NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Pusat Mata Air Spiritual

Keheningan yang mencekik pelataran puncak Tangga Bintang Penekan Jiwa perlahan pecah oleh hembusan angin gunung. Sang diaken penerimaan yang sedari tadi mematung, akhirnya memungut gulungan perkamennya di lantai batu giok dengan tangan gemetar. Sepanjang sejarah akademi, menaklukkan anak tangga ke-99 murni dengan kekuatan fisik tanpa artefak pelindung adalah sebuah kemustahilan. Namun pemuda berjubah abu-abu tanpa latar belakang besar di hadapannya baru saja meruntuhkan kemustahilan itu.

"Lin Chen..." Diaken itu menarik napas panjang, suaranya kini kehilangan seluruh nada meremehkannya. "Melewati anak tangga ke-99. Sesuai aturan Akademi Bintang Tujuh, kau berhak mendapatkan Token Murid Inti dan akses eksklusif ke pusat Mata Air Spiritual."

Sang diaken menjentikkan jarinya, dan sebuah medali emas berukir tujuh bintang melayang ke tangan Lin Chen. Di saat yang sama, ia juga melemparkan medali perak kepada Su Qingyue yang berhasil mencapai anak tangga ke-92, menandakan statusnya sebagai murid elit tingkat tinggi. Di bawah sana, jauh di dasar tebing, sebuah medali perunggu mendarat ke pelukan Zhu Da yang terkapar kelelahan di anak tangga ke-50.

"Terima kasih," ucap Lin Chen datar. Ia menoleh ke arah Su Qingyue, gadis dengan jubah putih yang sedingin es namun entah mengapa tatapannya kini memancarkan kehangatan yang samar. "Aku harus segera melakukan terobosan. Sampai jumpa di dalam."

Su Qingyue mengangguk pelan, jemarinya sedikit mengerat pada pedang esnya. "Hati-hati. Energi di pusat mata air sangat buas bagi mereka yang baru pertama kali menyerapnya."

Lin Chen segera melangkah memasuki gerbang utama akademi yang megah, mengikuti panduan kompas energinya menuju ke pusat Mata Air Spiritual. Tempat itu terletak di sebuah lembah tersembunyi yang dikelilingi puluhan pilar formasi pengunci Qi tingkat tinggi.

Begitu ia melangkah masuk ke area pusat, pandangannya dipenuhi oleh kabut spiritual yang begitu kental hingga menyerupai embun cair. Di tengah lembah, terdapat sebuah kolam berukuran sepuluh tombak persegi yang airnya memancarkan pendar cahaya perak keemasan.

"Bocah, masuklah dan berendam di tengah kolam itu," suara Tua Hitam bergema di dalam Dantian-nya dengan nada serius yang tak terbantahkan. "Tulang dan meridianmu telah ditempa hingga sekeras baja murni oleh Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba. Karenanya, kau membutuhkan jumlah energi spiritual sepuluh kali lipat lebih banyak dari kultivator biasa hanya untuk memicu terobosan ke ranah Pengumpulan Qi."

Tanpa ragu, Lin Chen melompat ke tengah kolam. Suhu air spiritual itu terasa membakar dan menusuk meridian secara bersamaan. Jika kultivator biasa melompat ke bagian inti ini, tubuh mereka akan meledak dalam hitungan detik.

Namun, Lin Chen bukanlah kultivator biasa. Ia duduk bersila dan menutup matanya. Ia mulai melepaskan segel kekuatan fisiknya, membiarkan pori-porinya terbuka lebar menyedot energi spiritual layaknya pusaran air raksasa di tengah samudra.

Seketika itu juga, lembah Mata Air Spiritual bergetar hebat. Cairan spiritual di dalam kolam berpusar liar, membentuk badai mini dengan Lin Chen sebagai pusatnya. Energi Qi yang buas merangsek masuk ke dalam tubuhnya, mencoba merobek urat-uratnya.

Namun, Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba yang sebelumnya telah disiksa dalam penderitaan kawah magma kini menunjukkan pertahanan mutlaknya. Otot dan tulangnya menyerap energi buas itu dengan rakus, mengompresinya hingga ribuan kali lipat, dan mengalirkannya ke Dantian yang selama ini layaknya gurun kerontang.

Dua jam berlalu. Empat jam. Suara raungan samar gajah purba kembali beresonansi dari dalam darahnya, kali ini jauh lebih menggema, menggetarkan formasi pelindung lembah.

BAM!

Sebuah ledakan gelombang energi meledak dari tubuh Lin Chen, menyapu bersih sisa kabut spiritual di sekitarnya. Matanya terbuka secara perlahan, memancarkan kilatan cahaya emas yang tajam menembus kehampaan.

Ranah Pengumpulan Qi, Tingkat 1! Energi tidak berhenti di sana, terus mendobrak batas tingkat 2, lalu akhirnya menetap dengan pijakan yang sangat kokoh di puncak Tingkat 3!

Lin Chen mengepalkan tangannya. Kekuatan yang mengalir di meridiannya sekarang bukan lagi sekadar kekuatan otot kawat dan tulang baja, melainkan Qi spiritual yang sangat padat, setajam pedang dan seberat gunung. Jika digabungkan dengan kekuatan fisik gajah purbanya, satu pukulannya kini mampu meruntuhkan pelindung kultivator di puncak ranah Pengumpulan Qi sekalipun.

"Fondasi yang mengerikan..." gumam Tua Hitam, terdiam sesaat seolah tak percaya. "Dengan kepadatan Qi dan tulang seperti ini, jalanmu di Akademi Bintang Tujuh akan sangat berdarah."

Namun, badai terobosan Lin Chen yang menyedot nyaris seperempat energi esensi di pusat mata air itu tidak berlalu tanpa konsekuensi. Di luar lembah, beberapa fluktuasi aura tajam dari para murid inti senior tingkat atas mulai terbangun.

Naga buas ini telah memasuki panggung dunia yang jauh lebih kejam, dan para penguasa lama di akademi ini jelas tidak akan membiarkan seorang pendatang baru menginjak-injak wilayah kekuasaan mereka.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!