Meilin tidak terkejut. Namun, ada yang aneh di sini. Cui Er saat ini berada di bawah kendali penuh racun buatannya dan bertindak sebagai mata-mata gandanya di Istana Selir Hua. Tidak mungkin Cui Er berani berkhianat kecuali ada tekanan yang jauh lebih besar yang mengancam nyawanya.

"Gao Zan, bersihkan tempat ini," perintah Long Feng dingin pada panglima bayangannya. Ia kemudian menoleh ke arah Meilin, tatapan matanya berubah menjadi penuh perhitungan yang rumit. "Meilin, tampaknya ular di istana belakangmu mulai menyadari keberadaan jaringan informasimu di luar."

"Selir Hua belum hancur total, Yang Mulia," balas Meilin sambil menyeka belatinya dengan kain bersih. "Keluarga Hua di perbatasan barat memiliki pengaruh militer yang kuat. Sidang pencopotan gelar Selir Agung kemarin hanya membuatnya terpojok, bukan mematikan taringnya. Dia pasti memaksa Cui Er untuk mencari tahu dari mana aku mendapatkan pasokan herbal dan informasi."

Meilin berdiri, merapikan kembali pakaian tidurnya. "Kita harus kembali ke istana sekarang juga sebelum Cui Er dilenyapkan untuk menghilangkan jejak."

---

Satu jam kemudian, di bawah perlindungan malam dan kecepatan gerak Pasukan Serigala Hitam, Meilin dan Long Feng kembali ke Istana Fengxiang tanpa menimbulkan kecurigaan dari pelayan luar.

Meilin segera memerintahkan Xiao Cui untuk memanggil Cui Er secara rahasia melalui jalur logistik dapur. Ketika Cui Er memasuki ruang kerja rahasia Permaisuri, wanita paruh baya itu langsung menjatuhkan dirinya ke lantai, bersujud berkali-kali hingga dahinya berdarah menghantam lantai batu.

"Permaisuri! Ampun! Hamba terpaksa!" ratap Cui Er dengan suara gemetar penuh ketakutan. "Dua hari lalu, ibu kandung Selir Hua datang ke istana belakang secara rahasia. Beliau membawa racun jenis baru yang disebut Racun Pembalik Sukma dan memaksa hamba untuk menyerahkan peta toko obat Anda kepada Sekte Teratai Hitam! Jika hamba menolak, anak laki-laki hamba di luar istana akan dimutilasi!"

Meilin menatap Cui Er dari atas kursi phoenix-nya. Sebagai mantan agen elit, ia tahu bahwa ancaman keluarga adalah cara paling efektif untuk merusak kesetiaan seorang informan. Ia tidak menyalahkan Cui Er; ia justru melihat ini sebagai peluang taktis yang baru.

"Bangkitlah, Cui Er," kata Meilin, nadanya sangat tenang, kontras dengan kepanikan di dalam ruangan. "Aku tidak akan membunuhmu atau anakmu. Tetapi katakan padaku, apa rencana selanjutnya dari Ibu Menteri Hua setelah serangan ke toko obatku malam ini?"

Cui Er menyeka air matanya, buru-buru menjawab demi menyelamatkan nyawanya. "M-Mereka tidak hanya mengincar toko obat Anda, Permaisuri. Serangan malam ini hanyalah pengalih perhatian. Rencana aslinya... Selir Hua dan ibunya telah menyiapkan Racun Pembalik Sukma tersebut untuk dimasukkan ke dalam cawan anggur obat milik Ibu Suri pada Perjamuan Doa Musim Semi besok malam!"

Deg.

Mata Meilin menyipit tajam. Meracuni Ibu Suri?

Ini adalah konspirasi tingkat tinggi yang sangat kejam. Ibu Suri adalah sosok paling dihormati di kekaisaran dan memiliki kendali atas hak pengangkatan atau pencopotan status Permaisuri. Jika Ibu Suri tewas diracun, Selir Hua bisa dengan mudah melemparkan fitnah kepada Meilin—menuduh bahwa ramuan obat dari Toko Obat Seribu Penawar milik Meilin-lah yang menjadi dalang kematian Ibu Suri. Dengan satu batu, keluarga Hua berniat menghancurkan reputasi bisnis Meilin sekaligus menyeretnya kembali ke tiang gantungan atas tuduhan pembunuhan tingkat tinggi.

"Siasat yang sangat rapi," gumam Meilin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan kelicikan seorang agen rahasia. "Mereka mengira bisa menggunakan Ibu Suri sebagai bidak catur untuk menjatuhkanku."

Long Feng, yang sejak tadi berdiri di balik tirai kegelapan ruangan, melangkah keluar. Wajah tampannya diselimuti oleh aura membunuh yang begitu padat hingga membuat Cui Er refleks merapatkan tubuhnya ke lantai karena ketakutan.

"Meracuni ibundaku di tengah perjamuan resmi?" Long Feng mengepalkan tangannya, kekuatan Qi internalnya bergetar hebat hingga membuat lilin-lilin di ruangan bergoyang. "Keluarga Hua benar-benar sudah bosan hidup. Meilin, perintahkan pasukanku untuk mengepung istana Selir Hua malam ini juga!"

"Jangan, Yang Mulia," potong Meilin cepat, menahan lengan kekar Long Feng dengan tangan rampingnya. Sentuhan hangat Meilin seketika meredakan sedikit amarah sang Kaisar. "Jika kita menyerangnya sekarang tanpa bukti fisik, keluarga Hua di perbatasan barat akan menggunakan alasan itu untuk mengobarkan pemberontakan militer secara terbuka. Kita harus membiarkan mereka menaruh racun itu ke dalam cawan besok malam."

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!