NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang Romantis

Urusan tanda tangan berkas di ruang kerja CEO selesai lebih cepat dari dugaan.

Ketegasan Rayhan dalam mengecek draf dokumen membuat sang sekretaris bergerak gesit, seolah tidak ingin menyita waktu berharga sang bos besar bersama istri barunya.

Begitu keluar dari gedung kantor, Rayhan tidak langsung membawa Fatimah pulang ke istana kecil mereka.

Mobil sedan hitam itu justru meluncur membelah jalanan kota, menuju sebuah kawasan perbukitan yang terkenal dengan deretan restoran eksklusifnya.

Fatimah memandangi pemandangan alam yang mulai asri dari balik kaca mobil dengan rasa canggung yang kembali merayap.

"Mas Ray, kita mau ke mana?

Bukankah sup ayam di rumah sudah menunggu untuk dihangatkan?"

Rayhan memarkir mobilnya di area privat sebuah restoran bergaya paviliun kaca, lalu menoleh ke arah Fatimah dengan senyuman jenaka.

"Sup ayamnya untuk makan malam saja, sayang."

"Siang ini, Mas mau sekali-kali makan di luar."

"Sekali-kali?"

 "Tapi perasaan berkali-kali!" balas Fatimah dengan polos.

Rayhan tersenyum melihat balasan istrinya.

"Tapi, kali ini beda sayang."

"Hari ini mas mau ajak kamu makan siang romantis!"

"Makan siang romantis, Mas?" tanya Fatimah dan berbalik melihat wajah suaminya.

"Iya, Ima ku sayang."

"Hanya ada Mas dan kamu, tanpa gangguan pekerjaan," jawab Rayhan mantap.

Pria tiga puluh delapan tahun itu turun dan membukakan pintu untuk Fatimah, lalu dengan protektif menggandeng jemari tangan istrinya yang lembut, menuntunnya masuk ke dalam area restoran yang dikelilingi taman bunga yang indah.

Rayhan sengaja memesan tempat di sebuah saung kaca privat yang menghadap langsung ke arah tebing dengan pemandangan kota di bawahnya.

Tempat itu sangat tertutup dari pandangan pengunjung lain, dikelilingi oleh tirai sutra putih yang bergoyang lembut ditiup angin perbukitan.

Rayhan sengaja memilih tempat ini agar Fatimah bisa merasa bebas dan nyaman tanpa harus mengkhawatirkan pandangan orang asing.

"Nah, di sini aman. Kamu bisa melepas cadarmu, sayang," ujar Rayhan lembut seraya menarikkan kursi kayu empuk untuk istrinya.

Fatimah mengangguk pelan. Dengan jemari yang sedikit gemetar karena debaran di dadanya, ia perlahan melepaskan ikatan tali cadar hitamnya.

Begitu kain itu terlepas, wajah polosnya yang bersih tanpa riasan langsung terpapar cahaya matahari siang yang menembus kaca.

Kulitnya yang kuning langsat tampak merona merah, menambah kesan manis yang alami.

Rayhan sempat terpaku selama beberapa detik. Ia menopang dagunya dengan satu tangan, menatap lekat-lekat setiap inci wajah istrinya dengan binar kekaguman yang tidak pernah pudar.

Ditatap seintens itu oleh pria dewasa yang berwibawa membuat Fatimah salah tingkah.

Ia menundukkan kepalanya, berpura-pura merapikan letak sendok dan garpu di atas meja.

"Mas Ray... jangan menatap Ima seperti itu. Ima malu," bisik Fatimah lirih, suaranya hampir tenggelam oleh desir angin di luar.

Rayhan tertawa renyah, sebuah tawa hangat yang seketika mencairkan suasana.

"Mas tidak bisa tidak menatapmu, Ima. Wajahmu adalah pemandangan terbaik yang Allah hadiahkan untuk Mas setelah lelah bekerja seharian."

Suara ketukan kaca membuat Fatimah panik, dan lansung ingin mengenakan kembali cadarnya. namun di hentikan oleh Rayhan.

"Tidak usah di pakai sayang, pelayannya seorang wanita"

Fatimah mengangguk patuh. Dan tidak lama kemudian, hidangan makan siang premium berupa sup iga bakar dan es kelapa muda madu disajikan oleh pelayan.

Begitu pelayan meninggalkan ruangan, Rayhan tidak langsung menyantap makanannya.

Ia justru memotong daging iga yang lembut di piringnya menjadi potongan-potongan kecil, lalu menaruhnya di piring Fatimah.

"Makan yang banyak, Sayang. Kamu harus selalu sehat agar bisa terus mendampingi Mas."

Tutur Rayhan dengan nada yang sangat romantis namun sarat akan penegasan seorang pelindung.

Fatimah menerima perhatian itu dengan hati yang membuncah oleh rasa haru.

Momen makan bersama dalam keheningan yang intim ini terasa jauh lebih berharga daripada kemewahan mana pun di dunia.

Di dalam saung kaca ini, Rayhan meluruhkan seluruh ego tangan dinginnya sebagai pengusaha sukses, bertransformasi seutuhnya menjadi seorang suami yang penuh kasih.

Sambil menikmati makanan, mereka mengobrol ringan tentang impian masa depan, diiringi tawa kecil Fatimah yang beradu dengan suara berat Rayhan.

Makan siang romantis itu kini resmi menjadi babak baru yang kian mempererat tautan hati mereka karena Allah.

*

*

*

*

Episode selanjutnya...........

"Mas Ray... terima kasih," bisik Fatimah di sela tangisnya, mengeratkan pelukannya pada pinggang Rayhan.

*

*

*

*

Jangan lupa like, komen dan follow😇

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!